Panggilan Cinta dari Ayuna

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 9 February 2013

Pagi yang cerah, membuat suasana hatiku merasa nyaman untuk menjalani hari demi hari, apalagi untuk belajar di SMA tercintaku. salah satu sekolah yang terkenal di jakarta. aku hidup di jakarta dengan keluarga besarku, keluarga ku lengkap ada ibu, ayah, dan 3 orang adik-adikku. hidup dengan mereka serasa dunia yang suram menjadi lebih baik. pagi itu pun aku masuk ke sekolah dengan wajah yang ceria dan percaya diri untuk menghadapi tantangan dari guru matematika ku. yahhh, dia sungguh kejam. sebelum sesampai di dalam kelas. aku bertemu dengan seorang gadis yang cantiknya ngak kalah dengan artis artis indonesia maupun luar negri. sebut saja namanya Ayuna! dia gadis yang pintar dan kreatif plus juteknya minta ampun deh. dia bisa di bilang jadi selebritis di sekolahku. lonceng pun berbunyi “teng teng teng” suara lonceng. aku pun bergegas masuk ke kelas dan lebih kagetnya lagi ternyata dia sekelas denganku dan duduk di sampingku. aku tak bisa berkata, aku sungguh bahagia. ku kira dia di kelas sebelah karna kelas kita di bagi menjadi 5 lokal untuk anak IPA dan 5 lokal untuk anak IPS.

Seusai pulang sekolah, aku kembali bertemu denganya di gerbang sekolah. pertemuaan itu sangat lucu, maklum masa itu masa SMA ku dan aku pun dulunya di kenali dengan seorang temanku yang namanya juga sama. sungguh aneh memang. perkenalan pun di mulai dari telepon rumah. sewaktu di gerbang aku mencoba untuk meminta nomor teleponnya. dia pun memberi nomornya kepadaku, yahhh walaupun hanya sebuah nomor telepon rumah tetapi itu sangat berharga bagiku. langkah demi langkah, cara demi cara aku coba untuk mendekatinya. dan suatu saat ku coba untuk menelpon kerumahnya.

“kriiinngg… krinnngg” ternyata masuk. nomor asli rupanya
“hallo.. asslamualaikum” seruku.
“walaikum salam” jawab suara seseorang lelaki tua terdengar.
Dan langsung terpikir dikepalaku kalau yang angkat telepon tadi pasti bokapnya. ya, aku pun memberanikan diri untuk menlanjutkan pembicaraan ini.
“pak ada ayunanya..” tanyaku.
“ini siapa?” tanya bapaknya.
“teman sekolahnya ayuna pak, ayunanya ada?” ujarku

Padahal deket banget enggak sama anaknya. tapi aku harus berani untuk semuanya. karna menurutku keseriusan akan membuahkan kebahagiaan yang terindah.

“yaa, sudah tunggu sebentar ya nak..” sambung bapaknya
tidak lama kemudian aku mendengar langkah kaki dan suara seorang cewek menyapaku dan spontan aku menanyakan “ini ayu yah? tanyaku. yahh, panggilan sehari-harinya ayu.
“iyaa, ini siapa? ada apa nelfon aku?” jawabnya .
(dalam hatiku) aduhhh.. jutek kali mbaakkk.. hahahha
yaa tapi mau gak mau aku ngomong aja, cuek pokoknya dapet gak dapet yang penting udah aku coba untuk kenalan lebih dekat lagi.
“aku surya,aku temannya ayu” yahh, namaku surya sekolah si salah satu SMA negeri populer di jakarta. jadi ayunya ada 2 orang gitu dehh. lanjut deh teleponnya
“aku ngak kenal sama kamu, memang kamu ada keperluan apa nelfon aku?” tanya ayu.
“hmm.. (aku mikir.. nih cewek jutek bener dah)” pikiran jelekku.
“nggak.. aku mau kenalan sama kamu. boleh ngak aku kenalan sama kamu” ujarku
“kamu ngak ada kerjaan apa? nelfon aku cuma mau kenalan.. gila yaa ?” ujarnya

waduh,,,rasanya saat itu pengen banget aku jedotin kepalaku keTU (telpon umum).
“biasa sajalah.. aku baik-baik kok mau kenalan. kalau boleh ya makasih, tapi kalau nggak? ya, sudah makasih juga” ujarku dengan muka yang kesal.
Ehh,, tak ku sangka-sangka. ternyata omongannya lebih menjadi-jadi lebih kasar lagi .
“Eh..terserah aku dong, mau kamu kenal apa nggak itu urusanku..” jawabnya

mungkin kalau jaman dulu udah tenar dengan kata-kata “MASALAH BUAT LOE”. mungkin spontan dia bicara seperti itu. yahh, namanya anak muda kan. terlalu mudah untuk bisa masuk ke dunia-dunia baru apalagi yang namanya pergaulan dan tinggal di jakarta. mudah banget di pengaruhi dengan slogan-slogan yang bisa di katakan emang ngak banget untuk di lontarkan.

“ya sekarang aku baik-baik. yaa, kan mau kenalan..” ujarku
mukjizat entah apa, akhirnya iba juga hatinya .
“iya boleh deh.. emang kamu siapa?” tanyanya kembali.
“tadikan udah aku kasih tau, namaku surya. mau kenalan” jawabku (agak geram)
“iya habisnya, aku ngak biasa kenalan di telepon.. apa lagi tadi bokap ku yang angkat teleponnya tadi” jawabnya
Tak lama kemudian bapaknya memanggilnya untuk masuk ke kamar. spontan telepon aku dan dia berakhir.

Esok paginya, aku kembali masuk ke sekolah dengan malu-malu muka merah merona setiap melihat Ayuna. dan bila mengingat itu kembali terkadang hati merasa kesal yang mendalam. istirahat sekolah ku hampiri Ayuna dan menggodanya sedikit-sedikit. lonceng pun berbunyi “Teng Teng Teng” semua murid bergegas untuk masuk kelas termasuk aku dan Ayuna. istirahat pun berakhir.

Seusai sekolah aku mengajak Ayuna untuk pulang bareng dan dia pun mau untuk ku ajak pulang bareng. walaupun jalan kaki, tapi menurut ku hari itu hari bahagiaku. mulai ku ajak dia berbicara, banyak yang kita bicarakan sampai akhirnya pembicaraan kita menjurus. ku tanyakan kepadanya” mau tidak kalo nanti sore jalan sama aku ?” tanyaku .

“hmmm.. gimana yahh?” malu-malu jawabnya
“gimana? mau enggak?” tanyaku kembali.
“iyaa dehh, aku mau” jawabnya.

Sungguh bahagia rasanya perasaanku saat itu. tau tidak ? dia mau aku ajak jalan nanti sore dan nanti aku berniat untuk mengutarakan cinta kepadanya. karna dari awal aku sudah bisa merasakan hal itu .

Sore pun tiba, aku sms dia untuk menanyakan keberadaannya dimana. dia pun membalas. kita tetapkan tempat kita bertemu dan aku menunggu dengan tenang di taman. lamaku duduk disana, mungkin dia tak nampak aku dimana. bunyi suara handphone ku, dari siapa lagi kalo bukan Ayuna . ku angkat” hallo .. kamu dimana?” tanyaku

“aku di taman nih, kamu dia sur?” ujarnya
“aku dekat pohon beringin yang ada bunderan airnya” jawabku
“ohhh, iyaaa sudah liat. aku kesana yahh” serunya

Akhirnya ketemu, duduk sejenak menghilangkan capeknya. langsung saja ku katakan takut dia berhalangan atau telfon bapaknya datang dan malah semakin aku penasaran dengannya. jadi, ku tanya padanya” ayu, dari awal aku udah suka sama kamu. makin hari aku semakin sayang sama kamu” ujarku

“iyaaaa, terruss?” serunya
“mau ngak kamu jadi pacar aku?” tanyaku dan saat itu pasti punya perasaan yang sama dengaku.
“hmmm .. gimana ya? mau aku jawab nih?” ujarnya
“ayu, aku serius! kamu mau tidak?” tanyaku kembali
“iyaa sur, aku mau jadi pacar kamu!” jawab ayuna

Sorak gembira yang terlontar dari bahasa tubuhku membuat kita ketawa. perasaanku senang sekali.” dan terimakasih ayu kamu udah mau jadi pacar aku. aku ngak bakal kecewain kamu” ujar surya. dengan senyuman iya membalas .

* * *THE END * * *

Cerpen Karangan: Yohana Chairunnisya Audina
Blog: http://creatbynayha.wordpress.com
Dear @Firmanyosa ( ? ?? )??`) || My Dreams I Want to Have Beautiful Twins || Be yourself and the right people will love the real you || UINB || 19 years

Cerpen Panggilan Cinta dari Ayuna merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Selamat Natal Kasih (Part 2)

Oleh:
Pemuda itu kemudian mengantar Kasih kerumahnya. Dalam perjalanan tiba-tiba hujan. Pemuda ini kemudian memberikan mantelnya untuk Kasih tapi Kasih berkata tidak usah itu untukmu saja saya diantar pulang ke

Reuni Mia

Oleh:
Aku menghela nafasku. Setelah menempuh perjalanan selama lima jam akhirnya aku sampai di rumah masa kecilku. Ya, aku sudah menyelesaikan kuliahku, hanya tinggal menunggu wisuda saja. Untuk mengisi waktu

My Name Is Angel Part 8

Oleh:
Angel membuka matanya, matanya terasa sangat berat. Lalu diambil nya Blackberry nya. Seketika Angel terperanjat, karena jam di Blackberry nya telah menunjukkan pukul 09.38 Wib. “Yaahhh.. Telat dong !!

Cinta, Jangan Buru Buru (Part 2)

Oleh:
“Hari bahagia, ku menyuntingmu, ku sematkan cincin ini di jari manismu.. dan ikrar suci, lengkaplah sudah kini kau menjadi milikku…” “Denta, tolong bukakan pintunya, sepertinya ada tamu di depan!”

Tepat Meskipun Terlambat

Oleh:
Seorang lelaki yang sering kulihat saat masih semester satu selintas membuatku bingung dan terdiam menatapnya saat dia lewat di depan mataku. Entah mengapa aku menatapnya begitu terpaku, padahal hatiku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *