My Love (Part 1)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 1 May 2014

Subhanallah, Apa yang barusan aku lihat? malaikat kan? Siapakah dia? Dia yang Menampakan wajahnya dengan senyuman yang tersungging di bibirnya, senyuman yang tak biasa aku lihat -mungkin langka. Tapi sayang, aku hanya bisa melihatnya dengan sekejap, Dia seperti malaikat yang menampakkan dirinya dan setelah itu pergi entah kemana. Aku Hanya berharap aku akan bisa melihatnya lagi.

Aku pun Langsung melangkahkan kakiku menuju ke perpustakaan, aku akan meminjam beberapa buku Novel disana. Jarak perpustakan dengan kelasku tak begitu jauh, hanya membutuhkan beberapa langkah untuk sampai kesana. Jika ada pelajaran kosong aku selalu menyempatkan diri untuk pergi ke perpustakaan sesering mungkin. Membaca Adalah Hobi ku, Sejak SD aku selalu dipanggil si kutu buku, mungkin teman-teman di kelasku sering melihatku bergulat dengan buku-buku.

“Bearly? tunggu aku, Kamu jahat ninggalin aku” Suara yang sampai di telingaku dengan nada yang tak jelas -ya, mungkin dia indah, Aku pun langsung menengok ke arah belakang, Dan aku mendapati indah yang sedang berlari-lari berusaha mengejarku, mukanya agak sedikit memerah mungkin dia sedikit marah kepadaku.
“Makannya Jadi orang jangan lelet.” Ucapku sambil berjalan bersamaan dengan Indah
“Iya deh, lain kali aku enggak akan lelet lagi, Abisan Shin tadi ngeJailin aku. Kan jengkel jadinya”
“iya iya aku ngerti. Ya udah lah anak jahil itu kagak usah diladenin. Mendingan Kita masuk aja yuk” ajakku kepada indah yang tadi kelihatan cemberut, mungkin karena habis dijailin shin atau bisa juga dia cemberut karena aku tinggalin, tapi itu bukan sebuah masalah besar buatku.

Aku pun langsung melepaskan sepatuku ketika hendak masuk ke dalam perpustakaan, Pengunjung perpustakaan hari ini sepi sekali, Hampir seperti tak ada orang lebih tepatnya sepeti Kuburan.
“Orang-Orang pada kemana nih Indah? Sepi banget” ucapku agak kecewa sambil memandangi halaman sekolah yang tampak sepi –Hampir tak ada orang.
“Ehm.. Kagak tau tuh” Ucap Indah dengan nada yang kecut tak seperti biasanya. mungkin dia masih marah kepada aku, Tapi Gak apa-apa lah.. Calm Down

Di dalam Perpustakaan aku tak Lupa Untuk Menyapa kakak-kakak kelas 9, karena Di sekolah ini aku baru kelas 8. Dan itu hal yang pantas buat aku lakukan.
“Eh indah, Lihat deh buku Novel ini “Selamanya Cinta” bagus gak Buat dibaca?” Ucapku Sambil membawakan sebuah buku novel untuk di tunjukan kepada Indah.
“Ehm Bagus juga, Mencoba Lebih baik kan?”
“okey, kayanya seru juga nih Ceritanya, walaupun Tentang Cinta-Cintaan, Kisah Anak Remaja Seperti Kita indah” Ucapku Sambil Tersenyum-senyum Sendiri Ketika mengucapkan kata cinta.

Cinta mengingatkanku kepada seseorang yang telah mewarnai hari-hariku, yang membuatku nyaman saat didekatnya. Ya, Dia adalah My first Love. Cinta Pertama ku bersemi di kelas 6 SD. Cinta Pertamaku Adalah Kevin. Hubunganku Dengan Kevin Berlangsung lama Hampir menginjak 2 tahunan. Mungkin Hubungan ku dengan Kevin bisa di sebut “Stupid Relationship” Karena Selama aku berhubungan Dengan Kevin Aku Tidak Pernah Ngomong sepatah kata pun. Mungkin itu tak pantas di bilang sebuah Hubungan Tapi Ini Memang Kenyataan, maklum masih kecil, kelas 5 SD. upsss

Aku pun sempat Bingung dengan hubungan ini, Tapi aku hanya bisa menjalaninya saja. Eh tapi, Walaupun Kita berdua Tidak Pernah ngomong secara langsung Kita selalu Berkomunikasi Lewat surat -Mungkin Malu buat ngomong langsung. Suratnya Juga Tidak Sembarangan, suratnya berisi sebuah Puisi yang ditulis Oleh Kevin sendiri. Saat teman-teman ku tahu aku dapat surat dari Kevin, Salah satu dari mereka mengambilnya dari aku secara paksa, Ya sudah aku tak bisa berbuat apa-apa, aku pasrah saja. Dan ternyata Surat yang Berisi Sebuah puisi Itu pun DiBacakan Di depan kelas. Betapa malunya aku, Jatung aku pun terasa copot waktu salah satu dari mereka membacakan isi puisi itu.

Nafasku pun Berhenti sejenak, aku mencoba memandangi kevin yang tengah mengumpet di belakang salah seorang temanya, tampaknya dia begitu malu saat salah satu dari temanya membacakan puisi itu, jelas-jelas puisi itu buat aku, dan hanya aku yang bisa membacanya. Ya, tapi apa boleh buat.

Akupun Mencoba untuk menahan tawa, Karena selain Puisi itu romantis ternyata lucu juga, karena puisi itu bisa membuat semua teman-temanku tertawa. aku pun heran melihatnya.

“Eh Bearly? Kenapa senyum-senyum sendiri? ayo dong cerita” ucap Indah smbil mengepuk pundakku dan melihat jelas senyuman yang tersungging di bibirku. sekaligus dia membangunkan ku dari lamunan.
“Ehmm.. Cerita apaan? kayanya gak ada yang perlu dicertain deh! ya udah ayo, kita ke kelas lagi lagian kamu udah nemuin buku yang kamu cari kan?”
“Beneran?, kamu aneh loh hari ini, Tapi kalau emang gak mau cerita gak apa-apa kok! Ya sudah ayo le’s go”.

Setelas selesai Meminjam buku aku pun langsung bergegas keluar dari perpustakan menuju ke kelas, Aku pun segera memakaikan kembali sepatuku yang tadi ku simpan di rak sepatu depan perpustakan. Setelah Selesai memakai sepatu aku pun Langsung melangkahkan kaki Dibarengi indah Yang ada di sampingku.
“Abis Dari mana Bearly?” Sambar Shin dengan suara khasnya, dia berada tepat posisinya di depan aku. dia terlihat sedang tersenyum jahil kepadaku
“Dari Perpustakaan, Udah Deh, Hari ini aku gak mood buat main sama kamu” Ucapku dengan suara malas dan langsung duduk di bangku ku yang paling depan.
“Ehm, Tumben Banget! Bosen ya Main sama aku? Ya udah deh, Gak apa-apa kok”
Shin Pun langsung Duduk Di bangkunya Yang tak Jauh Dari Bangku ku. Dia kelihatannya Tampak kecewa kepada aku, Apa aku tadi salah ngomong?
“Shin, aku minta maaf ya, barusan itu.. Ehm ya udah Aku mau kok main sama kamu” ucapku sambil menghampiri shin yang jelas-jelas kecewa dengan ucapanku tadi.
“Gak apa-apa kok bearly. Mungkin Kamu lagi Bad mood tadi, aku ngerti kok. ya sudah ayo kita cari Herinya dulu, supaya tambah rame mainnya” Shin pun langsung menarik tanganku untuk mencari heri yang kebetulan sedang main di kelas 8A.
Tiba-Tiba bel Tanda istiahat berakhir pun Berbunyi, aku pun sedikit agak kecewa begitupun dengan Shin, Yang Menampakan Wajah kecewanya.
“yahhh, gimana dong?” suara shin yang terdengar begitu kecewa
“Ya sudahlah shin, Besok-besok kan bisa, kaya yang gak pnya waktu lain aja” Ucapku sambil tersenyum ke arah shin
duduk Termenung di Luar rumah, sambil Memandangi berjuta-juta bintang di atas sana. ada salah satu bintang yang memancarkan cahayanya dengan begitu terang, tatapanku tertuju ke arah bintang itu, bintang yang begitu terang. Tapi sayang, Bintang yang begitu terang tidak akan pernah bertahan lama.
Tapi, Tiba-Tiba saja terlintas Di benaku Sesosok malaikat yang menampakan diri tadi, sesosok malaikat yang telah memikat hatiku dengan senyuman yang tak biasa aku lihat. aku pun mulai berpikir lagi, Siapa kah dia? aku berharap besok pagi aku akan melihatnya lagi.

Hari sudah semakin malam. Orang Bilang Angin malam memang tidak enak, Dan itu yang aku rasakan sekarang. tampaknya aku masuk angin. aku harus beristirahat supaya besok aku bisa bertemu malaikatku -Sebut saja itu. Tapi rasanya berat sekali meninggalkan Tempat ini.

Udara Pagi Berhembus Dengan Lembut, Sinar Mentari pun Begitu Hangat Membelai Kulitku. ku lihat Banyak sekali Orang-orang yang akan memulai aktivitasnya hari ini, Begitupun dengan aku. Aku bersemangat Untuk pergi ke sekolah.
Jam Kira-kira Tepat Menunjuk angka 6.30 saatku tengah berada di depan sekolah. Ku coba Untuk menengok ke arah kiri dan kanan. tapi tetap saja jalanan masih dipenuhi oleh berbagai kendaraan. Suara bising kendaraan hampir saja membuat onar di telinga ku yang sudah hampir pecah.
Tapi untung saja pak satpamnya udah datang, jadi aku gak perlu khawatir untuk menyebrangi jalan.

Aku pun langsung Melangkahkan kaki untuk menuju ke kelasku, tapi tak tahu kenapa tiba-tiba langkah kaki ku terhenti, Bola mataku tertuju ke arah seseorang yang sedang bermain di bawah pohon pinus. Siapakah dia? sepertinya senyuman itu? subhanaallah, Apa aku gak salah lihat? Dia, Dia? Kemana dia? Dia malaikatku! tapi kemana dia sekarang?” Aku pun sangat kecewa, karena saat ku sedang mengingat sosok seseorang itu, dia malah menghilang dari pandanganku, dia menghilang tiba-tiba, seperti menjauh dariku. Apakah mungkin?

Dengan Rasa kecewa, Aku pun langsung melanjutkan langkah kaki ku yang tadinya sangat kaku untuk ku langkahkan. Dengan Berat Hati aku pun Beranikan diri untuk meninggalkan tempat itu, dimana tadi ada seorang malaikat yang pergi begitu saja tanpa ku cegah.

“Selamat Pagi Bearly? Perasaan Dari kamu datang sampe sekarang diem mulu, kenapa? cerita dong” Tanya Shin dengan penuh perhatian
“Pagi juga shin. aku, aku.. Aku gak apa-apa kok” jawabku agak gugup saat terbangun dari lamunanku
“Kamu gak usah bohong deh, tapi ya sudah kalau emang kamu gak mau cerita juga gak apa-apa kok”
“Ehm, Bukannya gitu shin. tapi ini terlalu aneh buatku, Tentang malaikat itu” Ucapku terus terang tanpa memikirkan sekeliling. Shin pun Langsung melongo menatap aku. sesekali dia tertawa. mungkin ada kata yang aneh yang barusan aku ucapkan, tapi apa? malaikat ikut? emang aneh bagi shin, tapi tidak buatku.
“apa? malaikat? apa aku nggak salah denger? hey bearly? wake up stop to dream!” ucapnya kepadaku sambil mencibir pipiku mungkin hingga merah.
“Iya malaikat, malaikat yang sudah memikat hatiku lewat senyuman yang belum pernah aku lihat, malahan terlalu indah untuk aku lihat.” Suasana di kelasku menjadi hening, tak tahu kenapa semuanya jadi berubah seperti ini. kelas yang tadinya ramai, menjadi berubah drastis tanpa ku sadari. ku lihat semua mata tertuju ke arah ku. tapi ku tak hiraukan itu

Bel istirahat pun Berbunyi.
Aku Membuka resleting Tas ku dan mengeluarkan Sebuah novel yang kemarin aku pinjam dari perpustakaan, novel “Selamanya cinta” sama dengan yang indah pinjam, sangat menarik untuk ku baca. Aku pun melanjutkan kembali membaca novel itu, sedikit lagi hanya tinggal beberapa halaman. tapi tiba-tiba aku merasa perutku sudah keroncongan aku pun langsung mengeluarkan nasi dari tasku dan tanpa malu-malu aku pun langsung memakannya dengan lahap, seperti biasa ibuku selalu membekaliku dengan lauk pauk yang begitu sederhana dan tak lupa dengan sebotol air minum, aku memang jarang sekali jajan di kantin sekolah, mungkin karena makanan ibuku lebih enak, dan makanan yang ada di kantin belum tentu sehat.

Setelah selesai makan aku pun langsung mencuci tanganku menuju ke luar kelas, tak tahu kenapa mataku langsung tertuju ke arah pohon pinus yang hampir dekat dengan kelasku, sesosok Malaikat itu Langsung terbesit di Benakku. aku memandangi sekeliling pohon pinus, tampaknya sepi, tak ada orang yang sedang bermain di sana. Dengan rasa kecewa aku pun langsung membalikan tubuhku mencoba untuk tidak mengarahkan mataku ke arah pohon itu lagi.

Saat ku hampir sampai di pintu hendak masuk ke dalam kelas, aku mendengar suara yang sangat begitu membuatku tersentuh. aku kembali membatalkan niatku untuk masuk ke dalam kelas, dan aku pun langsung melihat ke arah pohon pinus itu dan sekelilingnya, tapi apa yang ku lihat? tak ada siapa-siapa di sana. hanya dedaunan yang tengah jatuh dengan warna kekuningan. aku pun berpikir mungkin itu hanya halusinasi aku saja. lebih baik aku jangan terlalu berharap kepada malaikat itu, itu hanya akan membuatku gila.

“Bearly? kamu kenapa sih? sejak tadi ngelamunnn terus. ada masalah?” Indah pun ikut bicara, mungkin dia aneh melihatku seharian melamun terus. tapi aku hanya terdiam, suara indah pun seakan tak terdengar di telinga ku
“Bearly?” suara indah yang agak sedikit keras membangunkan ku dari lamunan, aku pun sempat kaget
“Ngapain sih indah? Gak usah keras-keras kali” ucapku agak lantang tanpa ada rasa bersalah
“Kamu Udah beberapa hari ini aneh, kamu kenapa sih?”
“Waktunya belum tepat indah, kalau udah tepat nanti juga bakalan aku certain kok calm down!”

Setelah Bel Pulang sekolah Berbunyi aku pun langsung melangkahkan kakiku ke keluar kelas dengan malasnya, tidak tahu kenapa kepala ku terasa pusing, atau mungkin penyakit ku kambuh lagi.

Mungkin kerena kecelakaan yang terjadi satu tahun yang lalu itu. Kecelakaan itu berlangsung satu hari sebelum aku Pergi Study Tour Ke Jakarta. Waktu itu hari Rabu aku berangkat sekolah diantar oleh kakek ku, Di jalan banyak sekali kendaraan Yang lewat, aku pun pusing melihat kendaraan sebanyak itu. Sedangkan yang ada di pikiranku saat itu adalah Bagaaimana nanti study tour? Apakah Akan Menjadi momen paling indah bersama kelas 7b? Atau mungkin momen paling buruk?. tanpa aku sadari ternyata ada kendaraan yang akan mendahului motor kakekku, jarak motor itu berdekatan dengan motor kakekku, dan rasa takut pun mulai menyelimutiku, aku membayangkan hal-hal yang tidak–tidak. yang aku bayangkan adalah bagaimana jika aku jatuh dari motor ini? dan ternyata..

Semuanya menjadi gelap, aku tak ingat apa-apa, aku pun tidak tahu aku sedang dimana, aku tidak mendengar suara sedikit pun karena telingaku terasa tertusuk oleh benda tajam. aku seperti mati.. matii.. matii di telan bumi..

Perlahan-lahan aku buka mataku, tapi semua yang aku lihat tak jelas, kepala ku terasa sakit begitu juga dengan telinga aku. air mataku mulai keluar, air mata yang kemudian membanjiri pipiku. aku tak bisa menahan rasa sakit ini. aku ingin sekali menangis tanpa beban. Perlahan-lahan penglihatanku mulai tampak jelas, aku melihat kakekku yang sedang duduk di sampingku dan banyak sekali orang disini. Sebenarnya apa yang sudah terjadi? aku tak ingat apa-apa. Sedikitpun.. Aku seperti mati sejenak dan hidup kembali

Rasa Pusing yang Menjadi-jadi mulai menyerang kepadaku, tak ku sangka aku pun muntah dan Setelah itu aku tak ingat apa-apa lagi, Yang aku ingat ada sebuah mobil yang membawaku pergi dari tempat itu.

Aku pun kembali Membuka mataku, aku melihat keluargaku yang berada tepat di sampingku, aku ingin sekali menangis, tapi aku tak bisa. aku takut kalau aku menangis mereka pun akan menangis. tak sengaja tanganku menyentuh kepala bagian belakangku, tampaknya memar, aku bisa merasakan itu. tapi aku tak bilang itu kepada keluargaku, aku takut mereka khawatir kepada aku. sedangkan aku, aku tak mau melihat orang yang aku sayangi jatuh air matanya. dan ternyata aku melihat darah yang keluar dari hidungku, mungkin itu mimisan biasa, untung saja keluargaku tidak melihatnya. aku pun langsung menutup hidungku dengan baju ku, Baju batik yang sedang aku kenakan. aku hanya berharap ini semua hanya mimpi, dan aku akan terbangun dari mimpi ini, sebentar lagi aku akan terbangun dari mimpi ini, Tapi ternyata ini kenyataan yang sedang ku alami. aku tak bisa pungkiri ini. ini ternyata nyata. aku pun hanya bisa menerimanya dengan lapang dada dan mencoba menahan air mata yang akan keluar dari mataku.

“Nak, Kamu tidak apa-apa kan?” Tanya ibuku Dengan penuh harap aku akan baik-baik saja. tak terasa air mata itu tak bisa ku bendung lagi, tanganku tetap menempel ke arah bagian kepala yang memar itu, dan hidungku masih tertutup oleh baju batiku sehingga darah itu tak bisa kelihatan. dan berharap ibu ku tak melihat itu semua.

Tapi semuanya di luar harapanku, Ibuku memegang tanganku yang sedang memegang kepada yang memar itu, tak terasa tangan ibuku pun langsung tertuju ke arah bagian yang memar itu. aku pun menangis kembali tak tertahan, begitupun dengan ibuku. Dan tanpa ragu-ragu aku pun langsung memperlihatkan hidungku yang sudah dilumuri dengan darah, begitupun dengan baju batik yang ku kenakan, Warna biru itu sekarang drastis menjadi warna merah, semuanya seperti lautan darah.

Dokter pun Menyarankan Supaya aku di bawa ke rumah sakit. Tanpa berfikir lama aku pun langsung pergi ke rumah sakit, aku tak punya tenaga untuk berjalan, terpaksa aku harus di gendong walaupun Cuma ke dalam mobil. di dalam mobil aku hanya tidur dan tidur. rasa pusing di kepala ku pun sudah tak bisa tertahan lagi, aku hanya bisa pasrah dan membaca istigfar. Jarak Ke rumah sakit memang cukup jauh.

Cerpen Karangan: Erna Lestari
Blog: www.ernalestari.blogspot.com
Nama: Erna lestari
TTl: subang, 18 Maret 2001

Cerpen My Love (Part 1) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Jejak Kaki Misterius

Oleh:
Hari libur semester adalah hari kebahagiaan bagi setiap anak yang memiliki status di bidang pendidikan. Bahagianya adalah mereka bisa terbebas dari pelajaran-pelajaran sekolah yang melelahkan, walaupun hanya sementara waktu.

Si Pemalu

Oleh:
Namaku Alise aku gadis kelas 1 SMA yang pemalu. Setiap kali bertemu dengan orang aku selalu bersembunyi sambil gemetaran. Aku takut sekali bila bertemu dan bercakap-cakap dengan orang lain

Drama Cinta

Oleh:
“hai teman-teman,” terdengar suara Huda ketua kelas di kelasku menyapa semua siswa yang berada di kelas, mendengar suara itu semua yang berada di dalam kelas menghadap ke Huda semua,

Love The Hiking

Oleh:
Andi adalah anak sekolah asal SMP 4 Tanjung Raya. Hari itu di SMP-nya saat hendak pembagian raport yaitu ada kegiatan hiking. Andi ditunjuk jadi ketua regu oleh teman-temannya karena

Radar Cinta Prosesus dan Brontosrious (Part 1)

Oleh:
Setiap malam aku selalu berpikir untuk menemukan radar cinta dari prosesus pangeran ganteng dari negri kayangan. agar suatu saat nanti aku bisa mendapakan cinta dari prosesus.. aku menyebutnya prosesus

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *