My Prince

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 21 August 2017

Sudah 2 hari aku tak mendengar suaranya di rumahku, dia menghilang, dia benar benar menghilang. Tak ada kabar apapun darinya, ke mana dia pergi? Dan kenapa dia pergi? Itulah pertanyaanku yang ingin aku tujukan kepadanya, aku hanya mendengar kabar dari tetangga bahwa tito orang yang aku sayangi akan pergi ke singapura. Air mata mengalir di pipi begitu beratnya hati ini ditinggalkan orang yang aku sayangi selama ini. Aku menangis, aku mendengar ibu memanggil namaku aku tidak menanggapinya.

Besoknya aku diam di rumah menunggu kedatangan tito yang akan pergi, tito datang ke rumah ku aku merasakan dia sekarang ada di hadapanku.
“Kenapa kamu pergi secepat itu?”
“Aku harus meneruskan pendidikan disana dan menggapai cita cita ku di sana”.
Tak bisa kubendung lagi.. Ku menangis di hadapannya, dia mengusap air mataku “Aku ingin menjadi seorang dokter, aku ingin mengobati matamu sa”. Dia memelukku “Aku ingin kamu sembuh lysa aku ingin kamu bisa lihat lagi”.
“Tapi ketiadaan kamu membuat aku sepi”.
Dia memegang tanganku, ada sesuatu yang ia simpan di tanganku. “Simpanlah ini”
“Aku akan selalu simpan ini”
Tito pun melepaskan tangannya dariku, dia menjauh dariku, dia pergi.

Kini hari berganti hari aku tak pernah mendengar suaranya lagi. Hari hari begitu sendu tanpanya. Sampai sampai aku menyiksa diriku sendiri.
“Nak makan dulu nak, nanti kamu sakit ”
“Tidak lapar bu”.
Ibu selalu membujukku aku tetap tidak mau.
Tapi kalau difikir fikir aku memang bodoh, akhirnya aku bangkit dari keterpurukan. Setiap hari aku bisa membantu ibu membereskan rumah, aku tidak sekolah karena aku buta dan karena sekolah khusus tunatetra itu harganya mahal.

Minggu pagi tiba, ketika aku melamun di halaman rumah ada suara motor berhenti di depan rumahku. Aku berteriak “Ibu.. Ibu”Suara ibu menyahut “Iya nak?”. “Itu siapa?” ibu menyapa orang tersebut lalu aku dengar suara motor itu pergi lagi.

“Nak ini ada surat ibu bacakan yah”.
Isi suratnya:
Hai lysa, sedang apa? Gimana kabar kamu? Dis ini aku baik sa. Aku sayang kamu.
Aku malah menangis mendengar ucapan itu pasti itu dari tito.

2 tahun berlalu kini tito jarang sekali mengirimi aku surat.
Pagi yang cerah aku menyapu halaman ada seseorang yang memanggilku suaranya samar samar, tapi aku kenal suara itu, itu suara tito.
“Lysa, aku rindu kamu” aku bahagia dia telah datang kembali tito “Aku juga”
“Aku mulai besok bekerja di rumah sakit sini. Seperti janjiku aku akan mengobatimu”.
Tito langsung menarikku ke dalam rumahku. Dia berbicara tentang operasi mataku pada ibu.
“Ibu setuju saja nak, tapi ibu khawatir dan ibu tidak punya biaya untuk operasi”.
“Tenang saja bu, semua sudah saya siapkan. Aku ingin membuat lysa melihat dirinya karena dia begitu cantik”.
Semua tertawa di ruang tengah.

Hari yang ditunggu pun datang..
Operasi selesai dilaksanakan semua berjalan dengan lancar. Saat dibuka kain dari mataku, yang tadinya hitam sekarang berubah menjadi warna warni. Aku melihat seorang laki laki berjas putih, berkulit putih, hidungnya mancung, tampan dan tinggi.
“Lysa” tito memanggil namaku
“Kamu tito, orang yang selama ini aku sayangi, kamu tampan tito”.
Puji tito “Kamu juga cantik, oh ya apakah kamu masih menyimpan kenangan dariku?”
“Selalu aku simpan, di sini di leherku”
“Iya nak, ibu yang memasangkan kalungnya”
“Sekarang aku sudah menemukan teman hidupku”
“Siapa?” tanyaku penasaran
“Kamu, mau kah kamu jadi istriku sa?” jawab tito
Aku tersenyum malu karena di sana ada ibu.
“Iya tito aku mau”.

Hari ini adalah hari yang begitu menyenangkan bagiku, ternyata pangeran yang aku tunggu datang menjemputku.

Cerpen Karangan: Suci Arifa Nur Fadillah
Facebook: Suci Arifa Nur Fadillah
nama: suci arifa nur fadillah
t.t.l.: bandung, 07-06-02

Cerpen My Prince merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Serabi Layla

Oleh:
Seperti kaca cermin, air laut itu memantulkan sekawanan awan putih di antara gelombang-gelombang birunya yang menderu menuju bibir pantai. Sedangkan birunya langit di waktu sore itu seakan tak mau

Valentine Day You And Me

Oleh:
Namaku Valen aku tinggal dengan kakakku Vena. Aku dilahirkan di hari Valentine tetapi aku tidak pernah menyukai hari Valentine karena aku tidak pernah merasakan kasih sayang entah itu dari

Sahabat Kecilku Pasangan Hidupku

Oleh:
Malam ini ku hempaskan tubuhku ke atas kasur dan memandangi langit-langit di atas. Kurenungi keindahan masa-masa laluku. Masa kecilku bersamanya. Entah kemana dan dia saat ini. Aku sangat merindukannya.

Sekilas

Oleh:
Sejenak ku luangkan waktuku untuk mengulang kembali rutinitas ini lagi. Ya, melukis. Dimulai dari menggoreskan setitik cat hitam pada kuas ini ke kertas kanvas tepat di hadapanku. Perlahan ku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *