My Love Story

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 23 March 2015

Pagi ini terasa cerah dan hati ku juga senang sekali karena akhirnya aku sudah selesai melaksanakan mopdb di sebuah smp negeri di daerah ku. Dan hari ini kakak kelas lagi mempromosikan extrakulikuler yang ada di sekolah dan pada saat itu juga aku suka sama kakak kelas yang lagi mempromosikan osis. Dia orangnya cuek tapi dia baik. Nama nya kak dimas.

“Dek kamu ikut extrakuler apa?” Tanya kakak kelas yang bernama kak farida
Lalu aku menjawab “aku ikut extra tari sama theater kak…”
Lalu kakak itu menjawab “dek kamu gak ikut osis ta?”
“Emang nya ikut osis enak kak..?”
“Ya enak dek…”
“Oh ya udah aku tak ikut osis”
“Oh ya dek”
“Nama mu siapa dek?”
“Citra adinda dewi ratna kak”
“Oh ya udah dek, nanti ngumpul ya…”

Aslinya aku gak niat, aku ikut karena malas aja, dan pada saat aku ngumpul osis aku kaget ternyata kak dimas itu ketua osis. Ku pikir dia anggota ternyata tidak. Aku ngelihatin dia aja dan gak dengerin yang dia bilang. “Ada yang ditanyakan?, adek itu ada yang ditanyakan?” Kata kak dimas sambil nunjuk ke arah ku. Aku langsung tersadar dari melamun ku, “gak ada kak” aku menjawab nya “oh ya udah kita akhiri pertemuan ini. Sebelum kita pulang marilah kita ber do’a sesuai keyakinan masing ber do’a mulai”
15 detik kemudian ber do’a selesai. Akhirnya aku pun pulang, dan pada saat ku pulang ternyata arah rumah ku dan kak dimas searah aku sangat senang sekali meskipun pada saat kami pulang kami tidak berbicara satu sama lain.

Esok harinya seperti biasanya. Pada perjalanan menuju ke kelas aku melihat penampakan sesosok yang tak asing bagi ku yaitu kak dimas waktu aku melihat nya ternyata dia juga sedang melihat ku (ah mulai deh muncul penyakit gr nya)

Akhir nya sampai deh di kelas. Aku duduk di kursi bangku ku lalu aku menceritakan kajadian yang baru ku alami pada teman sebangku ku nama nya sisca, dia baik dia teman ku sejak SD. Aku menceritakan semuanya karena aku tau kalau sisca tidak akan membocorkannya pada siapa pun.

Aku setiap hari selalu bertemu dengan nya. Dan jika aku bertemu dengan nya sisca selalu saja menggoda ku. Sampai suatu hari sisca pernah keceplosan bicara ke kak dimas kalau aku suka sama kak dimas (oh my god) dan sejak itu aku keluar dari keanggotaan osis soalnya gue malu sama dia.

1 tahun kemudian aku sudah kelas 8 dan kak dimas sudah kelas 9 aku sangat berat aslinya untuk melupakannya tapi apa boleh buat aku harus melupakannya karena aku masih mencintai nya.

Beberapa tahun kemudian, akhir nya aku lulus ueversitas negeri jurusan sastra inggris aku senang sekali aku melamar pekejaan menjadi guru di sebuah smp negeri yang dulu pernah ku tempati. Saat aku melamar pekerjaan di situ aku bertemu sesosok penampakan seorang laki-laki yang pernah ku cintai hingga sekarang dan tak pernah tergantikan oleh siapa pun. Dia menjadi guru di sekoahan ini. Saat aku bertemu dengan nya dia hanya tersenyum menatap ku senyuman manis ciri khas nya.

Pada saat aku keluar dari ruang kepala sekolah aku bertemu lagi dengan nya lalu dia bertanya pada ku tentang kabar ku dia meminta nomor telepon ku dan meminta alamat rumah ku. Nanti malam dia akan ke rumah ku. Aku senang dan aku penasaran memang ada apa dia ke rumah ku?

Pada saat malam nya aku bersiap-siap. Berdandan natural seperti biasa. Lalu aku mendengar suara pintu rumah diketuk dan aku membuka nya ternyata kak dimas datang sambil membawa gitar dan menyanyikan lagu maliq yang untilid dia memagang tangan ku dan berkata pada ku “sebenarnya aku telah menyukai mu telah lama tapi aku takut mengatakan nya, dan aku masih menyukai mu hingga sekarang”. Lalu aku menjawab “aku juga mencintai mu…”

Cerpen Karangan: Amelza Wahida Husna
Facebook: amelza_husna

Cerpen My Love Story merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Deo: Pahlawan Terbesarku

Oleh:
“Teeeeeet, teeeeet, teeeet, teeeeeet…” alarm handphone milik Deo yang terdengar seperti alarm tanda bahaya seperti di film-film Hollywood menandakan sekarang sudah jam 6 pagi. Dengan mata yang masih belum

Aku, Rin

Oleh:
“Aku kan sudah bilang padamu. Jangan dekati area itu! Kenapa kau tidak menurut? Ha?!” Protektif. Lelaki bawel. Hah! Dan juga, aku masih anak SMA. Tidak bisakah aku menikmati masa

Surat Usang Dari Samudra

Oleh:
Aku meletakan sebuah surat yang dibungkus dengan amplop coklat dan dihiasi pita pink di atas meja kerjaku. Amplopnya sudah usang warnanya. Tadi sepulang kerja, aku sengaja mengambilnya dari dalam

Kutemukan Cinta di Pangkuan Mama

Oleh:
Dentuman keras jam dinding mengagetkan ruangan serta seisinya, tak terkecuali gadis dengan kacamata tebal yang setiap hari bertengger manis di atas hidungnya. Waktu menunjukkan pukul dua belas, pertanda sudah

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *