Nada Nada Cinta

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 23 December 2017

Adnan dan Bayu yang memiliki kayakinan besar terhadam impiannya, untuk menjadi musisi besar sangatlah kuat. Mereka mencoba memperomosikan demo lagu mereka ke berbagai lebel rekaman, tapi tidak ada satu pun yang menerima demo lagu mereka.

“Bagaimana pak, apa kita diterima?” Adnan
“Maaf mas, lagu dan lirik kalian sulit diterima di pasaran musik saat ini!!” Produser
“Memangnya kenapa pak, ini lagu kalau diresapi punya makna pak!” Bayu
“Saya tahu itu, tapi pasar musik kita saat ini lebih fokus ke genre pop, dengan tema cinta. Sedangkan lagu kalian genrenya rock, yang mungkin sulit diterima!” Produser
“Ya sudah pak, terima kasih!” Adnan

Adnan dan Bayu keluar dengan muka ditekuk, mereka tidak pernah berfikir kalau musik mereka akan ditolak. Tiba tiba mereka dihampiri oleh seaeorang, yang bernama Mardut.

“Kalau mau jadi musisi besar, memang tidak mudah!” Adnan
“Sorry, kalian habis mempromosikan lagu di lebel tadi ya?” Mardut
“Iya, tapi demo lagu kita ditolak!” Bayu
“Kalian bisa main alat musik nggak?” Mardut
“Bisa!! Gue biasanya main di gitar, emangnya kenapa?” Bayu
“Gue punya band tapi, gue butuh vokalis sama gitaris! Kalian mau gabung band gue?” Mardut
“Bisa!! Nama gue Adnan, ini saudara gue Bayu!” Adnan
“Gue mardut, besok kita ketemu di tempat ini lagi, jam 10!!” Mardut

Keesokan harinya Adnan dan Bayu, kembali bertemu Mardut di tempat yang mereka janjian. Ternyata Mardut tidak datang sendirian, dia datang dengan temannya.

“Hei Nan, kenalin ini temen gue, Rio!” Mardut
“Gue Adnan, ini saudara gue Bayu!” Adnan
“Jadi gini, Mardut ajak kalian gabung buat isi posisi gitar sama vokal di band kita, kalian bisa kan?” Rio
“Bisa! Tapi, sebelumnya kalian pernah coba menawarkan lagu kalian?” Bayu
“Kita manggu di cafe cafe, dan 2 personil kita keluar, jadi kita butuh personik baru!” Mardut
“Gak masalah, gue juga butuh penghasilan!” Adnan
“Nanti malam jam 8 di cafe Sagitarian, jangan telat!” Rio

Jam 8 pas mereka sudah berkumpul di cafe Sagitarian, mereka manggung di sana. Adnan dan Bayu gabung band itu sudah hampir satu tahun, tapi Rio keluar dari band tanpa alasan yang jelas. Band yang awalnya memainkan genre pop itu bubar, tapi Adnan menghubungi Mardut lagi, dia mengajak Mardut untuk buat band baru dengan warna yang beda.

“Gue ke Jakarta buat jadi musisi besar, dan gue mau ajak loe buat bikin band baru, loe mau apa nggak?” Adnan
“Gue mau aja, tapi kita butuh personil baru! Gue yang awalnya main drum, gak nyaman sama posisi itu!” Mardut
“Itu gampang, nanti loe sama Bayu main posisi gitar! Terus kita cari anggota baru buat ngisi posisi drum sama bass!” Adnan
“Ya sudah, kita bicarakan nanti!” Mardut

Mereka mencari orang untuk mengisi posisi drum sama bass, setelah satu bulan mereka baru dapat pemain yang berposisi di bass. Namanya Rizal, lalu Mardut menyarankan buat merekrut Rico alias Weweng, teman Mardut di kampung halamannya. Akhirnya band mereka pun lengkap, dengan formasi baru yaitu, Adnan pada vokal, Bayu dan Mardut pada gitar, Rizal pada bass, dan Weweng pada drum.

Mereka banyak mengikuti festival band, dan selalu mendapatkan predikat juara. Selain mengikuti festival, mereka juga menggung dari cafe ke cafe. Mereka juga merekam lagu mereka secara indie, dan mendapat tawaran manggung yang padat.

Rizal mendapatkan kabar bahwa mereka ditawari manggung di acara wisuda, di kampus tempat pacar rizal sekolah. Selama acara wisuda, Adnan jatuh cinta pada salah satu mahasiswi bernama Cantya.

Mereka semakin dekat akibat dorongan dari teman temannya, tapi orangtua Cantya tidak suka anaknya dekat dengan Adnan. Karena penampilan Adnan dan tubuh Arros yang dihiasi oleh tattoo, alasannya karena ortu Cantya dari keluarga terpandang, dan tidak ingin anak mereka dekat dengan berandalan.

“Papa tidak suka kamu dekat dekat dengan anak berandalan macam dia, mau ditaruh di mana muka papa kalau, teman teman papa tahu anaknya Baramantya dekat dengan seorang brandalan!!!” Papa
“Papa selalu menilai orang dari luarnya, Arros itu anaknya baik, cuma memang penamlilannya saja yang urakan!” Cantya
“Tetap saja papa tidak suka kamu dekat dengan berandalan macam dia.!” Papa

Pada suatu hari Adnan di telephone oleh ayahnya, dia ingin bertemu dengan Arros dan Bayu.

“Ada apa pa, kenapa telphone aku malam malam!” Adnan
“Papa sekarang ada di Jakarta, papa mau ketemu sama kamu!” Papa
“Kalau papa cuma mau ketemu aku dan suruh aku pulang aku tidak mau!” Adnan
“Kamu datang saja besok malam jam 7 di Cafe Mawar, papa minta kamu jangan terlambat, papa mau kenalkan kamu sama anak teman papa!” Papa
“Aku tidak mau pa, aku sudah punya pacar di sini!” Adnan
“Datang saja dulu besok, ingat kamu harus berpakaian rapi, jangan buat malu papa!” Papa
“Ya lihat saja nanti!” Adnan

Sedangkan di rumah Cantya, juga sedang ada perdebatan antara Cantya dan papanya.

“Besok malam, kamu ikut papa sama mama, papa mau ngenalin kamu ke teman bisnis papa!” Papa
“Aku tidak bisa pa, aku sudah ada janji sama temen aku!” Cantya
“Papa tidak mau tahu, pokoknya kamu besok ikut papa ketemu teman papa, kamu mau papa jodohkan sama anak teman papa!! Mereka itu dari keluarga terpandang, dan agar kamu bisa melupakan lelaki brandalan itu!” Papa
“Tapi pa…” Cantya
“Tidak ada tapi tapian, kamu tetap ikut papa sama mama!!” Papa

Adnan sudah datang di cafe mawar, tepat seperti jajian di telephone waktu itu. Tidak lama menunggu, papanya datang.

“Kamu itu gimana? Papa kan suruh kamu berpakaian rapi, malah berpenampilan mirip preman!” Papa
“Aku lebih nyaman pakaian kayak gini, lagi pula aku tidak punya jas kayak papa!” Adnan
“Cepat kamu ke toilet, ganti baju kamu! Papa sudah bawakan baju yang labik layak dari ini!” Papa

Saat Adnan hendak ke toilet, dia bertemu Cantya dan papanya. Cantya senang melihat Arros ada di sini, tapi papanya terlihat tidak senang.

“Kenapa kamu ada di sini? Orang kayak kamu mana mampu makan di cafe mahal kayak gini?” Papa Cantya
“Maaf om, saya di sini bertemu sama seseorang, om sendiri kenapa ada di sini sama Cantya?” Adnan
“Kamu tidak perlu tahu, tapi saya mau jodohkan Cantya sama anak teman saya!!” Papa Cantya
“Oh, semoga kamu bahagia sama calon suamimu ya!!” Adnan
“Sudah ayo kita cepat, teman papa sudah menunggu lama!” Papa Cantya

Cantya dan papanya pergi, dan Arros menagganti baju di toilet.

“Bramantya!! Apa kabar? Sudah lama menunggu?” Papa Cantya
“Tidak baru saja saya datang, ini anak kamu? Cantik juga, siapa namanya?” Bramantya
“Saya Cantya om!” Cantya
“Nama yang indah, anak saya pasti senang berkenalan dengan kamu, silahkan duduk!” Bramantya
“Anak kamu di mana? Apa dia sudah datang?” Papa Cantya
“Dia masih ke toilet, tunggu saja sebentar!” Bramantya
“Om maaf sebelumnya, bukan maksud saya merusak acara ini. Tapi saya mau bicara sama om dan orangtua saya!” Cantya
“Bicara saja, apa yang mau kamu bicarakan?” Bramantya
“Saya tidak suka perjodohan ini, dan saya juga sudah memiliki calon untuk jadi suami saya om!” Cantya
“Apa yang kamu bicarakan!!!?” Papa
“Ini hanya perkenalan, jika kamu tidak suka dengan anak om tidak apa apa, om tidak memaksa!! Tapi setidaknya kalian berkenalan dulu saja!” Bramantya
“Bram, jangan dengarkan omongan anak saya!” Papa
“Tidak apa apa, kalau boleh tahu siapa nama lelaki yang beruntung mendapatkan kamu?” Bramantya
“Namanya….!” Cantya

Tiba tiba Adnan datang dengan penampilan yang berbeda, Cantya dan papanya kaget melihat Adnan datang, terlebih papanya Cantya yang shock.

“Adnan!!” Cantya
“Cantya!!” Adnan
“Hei kamu kenapa ada di sini?” Papanya Cantya
“Kalian kenal dengan Adnan?” Bramantya
“Bram kamu dari mana tahu nama laki laki ini?” Papa
“Dia anak saya, namanya Adnan Samudra! Dia kabur dari rumah dan ke Jakarta ingin jadi musisi!!” Bramantya
“Jadi dia ini anak kamu!” Papa
“Adnan, ayo duduk sini! Kelihatannya kalian sudah saling kenal?” Bramantya
“Ya pa, Cantya ini wanita yang aku maksud di telphone waktu itu!” Adnan

Setelah pertemuan malam itu, keluarga Cantya merestu hubungan Cantya dan Adnan.

Cerpen Karangan: Arros Jingga

Cerpen Nada Nada Cinta merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Tanpa Mu Atau Ada Kamu

Oleh:
Aku tau apa tentang manusia berkemeja di belakangku ini? Disini di tempat ini, selalu. Tak ada yang berbeda dari tahun ke tahun. Tak ada cerita berbeda yang akan tercipta.

My Love Sunshine

Oleh:
Di bawah terik sinar matahari yang sangat menyengatkan siang itu, terlihat seorang laki-laki sedang berdiri dekat tiang bendera sembari memberikan hormat kepada sang bendera merah putih, yang membuatnya cukup

Langit Bumi

Oleh:
Hari ini tampak cerah. Deburan ombak yang terdengar gemuruh di tambah kicauan burung-burung yang seperti sedang bernyanyi. Suara bel sepeda pun terdengar dari luar. Riani segera membuka pintu dan

Tetaplah Bersama Ku

Oleh:
‘Ada yang tak ku mengerti dalam hidupku ini, kadang aku berpikir apa yang aku inginkan? Apa yang ku cari. Kehampaan ini enggan meninggalkanku.’ Ketika aku sedang sibuk sendiri dengan

Loe Itu Pelanginya

Oleh:
Malam sudah larut tapi Clarisa masih disibukkan dengan Cucian piringnya, Walaupun sebenarnya Pembantu di Keluarga Clarisa ada kurang lebih 10 orang tapi dia tetap aja kekeuh buat bisa nyuci

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *