My Heart Between I and You

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 19 May 2017

Besok adalah hari yang ditunggu-tunggu olehku dan teman-teman ekskulku. Karena besok, kita lomba PBB. Aku merupakan anggota dari ekskul PASKHARA di SMP 3.

Keesokan harinya…
Pukul 06.00, aku siap-siap untuk berangkat ke sekolah, dengan sudah memakai baju seragam paskhara berwarna hitam panjang yang mirip dengan baju tentara nazi, lengkap dengan topi, sepatu dan aksesorisnya. Saat tiba di sekolah, aku langsung berkumpul dengan rekan-rekanku yang berada di ruang tunggu sekolah.
“Hai, kalian semua udah di sini dari tadi?” tanyaku sambil melambaikan tangan kananku
“enggak, kalo aku sih baru aja dateng, gak lama kok sebelum kamu datang.” jawab reyna, rekanku.
“apa ini sudah terkumpul semua? Kalo udah, kita langsung berangkat.” cakap coach Andi
“Siap… sudah”
“baiklah kalau sudah, kita langsung berangkat” kata coach

Sesampainya di tempat…
Pukul 07.08, kami baru sampai ke tempat lomba. Kami sampai di sana 2 jam sebelum lomba dimulai. Sebelum lomba dimulai, para peserta diwajibkan untuk mengikuti upacara pembukaan.
“kalian harus percaya diri, kalau kalian salah, biarin aja, kalo ada yang copot, jangan diambil nanti sama kang andi. Kalian jangan kelihatan gugup di depan juri, kasihlah dikit senyum, tapi jangan terlalu lebar. Kalian dapat urutan ke-4.” cakap coach dengan menambahkan nasihat
“siap… kami akan memberikan yang terbaik untuk PASKHARA.” kami menjawabnya dengan percaya diri

Saat peserta pertama, kami melihat secara keseluruhan, cukup baik. Tak sadar, ternyata tidak jauh dari tempat aku berdiri, ada teman sekelasku, Aulia. Memang, dia rumahnya tak jauh dari situ. Aulia pun langsung berjalan dengan pelan ke arahku dan menaggil namaku daru belakang, “sashya”. Saat peserta ke-2 tampil, tiba-tiba muncul teman SD nya dulu.
“kamu Aulia, teman SD ku?” kata dia sambil menepuk pundak kiri Aulia dari belakang.
“ehh… Daniel, lagi ngapain kamu di sini?”
“nungguin kakak lomba, Emang kamu, ngeliatin orang lain yang bukan siapa-siapa kamu. kamu ke sini sendirian?”
“ya enggak lah, ditemenin temanku. Oh iya sash, ini Daniel, teman, eh… tunggu emang kita teman ya?”
“heeehh… terserah kamu deh mau anggap aku teman, orang tidak dikenal, sahabat, saudara, terserah.” jawabnya dengan sedikit ketus
“iihh… aku hanya bergurau lah, jangan dianggap serius.”
“Aulia, ini siapa? Kakak atau teman?”
“ini Sashya, temanku”
“Hai, aku Daniel, teman Aulia saat SD. Kamu peserta lomba? Urutan ke berapa? Dari sekolah mana? Aku SMPN 13 bdg, ” kata daniel sambil tersenyum dan menatapku
“iya. Urutan ke-4 dari SMP 3.” ucapku

Saat pasukanku, dipanggil untuk tampil selanjutnya, aku pamit ke Aulia dan temannya. Saat aku akan pergi, tangan kananku dipegang oleh dia hanya untuk mengucapkan, “Semoga Sukses!”
Saat setelah pasukanku tampil aku pun langsung berjalan menuju ke Aulia dan Daniel.
“hai, eh pas aku tadi tampil gimana? Bagus atau enggak?” ucapku dengan tersenyum
“wihh… tadi, pas kamu tampil itu benar-benar perfect banget.” kata Daniel
“terima kasih”
Aulia pun seperti yang memberikan kami ruang kosong dengan meninggalkanku dan Daniel. Aku pun mencagahnya pergi dengan menarik tangan kanannya. Daniel pun menyuruhku untuk membiarkan Aulia pergi. Aku tidak tahu bagaimana cara menolaknya, tapi ya sudah aku melepaskan Aulia untuk pergi.

“emm… panas nih di sini, kita berteduh yuk di bawah pohon itu!” kata Daniel dengan memulai pembicaraan
Aku terdiam seribu bahasa, aku hanya bisa menganggukkan kepala. Dan berjalan menuju pohon itu.
“Daniel, kakak kamu peserta ke berapa? Apa nama pasukannya?”
“ke-6. Nama pasukannya Brigaspara.”
“ohh… yang sekarang lagi tampil bukan?”
“biarlah bodo amat”
“kamu tuh gak boleh gitu, itu adalah kakak kamu Daniel.”
Dia pun tersenyum kepadaku dan dia hanya bisa menghela nafas dengan pelan.

Setelah semua peserta tampil, juri pun mengumumkan juara.
“Tak kuduga, ternyata pasukan kami mendapatkan peringkat pertama dan mendapatkan gelar pasukan terbaik.”
Danton pasukan kami pun maju ke depan untuk penyerahan piala.

“sash, selamat ya atas keberhasilan kamu dan pasukan kamu” kata daniel
“iya terima kasih, dan selamat juga ya untuk kakak kamu untuk juaranya.”
“oh iya makasih”

Tak lama setelah lomba selesai, turun hujan dengan intensitas ringan
“yah, ujan. Aku pulang dulu ya.” kataku
“emang rumah kamu di mana?”
“aku ngekost di daerah jalan Cihampelas.”
“kamu anak kost? Kamu tinggal sendiri? Orangtua kamu di mana?”
“iya aku anak kost, aku tinggal sendiri, mamaku tinggalnya di Jakarta bersama papaku”
“pulang bareng aja, karena rumahku juga di dekat-dekat situ juga. Kita tunggu taksi di depan aja.”
“gak ah, aku pulang mau jalan kaki aja. Lagi pula gak terlalu jauh kok dari sini dan gak enak kita kan baru kelas 7 SMP, nanti kita disangka pacaran. Oh iya kakak kamu mana?”
“kakak aku udah pulang bareng sama temannya.”
“kita pulang ujan-ujanan yah karena aku suka hujan.”
“baiklah, apa kamu hanya suka hujan?”
“iya aku hanya suka hujan”
“kalo aku, kamu suka gak?”
“tadi kamu bilang apa?”
“oh enggak, tadi aku bilang rame juga ya ujan-ujanan”
“owwhh…”
“nah sampai deh di kostan aku, hati-hati di jalan ya dan semoga kamu gak sakit deh. Aku masuk dulu ya.”

Keesokan harinya…
Aku sekolah seperti biasa, menurutku tidak ada yang spesial dari hari itu. Saat bell pulang berbunyi, aku pun biasa langsung turun dari lantai 3 ke lantai dasar dengan tangga sebelah barat bersama nabila dan dini. Saat dekat gerbang sekolah, di situ aku melihat Daniel di dekat pohon, menurutku kelihatannya Daniel sedang menunggu seseorang.

“Sash” kata seseorang yang berada di arah jarum jam 10. ternyata, yang memanggilku adalah Daniel, anak smp 13. Aku pun langsung terkejut mengapa Daniel ada di sini, dan mengapa dia memanggil namaku.
“Sash,” kata dia
Aku tidak menghiraukan dia, dan terus berjalan. Karena kukira itu adalah halusinasiku.
“sashya, apa kamu tuli atau pura-pura tuli sih?” teriak dia
Aku langsung memalikan kepalaku dan melihat dia.
“sash mau pulang bareng lagi gak?”
Sontak itu pun mengundang celotehan sahabat-sahabatku, dini dan nabila. Mereka pun teriak “hmm.. Uhhuokkh.. uuooohhh… cieee… ciee… Sashya, siapa tuh? temen, gebetan atau pacar nih?”
“halo, namaku Daniel, aku adalah anak smp 13. Kalian teman sashya ya, salam kenal.” cakap Daniel
“ohh… daniel, pacarnya sashya ya?” kata dini
“bukan, saya dan sashya belum pacaran”
“apa, BELUM? kok belum sih, kita kan GAK pacaran, kita cuma teman biasa, daniel.”
“iya, sebenarnya kita hanya teman biasa, untuk sekarang ini. Tapi kedepannya sih gak tau?”
“eee… aku mau pulang duluan ya, lagi pula ini sudah sore. Bye”
“sash, tunggu donk katanya mau pulang bareng”
“makanya cepet donk jalannya! Nah nanti di depan kita naik angkot ya”
“jangan naik angkot, kita naik taksi aja. Ada kok taksi langgananku dan aku deh yang bayar.” bujuk dia dengan senyuman manisnya
“baiklah, tapi untuk kali ini saja.”

Kami pun pulang menggunakan taksi
Saat di perjalanan pulang, aku mengeluarkan handphone dari tasku. Daniel pun juga mengeluarkan handphonenya dari tasnya. Daniel memintaku untuk bertukar handphone sebentar. Ternyata, Daniel melihat chat-chatku dengan beberapa orang laki-laki. Dia pun melihat salah satu kontak yaitu chatku dengan kak Almas. Kurasa, dia tiba-tiba geram, karena melihat chatku dengan kak almas.

“sash, apa kamu pernah ditembak seseorang? dan seseorang itu bernama Almas.”
“loh kok kamu bisa tahu ada yang pernah nembak aku, namanya kak almas.”
“ya lihat di chat kamu lah sama yang namanya almas itu”
“terus kenapa? Ada yang salah? Atau jangan-jangan kamu cemburu ya?”
“kalau aku cemburu, emang kenapa? Gak akan ngubah apa-apa kan.”
“ehh… daniel, aku berhenti di depan ya, aku mau beli novel dulu di gramedia.”
“aku temenin deh”

Aku dan Daniel pun turun dari taksi dan langsung masuk ke toko buku gramedia. Ternyata, tak jauh dari situ, teman dia lagi mau membeli buku di situ melihat Daniel sedang bersamaku.
“nis, apa kamu nisa?” tanya Daniel
“eh Daniel, sama siapa tuh kamu ke sini?”
“oh dia, namanya sashya, anak smp 3”
“teman atau pacar nih Daniel?”
“gak tau nih masih belum jelas”
“maksud kamu itu apa? Kamu bilang MASIH BELUM JELAS?”
“maksudnya adalah apa kamu mau jadi kekasihku?”
“what? Daniel kamu itu ngomong apa sih?”
“aku tadi ngomong, APA KAMU MAU JADI KEKASIHKU?”
“kamu jangan ngomong keras-keras donk, nanti orang denger.”
“maaf…”

Cerpen Karangan: Sashya Agrevia Demitria Adonia

Cerpen My Heart Between I and You merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Maafkan Aku, Ibuku

Oleh:
Kini Rika tinggal di sebuah gubuk kecil yang sederhana bersama dengan Bibi Mirtha. Kedua orangtuanya menitipkannya pada si Ibu. Namun, meskipun begitu, Rika tak merasa marah pada siapapun. Ia

Salah Paham

Oleh:
Kring.. kring.. kring… bunyi jam beker membangunkanku pukul 7:33, waktunya aku masih bermalas malasan di atas tempat tidurku, aku coba untuk bangkit dari tempat tidurku namun pekerjaan semalam membunuh

Tiba Tiba Cinta

Oleh:
Namaku Dita, aku adalah seorang gadis yang sederhana, ramah, dan pintar. Rambut panjangku sering dikuncir kuda dan memakai kacamata. Aku bersekolah di SMA HARAPAN 1 di Jakarta, yaitu salah

Pertama Kali

Oleh:
Sore itu, hujan datang membasahi bumi. Hujan yang datang cukup besar. Seisi sekolah telah kosong, tapi aku belum dijemput. Aku baru saja selesai dari ekstrakurikuler matematika, pelajaran favoritku sejak

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *