Not Goodbye (Part 5)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 18 January 2017

“Rafa… Aku dapat telepon dari rumah kalau Dera pingsan!” jelas Aisyah
“Pingsan?!” sahut Rafa panik.
“Kalau begitu kita balik sekarang!”
“Iya…! Tunggu dulu Bukannya tadi dia di jemput sama Irgi?”
“Irgi? Dera ketemu Irgi? Kenapa bisa?!” tanya Rafa bingung.
“Dia massage aku. Dan minta alamat rumah, dan cafe ini!!”
“Kurang ajar!!! Anak itu butuh aku kasih pelajaran!”
“Rafa… Kamu nggak boleh kayak gitu? Kita kan belum tahu kenapa Dera pingsan. Kita balik ajah dulu!”
“Siapa lagi?”
“Udah kita balik sekarang!”

Sesampainya di rumah, ternyata Dera sudah sadar dan sedang duduk termenung di atas kasurnya. Rafa kemudian masuk,

“Kamu kenapa?!” Rafa merangkul adiknya.
“Irgi… Dia egois kak!” adu Dera dengan bersender di bahu Rafa.
“Kakak sudah bilang kamu harus jauh-jauh dari anak itu. Dia nggak pantas buat kamu, kamu harus jauh-jauh dari dia!” tutur Rafa.
“Dera cinta sama Irgi kak… Dan Irgi juga sudah bilang kalau dia juga sangat cinta sama aku, tapi Alya!”
“Alya siapa?!” tanya Rafa.
“Pacarnya… Tiga hari lagi mereka mau menikah!”
“Kurang ajar!!! Kakak harus bicara sama Irgi, dia nggak boleh mainin perasaan kamu kayak gini!” Rafa geram dan ingin melampiaskannya segera pada Irgi.
“Sudah kak!”
“Kamu nggak usah khawatir. Oh ia. Marcell otw ke sini! Kakak pergi dulu!”
“Kak Rafa!” cinta seorang kakak begitu berarti.

“Rafa mau kemana?!” tanya Aisyah yang membawa makanan buat Dera.
“Dia mau nyusul Irgi!”
“Bagaimana kalau dia sampai nyakitin Irgi? Rafa kalau sudah marah tidak kenal siapa orangnya!”
“Dera sudah larang tapi kak Rafa nggak mau dengar!” jelas Dera.
“Kalau begitu biar aku yang susul Rafa, kamu makan ini biar enakan!”
“Aku ikut!” sambung Dera.
“Kamu masih lemas… Kamu istirahat ajah!”
“Tapi kamu kan nggak bisa nyetir mau kenasa pakai apa?!”
“Iya juga sih… Yah sudah kita berangkat sekarang!”

Mereka lalu pergi tapi saat di depan bagasi seseorang turun dari mobil di depan rumahnya.

“Dera… Kamu mau kemana? Kamu lagi sakit kan?!” ucap Marcell.
“Marcell?!” sudah lama sekali wajah itu tak di lihat Dera, pria yang begitu menyayanginya dan dia sayangi namun kesetian Marcell sangat mudah di pengaruhi.
“Dia siapa?!” tanya Aisyah.
“Mantan aku!”
“Oh jadi dia!”
“Iya… Kita pakai mobilnya aja!” ucap Dera.
“Kalian mau kemana?!” tanya Marcell lagi.
“Kamu naik… Nyetir buruan ke rumah sakit sekarang!” ucap Aisyah.
“Ngapain?!” ucap Marcell bingung.
“Ayo buruan… nggak usah banyak nanya!”

Akhirnya mobil Marcell melaju dengan cepat.

Sesampai di rumah sakit, Rafa bertanya ke receptionis dimana kamar Alya. Dengan segera menuju tempat itu, tanpa permisi Rafa masuk ke kamar itu dan menarik Irgi keluar. Alya dan Mamanya bingung, siapa orang itu?

Tanpa banyak bicara Rafa memukul wajah Irgi.
“Lo kenapa hadir lagi di kehidupan adik gue? Lo nggak puas nyakitin dia? Brengsek” lagi-lagi memukuli wajah Irgi, tak ada balasan dari Irgi dia hanya diam.
“Kamu siapa? Kenapa pukulin Irgi? Security!” teriak mama Alya.
“Tante harus tahu. Kalau anak ini bilang cinta sama adik saya, di hari kelima menjelang pernikahan anak tante dengan dia. Dan tadi dia datang menemui adik saya lagi, dan dia masih bilang itu. Tapi karena sesuatu hal dia harus menikahi anak tante! dan nyakitin adik saya, sebagai seorang kakak saya tidak terima”
“Menikahi anak saya karena sesuatu hal? Hubungan kalian bukan karena cinta? Kurang ajar!” Mama Alya menampar wajah Irgi.
“Tante harus fikir berkali-kali kalau dia mau tante nikahkan dengan anak tante!” Rafa ingin sekali lagi menampar wajah Irgi namun di tahan Dera.
“Stop kak!!! Jangan pukul Irgi lagi, Dera mohon!” Dera menangis menunduk di hadapan Rafa.
“Dera… Dia sudah bodohin kamu, ayo bangun!”
“Dera ayo sini!” sambung Aisyah.
“Dera kamu apa-apaan sih? Ngapain kamu belain cowok kayak dia, dia sudah nyakitin kamu kan?!” timpal Marcell.
“Stop Marcell… Kamu jangan banyak bicara, kamu harusnya lihat diri sendiri. Dan kamu tidak tahu Irgi!”
“Security… Security!” Mama Alya sangat marah dan terus memanggil petugas rumah sakit.
“Dera… Bangunnn kamu jangan kayak gini!” ucap Irgi.
“Aku nggak mau ada yang nyakitin kamu, meski dia kakak aku sendiri!” belah Dera.
“Maaf kalian sudah mengganggu ketenangan pasien kami… Sebaiknya keluar!”
Dera di bawa Aisyah, sementara Marcell dan Rafa menyusul. Mereka pergi dari sana!

“Kamu kenapa masih di sini? Pernikahan ini saya batalkan!!! Saya tidak mau anak saya menderita, cukup ini… Pergi kamu!”
“Tapi tante!”
“Pergi… Tante yakin Alya juga tidak akan pernah mau menikah dengan laki-laki yang suka mengumbar cinta! Pergi!”
Akhirnya Irgi pergi dari sana, sekarang semua orang tak ada yang mau menerimanya. Kecuali, Dera. Tapi apa dia masih bisa menndapatkan cintanya itu?

“Ma!!! Dia siapa?!” tanya Alya.
“Dia kakak perempuan itu, dia tidak terima adiknya di kecewakan begitu saja. Mama lihat semua nya kalau perempuan itu juga sangat berharap dengan Irgi… Mama sangat kecewa sama dia!” tutur Mama, sembari mengelus rambut Alya yang masih terbaring di tempat tidur.
“Aku juga nggak tahu kenapa Irgi begitu cepat jatuh cinta dengan perempuan lain, padahal hubungan kita yang bertahun-tahun jelas lebih lama bersama… Alya benar-benar kecewa sama dia Ma… Alya benci sama dia. Alya nggak mau lagi kenal dengan Irgi!”
“Iya sayang… Masih banyak laki-laki yang bisa mencintai cukup satu wanita, mama juga sudah batalin pernikahan kalian!” Alya lalu memeluk mama nya.
“Makasih ma!”

Setelah mengantar Dera pulang, Aisyah dan Rafa jalan-jalan keluar malam.
“Kita mau kemana?!” tanya Aisyah.
“Kita jalan yah… Aku mau kita cuman berdua malam ini, nggak ada masalah dari orang-orang!”
Ais tersenyum, betapa beruntungnya dia bisa memiliki gadis secantik sebaik dan sepeduli Aisyah.

Akhirnya mereka sampai di sebuah taman, angin malam menusuk ke seluruh tubuh. Genggaman tangan Rafa membuat Ais nyaman dan tenang,
“Aisyah…!”
“Iya?!”
“Kamu tahu nggak, aku sangat suka semua yang ada di diri kamu. Aku harap kamu mau jadi yang terakhir buat hidup aku, kamu mau jadi istri aku?!”

Aisyah bingung, detak jantungnya berdetak lebih kencang. Rafa melamarnya, baru kali ini Rafa terlihat romantis, apalagi saat mengeluarkan kotak berisi cincin dari saku celananya.
“Kamu mau kan jadi istri aku?” ujar Rafa sekali lagi.

Aisyah mengangguk, wajah mereka berbinar bahagia. Rafa kemudian menyematkan cincin itu di jari Aisyah.
Rafa lalu memeluk calon istrinya, kebahagian tengah menyelemuti mereka malam itu. Betapa cinta membuktikan seseorang yang dahulunya jauh dari pandangan sekarang bisa dekat dengan hubungan hati yang saling mengikat.

“Makasih Rafa… Sekarang aku benar-benar percaya kalau kamu tulus cinta sama aku!”
Rafa mengangguk, mereka menghabiskan malam berdua di taman itu. Tak ada yang menganggu, karena merekalah raja dan ratu di taman malam itu.

Sementara itu…
“Maafin kak Rafa…!” ucap Dera dari balik telefon.
“Rafa tidak salah, dia berhak melakukan itu sama saya. Karena saya sudah menyakiti hati kamu, tapi sekarang aku janji sama kamu. Tidak akan ada lagi yang mengahalangi perasaan aku sama kamu, aku akan datang ke orangtuamu dan bilang kalau aku bersedia menikah dengan kamu!” jelas Dera.
“Terima kasih… Tapi untuk saat ini sepertinya tidak, aku mau belajar untuk menjauh dari kamu!”
“Dera… Kamu becanda kan? Kamu cinta kan sama aku? Kenapa sekarang kamu mau jauh dari aku? Ini kesempatam kita Dera!”
“Hihihihihi… Kamu takut kan kehilangan aku? Seperti itu yang aku rasain waktu kamu nyuruh aku jauh dari kamu!” Dera cekikikan, sekarang dia tidak perlu ragu lagi.
“Maafin aku…!”
“Iya aku maafin, tapi sebagai permintaan maaf kamu mau kita kembali ketempat pertama kali kita ketemu!” ujar Dera.
“Ke kampung Aisyah…? Siap!!!”
“Iya!”

Keesokan harinya…
Sebelum Irgi sampai di rumah Dera, Marcell tiba lebih dulu.
“Kamu?! Ngapain disini lagi?!” tanya Dera.
“Aku kangen sama kamu sayang!” Marcell memegang tangan Dera.
“Apaan sih? Kamu lebih baik pulang, aku mau pergi! Lagian nggak ada siapa-siapa di rumah” jelas Dera.
“Bagus dong… Kita bisa berduaan nggak ada yang ganggu!” ucap Marcell dengan pandangan aneh.
“Apaan sih!!! Balik sana!” Dera ingin menutup pintu tapi di halangi Marcell yang justru masuk ke rumah.
“Kalau aku nggak bisa dapatin kamu dengan cara baik-baik, mungkin dengan cara ini kamu akan jadi milik aku selamanya!”
“Marcell… Kamu mundur, jangan macam-macam sama aku!” Dera mencoba mengancam Marcell, namun Marcell semakin tak terkontrol dengan kasar dia memeluk Dera. Entah apa yang ada di fikirannya saat ini,

“Marcell kamu gila apa!!! Lepasin aku!” teriak Dinda.
“Nggak Dera… Aku cinta sama kamu!”
“Kamu nggak cinta sama aku… Kamu gilaa… Tolong!” Dera terus berusaha berontak namun Marcell makin nekat.
“Ayo teriak Dera… Kamu sendiri yang bilang nggak ada siapa-siapa!! Cuman kita berdua, kamu santai ajah!”
“Please Marcell… Kamu kenapa sih!! Lepasin aku… Tolonggg… Irgiii tolong!”

Rupanya Irgi sudah ada di luar dia mendengar teriakan Dera dari dalam, namun sayang pintu terkunci dari luar.
“Dera… Buka pintunya… Kamu nggak apa-apa kan?!” ucap Irgi meyakinkan kalau yang di dengarnya tadi benar Dera.
“Irgiii tolong aku Irgi!” teriak Dera lagi.
Irgi lalu mengintip ke Jendela, ada laki-laki yang coba berbuat kasar dengan Dera. Tanpa fikir panjang dia mengambil pot bunga dan memecahkan kaca jendela.
Dengan cepat memukul Marcell,
“Lo mau ngapain? Ha? Brengsek Lo!!! Gua nggak bakal biarin lo hidup tenang!” Irgi terus memukuli wajah Marcel dan bagian tubuh lainnya.

Marcell sudah tidak sadarkan diri terbaring di lantai.
Dera yang dari tadi ketakutan memeluk Irgi.
“Aku takut Gi… Aku takut!” badannya gemetaran.
“Nggak apa-apa sayang… Ada aku, kamu tenang yah? Aku mau telfon polisi!”
“Jangan tinggalin aku Gi… Aku takut… Marcell jahat Gi… Aku takut!” Ucap Dera lagi, air matanya jatuh menetes.
“Iya… iya ada aku… Kamu tenang yah!”

Untung saja Irgi datang tepat waktu dan bisa menyelamatkannya dari Marcell, beberapa menit kemudian polisi datang dan membawa Marcell ke kantor polisi.

“Kami akan tangani ini… Kalian bisa ikut untuk memberi kesaksian di kantor!”
“Iya pak!”
Mereka semua menuju kantor polisi. Irgi juga tak lupa menghubungi keluarga Dera.

Semua kondisi sudah aman terkendali, kini perayaan hari kebahagian Rafa dan Aisyah.
Mereka ke kampung untuk mengadakan pesta pernikahan, tak terkecuali Irgi. Sekarang dia sudah mendapat kepercayaan dari keluarga Dera, apalagi setelah kejadian itu.
Dan rupanya di sana juga mengenang saat-saat pertama mereka bertemu, saling kenal, jatuh cinta, serta ciuman pertama.

Saat pernikahan Rafa dan Aisyah. Tiba saat pelemparan buket bunga, semua kamu muda mudi berkumpul di sana begitupun dengan Irgi dan Dera.

Satu… dua… tiga..
Bunga dilempar dan yang mendapat Irgi dan Dera, mereka saling memandang kemudian tertawa.
Para undangan pun bersorak dan bertepuk tangan. Mereka kemudian berlari jauh dari tempat itu,

“Aku sudah bilang kan sama kamu, pertemuan kita itu bukanlah akhir. Namun menjadi awal kita menjalin cinta!”
Dera tersenyum akhirnya penantiannya selama ini berbuah manis, cinta yang datang di hidupnya itu menjadi cinta yang akan abadi.

Tanpa disangka-sangka Dera mengecup pipi Irgi, lalu lari membawa bucket bunga mawar itu.

“Hmmmm nakal!” Irgi berlari mengejar Dera.

Selesai

Cerpen Karangan: Yani Mariyani
Facebook: Yani Mariyani

Cerpen Not Goodbye (Part 5) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Dibalik Sapu Tangan Biru

Oleh:
Bulan Juli tahun 2011 Asty berangkat ke Yogyakarta guna untuk melanjutkan kuliah S1. Tiba disana dia disambut hangat oleh sahabatnya Yuni yang juga kuliah s1. Walau berasal dari kota

It’s Raining

Oleh:
“Ah, sial. Lagi-lagi aku harus sekelas dengannya.” Gilang mengacak-acak rambutnya. Buku catatannya penuh coretan tidak jelas. Kevin, teman sebangkunya, hanya bisa tersenyum melihat temannya kesal karena satu kelas lagi

Claudy And Shine

Oleh:
Dia adalah Violina Estian, banyak orang yang menginginkan hidupnya seperti kehidupan Violina, karena orangtua Violina adalah seorang wiraswasta yang sukses bahkan mereka mempunyai banyak cabang perusahaan di luar negeri.

Musafir

Oleh:
Seiring musim berganti, angin berembus mengeringkan sumur-sumur tua di desa. Gersang. Bau debu menyapa indra penciuman. Tetumbuhan meranggas. Tanah tandus retak-retak saking garangnya surya memanggang dia. Seorang musafir menghentikan

Persahabatan yang Sempat Terputus

Oleh:
Pagi yang cerah bersama kabut dan air embun membuat hati merasa gembira.rasa gembira itu ada di dalam hati tiga remaja ini.mereka adalah tika,aliya,dan iva. Mereka bertiga sudah sahabatan sejak

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *