Pahlawan Penyakit

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 11 July 2017

“Firli! Kamu gak apa-apa kan?! Firli!” Bunda berusaha membangunkanku yang sedang terbaring lemah di Trotoar, Aku Hanya bisa mendengar teriakan Bunda “Kamu ya! Kalo jalan pake mata dong! Udah tau anak saya punya penyakit dalam! Saya bisa laporkan kamu ke polisi!” aku berusaha bangun tapi tumbang terus “Maafkan saya, Bu. Saya akan membayar perawatannya, saya juga tidak tahu kalau anak Ibu punya penyakit dalam” Seketika, semua menjadi… Gelap.

“Firli, Hiks… Hiks… Bangun nak! Bangun!” Bunda terus meronta membangunkanku, karena aku tahu aku anak satu-satunya milik Bunda dan Ayah. Aku bisa membuka mata, kulihat ada Bunda, Tante Sri dan Laki-laki yang menabrakku tadi. Aku mengenali wajahnya, Ia seniorku, Kak Rain. Ia Laki-laki yang dari dulu kusukai, tapi ia sama sekali tak mengenaliku. “Firli, kamu sudah sadar nak?” Bunda menggenggam tanganku erat, aku mengangguk pelan dan melirik ke arah Kak Rain “Kak Rain…” Sontak Kak Rain menghampiriku “Iya, Aku Rain. Kamu anak kelas 11-C kan?” Tanya Kak Rain memastikan “Iya kak, Aku Libby anak bintang kelas” Jawabku ke-GRan, Kak Rain tertawa geli mendengar pernyataanku “Firli, Bunda, Ayah sama Tante Sri ke kantin dulu ya” pamit Bunda “Tolong jaga Firli, Ya Nak” Bunda, Ayah dan Tante Sri keluar dari kamar Rumah sakit yang sedang kutempati.

“Oh, Nama panjang kamu Firli Byntang Anggreina” Sempat Kak Rain mengelus rambutku, Spontan aku tersenyum Seperti Anak Kecil. Rain Gilliam, Ia Seniorku yang duduk dikelas 12-B. Banyak yang tergila-gila dengan Kak Rain karena ketampanan dan kepopulerannya. Aku menyukai Kak Rain dari aku kelas 8, kami pernah bertabrakan. Biar kujelaskan lebih awal kenapa aku bisa pingsan, menurut kalian aneh pasti tapi ini kenyataan.

Hari ini, Aku dan Bunda pergi ke Supermarket. Saat pulang, aku bertabrakan keras dengan Kak Rain. karena aku mempunyai penyakit dalam yang tidak bisa dikonfirmasi, dan penyakit ini penyakit sangat langka. Aku mempunyai kepekaan dan kelemahan fisik yang mendalam, kena angin aja udah pingsan. karena tabrakan tersebut, aku pingsan dan baru siuman.

“Libby, aku pamit dulu. Semoga esok kita bertemu lagi” Kak Rain keluar dari Ruanganku, Aku melambaikan tangan dan kembali memejamkan mata.

Keesokan harinya
“Libby! Aku denger kamu kemarin penyakitnya kambuh karena ditabrak Rain” Kata Mutia, ia sahabatku yang sangat setia denganku “Iya, Mut. Buat aku, Kak Rain baik lho. Ia asyik diajak ngobrol, aku jadi tambah suka dengan Dia” Mutia tersenyum geli dan merangkulku, Untung Mutia hanya menganggumi Rain. Kalau suka bisa gawat “Libby, kok muka kamu pucet?” Mutia mengelus pipiku, aku juga merasakan mual luar biasa. Aku kembali pingsan.

“Libby, kamu gak papa kan?” Mutia duduk di sampingku, aku melihat sekeliling. Aku berada di Uks, ada Mutia dan Kak Rain. Lho, kok Kak Rain tau? “Tadi yang bawa kamu kesini Rain, Lib. Kebetulan tadi Kak Rain mau dateng ke kelas mau lihat kamu” Kak Rain menggenggam tanganku sambil tersenyum memberikan kode agar bertahan. Saat Waktu Istirahat, Kak Rain menemaniku sambil menjagaku agar tidak kenapa-napa. Aku jadi malu dilihatin perempuan-perempuan yang mengira aku pacarnya

“Kak Rain, ngapain di sini sama Kak Libby?” Itu Rose, adik Kak Rain yang masih SMP 2 “Ah, Rose! Kamu Jahil sekali, ini tadi Kak Libby pingsan. Jadi kakak temenin deh” Jawab Kak Rain, Aku tersenyum kepada Rose, ia membalas senyumku dengan hangat “Oh, kukira kalian pacaran” Tebak Rose, Pipiku memerah mendengar perkataan Rose “Hussh! siapa yang Bilang pacaran? Gosip kali” Kilah Kak Rain, Rose kembali kekelasnya “Oh iya, Libby. Kamu panggil Aku Rain saja, Aku Bosan dipanggil Kakak. Kan juga biar lebih akrab dan dekat” Aku menggangguk dan menghabiskan bakso yang dibelikan oleh Rain, dia baik sekali.

“Aduh, Ayah mana sih?” gumamku sambil menatap Jam tangan yang melingkar di pergelangan tanganku, Brmm… Brmm… Rain sedang menyalakan mesin mobil di hadapanku yang sedang berdiri “Mau Bareng Lib?” tawar Rain, aku berpikir… iya. ia mengantarkanku ke rumah, di rumah pun Bunda berterima kasih kepada Rain.

5 tahun kemudian
“Ibby! Dah selesai belum tugasnya?! Aku dah tunggu di Perpustakaan” “Ya, Aku masih no. 9! Bentar lagi” kami resmi menjadi tunangan oleh orang tua kami karena kedekatan di kampus maupun SMA dulu. “Finish!” Gumamku dan segera keluar dari ruang kelas, nah itu Rain “Yuk, Rain. Kita pulang” Ajakku, Rain menyusulku yang sudah duluan di belakang mobil Jazz Miliknya.

5 tahun kemudian lagi
“Papa, Ayo kita Jalan-jalan ke Kebun Binatang!” Anak Kembarku yang lincah sudah tidak sabar pergi ke Kebun Binatang sesuai yang Rain Janjikan, aku sudah berdandan dan membawa peralatan untuk di sana. Nama anak kembarku, Rava dan Lola. Mereka baru berumur 4 tahun “Iya, Iya. Ma, barang udah beres?” “Udah Pa, Tinggal dimasukin ke mobil kok” aku segera memasukkan tas-tas ke dalam bagasi mobil dan duduk di depan sebelah Rain, Suamiku “Yuhuu…ke Kebun Binatang!” Lola dan Rava sangat bersemangat menuju Kebun Binatang “Rava mau lihat apa di Kebun Binatang?” tanya Rain “Rava mau lihat Rusa! Kudanil sama… Hyena!” Jawab Rava dengan semangat, Aku dan Rain tertawa “Kalau Lola? Mau lihat apa?” Giliran aku yang bertanya “Lola mau lihat Kupu-kupu Ma, kupu-kupu itu bagus. Aku mau terbang kayak kupu-kupu dong ma!” Jawab Lola, Rain dan Aku kembali tertawa.

Butuh 1.5 jam perjalanan karena Kebun Binatangnya cukup jauh dari Komplek Marigold Star Residence. Sesampainya di Kebun Binatang, Aku dan Lola yang membawa barang-barang sedangkan Rain dan Rava yang membeli tiket sekaligus membeli makan untuk piknik di Kebun Binatang. Di dalam Kebun Binatang, mereka sangat ceria dan semangat melihat-lihat Binatang yang ada di sana. Aku dan Rain tertawa melihat tingkah laku mereka yang membuat kami Bahagia menikah tanpa Pacaran.

Cerpen Karangan: Hanania

Cerpen Pahlawan Penyakit merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kita Yang Tak Sama (Part 2)

Oleh:
Kini di lain tempat, seorang cowok berparas tampan baru saja memasuki sebuah rumah yang bisa dikatakan sebagai basecamp. Dilihatnya begitu banyak teman temannya yang sedang bercanda dan juga mengobrol

Irrational Love

Oleh:
Cinta itu buta, banyak orang yang dibuat buta karena cinta, kata orang-orang. Entah cintanya yang buta atau orangnya yang buta. Cinta bisa membuat orang jadi gila, tapi, bagaimana kalau

Di Bawah Hujan

Oleh:
“Ana! Tunggu!” Aku menghentikan langkahku dan menengok ke belakang. Sahabatku, Tasya, berlari ke arahku. Setelah sampai dia menghembuskan nafas panjang karena kelelahan berlari. “Cepet banget sih jalanmu! Aku capek

Teman Saja

Oleh: ,
Hari ini adalah hari 1 syawal 1437 tahun hijryah, Dimana semua umat muslim merayakan dengan kebahagiaan dan saling bermaafan. “Ma, Dewi ke rumah Lian dulu ya”. “Iya, hati-hati pulangnya

Lookin’ For Ya (Part 1)

Oleh:
“Tidak ada yang lebih indah dari dua orang yang bertemu karena saling menemukan. Sama-sama berhenti karena telah selesai mencari.” Hari ini. Kutukan kembali terjadi pada tanggal yang sama setelah

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *