My Third Love

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Galau
Lolos moderasi pada: 25 January 2017

25. Angka cantik dimana aku dilahirkan. Keluar untuk melihat indahnya dunia, yang selama 9 bulan lebih terperangkap untuk tumbuh di dalam rahim. Di 25 juga aku kenal kamu, orang yang sama sekali gak aku duga ada di dunia ini, semua terjadi begitu cepat, dan aku akan selalu mengingat itu! Sungguh!! Baiklah!! 25 Mei 2016 ini awal dari semua saat aku aktif di facebook, dan berniat menghapus semua pesan lama, dan saat aku berniat menghapus pesan singkatmu.

Yusril Falah, iya Yusril Falah. Iniah dia. Cowok yang mengirim pesan 1-2 tahun yang lalu, dan karena aku menghargai, baiklah aku balas pesan itu. “Hay” satu kata yang mengawali cerita cinta kita. Rasanya bahagia saat kita mulai saling membalas pesan singkat itu. Lalu, dia (Yusril Falah) yang biasa dipanggil falah minta pin BB, dan karena aku cewek baik plus imut pula, aku kasihlah. Kasian.

Pukul 21.20
PING!!
PING!!
Ahhhh, ternyata Falah.
Baiklah kita lanjut saling mengirim pesan, saling memuji satu sama lain, chattingan sampai tengah malam, serta pernah sampai ganti hari. Senyum senyum sendiri, serasa jadi makhluk paling bahagia di dunia ini. Thanks God!!

31 Mei 2016. Untuk pertama kalinya aku bertemu dia. Di SMA Negeri favorit di daerahku, saat kita daftar untuk menjadi siswa SMA. Kita seruang waktu itu, aku ingat saat aku masuk ruangan itu, jantung ini serasa mau copot, deg degan, malu, dan akhirnya jadi salah tingkah. Inilah cinta.

Saat itu, dia pake jaket warna hitam, tinggi, uuhhhh, keliatan keren banget. Sumpah!!
Dia dianter sama kakaknya, cantik? Iya, kan cewek!
Meleleh? Jelas, saat dia melihat tingkah lakuku yang mungkin aneh baginya. Saat kita duduk berdua, aku akan selalu ingat itu. Beberapa jam yang sangat berarti di hidupku.
3-4 Juni 2016. Pagi pukul 07.00. Di hari ini kita tes untuk masuk SMA favorit itu. Tesnya dimulai jam 08.00 tapi aku berangkat lebih pagi. Duduk di depan ruangannya, berharap bisa ketemu dia, sesering waktu lihat di jendela, apa dia sudah datang atau belum. Ternyata penantianku sia sia. Kecewa? Iya, sedikit karena gak bisa ketemu dia lagi.

9 Juni 2016. Semua berubah!! Saat dia bilang kalau dia mencintai aku. Aku tak pernah menyangka rasa saling nyaman di antara kita telah membuatnya jatuh cinta.
“Maaf yaa”
“Kenapa?”
“Cinta yang belum pada tempatnya, memupuk syahwat terang terangan, aku udah melebihi batasku. Sebaiknya lebih jauh dan gak terlalu sering komunikasi. Maaf ya”.
Seketika mata tak mampu menahan air mata, akhirnya jatuh membasahi pipiku. Sedih? Iya jelas, karena sudah terlanjur sayang mankannya takut kehilangan. Tapi aku mencoba memahami betul maksud pesan itu. Dan akhirnya aku faham. Patah hati untuk agama? Gak papalah sekali-sekali ngorbanin apa yang kita punya untuk agama. Muslim, itu agama kita. Tapi dia lebih taat dan mengerti lebih banyak hal tentang islam dibanding aku. Dialah yang mengubahku menjadi cewek yang lebih baik lagi. Terimakasih!! Dan karena dia hobi banget nyeramahin aku. Aku sadar, bahwa hidup di dunia ini gak akan ada artinya kalau gak taat beribadah sama sang pencipta alam semesta ini. Oke baiklah!! Sholat 5 waktu dan membaca al quran sudah aku jalanin setiap hari secara rutin. Sekali lagi dia berhasil mengubahku menjadi makin baik dari aku yang dulu.

“Jadi hubungan kita berakhir gitu aja?”
Kukirim lewat pesan bermaksud untuk menanyakan akhir hubungan kita.
“Ya enggaklah, kan kita masih jadi saudara”.
Iya, saudara seiman maksudnya.

Jatuh cinta? Aku rasa iya, rasa nyaman ini berhasil berubah menjadi rasa takut kehilangan. I MISS YOU FAL.

“Siapa gorila?”
“Ya kamu lah”
“Aku bukan gorila tau Ay, aku mah malaikat”
“Malaikat mah selalu ada! Gak ngilang-ngilang gitu”
“Kalau malaikat menyukai seseorang, dia akan mencintainya seakan-akan meninggalkannya”.
Itulah pesan yang selalu bikin aku bahagia karena dicintainya. Sekali lagi, terimakasih Tuhan!!!

13 Juni 2016. Itulah hari paling menyedikan buatku, serta buat anak yang gak keterima masul di SMA favorit di daerahku. Dan hari itu akan jadi hari pling bahagia buat Falah. Iya Falah diterima di sma itu, masuk jurusan mipa. Padahal mah nilainya cuma lebih 5angka dari nilaiku. Aslinya kita bisa satu sekolah, kalau aku nurut apa kata mama untuk ambil jurusan ips. Tapi gak papalah memang bukan takdirnya. Selamat ya Fal. Sementara aku, aku masuk di Sma swasta favorit di daerahku. Satu sekolah sama kakaknya. Baiklah, ini memang sudah jalannya.

Saat hari itu, semua berubah!! Kita memulai dari awal lagi. Entahlah? Mungkin karena kejadian itu. Evelyn, iya namaku. Yang dulu dia manggilnya “Ay” sekarang jadi manggil Evelyn, sebutan gorila dan ayam tak lagi berguna. Baiklah! aku mencoba menerima semua ini.

15 Juni 2016. Aku tak pernah menyangkah hubungan kita berdua beranjak membaik. Tapi syukurlah, Tuhan mengabulkan doaku. Panggilan “Ay” pun dipakai lagi. Duuhhh, senangnya. Hari ini, hari paling bahagia karena bisa bercandaan lagi, saling tanya apa tipe pasangan kita, dan itu sangat menyenangkan. Sungguh!!

18 juni. Dia mengirim pesan singkat untuk menanyakan maksud captionku di instagram.
“Semua berakhir? Baiklah!! Si Ayam siap untuk kehilangan Gorila. Jumpa lagi di lain waktu, si Ayam menyayangimu”. Caption yang sengaja kubuat biar dia peka. Dan itu mungkin akhir sementara dari kisah kita. Saat dia bilang kalau dia punya masalah hidup, dan aku mencoba memaksa agar dia mau cerita tentang masalahnya. Siapa tau aku bisa bantu.
“Gimana mau cerita, ini masalah cowok!”.
Baiklah aku mencoba mengerti!! Komunikasi antara kita berakhir.

Hari demi hari aku mencoba menghubunginya, tapi handphonenya selalu gak aktif. Oke! Oke! pikir positive thinking lyn!!! Aku menyayangimu, semoga kamu baik baik aja disana.
Jadi ini memang akhir dari kisah kita? Aku harap tidak! Kenapa? Karena aku belum siap patah hati untuk ketiga kalinya.

Cinta pertama? Oke, dia cowok yang baik, dialah yang uda buat aku tau apa itu cinta, dia juga yang uda bikin aku patah hati untuk yang pertama kalinya. Mungkin karena waktu itu aku udah puber, iya aku udah remaja. Tapi aku sudah tak mempedulikannya.

Cinta kedua? Aku benar-benar tulus mencintainya, menyukai semua hal yang dia sukai, menjadi pribadi yang baik agar selalu dicintainya, mengalah untuk kebahagiaanya sudah menjadi hal yang biasa, serta selalu meluangkan waktu untuk mendoakannya adalah hal yang wajib. Tak pernah bosan melakukan hal hal itu. Dan pada akhirnya semua berubah! Saat dia mulai mengecewakan, hilang, dan jadi milik teman sendiri. Aku akan selalu mengingat kejadian dimana dia ngungkapin perasaannya ketemanku sendiri, dihadapanku pula… Sakitnya melebihi rasa sakit yang paling sakit… Sekali lagi aku sudah tidak mempedulikannya.

Memang tidak mudah menerima perubahan ini!! Tapi mau gimana lagi? Sudah takdirnya. 2 hari lagi, tepat tanggal 25 Juni 2016 ini satu bulan kita kenal. Memang belum lama, tapi percayalah, sebulan waktu yang cukup untuk kita saling mncintai, entah apa alasannya? Kita tidak tau! Intinya kita saling mencintai dan melengkapi satu sama lain.

Dulu, ini jadi masalah cukup serius bagiku. Saat aku tau kalau dia anak orang kaya, sedangkan aku? Aku cuma anak orang biasa, penghasilan kakakku juga nggak seberapa. Tapi setidaknya semua kebutuhan terpenuhi. Masalah umur? Iya aku sama dia tua aku, kita lahir beda 7 bulan. Tapi kita saling mencintai, masaah umur hanya angka.

25 Juni 2016. Ini sebulan kita kenal, aku harap kamu ingat. Tidak ada yang istimewa di hari ini, semua sama seperti seminggu yang lalu. Tanpa komunikasi. Mungkin khayalan yang aku buat tentang kejutan itu gak akan terjadi, aku sadar itu. Baiklah mungkin kmu mintah hubungan ini berakhir. Terimakasih.

25 Juli 2016. Ini uda 2 bulan kita kenal. Tapi sayangnya semua sudah berakhir, dan kau juga yang mengakhiri. Aku sadar mengharapkanmu itu bukanlah hal yang mudah, bertahan, berjuang dan berusaha menjaga hati ini untukmu itu juga bukan hal yang mudah Fal. Tetapi juga sangat menyakitkan. Dan sekarang aku sudah menemukan apa yang seharusnya aku lakukan! Pergi dan mengikhlaskan. Pergi untuk membuka hati buat orang yang lebih baik darimu, dan mengikhlaskan agar kamu bahagia dengan cewek pilihan hatimu. Aku tak pernah punya rasa dendam ke kamu. Karena aku pernah bahagia karenamu, dan kamu pernah bahagia karenaku. Semua impas! Rasa sayang dan takut kehilangan pun telah musnah! Yang ada hanya rasa sedikit sakit hati dan, aahhh ya sudahlah!! Nggak penting juga. Intinya aku bahagia dengan cowok baru yang dikirim tuhan untuk menggantikan posisimu.

25 Agustus, ternyata benar semua sudah benar benar berakhir. Perasaan cinta itu telah musnah dan hilang. Tak ada lagi perasaan saling mencintai satu sama lain. Kita berteman, cukup berteman. Tapi hari ini, aku bahagia tuhan mempertemukan kita, walau hanya sekejap mata, itu membahagiakan.

Cerpen Karangan: Evelyn Ayu Tessalonika
Facebook: Tessa Lonika

Cerpen My Third Love merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Hal Yang Tak Pernah Ku Lupakan

Oleh:
Namaku Chika Aditia. Aku tinggal bersama orangtuaku dan Kakek Nenekku. Aku sama seperti anak yang lainnya. Yang mempunyai rasa bahagia, rasa cinta, suka cita, dan duka. Sekarang aku duduk

Saatku Bersamanya

Oleh:
Pada tanggal 28 bulan mei 2016, saat itu adalah hari perpisahanku dengan teman smp ku. pada jam 13 siang lewat ku bertemu dengan kakak kelas yang sangat tampan, awalnya

Rindu yang Tak Dirindukan

Oleh:
Kota ini sedang dilanda hujan tatkala ketika aku sedang mengumpulkan berbagai cara untuk menghilangkan rasa rinduku padamu. Diiringi dengan jatuhnya air hujan ke permukaan bumi, udara dingin perlahan menusuk

Cinta Kasih

Oleh:
Hai gue helsyah, gue gak pernah nyangka kalau gue bakalan jumpa sama cowok yang super keren. Dia ganteng, baik, dia pinter, dan dia juga taat agama. Kurang apalagi coba,

Dinda, Ku Tunggu Kau Kembali

Oleh:
Cintaku indah seindah suara yang kau lantunkan dari bibir merahmu, cintaku sejati bagaikan karang yang di hempas ombak, cintaku putih, seputih berlian dan mutiara yang bersinar. Namun, cintaku hancur

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

3 responses to “My Third Love”

  1. Fakhriyah HS says:

    Ceritanya menginspirasi

  2. nur dwi apriliani safitri says:

    Kerennnnnn

  3. nur dwi apriliani safitri says:

    Ceritanya bagusssss, sayang kalau gak dibaca

    #dwi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *