Pangeran Bunga Sakura

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Romantis
Lolos moderasi pada: 13 May 2013

Kringgg.. Suara jam wekerku berbunyi nyaring dan sukses membangunkanku pagi ini. Aku mengerjapkan mataku beberapa kali untuk membiasakan mataku menatap silaunya cahaya sang mentari. Pagi yang indah dan cerah. Aku membuka tirai jendelaku yang berwarna ungu muda. Kaca jendela kamarku masih diselimuti embun. Aku membuka jendela kamarku, membiarkan udara segar masuk ke kamarku. Aku bergegas menuju ke meja makan untuk menyantap sarapan pagiku.

“Pagi, Putri Tidur!” sapa Tara, teman satu apartemen sekaligus sahabatku.
“Pagi, Tukang Makan!” sapaku tidak mau kalah.
“Oh iya, kau tahu tidak? Semalam, Oliver meneleponku hingga 1 jam.” kata Tara sambil mengunyah roti isi coklat
“Lalu? Apa yang kalian bicarakan?” kataku sambil menarik kursi untuk duduk di sebelah Tara kemudian mengambil roti isi coklat dan memakannya.
“Dia bilang akan datang ke Indonesia akhir bulan ini! Keren bukan?” seru Tara bersemangat. Sahabatku yang satu ini selalu berlebihan dalam segala sesuatu yang berkaitan dengan kekasihnya Oliver.

Oliver sedang meneruskan pendidikannya di Tokyo, Jepang. Mereka jarang sekali bertemu. Maka dari itu, Tara akan merasa senang seperti menemukan mutiara di tumpukan kerikil jika Oliver berjanji untuk menemuinya.
“Satu hal lagi, Marina. Ia akan datang bersama seorang temannya dari Jepang. Setelah ku lihat di foto, temannya itu tampan lho!” tambahnya sambil menyenggol siku kananku.
“Hmm.. lalu? Apakah ada hubungannya dengan diriku?” tanyaku acuh tak acuh.
“Ada. Kau pasti tertarik padanya. Perlu kutunjukkan fotonya?” tanya Tara. Ia mengotak-atik smartphonenya. Kemudian menunjukkan foto seorang lelaki padaku. Tampak gambar seorang laki-laki berkulit putih, berambut coklat, memakai kaos putih dan kemeja biru motif kotak-kotak yang dibiarkan tak terkancing. Di wajahnya, tampak seulas senyuman. Cukup manis, batinku.
“Mukanya Asia sekali. Cukup manis.” kataku sambil tersenyum.
“Tunggu sampai kau benar-benar bertemu orangnya. Aku yakin kau akan mulai senyum-senyum sendiri.” goda Tara memasang senyum nakalnya.
“Hahaha.. iya iya.. Aku percaya padamu. Puas?” tanyaku sambil mengambil handuk dan berlalu ke kamar mandi.

Akhir bulan pun tiba. Hari ini, aku dan Tara akan menemui Oliver dan temannya yang dari Jepang itu. Kami berjalan kaki menuju cafe yang sudah di beri tahu Oliver. Tara tampak cantik hari ini. Ia mengenakan dress putih selutut dan sepatu tertutup berwarna putih pucat dengan pita kecil di ujungnya. Sedangkan aku sendiri mengenakan kaus putih berkerah, celana jeans panjang, dan sepatu putih bertali. Kami masuk dan melihat Oliver sedang duduk berdampingan dengan seorang lelaki. Astaga! Lelaki itu lebih tampan dari di foto. Ia tersenyum dan mengangguk pada kami. Aku rasa aku salah tingkah. Aku memang salah tingkah!! Oh tidak..

“Akhirnya kalian datang. Kenalkan. Ini temanku dari Jepang. Nakamura Naoki. “Oliver memperkenalkan lelaki itu pada kami.
“Naoki.” kata Naoki mengulurkan tangannya. Aku membalas uluran tangannya dengan tanganku yang dingin karena gugup. “Marina.” kataku tak berani menatap matanya. Naoki masih terus memegang tanganku sambil menatapku. Aku masih menunduk, tapi aku melihatnya. Aku memutuskan melihat wajahnya. Ia tersenyum kemudian melepaskan tangannya.
“Jangan khawatir. Naoki pernah tinggal di Indonesia selama 5 tahun sebelum sekolah lagi di Jepang. Dia juga atlet basket.” kata Oliver panjang lebar. Aku hanya mengangguk sambil tersenyum. Aku merasa damai mendengarkan suara dan melihat senyum Naoki. Dia juga teman mengobrol yang asyik.

Setelah makan, Oliver dan Tara meninggalkanku berdua dengan Naoki di belakang mereka. Entah apa maksudnya, tapi aku cukup bahagia.
“Kau sendiri saja?” tanya Naoki memecah keheningan.
“Ah? Uhm? Apa?” aku gelagapan karena sedang melamun. Naoki tertawa kecil kemudian mengulangi kata-katanya. “Kau sendiri saja? Tak punya kekasih?”
“Tidak.. Belum punya..” kataku gugup.
“Kalau aku menjadi kekasihmu bagaimana?” tanya Naoki menatapku.
“Ah? Apa?” tanyaku terkejut.
“Maukah kau menjadi Putri Himawariku? (bunga matahari)” kata Naoki sambil memutar bahuku agar menghadap padanya.
“Naoki..” aku bingung apa yang harus kulakukan dan kukatakan.
“Ijinkan aku menjadi Pangeran Bunga Sakuramu..” kata Naoki memasangkan setangkai bunga sakura di atas telinga kananku. Aku merasakan pipiku mulai memanas. Ia tersenyum padaku.
“Aku bersedia jadi Putri Himawarimu, Naoki.” kataku sambil tersenyum.

Ya mulai hari ini namaku adalah Himawari Marina-chan. Naoki yang memberiku julukan seperti itu. Terdengar aneh bukan? Tapi aku senang memiliki Pangeran Bunga Sakura seperti dia. Naoki-kun, aishiteru

Cerpen Karangan: Vern Verena
Facebook: Vern Verena
Saya Vern Verena. Terima kasih sudah membaca.. ^^

Cerpen Pangeran Bunga Sakura merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Asmara Di Asrama

Oleh:
Orang bilang, asmara di asrama itu menyenangkan dan sangat indah. Tetapi kayaknya tidak, buktinya aku tidak tertarik sama sekali untuk mencobanya. Drap, drap, drap. Suara kaki para siswa asrama

Hanya Dia

Oleh:
Entah apa yang terpikirkan olehku saat melihat malam ini. bagiku, malam ini penuh kedamaian. Kelamnya malam yang berhiaskan bintang-bintang. Kilauan bulan purnama yang menerangi langit. Mendengarkan suara serangga malam

Friendship or Love (Part 2)

Oleh:
Setelah mereka berdua selesai merapihkan berkas-berkas yang berserakan di lantai, wanita itu terdiam sejenak dan menghela napas seolah sedang menenangkan diri. “Kamu gak papa?” tanya Keno dengan penuh perhatian.

My Love (Part 2)

Oleh:
Setelah sampai di rumah sakit aku langsung ditempatkan di kursi duduk, rasanya aku tak kuat lagi duduk, aku hanya ingin berbaring. tapi aku hanya bisa menunggu. Setelah Aku berbaring,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *