My Enemy My True Love

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 25 October 2017

Kriiingg… Suara alarm memecah keheningan, sebuah tangan dari balik selimut menggapai dan mematikannya. Annisa beranjak ke kamar mandi, ia akan bersekolah pagi ini dan bertemu dengan teman-temannya yang menurutnya sedikit membosankan, annisa bersekolah dengan penampilan tomboy yang membuat semua temannya berfikiran bahwa dia tomboy, tapi tidak dengan hatinya, hatinnya lembut sekali.

“non.., sarapan dulu”. Suara bik ina mengagetkankan annisa “lho, mama mana bik?”. Tanya annisa saat tak mendapati mamanya di meja makan “mama keluar non, tapi bibik nggak tahu keluar ke mana”. “ohh… ya udah”. annisa duduk dan menyantap sarapannya paginya.

Di sekolah seperti biasa annisa langsung menuju bangku ketenangannya, karena saat duduk di bangku ia akan merasa tenang. “pagi niss…”. Sapa ema teman sebangkunya “pagi juga ema”. “ehh nisss elo dapat salam dari Radith”. “radith? siapa sih ema..?”. Tanya annisa yang merasa kebingungan “itu lohhh anak sekolah sebelah yang kemarin di depan rumah gue, waktu elo main ke rumah gue”, “ohh tapi gue nggak lihat anaknya tuhh”. “yaaa kalo lo pengen tahu, entar sore main lagi aja ke rumah gue!!”. percakapan mereka berlanjut hingga bell pelajaran pertama menjerit, dan pada saat guru masuk kelas semua terdiam bagai tersihir dan pelajaran biologi pun dumulai.

Hingga bell istirahat semua masih tetap tegap tanpa ada seorangpun yang mengantuk, guru pun pamit keluar dan seketika itu semua murid berhamburan, dan annisa lebih memilih ke perpustakaan untuk membaca buku meskipun ema mengajaknya makan ke kantin karena annisa sangat Suka membaca buku, namun saat berada di pintu perpustakaan langkahnya terhenti karena dia melihat cowok yang paling nyebelin dalam hidupnya DIMAS, yang selalu bersama dengan dua pengikut setianya annisa memutar posisi tubuhnya dan berlalu, tapi saat langkah pertama…
“annisa”. suara cowok nyebelin itu menghentikan langkahnya, dengan rasa yang sangat berat annisa membalikan badan mencoba melihat orang yang menanggilnya “hem”.
“annisa kalo sama pacar itu nggak boleh cuek cuek”, mendengar kata kata itu membuat annisa semakin sebal dan malu pada dimas karena kecelakaan kemarin dimas menjadi keGRan “iiihhhhhh.. apaan sih”,
“Emang kapan gue sama elo pernah jadian?”. “pake nanya, kan waktu kema kamu nyium pipi aku, itu apa namanya kalo bukan jadian”, Mendengar itu annisa langsung pergi meninggalkan dimas juga pengikutnya yang merasa puas karena telah ngejailin annisa, bete bete, tuhannn kenapa sih kecelakaan itu mesti terjadi sama gue, gerutu annisa sambil masuk ke dalam kelas.

Pulang dari sekolah annisa membatalkan janji untuk datang ke rumah ema, karena mama tercintanya mengajaknya ke mall. Saat di dalam mobil annisa duduk di sebelah kemudi dan mengirim pesan kepada ema “sorry em.. gue nggak bisa ke rumah elo sore ini, soalnya ada acara” SEND, tanpa Menunggu lama ema membabalas “yaaa radithnya nungguin lo dari tadi, ya udah gue kasih tau radit kalo elo nggak jadi ke sini, oohh iya radith minta nomor hp. Lo” tanpa berfikir panjang annisa mengirimkan nomornya ke ema.

Mobil berhenti di parkiran mall, mamanya memarkirkan mobil dan masuk ke dalam mall “ma, kita mau ke mana?” Tanya annisa saat mamanya terus menggandengnya “kita mau beli baju, nanti malam kita harus ke kantor papa karena perusahaan papa mengadakan pesta atas keuntunggan besar yang didapatkannya, berhubung papa masih di luar kota papa masrahin semua ke mama dan kamu, nanti akan ada om Ardi bersama dengan putranya datang ke kantor.” Terang mama annisa dengan detail. Annisa menuruti semua kata mamanya termasuk ke salon untuk merapikan rambut panjangnya yang selalu ia ikat ke belakang meskipun dengan sedikit mengeluh ia lakukan semua demi mamanya.

Setelah semua selesai mama annisa kaget dengan penampilan anaknya yang begitu anggun. “sayang, kamu cantik banget malam ini.” “maa, annisa gak suka kalau rambut annisa nggak diikat ke belakang” rengek annisa. “udah pokoknya kamu harus nurut sama mama.” Annisa mengangguk meskipun itu berat karena ia harus memakai highheels yang sangat menjengkelkan.

Sesampaninya di kantor ia dan mamanya keluar dari mobil dan memberikan kunci mobil kepada security supaya mobilnya diparkirkan. Saat masuk ternyata kantornya sudah ramai dengan para undangan. Awalnya annisa biasa namun saat melihat cowok yang menyebalkan di hadapannya perasaannya berubah seamkin gregetan. “hai… sayang, malam ini kamu cantik banget” dengan PDnya dimas menyapa annisa dan sketika itu mamanya annisa dan om ardi yang ternyata papanya dimas bengong mendengar sapaaan dimas “apaan sih lo PD banget” dengan nada membentak annisa langsung menggandeng dimas yang semakin kePDan untuk menjauhi mama dan papanya

“ehh dim elo apa apaan sih, kalo ngomong itu dijaga dong” tegas annisa kepada dimas “annisa sayang kenapa kamu mesti marah hah? kan kamu yang duluan nyium aku waktu kemarin” “itu kecelakaan dimas, lo pinter lo pasti tau kalo itu Cuma kecelakaan, ah udah gue capek ngomong sama lo, lagian juga gak ada gunanya” annisa pergi setelah membentak dimas sedangkan dimas hanya diam mematung di tempatnya.

Sampai acara selesai pun annisa tak ada di kantor tapi ia duduk termenung di sebuah taman di dekat kantor papanya, ia terhanyut dalam lamunannya dan tiba-tiba ia terkejut saat ada sebuah tangan yang mendarat di pundaknya saat ia menoleh memastikan itu orang atau bukan dan yang ia lihat adalah sesosok wajah yang begitu tampan dan sempurna menyapanya “haiii” “ha ha hai siapa ya” Tanya annisa dengan nada sedikit gugup. “aku radith yang kemarin nitip salam ke kamu” “ohhh kamu yang namanya radith, tapi kamu kok bisa menemukan aku di sini” annisa deg degan dan cara bicaranya berubah dari lo gue menjadi aku kamu. percakapan mereka berdua semakin jauh dan hari pun semakin larut.

“ehhh udah malem nih aku mau pulang dulu ya” “biar aku antar kamu untuk pulang, udah malam takutnya ada apa apa nanti” annisa hanya mengangguk dan mereka berjalan menuju mobil radith, saat di dalam mobil tak ada percakapan apapun sebelum radith menyentuh tangan annisa “ehh kenapa” “aku suka sama kamu, kamu mau nggak kalo aku mengisi kekosongan hatimu dan melindungimu?” annisa diam, kali ini ia benar benar tak bisa berkata-kata sampai radith kembali berbicara “nggak papa kalo kamu ngak bisa jawab sekarang, aku akan tunggu jawabanmu nanti saat aku sampai di rumah, aku akan meneleponmu”.

Dan tak terasa annisa sudah sampai di depan rumahnya, dia langsung pergi tanpa mengucapkan satu kata pun karena annisa menyimpan 1000 pertanyaan bagaimana bisa radith tau semua tentang aku rumahnya pun radith tau, annisa membuka gerbang setelah radith menghilangkan bersama mobilnya di tikungan, saat di dalam rumah mama annisa langsung menghampiri annisa dengan wajah yang sangat khawatir. “annisa kenapa kamu pergi tadi dan kenapa kamu baru pulang?” annisa tak menjawab dan langsung asuk ke kamar untuk membersihkan badannya.

Annisa duduk melamun di depan meja belajarnya, ia bingung akan ia jawab apa untuk pertanyaan radith nanti, sebelum selasai berfikir ia dikagetkan dengan suara lagu jangan hilangkan dia yang menandakan ada panggilan masuk di hp nya. annisa melihat sebuah nomor tidak dikenal yang tertera di layar hpnya, annisa berfikir bahwa itu adalah radith yang ingin mendengarkan jawabannya, dengan pelan dan agak ragu annisa mengangkat panggilan itu

“malam annisa” bukan suara radith yang ia dengar tapi suara dimas “annisa kamu masih marah sama aku? Aku mau minta maaf untuk semua hal yang pernah aku lakuakan ke kamu, aku janji aku nggak akan pernah ganggu kamu lagi” annisa diam mendengarkan kata-kata dimas yang membuatnya semakin bingung “maksudnya apa ya dim?” “aku nggak bakal panggil kamu pacar lagi, sekali lagi aku minta maaf” “iya aku tau tapi tumben kamu?” annisa masih terus bertanya pada dimas. “aku akan pergi ke luar negeri, papa marah sama aku karena menurutnya aku telah menyakitimu sehingga kamu pergi dari pesta tadi” “ke mana?” saat annisa bertanya dimas mematikan teleponnya.

Entah mengapa setelah kejadian itu annisa merasa kehilangan dengan sosok dimas yang menyebalkan, ia merindukannya dan ternyata cinta itu datang setelah cinta itu pergi annisa semakin sedih karena ia taktau di mana dimas saat ini, ia tak pernah menerima cinta radith dan membiarkan hatinya kosong karena ia tengah menunggu kedatangan dimas kembali ke indonesia.

10 tahun kemudian…
Indonesia di era globalisasi ini menjadi semakin panas meskipun di dalam mobil, panas dari luar tarasa sekali, annisa yang dulu tomboy kini menjadi annisa yang sangat anggun karena annisa kini telah menjadi seorang model majalah yang sangat terkenal, ia mengendarai mobil untuk pulang kerumah dan selalu menggerutu saat ia menyetir mobil karena Jakarta sangat panas saat lampu merah ia berusa menggulung rambutnya ke belakang, dan ia terkejut saat ada panggilan masuk di hp nya dan nomor yang tertera adalah nomor yang sama yang selalu meneleponnya setiap hari ia tidak menggubrisnya, karena ia yakin itu dari orang tak penting yang sengaja ingin menelphonnya, tapi untuk saat ini ia mengangkatnya dan saat ia akan marah ia mendengar suara orang yang ia rindukan di seberang sana “hay sayang…”, “dimas. ini dimas kan?” saat hatinya merasa senang hp annisa padam “sial” gerutu annisa. di dalam kamar annisa langsung tiduran di atas Kasur empuknya dan menerawang kosong ke arah langit langit kamarnya annisa langsung bangkit saat ada 1 hal yang ia ingat, mengisi baterai hp. Belum ada baterai sama sekali tapi annisa langsung menyalakan hpnya, ia melihat ada 5 panggilan tak terjawab dan itu dari nomor yang sangat ia benci tapi sangat ia rindukan, ia berusa meneleponnya dan mendengar suara yang ada di seberang sana.

“apa kau rindu padaku annisa?” pertanyaan yang membuatnya tertawa “kenapa kau tertawa? Baiklah mungkin kau tak merindukanku sama sekali, aku kan mematikan teleponku” wajah annisa pucat pasi dengan ucapan dimas dan langsung menyahuti “tunggu dimas, iya iya aku memang merindukanmu” jawabnya dengan hati berdebar “apa? aku tidak mendengar dengan jelas, bisakah kau mengulangi kata katamu annisa” meski sudah dengar tapi dimas tetap ingin annisa mengulanginya agar tak ada keraguan di hatinya “iya dimas aku sangat, sangat merindukanmu, apakah kau juga merindukanku?” tanya annisa agak ragu “aku pikir rasa rinduku lebih besar dari rasa rindumu annisa, karena aku sangat merindukan saat kau menciumku untuk pertama kalinya” di seberang wajah annisa tampak merah padam karena omongan dimas terhadapnya “dan maukah kau meneruskan hubungan kita dan menjadi pendamping hidupku emm dan juga membangunkan aku dikala pagi dengan ciuman romantismu itu” seketika itu jantung annisa berdebar-debar tak karuan, ia hanya diam ingin segera menjawab iya kepada dimas.

“Hallo annisa, apakah kamu masih di situ?”, Tanya dimas karena tak ada suara di seberang sana, “iya, dimas aku masih di sini”, “iya atau tidak jawabannya?”, dengan sekuat tenaga annisa berusaha menjawabnya “iya, aku menerimamu dimas”, anehnya dimas langsung mematikan teleponnya, dan hal yang tak terduga ada seseorang yang membuka pintu kamarnya, itu adalah dimas, ya benar itu adalah dimas, seketika itu annisa langsung pergi berlarian ke arah diamana dimas berdiri dengan tangan terbuka menyabut annisa, mereka berpelukan dengan sangat erat, melepaskan semua rasa rindu yang tertanam dalam hati dua insan itu.

Cerpen Karangan: Ilya Amaliyati
Facebook: Ilya Amaliya

Cerpen My Enemy My True Love merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Ada Yang Hilang

Oleh:
22 November 2006 Semuanya berakhir hari ini. Penantian buta itu terhempas begitu saja sore tadi, entah keberanian darimana yang membuatku mampu mengucap selamat tinggal dan semua yang kurasakan. Padahal

Semua Adalah Salahnya

Oleh:
Nuri, begitulah teman-temanku memanggilku. Berkulit putih, dengan rambut panjang yang berwarna agak kecokelatan, berkacamata dengan minus yang cukup tebal, berat serta tinggi badan yang tidak terlalu berlebihan, bersifat penyayang

Untitled Story (US)

Oleh:
“Selamat pagi semesta” sapaku sembari membuka jendela kamarku. Aku, Shafarra Keisha Andhara, aku yang sebelumnya tak pernah terlalu murung, kenapa seketika berubah? Ardinna Bella, sahabat terjenius yang selalu menuturkan

Aku Dan Dia

Oleh:
Dia suka lihat film action, aku suka lihat film horror. Tapi saat fast and furious keluar, aku ikut nonton menemaninya. Dan banyak dari film horror yang sudah aku lihat,

Dunia Adalah

Oleh:
“Lo mau kemana, Fel?!,” tanya Billy saat ia tekejut akan sikap Felly karena Felly tiba-tiba beranjak dari tempat duduknya setelah melihat ponselnya. “Gue mau pergi dulu. Gue ada urusan,”

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *