Nyanyian Pengantar Tidurku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Keluarga, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 28 January 2014

Braaakkk..
Terdengar suara keributan lagi, huuuft kapan semua ini berakhir Ya Tuhan aku ingin keluarga seperti dulu.

Nama ku arin selvi putri, biasa dipanggil arin. Dulu waktu kecil keluarga ku damai-damai saja, tapi semenjak papa ku punya selingkuhan. Keluarga ku mulai retak dan mungkin segera hancur. Tiap hari entah itu pagi siang sore malam. Nggak peduli waktu mereka, ya mereka orangtuaku selalu saja bertengkar. Tuhan apa nggak ada jalan buat nenangin mereka agar mereka bisa akur seperti dulu?, itu memang impianku yang ingin sekali mereka bersatu.

Malam ini sunyi sepi, seperti biasa aku duduk melamun di depan aquarium yang selalu menemani ku saat sedang galau hehe. Tiba-tiba suara ketukan pintu membuyarkan lamunan ku..
“Assalammualaikum”
“iya walaikumsalam” jawabku sambil membuka pintu oh ternyata temen sekelas ku si aray. Sahabat paling dekat denganku mengerti aku juga. Dia juga pelarian ku saat aku lagi sedih dan dialah cowok yang aku taksir, tapi entah aray suka denganku atau tidak..?
“Tumben kamu kesini?” Tanyaku.
“Ah biasanya juga kesini, dasar pikun. Aku kan tau kalau kamu itu lagi galau” jawab si aray sambil meledek.
“Ah kamu ii, masuk gih”
“Hehe oke oke, sendirian kamu di rumah”
“Iya kenapa? Papa mama lagi keluar entah kemana”
“Oh” jawabnya yang begitu singkat,
“Bentar ku ambilin makan” sambil beranjak dari duduk tiba-tiba si aray megang tanganku dan bilang
“Nggak usah rin, aku nggak lama. Aku kesini cuma mau ngomongin sesuatu”
Aku hanya bisa diam dan menuruti katanya “apaan” jawabku
“Eh maaf ya rin.. Huuuft aku gugup mau bilang”
“Yaelah biasa aja atuh kang nggak usah lebay gitu pake acara gugup” jawabku sembari meledek aray
“Beneran…!!! Ya udah lah aku pulang aja tiba-tiba perutku sakit”
“Eh ini anak aneh. Sana gih pulang dari pada kamu berak disini”
Akhirnya si aray pun cabut pulang.

Esoknya di sekolahan.
“Ray nanti temenin aku ke dokter yuk.. Hari-hari ini aku sering sakit dan pusing”
“Oke” jawab si aray..

Selesai sekolah, kita pun cabut ke dokter buat check kesehatan, sesudah setengah jam akhirnya kami dikasih map dari dokter itu..
“Sudah lama pusing dek” kata dokter itu sambil menulis resep obat
“Lumayan dok. Memangnya saya sakit apa?” Tanyaku
“Hmmm… Kamu harus sabar ya kamu mengidap penyakit leukimia akut mungkin umur kamu nggak lama dek”
Kata-kata yang diucapkan dokter itu membuat tubuhku mati kaku.. Aku hanya diam melamun. Ya tuhan kenapa semua terjadi padaku..?

Aku pun mengambil tas ku dan langsung pergi, aray yang bingung harus gimana cuma bisa nenangin aku..
“Rin pasti dokter itu salah, aku gak percaya kok” kata si aray..
Aku hanya bisa diam saja.
Sesampai di taman kami hanya duduk mematung sampai setengah jam..
“Mau sampai kapan kamu disini?” Kata aray
“Mau nggak kamu berjanji ke aku?” Tanyaku
“Apa? Aku mau ngelakuin apapun untukmu”
“Oke, aku mau kamu gak bilang ke siapapun tentang penyakit ini. Kamu mau?”
“Tapi orangtua mu harus tau”
“Peduli dengan mereka ray, mereka mentingin dirinya sendiri. Please ray mau?”
“Oke arin aku mau”

Selama 5 bulan rasa sakit itu terus menyerang tubuhku, tubuhku yang semula agak gendutan sekarang jadi kurus kering.. Hidupku tinggal 1 bulan kata dokter itu setiap hari ditemani dengan kesakitan dan obat-obat yang membuatku semakin ingin muntah.
Tiba-tiba terdengar suara mama ku yang membuyarkan semua lamunanku
“Kok ngelamun sayang? Ada apa? Ada masalah?” Tanya mamahku
“Nggak kok mah.. Mah arin boleh tanya nggak?”
“Iya apa sayang?”
“Mama sama papa apa nggak ada niat buat bersatu lagi? Arin ingin lihat mama papa bersatu seperti dulu”
“Ngomong apa kamu? Nggak akan bisa diperbaiki, sebentar lagi kita juga mau cerai”
Mendengar itu rasanya hati sakit, aku ingin sekali di hari akhirku, aku melihat keluarga ku bersatu kembali seperti dulu. Tapi ya sudahlah aku hanya pasrah.

Pagi ini rasanya tubuhku sangat lemah sekali, aku tidak kuat untuk berangkat sekolah dengan keadaan yang begini. Ya tuhan apakah hari ini aku akan kau jemput? Sudah siapkah aku berada untuk di samping Mu ya Tuhan..
Aku pun mengambil handphone yang berada di sampingku.. Dan menekan tombol untuk menelfon aray..
“Ray, aku nggak masuk ya? Buatin surat.”
“Loh kenapa rin? Penyakitmu kambuh?”
“Iya sakit aku..”
“Aku kesitu rin”
Tut tut tut.. Terdengar panggilanku dimatikan oleh aray..

Beberapa menit kemudian.. Ada yang membuka pintu kamarku. Kreeek..
“Rin kamu nggak papa kan? Apa yang sakit” tanya aray
“Iich, jangan keras keras nanti kedengar”
“Nggak kok orangtua mu udah nggak ada kata pembantu mu tadi”
“Ya udah lah, aku ingin ke taman yang pernah kita kunjungi waktu kita kenal dulu ray”
“Tapi jauh tamannya”
“Please ray, buat hari terakhirku”
Aray pun hanya diam, dan lansung mebopongku menuju sepedanya..
“Pegangan yang erat ya” kata aray. Aku hanya tersenyum..

Setengah jam kita pun sampai, kita duduk persis disaat kita kenal dulu.
“Nyaman ray” kataku sambil tersenyum..
“Iya rin, aku temani sampai kamu capek”
“Iya makasih”
Aray hanya tersenyum, sesaat kemudian dia memegang tangan ku sambil matanya yang mulai berkaca-kaca
“Aku sayang kamu rin, aku ingin jadi yang terakhir di hidupmu.. Aku ingin mendapingi mu, maukah kamu jadi yang terakhir untukku rin?” Kata aray dan aku megusap air matanya
“Aku mau” jawabku.. Aray pun mengarahkan kepalaku di pundaknya,
“Biar kamu nggak pusing tidur di pundak ku ya?”
Aku hanya mengangguk
“Rin aku seneng lo dari dulu aku mau ngungkapin tapi aku takut kamu tolak” aku yang diam mendengar cerita aray perlahan-lahan mataku tertutup dan tak mendengar apa-apa lagi..

Sesaat aku membuka, aku sudah berada di Rumah sakit yang di hadapan ku ada orangtua ku dan aray yang menangis di sampingku.
“Sayang kenapa kamu nggak bilang sama mama kalau kamu punya penyakit” kata mamaku
“Nggak papa ma, ma pa aku ingin kalian bersatu lagi jangan cerai ya”
mamah papah ku hanya menangis dan mengiyakan kata kataku..
“Tapi kamu janji jangan tinggalin mama papa sayang” kata papaku..
“Aku janji, aray makasih ya udah nemenin aku selama aku sakit.. Aku sayang kamu.. Aku akan selalu jadi terakhir untuk mu sampai aku mati”
“Jangan bilang gitu rin” kata aray”
“Aku ingin tidur.. Ma aku kangen ingin dinyanyiin lagu seperti dulu waktu kecil ku sebelum tidur”
“Iya sayang mama nyanyiin kok”

Mama papaku mulai memelukku dan bernyanyi lagu waktu kecilku.. Ya tuhan sungguh indah dan nyaman hari ini.. Hari yang membuatku tenang untuk pergi.. Perlahan mataku tertutup dan tak mendengar semua..

Aku pergi mah pah..

Aku sayang kalian…

END

Cerpen Karangan: Dita Mardana
Facebook: Dayta Dita
Hai.. Aku suka banget buat cerpen 🙂 follow ya my twitter @ditaMardana semoga kalian suka dengan cerpen ku 🙂

Cerpen Nyanyian Pengantar Tidurku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Di Balik Sikap Aneh Si Ale

Oleh:
“Loe tahu nggak kenapa akhir-akhir ini jadi aneh?” tanyaku pada sahabatku Beno yang sedang duduk di samping gue. “Masak sih, kayaknya Ale biasa-biasa aja deh Ci” jawab Beno sambil

Menggenggam Cinta

Oleh:
Kata sederhana, tetapi mampu menghadirkan berjuta luka. Cinta. Tik tok tik tok tik tok Alya masih setia dengan posisinya, tidur terlentang sambil menatap detik jarum jam yang selalu berputar.

Kehadiran Yang Mengubah Segalanya

Oleh:
“Emil bangun…” teriak Mama Emil sambil menarik selimut yang menutupi Emil. “Udah jam segini kamu belum bangun! mau berangkat sekolah jam berapa kamu Mil, udah jam 06:00 lewat belum

Hidupku di Ujung Takdir

Oleh:
Di pagi nan cerah ada seorang anak perempuan bernama Dinda. Ia adalah gadis dari keluarga yang sangat sederhana. Kala itu Dinda berjalan kaki menuju sekolahnya yang tidak jauh dari

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

2 responses to “Nyanyian Pengantar Tidurku”

  1. Eva elpina says:

    Critanya sangat menyentuh hati..

  2. fahmi says:

    cerpen y bagus kalimat y simpel y alur y udh ok ini jg bisa di jadikan motivasi buat sahabat y lain

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *