Oh My God

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Cinta Romantis
Lolos moderasi pada: 27 May 2013

Dunia itu emang sempit, katanya sih. Pagi ini aku dan Flo, sohibku akan mengunjungi museum, awalnya sih aku nggak mau karena bagiku museum itu membosankan hanya ada benda-benda kuno.
“Na, lo tau nggak museum itu tempat bersejarah tau, lo bisa belajar di sana, mengerti arti sejarah..” dan bla bla bla. ya daripada aku di ceramahin flo yang sehari bisa nggak kelar akhirnya aku ikut saja.

Huuuffft Terik matahari seakan membakar kulit kita berdua, letak museum dari rumah kita berdua cukup jauh, untuk menempuh perjalanan kami menghabiskan waktu 1 jam itupun kalau naik sepeda sendiri, kalau naik angkot ya sekitar 1 setengah jaman lah, harus sabar pokoknya.

“yeeaah, museum I’m coming” seru Flo, saat berada di depan museum. Diapun bergegas menarik tanganku dan mengajakku masuk. Akupun hanya pasrah biarkan sesuka flo, karena aku udah janji seharian ini ngikutin apa yang dia mau.
Tak ada yang berubah, museum ya museum apanya yang menarik bagusan juga pergi kelapangan basket. pikirku
“liat Na, pasti patung ini sangat kuno banget. Bisa bayangin berapa umurnya nggak?” kata flo sambil menatapku. Hoy hoy kenapa harus Tanya aku.
“mana aku tau, seumuran lo kali” kataku, yang mulai bete dengan suasana di musium, rame banyak pengunjung dah gitu semua pada bawa notenya masing-masing seperti professor aja.
“patung itu udah berumur 820 tahun” ucap seseorang yang berada di belakang kami. Kamipun langsung melihat dia.
“wah, ganteng banget” ucap flo setelah melihat cowok dihadapan kami. Cowok itu malah tersenyum, aku malah malu melihat sikap flo, rasanya ingin gue pulang aja.
“o ya, gadis kecil jangan main-main sendirian di museum, bahaya. Oke” ucapnya, sambil pergi meninggalkan kami.
“Bentar-bentar, apa dia bilang gadis kecil, sepertinya gue pernah ketemu sama cowok ini, tapi kapan?.” ucapku, Akupun mulai mengingat-ingat. Sedangkan flo memandangi kepergian cowok itu.
Yap gak salah lagi cowok itu kan yang marahin gue waktu kunjungan ke museum smp kelas 2, dan itu juga yang membuat gue males pergi ke museum lagi. Ya kalau dulu gue emang gadis kecil tapikan gue sekarang udah 17 tahun. Masak gue masih dikatain gadis kecil.

Dulu, waktu smp guru sejarah kami mengajak kami ke museum, karena untuk memahami sejarah-sejarah masa dulu, tapi saat guru menjelaskan aku malah kabur, aku melihat lihat museum itu sendiri padahal kami udah di bagi kelompok, saat aku berjalan aku melihat sebuah fosil dinasaurus, akupun seketika kaget dan teriak, kemudian seorang cowok mendekatiku dia memakai seragam putih abu-abu,
“hey gadis kecil, jangan teriak-teriak di dalam museum” ucapnya dengan nada kasar, akupun hanya diam. Bukan karena terpana melihat cowok ini tetapi karena jantungku mau copot gara-gara lihat fosil itu, dari yang aku dengar dinasaurus itu hewan yang ganas, ya wajarlah aku takut sekali aku kan masih smp.
“maaf kak” ucapku kemudian. Ya aku sedikit menghormati, dia kan pakai seragam putih abu-abu la gue masih putih biru. Dia kemudian menarikku dan membawaku ke rombongan kelas sejarahku. Saat itu juga aku males pergi ke museum, pertama takut liat fosil dinasaurus sendirian, kedua takut dimarahi lagi.

“hey, dia benar-benar ganteng ya Na,” ucap flo yang membangunkan lamunanku.
“iya terserah apa kata lo” kataku, tapi kenapa dia ada disini. Dan sepertinya dia tau tentang semua yang ada di museum ini.
“eh, mungkin dia pegawai di museum ini” kataku
“iihh, masak siih,” kata flo yang merasa berharap kalau dia bukan pegawai disini.
“mungkin flo, masih mungkin?” kataku sambil menatap flo. flo malah tersenyum.

Setelah lelah berkeliling museum, akhirnya flo ngajak pulang. Ah gitu donk dari tadi kek. Tapi sebelum sampai depan pintu keluar dia malah menghampiri cowok tadi. katanya mau mastiin dia kerja disini apa Cuma pengunjung. iihh floo, please deh.
“hey” sapanya, cowok itu sedang menulis sesuatu di meja, lalu dia menghentikan kegiatannya.
“hey juga, apa perlu bantuan?” ucapnya,
“oh tidak kok” ucap flo, oh my god flo, gila gila, lo mau ngapain, batinku. Karena malu, Aku yang berdiri di samping flo hanya diam aja.
“terus?” tanyanya, flo mulai bingung mau bicara apa.
“ooh iya, temenku ini mau tau soal tentang museum ini” ucapnya tiba-tiba sambil menatapku, akupun langsung melotot kepadanya. Kok gue yang jadi kambing hitam.
“begitu, tapi kayaknya gak bisa hari ini njelasinnya. Karena uda sore,” katanya.
“yahh, oya namaku flo dan ini Deana, kami siswa Sma Pertiwi” ucapnya memperkenalkan diri, tapi kenapa juga lo sebutin nama gue, cowok itu hanya tersenyum.
“namaku Devandra, jadi kalian siswa sma pertiwi?” katanya
“iya, emang kenapa?” Tanya flo, sedangkan aku seperti patung yang hanya diam aja.
“aku juga lulusan dari sma itu” ucapnya “hey gadis kecil jadi sekarang udah SMA?” ucapnya kemudian kepadaku, flo yang mengerti pertanyaan itu untukku dia diam.
“gue bukan gadis kecil tau” ucapku yang sedikit sebel
“oya, tapi bagiku kau tetap gadis kecil” ucapnya sambil tersenyum menatapku. Flo yang melihat sikapku malah senyum-senyum.

Akhirnya aku sampai rumah tepat pukul 4 sore, untungnya mama sama papa belom pulang kerja, biarpun hari minggu tapi mereka tetap bekerja jadi mereka tidak tau yang aku lakukan tiap hari, yang meraka tau pokoknya anaknya nggak kelaparan. hehehe
“Deana?” teriak mama, duh ni emak ganggu orang mau tidur aja
“ada apa ma, masuk aja” ucapku, mamapun masuk ke kamarku dan duduk di sebalahku.
“ada apa?” tanyaku
“besok malam, mama sama papa ngadain makan malam sama om Santoso, kamu ingat kan sama om Santoso?” ucap mama.
“iya” jawabku dengan mulutku yang menguap karena ngantuk.
“jadi kamu harus bersikap yang sopan, mereka juga bawa anaknya,. kalian dulu pernah main bareng waktu di puncak, kalau nggak salah kamu masih kelas 1 Sd” ucapan mama berhenti karena melihatku sudah tertidur.
“mimpi indah sayang” ucapnya sambil mengecup keningku.

Oh my God, aku telat berangkat sekolah, papa?! Antarin aku ke sekolah. Ya walaupun udah telat tapi kalau di antar papa lebih cepat sampai sekolah daripada naik angkot. Inilah kalau telat dihukum lari lapangan 5 kali, busyyyeeettt…

“gue minta” ucapku sambil mengambil jus yang di pegang flo, dan menghabiskannya seketika.
“salah lo sih na, telat!”katanya
Terserah lo mau ngomong apa, yang penting gue nggak mati gara-gara kehabisan nafas habis lari. Ini memang bukan yang pertama aku telat, mungkin udah yang ke 5 kalinya. Guru Bp saja sampek hafal sama gue.
“Na, entar malem temenin gue beli boneka ya?” ajak flo
“gue nggak bisa” jawabku
“yah, kok gitu sih lo”
“ntar malem di rumah gue ada acara makan malam sama om Santoso jadi gue gak bisa keluar” ucapku
“oh ya udah” ucap flo pasrah “o iya om Santoso itu bukannya ayahnya cowok yang sering lo critain itu kan” lanjutnya
“iya, gue juga penasaran sekarang dia kayak apa”
“ciiee… ciiiee, ada yang ketemu cinta pertama nieh” goda flo
“apa an sih lo, gue aja udah lupa wajahnya, dulu kan gue masih kelas 1 Sd kalau nggak salah waktu itu Andra kelas 5 Sd” ucapku
“ya udah, jangan lupa cerita sama gue kalau dah ketemu… hehehehe”

Bell pulang pun berbunyi, aku dan flo siap-siap pulang. Aku melihat Lcd hpku, ada satu pesan, dari mama
“jangan kemana-mana cepat pulang”
Heeiiizzzttt… iya iya ma, batinku, akupun bergegas pulang.

Hasssyyyuuuu…
“ma, udah di bilang aku nggak mau pake bedak” ucapku sambil memegangi hidungku yang besrin-bersin gara-gara bedak.
“udah, pokoknya kamu harus terlihat cantik malam ini” ucapnya.
Ting tong, bel rumah berbunyi
“itu mereka, kamu cepat turun ya” ucapnya sambil pergi meninggalkan kamarku.
Akupun memandangi diriku di cermin, pakai dress biru, bando biru, bedakan, anting-anting, kalung dan sandal yang diserasikan dengan dressnya.
“cantik juga” ucapku memuji diriku sendiri, lalu aku bergegas turun daripada dimarahi mama.
Semua sudah berkumpul di ruang makan yang pastinya dong kan acara makan malam.
“selamat malam semua” ucapku sesampai di ruang makan, menyapa yang ada disitu. Ada tante Rina, om Santoso, anak perempuannya dan…
“ya ampun cantiknya” Puji tante Rina, akupun hanya tersenyum dan kemudian mengambil tempat duduk. Tepat dihadapanku cowok yang aku kenal waktu kecil Andra tenyata dia adalah cowok yang di museum, yang tak lain adalah Devandra atau yang ku kenal Andra. OH MY GOD, kok bisa siiihhh… sama sekali nggak terlintas dibenakku.
“hey, gadis kecil” ucapnya kepadaku, aku tau kenapa sampai sekarang dia panggil aku gadis kecil, bukan karena aku pake seragam putih biru, tetapi dia mengenalku waktu aku masih kelas 1 sd, pantas aja dia panggil aku gadis kecil.
“hey juga” ucapku sambil memberikan senyuman palsu.

Acara makan malam pun selesai, rencananya aku mau langsung masuk kamar, tapi mama menyuruhku mengajak Andra mengobrol di dekat kolam renang.
“apa-apaan sih ma?” ucapku
“udah kalian kan lama gak ketemu” ucap mama.
Akhirnya aku dan andra duduk di dekat kolam, aku hanya diam. Tak tau apa yang mau dibicarakan. Rasanya emang dunia ini sempit seperti yang orang-orang bilang.
“ternyata gadis kecilku sekarang udah besar” ucapnya memulai pembicaraan sambil menatapku. Akupun jadi gugup sendiri. Andra berubah dia tambah… eemmm harus aku akui tambah ganteng. Hehehe
“ya iya dong” ucapku cuek, eh lo mau ngapain kok mandanginya makin dekat. Oh my god, mau ngapain ni cowok.
“tapi bagiku kau tetap gadis kecilku” bisiknya di telingaku kemudian mengacak acak poniku. Huuufff kirain mau ngapain.
“terserah kata lo” ucapku dengan wajah cemberut, sambil merapikan poniku.
“tu kan masih kaya anak kecil” godanya
“apaan sih “ ucapku sambil memukul bahu Andra, dia malah tersenyum, akupun ikut tersenyum. Dia memegang tanganku dan menatapku penuh arti.
“Gadis kecilku” ucapnya
“apa?” tanyaku sambil menatap mata Andra.
“tau nggak aku menantikan saat-saat seperti ini” ucapnya
“o ya, jangan bilang lo suka sama gadis kecil ini” ucapku memancing, andra yang tak menyangka aku mengucapkan kata seperti itu, hanya tersenyum.
“bukan hanya suka, tapi aku juga Cinta sama gadis kecil ini” ucapnya, aku merasa bahagia sekali mendengar kata-kata itu. Akhirnya cinta pertamaku kembali, walau waktu itu aku masih kelas 1 Sd. aku memeluk andra,andrapun membalasnya.
“aku juga cinta sama lo” ucapku dalam pelukan andra. Eeeiiiizzztt tunggu berarti, o iya aku baru ingat donator terbesar pembuatan museum itukan om Santoso, wajar kalau Devandra ada disitu, and tau sejarah. Tapi kenapa saat itu dia tak memberitahuku kalau dia andra. Tapi ya sudah lah yang penting aku senang sekarang… Besok certain ke flo apa nggak ya?

Cinta sejati tak akan pernah jauh dari kita, sesungguhnya cinta sejati selalu ada di dekat kita, biarpun lamanya kita mencari cinta sejati tetapi cinta sejati pasti akan kita dapatkan.
Percayalah cinta sejatimu pasti ada?!
Seleeesaaaiiii… ( Ganbatte!!! )

Cerpen Karangan: Anitrie Madyasari
Facebook: Anitrie Ganbatte Pholephel

Cerpen Oh My God merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Ramuan Keabadian (Part 2)

Oleh:
“Oh! Andre! Ternyata kamu. Dari dulu kamu tidak pernah berubah senang bikin onar!” kataku sambil tertawa mengingat hal kemarin. “Yang pertama aku gak sengaja. Yang kedua dan ketiga mungkin.

Love Letters

Oleh:
Rintik hujan menjatuhi atap rumah. Percikan demi percikan terasa membasahi jiwa. Aku terkenang akan sesuatu. Kuraih buku diary yang menemani masa mudaku dulu. Senyumku mengembang. Aku rindu pelukannya, canda

Surat Misterius di Hari Ulang Tahun

Oleh:
Siang itu Iffah menemukan sesuatu di depan pintu rumahnya. Sebuah surat berwarna ungu tanpa nama pengirim serta sebuah bungkusan kado. Kening Iffah terlihat mengkerut. Siapakah yang mengirim semua itu

Jodoh Pasti Bertemu

Oleh:
Perkenalkan namaku Dinda Septiani. Panggil saja aku Dinda. Usia ku 25 tahun. Hem… tua juga sudah ya. Ya bisa dibilang usia 25 tahun itu sudah dibilang matang. ya lumayan

My Last Star

Oleh:
“ahh… capek” kuhempaskan tubuhku di atas kasur kesayanganku. Hari ini Sungguh hari yang sangat melelahkan buatku, bukan hanya secara fisik. Tapi juga secara emosionlku benar-benar terkuras di pesta tadi.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *