My Sweet 17

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 29 December 2018

‘h-30 menjelang ulang tahun gue nih. Kira-kira gue dapat apa ya. Duh gue masih jomblo lagi. Sedihnya..’ ngomong dalam hati

Tiba-tiba dari kejauhan ditepuk oleh teman dari belakang.
“Hayolo loe lamunin apa siang bolong gini” sahut Tiara.
“Eh elo kagetin gue aja. Kaga. Gue kaga lamunin apa-apa” jawab Shinta kesal.
“Boong lu. Kayak gue baru kenal lu kemaren aja haha” balas Tiara sambil ketawa girang.

Yup, Tiara adalah teman Shinta sejak kecil. Bahkan mereka sudah seperti keluarga. Walaupun mereka sempat berbeda sekolah ketika smp. Namun di sma mereka bertemu kembali walaupun berbeda kelas.

“Assalamualaikum mah, Shinta pulang”
“wa’alaikumsalam nak. Yuk ganti baju terus makan yah”
“Iya mah”

Saat ini Shinta memang sudah kelas 3 sma di salah satu sma ternama di jakarta. Dan kini ia sedang bingung untuk masuk perguruan kuliah di mana dan ditambah dia sedang galau tujuh keliling, gimana gak galau, ditinggalin saat sedang sayang-sayang nya setelah penyembuhan patah hati untuk waktu yang lama. Dan kini ia alami kembali.

“Ayolah shint, elo ga boleh galau! Loe mau ujian dan loe harus fokus biar bisa masuk ke universitas yang loe mau. Fighting Shinta! You can do it!” semangatin diri sendiri di depan kaca

Dan tanpa ia sadari pintu kamar lupa ditutup dan tingkah kocaknya di liat sang kakak, robi.

“Semangat shint. You can do it. Ahhaha” sambil mereka ulang gaya sangb adik
“Ihh.. Mamamaaa liat ka robi ngolok mah” kesal Shinta

keesokan harinya
Jam sudah menunjukkan pukul 07.00. Ruangan kelas masih sepi dan tiba-tiba Shinta menemukan selembar kertas yang bertuliskan, “hari ulang tahunmu semakin dekat, semoga kamu bahagia”
Sontak Shinta kebingungan dan menoleh kea rah sekitar sambil berfikir siapa yang naruh kertas pagi-pagi begini. Namun, semua itu tak dihiraukan oleh Shinta. Tanpa piker panjang, ia segera memasukkan kertas itu dalam tasnya.

Bunyi bel istirahat
“Enaknya makan di mana ya shint” tanya Tiara.
“Sembarang aja mah gue”
“Ah loe mah sembarang mulu. Pantesan aja jomblo menahun”
“Eh enak aja ya, gue pernah pacaran dan gue baru baru putus”
“Iya putus karna ditinggalin saat saying-sayangnya kan hahahaha” jawab Tiara sambil tertawa.
“Oooo memang kok teman masa kini bisanya ngeledek” sahut Shinta sambil pergi menuju kantin.

Tanpa sengaja Shinta mendengar sebuah percakapan dari meja di belakangnya. Bukan maksud untuk menguping, tapi sungguh suara mereka kayak pake toa.

“Hayolooo… Aehlah ngelamun aja kerjaan loe shin”
“Berisik banget sih loe macam radio rusak”
“Kenapa lagi sih kamu”
“Gini, tadi pagi gue nemu kertas tulisannya aneh”
“Aneh gimana” tanya Tiara dengan wajah penasaran.
“Ya pokoknya aneh lah. Udah nda usah dibahas. Gue lapar mau makan”

Ternyata surat itu benar-benar membuat Shinta kepikiran juga. Walaupun tidak terlalu penasaran siapa pengirimnya. Tapi satu hal yang pasti, orang yang ngirim bukanlah orang yang spesial dalam hidupnya.

H-7 mendekati hari ulang tahunnya
Kebetulan, Shinta adalah sekretaris osis di sekolahnya. Dan saat itu mereka sedang menyiapkan sibuk-sibuknya menyiapkan kegiatan sosial yang hanya menghitung hari.
Mulai dari mencari dana, penyusunan acara, pengisi acara dan lain-lain semua dilakukan dari pulang sekolah hingga malam hari pun pernah ia lakoni bersama teman-teman panitia. Termasuk Tiara, sahabatnya.

Namun, hal yang aneh kembali ia temukan mana kala mendapati kertas itu lagi di motornya. Warna yang sama, tulisan yang sama. Hanya tempat yang berbeda.

“Siapa sih yang naroh kertas ini di motor gue. Ganggu pemandangan motor indah gue aja” keluh Shinta.
“Huh dasar Shinta marah aja bisanya haha”

Sesampainya di rumah
“Sebenarnya apa sih tujuan dan maksud orang sok misterius itu kasih gue kertas tulisan gitu. Iya emang gue mau ulang tahun. Tapi ga gini juga bikin orang kesel” ngomong sama diri sendiri sambil mandangin langit-langit kamarnya

Tidak lama kemudian kakaknya mengetuk pintu kamarnya dan berkata, “shint ada kiriman buatmu”
“Kiriman? What? Kiriman malam-malam gini” jawab Shinta sambil tergesa-gesa keluar rumah.
Dan sesampainya ia di luar rumah, ia mendapati bunga besar warna merah bertuliskan, “21”
“Apa-apaan ini. Ulang tahun gue masih berapa hari lagi. Kadonya udah dating aja duluan. Nggak jelas memang pengirimnya” ngomel Shinta depan pintu sambil berjalan masuk ke dalam kembali
“Eh itu bunga ga dibawa masuk. Ntar basah itu sayang dibeli pake duit” sahut kakaknya.
“Ambil aja Shinta ga butuh bunga. Butuhnya bunga bank” jawab Shinta sambil tertawa.

H-3 hari ulang tahunnya
Masalah baru datang. Kegiatan sosial yang dirancang sedimikian rupa oleh Shinta dan kawan-kawan terancam batal karena tidak disetujui oleh pihak sekolah.
Keadaan kian rumit manakala proposal yang sudah dibuat selama satu bulan lupa ia bawa saat sedang dibutuhkan dan sialnya lagi flashdisknya pun ikut tertinggal.
Panitia semakin terpojok. Rapat semakin panas dan semua hampir dibatalkan. Namun beruntung, semua masih bisa dipertahankan dan diselesaikan oleh sang ketua, Bobi mahendra.
Bobi adalah salah satu cowok terkeren, terganteng dan pinter di sekolah. Paket komplit banget deh pokoknya dan boyfriend able banget. Dan dia cowok yang penyabar dan satu-satunya yang masih bisa memaklumi kesalahan yang Shinta buat.

“Udah ya kamu jangan nangis. Ya kamu tau lah teman-teman gimana. Apalagi kegiatan kita sudah sebentar lagi” sahut Bobi menenangkan Shinta.
“Iya bob makasi ya. Maaf ya aku salah sudah teledor” jawab Shinta sambil menangis tersedu-sedu.

Hari ulang tahun Shinta
Semua berjalan seperti biasa. Normal aman terkendali. Namun ada yang aneh. Kertas itu tidak ada di meja ataupun di motor atau di manapun. Padahal ini adalah hari ulang tahunnya.

“Aneh juga ya tu orang. Pas ulang tahun malah ga ada taruh apa-apa” ngomong Shinta dalam hati
Jam sudah menunjukkan pukul 09.00 tapi tak ada satupun teman-teman di kelas nya bahkan Tiara pun tidak ada yang member selamat. Dan lebih parahnya orang rumahnya juga tidak ada yang memeberi selamat.
Shinta mulai bête dan ia mulai gak konsen. Ia pun memutuskan untuk izin ke toilet dan mampir untuk ke kantin seraya hirup udara segar lalu kembali lagi ke kelas.

Bel istirahat berbunyi
“Shint gawat, bobi mengundurkan diri dari ketua pelaksana. Padahal kan acara kita dua hari lagi harus jalan. Bisa gagal kalau tim bubar hanya karena satu orang keluar” sahut Tiara dengan nada tergesa-gesa.
“Lah gimana ceritanya dia mau keluar. Aneh-aneh aja deh itu anak. Mana dia sekarang” jawab Shinta kesal.
“Ayok ikut aku” jawab Tiara.

Dan… 1… 2… 3… Kejutan…
“Selamat ulang tahun… Selamat ualng tahun… Selamat ulang tahun Tiara… Happy 21 date and 17 tahun…” sorak teman-teman semua.
“Auuuu… Makasi guys. Gue kira kalian semua ga ingat ulang tahun gue” jawab Shinta terharu.
“Happy birthday ya shint. Dan maaf drama kami yang kayak nya berlebihan banget tapi kayaknya gagal buat loe kepikiran dan soal kertas itu, itu gue yang kirim” jawab Bobi.
“Apa? Kertas itu kamu yang buat selama ini? Ya ampun itu hal paling drama dan nyebelin dalam hidup gue. Tapi kalo tau itu loe yang kirim gue maafin deh haha” balas Shinta dengan bahagia.
“Oiya kami ada kejutan satu lagi buat loe tapi loe harus tutup mata dulu” pinta teman-teman Shinta.
“Oke deh gue tutup mata tapi jangan aneh-aneh loh ya”

Bobi membawa sebuah karangan bunga yang ia kirim waktu itu ke rumahnya
“Dalam hitungan ketiga buka mata ya shin, 1.. 2… 3…” pinta Tiara.
“Ya ampun bunga ini kan…” jawab Shinta sambil tercengang
“Ya bunga ini aku juga yang kirim. Tapi aku liat dari kejauhan kamu cuekin dan sampai akhirnya aku izin sama kakakmu lagi dan membawanya pulang untuk ku kasih lagi ke kamu. Aku, bobi mahendra, suka sama kamu. Sekali lagi selamat ulang tahun sekretaris hebatku. Semoga panjang umur dan sukses selalu” jawab bobi panjang lebar
“Terima kasih ketuaku yang sok misterius. Aku Shinta juga suka sama kamu dan semoga kamu juga bahagia” jawab Shinta sambil tersenyum.

Dan sejak saat itu, mereka jadian dan acara kegiatan sosial mereka pun lancar aman terkendali. Karena semua masalah yang terjadi hanya sebuah drama semata haha. Walaupun failed jatuhnya.

Note: tidak segalanya yang hilang akan selalu hilang dan ada gantinya. Melainkan akan ada saatnya tergantikan oleh yang lebih baik.

Cerpen Karangan: Devi Juliasari
Blog: devijulia96.blogspot.co.id
seseorang yang masih belajar untuk menulis dan masih mempunyai mimpi untuk bisa jadi penulis

Cerpen My Sweet 17 merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sepotong Cinta Buat Regina

Oleh:
“Assalamu alaikum…” “waalaikum salam, ada apa nak?” Tanya bu Regina. “Bu Regina di panggil sama kepala sekolah, katanya di tunggu di kator sekarang”. “Oh… iya terimah kasih yah”, jawab

Cinta Masa SMA

Oleh:
Ana menatap layar Handphone miliknya dengan derai air mata. Hatinya sedih dan kecewa membaca sebuah pesan singkat yang dikirim oleh seseorang yang sangat ia kenal. “Bukankah sudah ku peringatkan

Dua Pembaca Pikiran

Oleh:
Aku punya seorang adik kelas. Sebenarnya bukan cuma satu, banyak sih. Tapi tingkahnya, ya sebenarnya biasa-biasa aja. Tapi entah anak ini terlalu polos atau gimana. Namanya Grania. Waktu MOS,

Kenangan

Oleh:
Maaf maryam, surat ini mungkin telat datang kepadamu. Maklumlah, sekarang aku cukup sibuk dan lelah meratapi kenyataan tentara-tentara sekutu yang ternyata memboncengi Belanda itu sempat membuatku terkejut. Mereka sudah

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *