My Story Love

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 19 February 2016

Alunan lagu somebody’s me by enrique E. merubuhkan mimpi indahku malam itu. Semua sirna seketika saat ku tersadar lagu itu berasal dari handphone-ku, entah siapa yang meneleponku tengah malam seperti ini. Dengan setengah sadar aku pun mengangkat panggilan itu tanpa sempat melihat nomor di layar handphone-ku.

“Halo, siapa ini?” Sapaku pada seseorang di seberang sana.
“Halo, ini Ichank.” ngantukku pun lenyap seketika saat mendengarkan nama itu. Ichank adalah temanku sewaktu di Makassar saat masih kuliah dulu dimana dia juga pacar dari sahabat aku, Yanti. Rasa bertanya pun timbul saat itu. “Iya Ichank, ada apa? kenapa menelepon tengah malam seperti ini?”
“Iya ku ingin memperkenalkan temanku padamu, namanya Ichal, bicara saja padanya biar lebih akrab.” percakapan antara aku dan Kak Ichal pun berlanjut cukup lama malam itu dan diakhiri dengan pertukaran pin bbm.

Awal perkenalan yang begitu singkat. Pembawaannya yang tenang makin memacu adrenalin keingintahuanku lebih banyak tentang siapa dan bagaimana diri dia sesungguhnya. Keakraban kami pun berlanjut dari hari ke hari, bulan ke bulan. Chattingan, teleponan, video call adalah makanan kami setiap malam. Canda, tawa, saling terbuka satu sama lain pun menghiasi percakapan kami. Kebiasaan itu yang membuat aku dan dia semakin akrab. 3 bulan keakraban itu pun terjalin sampai saat dimana dia memintaku menjadi valentinenya. Tanpa berpikir panjang, aku pun mengiyakan permintaannya. Tiket pesawat pun telah ku beli seusai mengantongi surat izin dari kedua orangtuaku dan atasan di tempat ku kerja. Jadwal keberangkatan pagi 14 februari 2015 pun menjadi pilihanku.

Perjalanan satu jam 45 menit (Manado-Makassar) telah ku tempuh dan tibalah aku di airport Hassanuddin, Makassar. Aku pun bergegas meninggalkan bandara menuju rumah semasa kecilku. Rasa penasaran dan ketidaksabaranku pun menyelimuti diri dan tentu saja rasa deg-degan yang luar biasa dahsyatnya. Terdengar suara motor berhenti di depan rumahku yang makin membuat irama jantungku bertambah cepat. Ku raih tirai yang melintang panjang di jendela rumahku, di balik tirai ku lihat seseorang berbaju hitam, bermotor matic putih berjalan masuk ke pekarangan rumahku. Jantungku seakan ingin berhenti mendadak. Ku bukakan pintu rumahku, serasa tak percaya. Sosok yang selalu ku lihat hanya di balik layar handphone, kini berdiri tegak di depanku, menyodorkan tangannya mengajakku berkenalan kembali.

Tak terasa 3 hari sudah kebersamaan kami di kota Makassar dan aku pun harus bergegas ke bandara menuju Manado. Waktu yang singkat namun menciptakan banyak kesan dan tanda tanya serta membuatku salah mengartikan arti perhatian dan kasih sayang yang dia berikan padaku saat itu. Tanpa kejelasan yang pasti, aku pun tiba di kota asalku, Manado. Seperti biasanya, aku dan dia selalu melakukan aktivitas yang sama di malam hari. Video call by line application menjadi pilihan terbaik untuk melepas kerinduan kami.

2 bulan terlalui semenjak pertemuan itu dan masih dengan hubungan tanpa status, perubahan dari dia pun mulai terlihat. Sangat sulit untuk menghubunginya lagi. Aku pun merasa sangat dipermainkan, dan menyerah adalah pilihan terbaik. Wanita yang baru masuk dalam kehidupannya membuat dia melupakan aku dan perjuanganku. Tentu aku sedih, tapi apa dayaku, hubungan tanpa status yang ku jalani dengannya membuatku tak bisa menyalahkan siapa pun walau sebenarnya dia sudah melanggar sebuah komitmen yang telah kami buat bersama. 3 hari di saat aku mulai melupakannya, handphone-ku berdering, yah seseorang yang telah menghilang kini kembali hadir mengganggu kehidupanku lagi. Kata demi kata terucap darinya, usaha untuk membuatku mengerti pun kerap dilakukannya bahkan demi membuatku percaya dia mengatakan bahwa hubungan dengan wanita itu telah berakhir. Dan memintaku untuk ke Makassar lagi.

Singkat cerita aku pun memilih untuk kembali ke Makassar menemuinya dengan harapan hubungan tanpa status ini berubah menjadi hubungan yang jelas. Seminggu aku di Makassar dengan penuh kesabaran aku menemani dan merawatnya selayaknya suamiku. Permainan pun masih dia lakukan. Hubungan yang dulunya dia katakan telah berakhir ternyata masih terhubung. Sakit yang luar biasa yang tak mampu aku tuliskan. Semua tanda tanyaku tentangnya terjawab sudah. Dia bukan yang terbaik, dia hanya lelaki pecundang yang bersembunyi di balik pembawaannya yang tenang. Tak ada lagi canda dan tawa, hanya pertengkaran dan tangisan serta kemunafikan yang selalu menghiasi hari-hari kami berdua.

Sebulan bersama dengan penuh kesandiwaraan, keputusan pun telah dia buat, perubahan untuk menjadi seseorang yang jauh lebih baik dan meninggalkan wanita itu adalah pilihan tebaik untuk dia dan kehidupannya. Perlahan tapi pasti dia menunjukkan sebuah perubahan yang luar biasa padaku. Dia bukan lagi Kak Ichal yang dulu mereka kenal. Dia seseorang yang baru seperti seseorang yang baru terlahir kembali. 4 bulan kami bersama di Makassar tanpa adanya perubahan status dan aku memutuskan untuk kembali ke Manado. 2 bulan di sana, aku kembali lagi ke Makassar hanya untuk menemani dia. Ya aku sangat mencintai dan merindukan dia. Rasa yang tak pernah aku katakan padanya. Yang entah sampai kapan aku harus menyimpan ini sendiri. Hanya doa dan kesabaran yang bisa aku lakukan sekarang. Beribu tanya tentang dirinya pun masih belum terjawab. Kejelasan hubungan pun masih belum terlihat. Pasrah dengan keadaan, hanya ketulusan yang dapat ku berikan padanya.

2 hari kebersamaanku lagi bersamanya di kota Makassar untuk kesekian kalinya, semua tanya dan kesabaranku terjawab sudah. Satu tahun satu bulan aku dan dirinya bersahabat bahkan membangun hubungan tanpa status, tepat tanggal 2 desember 2015 dia memintaku untuk menjadi pacarnya. Seakan tak percaya dengan semua itu. Sungguh sangat membuatku bahagia. Tahun baru pun kami lewati bersama, momen yang sangat romantis dan tak akan pernah bisa aku lupakan seumur hidupku.

Dia bukan hanya menjadi lelaki valentine pertamaku namun juga menjadi lelaki pertama yang menemaniku melewati pergantian tahun bersama. Kebahagiaanku pun tak terhenti sampai di situ saja, dia pun memperkenalkanku pada orangtua dan kakak-kakaknya. Sunggguh di luar bayanganku. Akhir tahun 2015 yang sangat membahagiakan dan awal tahun 2016 yang sangat sempurna untukku. Entah bagaimana akhir kisah cintaku dan dia nantinya. Cukup waktu yang menjawab semuanya. Walau aku sadar, aku bukan wanita yang terbaik dan sempurna untuknya, namun aku sangat berterima kasih padanya telah memilihku menjadi bagian dari kisah cintanya yang masih berlanjut hingga saat ini. Makasih TUhan.

Cerpen Karangan: Stefanie Risal
Facebook: Stefanie Risal

Cerpen My Story Love merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


The Evil That I Love You

Oleh:
Namaku Rin. Umurku tujuh belas tahun. Hobiku bermain game. Kegiatanku sehari-hari hanya seputar pergi ke sekolah, pulang, makan, main game, belajar, tidur.. dan seterusnya. Kehidupanku sama normalnya dengan jutaan

Ini Untukmu, Tulisan dari Hatiku

Oleh:
Aku masih tak paham dengan jalan pemikiranmu, mungkin karena aku terlalu menyayangi dan mencintaimu. Sebenarnya aku sendiri juga bingung untuk menulis hal ini dimulai darimana, aku hanya bisa menerka-nerkanya.

Aku Lebih Memilih Setia

Oleh:
Pikiranku kembali menerawangi langit dikala senja. Ya, karena aku adalah gadis pengagum senja. Dan senja bagiku adalah teman sejatiku disaat aku kehilangan teman nyataku. Sesekali aku melihat deburan ombak

Karena Mu

Oleh:
Surya tak malu lagi menerangi kerak bumi, diiringi hembusan angin pembawa hawa dingin. Dalam suatu ruang di titik bangunan yang berdiri di tengah persawahan, tak seperti ruang di sekelilingnya

Antara Cinta dan Kebohongan

Oleh:
Cinta adalah anugerah yang diberikan Tuhan kepada manusia. Cinta pulalah yang melengkapi hidup manusia. Dengan cinta kita bisa merasakan rasa sakit dan juga rasa senang. Aku adalah Eni Saraswati,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *