Peka Dikit Dong

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 16 April 2018

Cahaya mentari telah sedikit menyilaukan mata gadis satu ini. Celshi namanya, seoarang gadis cantik, sederhana dan baik hati meskipun tergolong dari keluarga yang kaya. Dia pelajar SMA kelas X11

Tiba-tiba terdengar suara yang sedikit mengejutkan gadis yang masih enggan membuka matanya ini karena semalaman belajar sampai larut malam
“Celshi, ayo bangun,” perintah wanita separuh baya itu sambil duduk di sebelah anak semata wayangnya itu.
“Oh iya ma, tapi celshi nggak kesiangan kan?” tanya celshi seraya bangkit dari ranjangnya
“Iya, emang belum tapi kalau kamu males malesan gini terus ya kamu bakal telat lah” jawab mamanya dengan nada sedikit meledek
“Iya deh ma iya, celshi mandi nih ya..” ucap celshi menghambil handuk dan berlari kecil menuju kamar mandi, dan bla bla bla rutinitas yang dilakukan setiap pelajar SMA sebelum berangkat sekolah.

“Ma, pa celshi berangkat dulu ya?”
“Iya hati-hati, jangan ngebut..”
Celshi berlalu meninggalkan rumah dan pergi ke sekolah.

Sampai di sekolah, celshi menemui dua sahabat karibnya.
“Hai sa, nan” sapa celshi ke dua sahabatnya itu
“Hai ce..” balas sasa dan adnan yang sedari tadi menunggu kedatangan gadis yang satu ini.
“Udah lama nunggu?” tanya celsi
“Enggak baru setengah jam” jawab adnan
“Apa loe bilang nan, baru? Parah loe, lama tu. Sebagai hukuman loe harus traktir gue ce.. Hehe” sela sasa.
“Alah dasar lu, makanan mulu yang lu pikirin” ledek celshi
“bodo, udah ayo keburu masuk, nih cacing di perut gue udah pada demo”
“Ahahaha…” tawa adnan dan celshi pecah karena kelakuan sasa yang kekanak kanakan.
“Ya udah ayo”

Kemudian ketiga sahabat itu pun pergi ke kantin. Dan tidak lama teng.. teng.. Teng bel berbunyi tanda pelajaran akan dimulai, mereka pergi ke kelas masing masing. Kebetulan adnan dan sasa satu kelas dan celshi yang terpisah sendiri.
“Ya udah ce, duluan ya.. Bye bye”
“Iya.. Bye”
Mereka berpisah setelah sampai di kelas adnan dan sasa, dan celshi melanjutkan perjalanan dua kelas dari situ.

Di kelas, celshi terlihat bosan, wajahnya kesal. Karena teman sebangku celshi sampai sekarang belum berangkat juga. Terdengar seseorang akan memasuki kelas, celshi memusatkan pandangan ke ambang pintu, berharap esla datang, tapi nihil ternyata datang bu jian wali kelas celshi
“Pagi anak anak”
“Pagi bu..”
“Oh ya celshi, gak usah cari esla, karna orang tuanya sudah mengabari sekolah, mereka akan pindah. Otomatis esla akan pindah sekolah juga” kata bu jian mengalihkan perhatian celshi.
“Yahh.. Bu katanya pindah kemana?”
“Mana ibu tau, tanya sendiri” jawab bu jian sambil meledek

Jam pelajaran pun semakin berkurang membuat kebosanan celshi semakin tinggi.
“Bu, mau izin kebelakang”
“Iya..”
Celsi pun berlalu keluar dan mengoceh sendiri sambil berjalan ke wc

“Ih.. Kenapa esla pindah si?
Disela sela ocehannya, Brukk..
Ada yang menabrak celshi dari belakang. “Aduh.. Kalau jalan pake mata dong” bentak celshi sambil mendongak ke arah sosok yang menabraknya
“Maaf, aku cari ruang kepala sekolah di mana?”
“Di sana” kata celshi menunjuk ruang kepala sekolah, tetap dengan keadaan jatuh tadi
“Makasih”
“Ih.. Udah nabrak gak bantuin bangun, langsung nanya nanya, maafnya gak ikhlas lagi, nyebelin banget sih jadi cowo. Huhh”
Gadis itu pun kambali meneruskan perjalanannya ke toilet.

Celshi pun kembali kekelas dengan ekspresi wajah sama. Dan kagetnya lagi saat liat cowok nyebelin pake banget tadi udah duduk di tempat duduk esla.
“Lho bu. Kok dia…” belum selesai kalimat celshi bu jian sudah memotongnya
“Iya, dia murid baru. Dia duduk sama kamu ya? Lagian esla juga udah pindah”
“Tapi bu..”
“Gak ada tapi, udah sana duduk”

Pelajaran terus berjalan tak ada sepatah katapun keluar dari mulut mereka. Hingga lelaki di sebelah celshi mengawali pembicaraan
“Kenalin, gue rendi” lelaki itu mengulurkan tangan
“Celshi”
Setelah berkenalan mereka tak berkata apapun sampai bel istirahat, dan bel masuk lagi, sampai akhirnya pulang mereka tak berkata apapun. Celshi masih marah tentang kejadian tadi.

“Adnan, sasa?”
“Iya ce, apaan”
“Lu pada pulang bareng gue aja yu?”
“Gak usah ce gue ma sasa naik angkut aja” tolak adnan, merasa merepotkan, karena adnan sebenarnya telah menyimpan rasa lebih kepada celshi
“Apaan si lu nan, kya ke siapa. Ayolahh masuk lu berdu”
Akhirnya ketiga sahabat itu pulang bersama. Celshi menceritakan semua keluh kesahnya di sekolah tadi

Malam telah tiba saatnya celshi mendongak kelangit untuk melihat sinar bulan malam ini. Sungguh indah ciptaan tuhan.
Malam telah berubah pagi, bulan tergantikan oleh mentari. Celshi kembali melakukan rutinitas seperti biasa.

Hari demi hari, bulan demi bulan celshi dan rendi semakin dekat, meskipun itu melalui pertengkaran.
“He.. Cerewet lu, udah tau ini lagi dikerjain, ngomel mulu kerjaan lu” sewot rendi karna kecerewetan celshi
“Apa lu bilang? Cerewet? Makan ni cerewet gue” jawab celshi tak mau kalah sambil menginjak kaki rendi dengan kekuatan supernya
“Aduh.. Gila lo ya? Sakit ni”
“Bodo” ledek celshi sambil menjulurkan lidahnya

Waktu berjalan begitu cepat sebentar lagi celshi akan lulus dari SMA ini.
Dan kedekatan di antara celshi dan rendi yang selalu bermusuhan membuat perasaan lain di hati celshi. Perasaan apa ini? Setiap rendi gak masuk kenapa gue merindukannya? Setiap dia gak deketin gue, kenapa gue sedih? Kira kira itulah partanyaan yang ada di benak celshi. Ya, ternyata celshi jatuh cinta pada rendi. Gimana bisa gue cinta sama musuh gue?

Sementara rendi pun ternyata telah menyipan rasa yang sama kepada celshi. Rendi selalu mencari gara gara pada celshi agar bisa selalu dekat dengannya. Rendi bosan dengan keadaan ini, lekaki ini pun berencana untuk mengutarakan isi hatinya besok sepulang sekolah.

Ketiga sahabat karib ini kembali berangkat sekolah bersama. Mereka berbincang mulai dari hal konyol sampai hal yang serius. Tiba tiba terdengar suara memotong bernincangan mereka.
“Hey lu cewe bawel?” panggil rendi di mobilnya, tapi tak ada yang menyaut
“Woy budeg?, aya deh. Celshi?” ulangnya lagi
“Nahh gitu dong, gue itu punya nama tau, ya apa?”
“Nanti pulang sekolah temuin gue di lapangan basket”
“Mau apa?”
“Gak usah banyak tanya, dateng aja”
“Iya ya”

Bel telah berbunyi, para siswa masuk kekelas masing masing. Tak sedikitpun celshi dan rendi bercakap karena padatnya pelajaran hari itu.
Sampai bel pulang telah berdentang.
Celshi pun menuju kelapangan basket yang sudah dijanjikan bersama rendi. Celshi menunggu cukup lama sampai akhirnya rendi datang.
“Lo tuh lama banget sih udah gue tepatin malah lo yang telat, gimana sih cape tau gue nunggu di sini”
Omel celshi pada rendi yang baru sampai di sana. Namun kali ini celshi menjadi salting karena tidak seperti bisanya rendi hanya diam mendengar ocehan chelsi. Dan sekarang rendi malah menatap terus celshi tanpa berkedip ‘ni bocah kesambet apa ya? Anteng banget’ kata celshi dalam hati
“kenapa? Kok diem? Gak lanjut ngomelnya?”
“Ha.. Lu ksambet ya?”
“Enggak, gue seneng liat lo marah, lo keliatan lebih cantik”
Deg seketika jantung celshi berdetak lebih kencang
“Apaan sih lo” ucap celshi sedikit salting
Kemudian rendi melanjutkan kalimatnya dengan mengambil tangan ceshi dan menggenggamnya erat erat
“Beneran, gue gak bohong. Gue mau jujur sama lo, sebenarnya gue suka sama lo, gue sayang sama lo, pas pertama liat lo dulu, pas gue nabrak lo sampe jatuh, dan semua gara gara yang gue buat, supaya gue bisa selalu deket sama lo” jujur rendi masih tetap menggenggam erat tangan yang dicintainya itu.
Celshi hanya diam tak berkata, sungguh tak menyangka lelaki yang dicintainya juga memiliki perasaan yang sama.
“Lo serius?” tanya celshi dengan nada pelan
“Iya gue bener, Serius”
“Gue suka sama lo”
“Serius lo?”
“Iya”
“Jadi kita jadian? Lo.. e maksud gue, aku dan kamu?”
Celshi hanya mengangguk pelan.

Hari hari mereka lalui bersama tanpa ada pertengkaran lagi.
Disisi lain adnan merasa kedekatannya dengan celshi semakin renggang, adnan sangat sedih dengan semua kejadian ini.
“Sa, gue boleh cerita gak sama lu?” tanya adnan pada sasa dengan wajah murung
“Iya, cerita aja kali nan”
“Emmmm sa, sebenernya gue suka..”
“Celshi kan?”
“Kok lo tau?”
“Iyalah kita sahabatan udah lama masa gue gak tau”
“Tapi sekarang gue udah relain dia ma rendi, gue terima”
“Udah lah nan, di dunia ini banyak cewek, dan ada juga yang suka sama lo, makannya peka dong. Gue ke toilet dulu ya”
“Ha? Peka? Ke siapa?” tanya adnan dalam hati
Sasa sebenarnya sudah menyukai adnan sejak dulu, namun selalu sasa pendam karena sasa tau adnan suka celshi.

Tak terasa ujian sekolah sudah selasai. Dan ini adalah hari wisuda tangis, senang semua ada di situ. Hubungan celshi dan rendhi semakin dekat mereka semakin mesra. Dihari wisuda itu, adnan bertekad mengungkapkan perasaannya pada celshi meskipun tak ada balasan cinta, tapi setidaknya perasaan ini tak menyesakkan dada adnan
“Ce, gue mau ngomong sama lo”
“Iya.. Ngomong aja gue siap dengerin”
“Gue sayang sama lo”
“Gue juga sayang sama lo, kita kan sahabat”
“Tapi rasa ini lebih dari rasa sayang buat sahabat ce, rasa gue lebih buat lo, gue cuma mau ngelepas beban ini, gue juga tau lo gak bakalan bales perasaan gue”
“Adnan.. Sahabat itu jauh lebih baik dari apapun, dan gue minta maaf gak bisa bales perasaan lo, tapi gue mau ngasih tau bahwa udah ada seseorang yang menanti kedatangan cinta lo didepan sana, dia udah lama nyimpen perasaan itu buat lo”
“Ha? Siapa ce?”
“Lo deketin aja, makannya peka dong”
Mendengar kata itu adnan teringat pada sasa, di mana dia?

Adnanpun berlari ke depan dan mencari gadis yang dimaksud celshi, adnan melihat ada seorang gadis yang tengah duduk di sana, namun membelakangi adnan.
Adnan perlahan mendekati gadis itu dilongok wajahnya
“Apa sih lo nan” ucap sasa seraya berdiri
Adnan tak menjawab sasa dan langsung memeluknya
“Maafin gue sa, gak ngerti perasaan lo yang sebenernya, maaf”
“Adnan gue gak papa kok, gue nggak ngakuin ini semua, karena gue tau lo suka sama celshi” jawab sasa sambil melepas pelukan adnan
“Gue sayang lo sa”
“Gue juga sayang lo”
“Lo mau jadi pacar gue?”
Sasa mengangguk pelan, dan mereka pun kembali berpelukan. Kemudian sepasang kekasih yang lain mendekati mereka. Ya, celshi dan rendi

“Ciee yang baru jadian.. PJ dong” ledek celsi mengagetkan mereka
“Apaan sih ce” ucap sasa malu
“Congrat ya?” rendi memasuki percakapan
“Makasihhh” jawab adnan masih menggandeng tangan sasa.begitu juga dengan celshi dan rendi.
“Nahh gitu, makannya peka dong” teriak celshi, rendi, dan sasa ditelinga adnan.
“Hahahah…” tawa pun pecah disana.

Akhirnya mereka telah menemukan pasangan masing masing.
Dan mereka selalu berharap akan selalu bersama sampai akhir hayat.

Selesai

Cerpen Karangan: Riski Puji
Facebook: Rissky P
Ttl: 25 agustus 2001
Ini cerpen pertamaku, terima kasih sudah mambaca 😀

Cerpen Peka Dikit Dong merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Dari Senyum Itu

Oleh:
Pertemuanku pertama kali dengan seorang peri, begitu aku menyebutnya hingga detik ini, adalah ketika hari pertama perkenalan masuk SMA atau biasa disebut MOS. Ketika para siswa baru merasakan berbagai

Pacaran? Enggak deh!

Oleh:
“Cie Shila liatin siapa tuh?” ejek Rini dan yang lainnya. “Ih apaan sih Rin, orang gak liatin siapa-siapa” Ketusku sambil pergi meninggalkan mereka. Gak mungkirin juga sih suatu saat

Keakuran Dari Sebuah Pertemanan

Oleh:
Pagi ini tidak seterik pagi kemarin, matahari malu-malu menunjukkan dirinya ke permukaan tanda badai besar akan datang, dia Latifah Mudrikah berjalan dengan seksama menuju sekolahnya yang terpaut 500m dari

Cinta, Maafkan Aku

Oleh:
Hmm… “ariel kau benar-benar berubah yah”. bisik vie lembut. lelaki itu tersenyum dan tanpa menoleh ia menjawab, “aku berubah karena dirimu vie.” vie mengecup pipinya lembut mendengar jawaban itu.

Gadis Cantik Berkerudung Merah

Oleh:
Aku terbangun dari mimpi ku yang jauh melambung tinggi. Pandangan ku menuju keluar jendela. Kulihat dedaunan dan halaman rumah ku masih basah terkena air sisa hujan semalam. Matahari pun

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Peka Dikit Dong”

  1. dinbel says:

    Kerens deh cerita nya, good jobs untuk pengarang. Di tunggu cerpen selanjutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *