Opposites Attract

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 21 July 2020

Alexander adalah presenter di Entertainment Talk Show. Ia adalah presenter yang dikenal karena sikapnya yang ramah dan humoris. Acara yang ia bawakan selalu menghibur dan penuh tawa. Orang-orang menontonnya untuk mendapatkan hiburan setelah penatnya pekerjaan. Artis, penyanyi, model, bintang internet, bahkan orang biasa pernah ia wawancarai dan mereka senang karena Alexander tahu cara membuat seseorang bersinar.

Alexia adalah presenter acara perdebatan hukum dan politik. Ia biasa tampil dengan busana resmi, dan terkenal karena intelektualnya dan keberaniannya dalam bertanya hingga ke inti. Orang-orang menghormatinya, mereka menonton acaranya untuk mendapatkan penjelasan tentang masalah yang terjadi yang melibatkan para pejabat mereka.

Alexander suka meminum secangkir teh panas dengan irisan lemon, duduk bersandar di ruang tengahnya diiringi alunan music klasik dan ballad. Kemudian ia akan mengambil sebuah buku, atau membaca Koran atau internet, mengisi ilmu pengetahuannya akan masalah yang terjadi di sekitarnya.

Alexia menyalakan musik di rumahnya dengan volume yang cukup keras. Ia menyanyi mengikuti lagu yang sedang diputar sambil sesekali menari mengikuti irama. Busananya diganti dengan kaos dan celana rumahan. Tergantung mood, ia akan chatting dengan teman-temannya atau menonton film komedi sambil menikmati popcorn dan es krim.

Alexander selalu menonton acara Alexia. Ia terkesan dengan Alexia yang selalu menanyakan hal yang tepat, seringkali membuat bintang tamunya menjadi gugup. Menurut Alex itu menandakan bahwa Alexia berhasil mengenai hal yang sebenarnya ingin mereka sembunyikan. Hukum dan politik selalu penuh intrik dan drama, pikir Alexander, Negara ini perlu lebih banyak orang-orang cerdas seperti Alexia.

Alexia selalu menonton acara Alexander. Ia suka dengan sikap Alexander yang lucu tanpa ia harus memojokkan orang lain. seringkali acara Alexander didatangi oleh bintang baru yang masih muda dan mudah gugup. Alexander akan mengarahkan mereka, seraya mengutarakan beberapa lelucon yang membuat penonton terpingkal-pingkal dan membuat bintang tamu tersebut menjadi lebih santai. Tawa yang lepas adalah wujud kebahagiaan, pikir Alexia, orang-orang seperti Alexander akan selalu dibutuhkan.

Mereka bertemu pada suatu pesta pemberian awards. Ternyata mereka mempunyai kenalan yang sama, dan orang itu tidak membuang kesempatan untuk memperkenalkan mereka.
“Alex, kenalkan ini Alexia. Dia teman kerjaku dan dia selalu menonton acaramu. Alex, kenalkan ini Alexander. Dia teman lamaku dan juga penggemar beratmu. Kalian berdua mengobrol saja dulu, aku mau ambil minuman.”
Itu adalah pertemuan yang memalukan bagi mereka berdua, namun mereka tidak bisa pungkiri bahwa mereka merasa berterimakasih.

Hanya butuh waktu sebulan bagi mereka untuk menyadari bahwa orang di depan mereka sama sekali tidak seperti yang mereka bayangkan, namun mereka mendapati bahwa mereka sama sekali tidak keberatan.

“Teman-temanku selalu bilang bahwa aku sangat pendiam,” kata Alexander, “mungkin mereka tidak bermaksud apa-apa, tapi waktu itu aku takut mereka tidak akan mau berteman denganku lagi. Jadi aku berusaha lebih riang, mencari bahan candaan di internet dan membuat mereka tertawa. Akhirnya sampai sekarang aku merasa kurang jika orang-orang tidak tersenyum.”
“Orangtuaku sangat ketat,” kata Alexia, “ayahku selalu menyuruhku belajar. Ia juga menyuruhku belajar tentang hukum dan politik agar aku tidak ditipu orang. Aku tidak senang awalnya, tapi sekarang aku merasa ada yang kurang jika aku tidak mengetahui up-date tentang masalah hukum dan politik yang terjadi.”
“Aku tidak keberatan kau suka bersenang-ria,” kata Alexander, “jadi hidupku akan tetap riang meski aku sedang tidak bercanda.”
“Aku tidak keberatan kau orang yang serius,” kata Alexia, “mungkin kau bisa menjadi teman diskusiku sesekali.”

Dalam waktu kurang dari setahun mereka memutuskan untuk menikah. Dua orang yang biasa mewawancarai orang kini duduk di sebuah acara dan diwawancarai.
“kalian berdua seperti berasal dari dunia yang berbeda, bisakah kalian beritahu apa yang membuat kalian menjadi yakin dan memutuskan untuk bersama?”
Alexander dan Alexia saling pandang dan tersenyum.
“Kami saling melengkapi,” kata Alexia.
“Seperti kata pepatah; dua kutub yang berbeda saling tarik-menarik.” Kata Alexander.

Cerpen Karangan: Nina Ruliana
Blog: otakuneesan.blogspot.com
Seseorang yang menikmati cerita dan ingin berbagi kebahagiaan kecil itu pada orang lain.

Cerpen Opposites Attract merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Thanks For My Dear

Oleh:
Malam itu bulan yang bersinar begitu terangnya tak bisa menutupi rasa hancurnya hatiku ditinggalnya. Namun sepanjang langkahku di saat aku bekerja selalu berharap ada orang lain pengganti dia yang

Crumbs of Heart

Oleh:
Ina, Ira, Putri, Aya, dan Nadia. Merekalah sahabatku. Kami duduk di kelas XII.A Putri di SMAN Suka Makmur Jakarta Selatan. Kami tidak pernah berpisah semenjak duduk di bangku SMP.

Pelangi yang Tenggelam

Oleh:
Malam mulai menjajaki bumi, kini saatnya kehidupan malam dimulai. Di salah satu sudut kota, banyak wanita yang berlalu lalang di tepi jalan hanya demi sesuap nasi. Tak jauh dari

Nana dan Nina

Oleh:
Di salah satu sekolah swasta Yogyakarta, ada 2 anak yang menjalin persahabatan sejak mereka bertemu saat kelas X di SMA-nya. Nina dan Nana. Mereka bersekolah di sekolah islami. Tidak

Love in Facebook

Oleh:
Pada suatu malam, awal dimana kita saling mengenal. Aku menuliskan sebuah status, status yang isinya perasaan kesal terhadap abang abangku. Tapi dia tiba tiba komen di statusku dan menghiburku.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *