My King

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 14 October 2016

Sebut saja namanya Raja. Dia satu satunya cowok yang kutaksir di sekolahku. Orangnya baik dan karismatik. Tapi, ada satu hal yang sangat disayangkan dari dia.. Hmm dia adik kelas aku! Jadi aku sama dia terkesan tante tante ngejar brondong. Walau Raja brondoong.. tapi dia keliatan dewasa loh.

Suatu hari aku berpapasan langsung dengan Raja di kantin sekolah. Dengan percaya diri aku pun menyapanya.
“Hay King..” Sapaku
Raja pun membalas sapaanku hanya dengan senyuman manisnya. Dan itu buat aku salting.
“King, jangan senyum deh!” Ujarku
“Kenapa gitu kak?” Tanya Raja
“Senyum kamu terlalu manis” Celetusku
Lagi lagi Raja membalas perkataanku yang terlalu agresif dengan senyumannya.
“Kalau gitu aku duluan kak Dena” Ujar Raja.
“Iii, ii, Iyaahh” Jawabku salting. Aku pun sangat bahagia setelah tadi bertemu Raja.

Satu pagi yang cerah, dengan sengaja aku ingin bertemu dengan Raja di kelasnya. Ya walau hanya tegur sapa tapi aku ingin sekali melihat senyumnya. Sesampainya di kelas Raja. pemandangan menyedihkan aku lihat saat ini. Raja sedang bertatap tatapan dengan seorang perempuan. Entah itu temannya atau bukan, tapi mereka kelihatan mesra. Seketika aku seperti disamber gledek!! Hatiku hancur berkeping keping.
Sebenernya aku jadi terlalu kekanak-kanakan, Kenapa aku suka sama Raja? padahal di dunia ini masih banyak cowok lain.

Hari berikutnya aku mulai menghilangkan sifat obsesiku pada Raja. aku ingin kembali seperti dulu lagi. Saat aku bertemu Raja di balkon sekolah, Raja pun lantas menyapa dan tersenyum padaku “Haii kak Dena” Sapa Raja.
Aku pun hanya tersenyum tipis dan mengeluarkan sifat asliku yang dulu, yaitu kakak kelas yang cuek. Aku langsung pergi meninggalkan Raja tanpa membalas sapaannya.
“Ada apa sama kak Dena?” Suara Raja yang cukup jelas kudengar.
Satu kali aku bisa mencuekin Raja saat bertemu. Tapi kali ke berikutnya, rasanya mulut ini gatel pengen nyapa Raja..

1 Bulan berlalu..
Aku seakan berhasil membuat Raja kebingungan dengan sikapku padanya yang berubah akhir akhir ini. Namun sekarang keaadaan seperti berbalik, Raja lebih sering menyapaku. Ia terus memberi senyum padaku walau aku dingin padanya.
Saat sepulang sekolah, aku pulang ke rumah dengan berjalan kaki. Di perjalanan tiba tiba ada seseorang yang berjalan di sebelahku dan ternyata Raja. Aku pun terheran.
“Raja.. ngapain kamu?” Tanyaku
“Aku mau nanya sesuatu kak, Kenapa kakak berubah?” Tanya Raja balik.
“Berubah? Maksudnya?”
“Berubah.. Kak Dena yang dulunya selalu salting tiap aku senyumin sekarang cuek, Kak Dena yang dulu suka sengaja lewat depan kelas aku buat liat aku sekarang enggak, Kak Dena yang dulu selalu perhatiin aku waktu aku lagi jalan sekarang enggak.. Mana kak Dena yang dulu?” Ujar Raja
‘Kok Raja bisa tau semua itu sih?’ Tanya batinku.
“King.. kok kamu bisa tau semua itu?” Tanyaku pada Raja
“Kenapa aku gak tau..? aku udah peka sama itu semua waktu kak Dena pertama kali panggil aku king..” Jelas Raja
Aku pun hanya tersipu malu karena semua rahasiaku terbongkar.
“Hmm rahasianya kebongkar ya? kak Dena suka sama aku kan?” Celetus Raja
“Huh kepedean” Celotehku
“Aku suka sama kak Dena, dan aku janji bakal jadi King di hatinya kak Dena” Ujar Raja sembari memegang tanganku dan menatap wajahku.
Aku tidak bisa menolak keadaan saat ini karena tenyata Raja juga menyukaiku.
“My King” Ujarku pada Raja sembari tersenyum.

Sejak hari ini aku gak pernah cuek cuek lagi karena aku sudah menyatakan pada dunia bahwa Raja adalah satu satunya “King” di hati aku.

Cerpen Karangan: Siti Aisah
Facebook: Sitii Aisah

Cerpen My King merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Salahkan Rasa ini?

Oleh:
Selembar foto seorang pemuda, dengan senyum yang menghiasi wajah tampannya itu kembali mengingatannya tentang sebuah kenangan yang masih belum bisa ia lupakan sampai sekarang. Tentang sebuah kisah asmara yang

Not Now, Gas

Oleh:
Pagi ini, seperti hari-hari sebelumnya, seorang gadis mungil dengan hijab yang menutupi kepalanya, duduk dengan tenang di mejanya. Beberapa anak seumurannya mulai datang memasuki kelas 12-3 yang sudah cukup

Menjemput Cinta yang Hilang

Oleh:
Kulihat kau tersenyum membawa bunga mawar merah masih sama seperti dulu, kau ciumi dan rasakan harumnya , bunga kecerian dan semangatmu, bunga pelipur lara dan lambang cinta.. Kudengar suara

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *