My Love (Part 2)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 1 May 2014

Setelah sampai di rumah sakit aku langsung ditempatkan di kursi duduk, rasanya aku tak kuat lagi duduk, aku hanya ingin berbaring. tapi aku hanya bisa menunggu.
Setelah Aku berbaring, aku pun sudah agak merasa mendingan. Yang terbesit Dalam benakku sekarang adalah Bagaimana aku bisa Pergi Study tour besok kalau keadaan ku sekarang seperti ini? aku hanya bisa menyesali, Padalah Besok Akan menjdi momen terakhir aku di kelas 7b.
Rasanya Aku Ingin Tidur dan Tak akan Bangun lagi
Saatku melihat Suster Menghampiri ku aku pun sedikit agak takut.
“De, Ade harus di infuse” Ucap suster itu dengan suara yang lembut. aku pun hanya bisa terdiam beribu bahasa. di infuse? aku takut di infuse? aku nggak mau di infuse. tapi aku menjawab itu dalam hati. Apa boleh buat aku tidak bisa menolaknya, aku tidak mau membuat orangtuaku kecewa.

Setelah aku di infuse dan darahku di ambil ke lab aku merasakan ada ketenangan dalam diri aku. aku hanya bisa melihat sekeliling rumah sakit dengan keadaan terbaring seperti ini. aku tengok ke arah kiri dan kanan. di sebelah kiriku, ku dapati seorang perempuan yang sedang berbaring disana dengan keadaan koma, rasanya malang sekali perempuan itu, seharusnya aku bisa bersyukur dengan keadaanku yang masih seperti ini. Bau obat yang sangat membuatku benci rumah sakit, aku sebenarnya benci rumah sakit. tapi..

Aku melihat suster yang akan menghampiri aku lagi, aku mencoba tenang. dan ternyata suster itu hanya mengantarkan makanan buatku, makanan yang sederhana, hanya dengan lauk pauk Tempe dan Sayur. tapi itu semua sudah merasa cukup buatku. Selain itu suster itu juga memberi tahu hasil cek darah tadi yang telah diperiksa di lab. dan ternyata daraahku terkena infeksi, aku pun sangat kaget mendengar itu, sehingga aku pun tak sempat untuk bertanya apakah infeksi darah itu bahaya atau tidak?

Ku coba untuk mengambil Ponsel ku yang ku letakan di atas meja tepat di samping aku berbaring. Rasanya aku ingin sekali memberi tahu indah kalau sekarang aku lagi di rumah sakit, Tapi aku takut dia khawatir denganku, aku tak mau itu terjdi. okey lah untuk saat ini aku tidak akan memberitahu indah dulu, apalagi besok kan indah akan pergi study tour. Rasanya berat sekali tangan ku untuk meletakan ponsel itu. Saat ku akan meletakan ponsel itu, ternyata ponsel itu berdering, dan aku langsung membatalkan niatku untuk menyimpan ponsel itu. kulihat kontak nama “My best friend Shin” menelponku, aku pun tak segan-segan untuk untuk mengangkatnya.
“hello shin ada apa?” saatku memulai untuk berbicara
“Bearly aku mendapat kabar kalau kamu kecelakaan, apa itu benar?” suara shin agak sedikit tidak jelas
“Ehm, Iya shin, tapi kamu gak perlu khawatir, aku baik-baik saja kok. by the way kamu dapat informasi ini dari siapa?” aku agak kaget setelah shin menanyakan hal itu
“Banyak yang ngomong Bearly. Trus bagaimana study tour? kamu ikut kan? aku mohon, soalnya kalau tidak ada kamu suasananya gak akan rame”
“Maaf ya shin, maaf banget, kayanya aku nggak bisa. aku harus nginep disini, jadi mana mungkin aku bisa ikut. aku pun nyesel shin, aku terlalu ceroboh naik motor” ucapku tak tahan untuk membendung air mata ini
“Ya sudah nggak apa-apa kok bearly. Jangan lupa minum obatnya, Terus istirahat yang banyak supaya cepet sembuh, aku kangen kamu.”
“iya, aku akan cepet sembuh kok demi kamu dan juga demi temen-temen yang lainnya.”
“iya-iya bearly” terdengar suara shin yang sedikit agak aneh
Apa? apa yang barusan aku bilang? Demi kamu? tapi kenapa shin tak menanyakan hal itu? aneh, tapi ya sudahlah gak usah dipikirkan mungkin kata demi kamu itu shin menganggapnya tak bermakna apa–apa Mana mungkin shin punya perasaan yang sama kaya aku, perasaan Cinta tepatnya.

Mungkin perasaan ini tak wajar Untuk seorang sahabat, tapi aku sudah lama memendamnya –Bahkan Hampir saja mau aku lupakan. Pengen Rasanya aku segera mengungkapkannya. tapi aku takut setelah aku mengungkapkannya Shin akan menghindar dari aku, Mungkin nanti jadinya aku dan Shin tidak akan bercanda lagi. sama seperti yang aku alami 2 tahun yang lalu. Lebih baik aku simpan rasa ini di relung hatiku yang dalam, mungkin dengan begitu aku masih bisa bercanda bersama lagi kan? Walaupun rasanya sakit.

“Hey Bearly Kamu kenapa?” Terdengar suara Shin yang sampai di telingaku
“Aku gak apa-apa kok shin, hanya sedikit pusing, aku duluan ya shin see you tomorrow” ucapku sambil melangkahkan kaki menuju pintu gerbang
“iya, hati-hati ya bearly. Kesehatan kamu sangat penting buat ku” Ucapnya sambil melambaikan tangan kepadaku
“Hah? Apa? Apa yang barusan shin katakan? Kesehatan kamu sangat penting buat ku? Apa aku tidak salah dengar?”
Semuanya seperti mimpi, Aku seperti terombang-ambing di atas lautan. aku belum sama sekali bisa mencerna perkataan shin tadi. aku berharap Ini bukan Mimpi, Tapi walaupun ini mimpi. aku berharap aku tidak akan pernah terbangun dari tidurku. Apa mungkin Shin tahu apa yang sedang aku rasakan?
“Iya shin” Ucapku dengan senyuman yang tersungging di bibirku. Dan tak lupa untuk membalas lambain tangan dari shin

Suara Speaker Terdengar Di telingaku Bahwa Semua KM Harus berkumpul di Gazebo. Aku pun tak lupa untuk memberi tahu Fahri untuk kumpul di gazebo. Dan dia pun langsung bergegas menuju Gazebo. Setelah Fahri kembali ke kelas dia langsung memberi tahu pengumuman itu
“Teman-Teman nanti hari sabtu tepatnya tanggal 13 maret di sekolah kita akan di adakan pelantikan osis beserta organisasi-organisasi lainya, Dan pengumuman yang lebih jelasnya di lapangan upacara, dan sekarang kita harus ke lapangan” ucap Fahri dengan suara lantangnya
Semua Siswa Di kelasku segera bergegas menuju lapangan dengan tertib
Suasana di lapangan begitu panas, Matahari seperti ada tepat di atas kepala ku, Memang untuk saat ini Indonesia sedang dilanda musing kemarau yang berkepanjangan. Sinar matahari menembus kulitku yang sudah berwarna sawo matang.

Setelah pengumuman itu selesai, Semua siswa pun segera kembali ke kelasnya masing-masing, terkecuali aku, Kaki ku terserang kesemuatan, susah untuk mengangkat kaki, apalagi jalan, aku pun tunggu sampe kesemutannya reda.
Malam ini aku berharap, semoga pelantikan besok malaikat itu bisa ikut, supaya aku bisa bertemu malaikat itu, dan menatapnya. bukannya semua siswa harus ikut.

Hari Ini Tepatnya Hari sabtu Jam 14.30 aku sudah berada di sekolah, begitu pun dengan siswa-siswa lain. semua siswa berkumpul menurut organisasinya masing-masing. aku sibuk mencari sesosok malaikat yang tiba-tiba ada di benakku. kemana dia? aku gak ngelihat dia? Apa dia gak ikut? ya sudah lah mungkin nanti juga ketemu.
Aku berbaris di barisan kir mipa. Aku hampir baris paling belakang. di depanku di tempati oleh indah dan di belakangku ditempati oleh dita.

Di acara pelantikan ini kebetulan aku tidak pakai kerudung, karena nanti bakalan gerah. sedangkan aku, aku benci kalau aku keringetan. rambutku yang panjang, berwarna kehitaman.

Saat ku sedang memperhatikan ketua kir mipa berbicara, ada orang yang memengang rambutku, aku tampak kesel atas apa yang dilakukan oleh orang itu, tapi aku mencoba bersabar dan mencoba menengok ke belakang untuk memastikan siapa yang tadi memegang rambut ku tadi. dan ternyata sesosok laki-laki yang tidak sama sekali aku kenal.
“Hey, Rambutnya bagus, panjang lagi” ucap laki-laki itu sambil menyunggingkan sebuah senyuman
“Ehm, Makasih” tak lupa aku ucapkan kata itu kepada laki-laki itu. dan ternyata laki-laki itu hanya tersenyum sambil melihatku.
“Ehem cie-cie” tiba-tiba indah melihatku juga sambil tersenyum-senyum
“ih apaan sih indah” ucapku agak kesel

Dan ternyata Semua Organisasi sudah dibagi no truk yang akan dinaiki. kebetulan organisasi kir mipa sama perpustakaan disatuin. saat ku hendak naik ke dalam truk akuu ditolong oleh Deni sahabatku, di dalam truk sangat sempit, susah untuk bernapas. rasanya mau muntah kalau kaya gini caranya. papan nama yang digantung di leher aku pun jatuh ke injek orang. Setelah beberapa jam kemudian akhirnya sampai di Naelendra Tempat Dilaksanakannya Pelantikan ini. Semua siswa turun dari truknya masing-masing. termasuk aku. dan kepala sekolah pun langsung memberikan pengumumaan untuk mengganti baju olahraganya dan memakai seragam putih biru, soalnya akan dilaksanakan upacara bendera. setelah semuanya selesai mengganti pakaiannya, siswa-siswa pun langsung berlari ke lapangan secara tertib. seperti biasa setiap berbaris pasti aku selalu kebagian di belakang.

Dan tanpa aku sadari ternyata aku menjumpai sesosok laki-laki yang memegang rambutku tadi, dia seperti terheran melihatku mengenakan kerudung. mungkin ini tampak aneh bagi dia. tapi aku tak hiraukan itu.

Setelah Selesai Melaksanakan upacara bendera, semua siswa di harapkan masuk ke dalam villa. setelah di dalam villa semua siswa beristirahat, ada pula yang jajan, makan, tidur, dan juga pergi ke toilet. salah satunya aku, aku pergi ke toilet bersama vina. aku ke toilet hanya untuk cuci muka saja, karena selama di perjalanan tadi banyak sekali debu yang menempel. setelah selesai cuci muka aku melangkahkan kakiku hendak masuk ke dalam ruangan, tapi anehnya aku mendapati sesosok laki-laki yang gak asing lagi buatku. Dia tinggi, Badannya berisi dan menggunakan kacamata. Dia baru keluar dari arah toilet pria, mungkin dia juga habis dari toilet.
“ahaha Kenapa sih aku selalu ketemu kamu” ucap dia kepadaku sambil tampak senyuman di bibirnya
“hah? Apa? Selalu? Perasaan baru 3 kali!” ucapku sambil tersenyum dan melihatnya
Tak tahu kenapa saat aku melihat senyumanya nafasku hampir berhenti, Dan juga yang paling aneh saat dia berbicara denganku jatungku berdetak 3 kali lebih cepat. Apa yang aku sedang rasakan? Apa aku sedang jatuh cinta?

“Hey, aku duluan ya” ucapnya sambil mengepuk pundaku dan melangkahkan kakinya tanpa beban. Sedangkan aku, aku sedang terpaku di tempat tadi, sambil memperhatikan laki-laki tadi dari arah belakang, aku pun hanya bisa tersenyum saat melihatnya
“Hey ayo Vina cepetan, kamu dimana?”
“Hey, aku disini di samping kamu” ucap vina sambil menampakan dirinya di depan mataku.
“Ehm, Ya udah ayo kita Kembali ke kursi kita lagi” Ucapku dengan agak sedikit terbata-bata
“Ehm, ayo” Ucapnya sambil menggandeng tanganku.

Setelah semua Murid-murid kembali ke dalam villa, Pak Reno pun langsung memberikan pengumuman. Sebelum diawali pengumuman itu Pak reno Tak lupa untuk mengucapkan salam terlebih dahulu “Assalamualaikum” Ucap pak reno mengawali pembicaraannya
“Waalaikumsalam” Ucap semua murid-murid yang berada di dalam villa, Teruma aku. Semua mata tertuju pada ku saat aku menjawab salam itu. Semuanya tertawa ke arahku, begitu pun dengan laki-laki tadi. Apa yang aneh dari ku? Apa mungkin suara aku terlalu keras?

Setelah Pak Reno selesai Memberikan Sebuah pengumuman, Murid-murid pun langsung bergegas menuju ke lapangan dengan membawa perbekalan. karena malam ini tepatnya jam 11 malam akan diadakan jelajah malam.
Semua siswa harus berbaris berdasarkan Organisasinya masing-masing. Aku berbaris tepat di barisan kir mipa, Aku baris paling depan. Kemudian para panitia pun langsung membagi kelompok
Aku kebagian kelompok Herul. Aku ingat pertama kali aku mengenalnya. Herul adalah Teman ku Saat di MOS kelas satu, Dia duduk di depan aku, Dia lumayan ganteng, tapi aku hanya menganggapnya sebagai teman, karena aku tidak sama sekali mempunyai perasaan yang lebih kepadanya.

Saat jelajah malam di mulai. Satu per satu kelompok pun langsung bergegas menuju ke arah jalan, karena jelajah malam kali ini lumayan jauh, Di setiap pos Ada sesi Pertanyaan yang harus dijawab oleh setiap kelompok, Dan apa bila tidak bisa menjawab anggota kelompok itu terpaksa harus di beri hukuman berupa coretan lumpur di muka. Aku, Aku termasuk korban yang terkena coretan itu, karena aku tidak bisa menjawab sebuah pertanyaan yang di beri oleh ketua Kir mipa. Walaupun begitu aku, aku tak ambil pusing, karena ini.

Jelajah malam Selasai Tepat jam 3 subuh. Satu persatu murid-murid pun sampai di villa, Ada yang langsung cuci muka, tiduran di luar, dan ada juga yang jajan ke kantin. Begitu pun dengan aku, Aku bergegas ke arah toilet untuk cuci muka. Toilet Wanita penuh sekali, lantainya juga kotor. Aku terpaksa masuk ke dalam toilet pria, disana tampak sepi, karena mungkin laki-laki belum sampai semua. Saat ku melihat ke cermin, Ternyata Mukaku Berlumuran dengan lumpur yang telah kering -pantesan gatal. Setelah aku selesai cuci muka, aku pun langsung menuju ke kantin dan setelah itu berlari ke lapangan.

Setelah semua murid-murid bekumpul di lapangan, Mereka pun langsung Diperintahkan untuk masuk ke dalam villa. Karena di dalam villa akan diadakan kegitan-kegiatan dari semua organisasi.
Kegiatan itu tampak menarik sekali, suara tepuk tangan yang sangat ramai dan teriakan teriakan yang membuat para siswa terpesona. setelah acara itu selesai Murid-murid pun di beri waktu untuk istirahat.

Tepat jam 6 pagi semua murid-murid berlari ke lapangan, karena akan di adakan senam pagi. Tak lupa aku mencari indah, Tapi sebentar lagi senam akan di mulai, sedangkan aku belum menemui indah, dengan terpaksa aku baris di depan. aku sama sekali tidak mengenal seorang pun yang ada di sekelilingku.
“Hey” Sekilas suara terdengar di telingaku, Suara itu terdengar dekat sekali. Aku pun langsung membalikan tubuhku tepat ke sumber suara itu.
“hey, Eh ternyata kamu lagi kamu lagi” ucapku sambil tersenyum geli. Dan ternyata yang tadi memanggilku itu adalah seorang laki-laki yang sering aku jumpai
“Iya, Boleh kenalan gak? Aku Yogi” Dia berkata sambil memegang tanganku
“Aku Erna” Ucapku sedikit agak kaget
Oh ya tuhan, Baru kali ini ada laki-laki yang memengang tanganku seperti ini, Selama pacaran aku Tak pernah melakukan ini. Dan juga kenapa saat dia memegang tanganku, Aku merasa nyaman, Apa mungkin aku?
“By the way, kamu dari organisasi mana?”
“Kir mipa, Kalau kamu”
“Ehm-Ehm, Lagi Pedekate nih yaaa” Terdengar suara yang sampai di telinga ku. Ya, itu suara temanku. Mifta tepatnya
“Ih apaan sih, Kita Baru aja Kenalan, iya kan yogi” Jawabku sambil melihat ke arah yogi yang berada di sampingku.
Saatku melihat ke arahnya, aku melihat dia sedang tersenyum ke arahku, Tak tahu kenapa Aku serasa sedang berada di langi ke tujuh. aku seperti sedang melayang-layang di kayangan. Senyumannya itu sangat sangat langka dan mungkin baru ku temui, bibirnya yang merah dan sederet gigi yang rapih dan putih. sama seperti malaikat itu.
“Aku Osis” Ucapnya kepada ku
Setelah menjelang beberapa menit, musik pun langsung dimainkan. kakak-kakak kelas Sembilan berbaris di depan, untuk mengajarkan semua siswa senam. Saat senam di mulai, aku melirik ke arah yogi. aku mendapati dia sedang senyum-senyum sendiri, aku pun tampak aneh, aku coba untuk bertanya
“Ehm, kok senyum-senyum sendiri sih. apa jangan-jangan kamuuu?” Kataku
“apa hayoo? Engga” ucapnya sambil tertawa geli.

Senam pagi pun Dimulai, semua anak-anak berbaris dengan rapi, dah mengikutin gerakan senam yang diajarkan oleh kakak kelas. sesekali aku melirik yogi yang berada di sampingku, dia tampak semangat sekali, aku hanya bisa tersenyum melihanya.
“yah, kalau olahraga di tempat dingin gini nggak bakalan Keringetan” suara yang sepat mengagetkan ku. ya, itu suaranya yogi
“iya sih bener juga, tapi kan mau diapain lagi, mau dipanasin?” ucapku sempat becanda
“Hahah, boleh-boleh. Tapi kelihatannya kamu semangat banget. ke depan gih”
Aku sempat kaget yogi ngomong kaya gitu, apa mungkin dari tadi dia merhatiin aku? Oh ya tuhan, Aku tidak bisa mempercayai ini. Aku menyukainya

Setelah senam pagi dilakukan, semua siswa bersiap-siap untuk pulang. mereka masuk ke dalam villa dengan tertib. Termasuk aku, aku membereskan semuanya. setelah semuanya selasai semua siswa berbaris di lapangan untuk mendengarkan sedikit pengumuman, setelah itu mereka menaiki truknya masing-masing. Aku kembali naik ke truk kir mipa, sudah banyak orang disana, aku terpaksa berdiri di belakang –sangat sempit sekali- truk yang lain sudah mulai meninggalkan Naelendra.

Cerpen Karangan: Erna Lestari
Blog: www.ernalestari.blogspot.com
Nama: Erna lestari
TTl: subang, 18 Maret 2001

Cerpen My Love (Part 2) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Hanya Bisa Berharap

Oleh:
Namaku Sinar aku sangat mencintai seseorang ia bernama Lila, dia lelaki yang sangat spesial di dalam hatiku, pertama aku mencintainya ketika aku pertama kali melihatnya. Entah karena apa semua

Samudra di Tanah Batak

Oleh:
Seorang gadis berbadan tinggi sedikit berisi yang sedang berdiri di perempatan simpang, di depan universitas simalungun dengan seragam putih abu-abu nya dengan rambut di gerai. Sebut saja dia Adina

Inikah Cinta

Oleh:
Namaku Gristina Aprilia Galuh Panuntun. Umurku kini 15 tahun, lebih tepatnya seragam putih abu-abu ada padaku sekarang. Ya, sudah menuju sikap labil memang. Tapi Cinta? Ah, Aku sangat tidak

Antar Aku Dengan Senyuman

Oleh:
“iya bun.. bunda juga jaga kesehatan ya..!! daaah bunda.. assalamualikum..” ku tutup telpon dari bunda dan segera kurebahkan tubuhku diatas sebuah sofa. Hari ini matahari sangat terik, lumayan juga

Tanah Air dan Udara

Oleh:
“Hey, di mana kamu? Baiklah aku menyerah”. Teriak seorang anak perempuan berumur 6 tahun. “Jadi kamu menyerah begitu saja?” Jawab seorang anak lelaki yang berumur 8 tahun di seberang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *