Nyesek Kampret

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Gokil, Cerpen Patah Hati
Lolos moderasi pada: 11 April 2020

Entah kenapa gue selalu gak bersahabat sama yang namanya “cinta” yang namanya cinta jangan ge-er. Entah kenapa gue selalu sial ketika merasakan cinta, mulai dari cinta gue bertepuk sebelah tangan, cinta gue tak tersampaikan karena si dianya pindah ke luar kota, hingga yang paling mempecundangi gue adalah cinta gue ditikung teman. Kampret!

Cinta bertepuk sebelah tangan, itu istilah dimana ketika kita merasakan hasrat suci sebuah rasa kepada seseorang tapi dia tak bergeming tak membalas. Kampret!.

Hal tersebut pernah gue alamin ketika gue masih di bangku SD (Sekolah Dasar) gak guna juga gue jabarin. Kalo waktu itu sih kata mamah bilang itu adalah cinta monyet, tapi gue gak setuju tentang itu karena gue gak mau disamakan dengan monyet!.

Waktu itu gue naksir seorang cewek teman sekelas gue, namanya *tootttt* (nama disensor karena dia masih hidup, dan gue gak mau malu kalo sampe dia baca cerita goblok gue ini). Entah dari mana rasa ini mulai muncul menyeruak ke permukaan hingga membuat gue gak karuan sampe boker semalaman. Hingga muncul teori pasti bahwa katanya cinta tumbuh karena kebiasaan selalu bersama *bukan teori darwin!*.

Gue emang selalu bercanda dengannya ketika di kelas, hingga mungkin hati gue ini mulai tersentuh oleh sebuah sentuhan yang dinamakan cinta *gak pake monyet!*. Hingga pada suatu ketika gue sudah punya niat untuk menyatakan hasrat suci ini kepada dia yang selalu ada dalam lamunan.

Entah kenapa walaupun gue sama dia sudah sering ngobrol dan bercanda bareng, akan tetapi gue gak berani menyatakan cinta secara langsung dan lebih memilih jalan lain yaitu lewat sms.

Sepulang sekolah gue pun langsung sms dia.
“hei… ”
“iya”
“4d4 yg mo q omongin niech” pada waktu itu tulisan alay memang sedang merajalela
“knp4 gx di omngin tadi ajach di skolah”
“tdi q lupa” padahal kagak berani, bukan lupa
“emnk mo ngmongin 4p4 sich?”
“ginich, sbnrnya q cinta ma kmu” tanpa basa basi dan komat kamit gue pun langsung menyatakan cinta gue kepadanya, dan tiba tiba keringat dingin mulai membasahi baju yang gue pake, menunggu balasan dia.
“maaf Ga q gx bisa, so4lnyah q sdah pnya pcar”

Melihat balasan sms dia, seketika hati gue ngerasa sakit, perih nyesek hingga air mata mulai bercucuran “haha ya gak lahh masa lelaki jantan kayak gue nangis” lalu ngucek mata.

Walaupun gue nyesek pada saat itu, tapi gue masih bisa dan masih berdaya untuk membalas tolakan kampret tadi, agar dia ngerasa bahwa gue ini tegar menghadapi tolakan dia.
“ohhh, ya udh kalo gitu mach, emnx pcar kmu cpa?” tanya gue penasaran, penasaran ingin nonjok cowok itu! Kampret!
“tmen kmu si *totttt*” nama di sensor lagi karena dia juga masih hidup.
Rasa sesek gue pun semakin bertambah dan memuncak ke titik klimaks membaca bahwa pacar dia adalah temen deket gue sendiri. ‘sialan gue udah keduluan, monyet! gak nyangka ternyata gue ditikung, padahal gue kagak ngajak dia balap!’ bentak dalam hati gue gak karuan.
“ohh si *toott*, y udh dech cmoga kmu bhgia yach :)” emot senyum padahal :'(
“iyach mksh :)”.

Setelah menerima tolakan tersebut, malamnya gue gak bisa tidur, gak nafsu makan, hingga yang terberat adalah gak bisa bikin pr, bukannya gak bisa, emang dasarnya males aja.

Dan ternyata benar kata kutipan novel raditya dika, bahwa jatuh cinta memang berjuta rasanya, namun ketika patah hati, hanya satu rasanya: “nyesek”.

Pesan moral: “jangan sepelekan “cinta monyet”, karena dari sini kita akan bisa membedakan mana cinta dan mana monyet.”

Cerpen Karangan: Yoga Gumilar
Blog / Facebook: Yoga Gumilar

Cerpen Nyesek Kampret merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sebuah Ikatan

Oleh:
Moodku hilang. Berubah seketika ketika kau ucapkan hubungan kita tak akan berujung. Selama ini? Aku membuang waktuku denganmu. Menanti pagi, bermain dengan siang hingga senja, lantas berpisah ketika malam.

Cintaku Ada di Dekatku

Oleh:
Karanina Suwardi atau yang akrab dipanggil bu nina adalah calon guru yang magang di sekolahku. Jujur saat pertama kali bertemu aku sudah menyukainya. Ya faktor utamanya karena dia cantik.

Elegi Dispenser

Oleh:
Sebuah dispenser berdiri di samping alat penghancur kertas dan tempat sampah tak jauh dari sebuah tiang besar yang ada di ruangan luas yang biasa manusia sebut itu dengan kantor.

Lagu Cinta Untuk Raina

Oleh:
Gadis cantik yang duduk di ujung bangku sana adalah kekasihku, namanya Raina. Rambutnya panjang terurai, senyumnya manis bagaikan senyum Wulan Guritno artis wanita favoritku. Aku mengenalnya beberapa bulan lalu.

Status Adik Kakak (Part 3)

Oleh:
Tak terasa, besok adalah hari ulang tahunku yang ke 17 tahun. Dan liburan sekolah juga hampir selesai. Hem, hari ini aku akan ikut Kak Shadam membeli kue untuk ulang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

2 responses to “Nyesek Kampret”

  1. Sape aje deh says:

    Masih piyik dah cinta2an ye.

Leave a Reply to RelaWati.id Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *