Pelangi Abu-Abu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Galau, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 15 September 2012

Hujan…..
adalah satu satunya hal yang membuat diri saya dapat merasa relaks dan tenang
entah kenapa setiap kali awan mendung menyelimuti bumi yang diiringi dengan angin dingin yang berhembus, saya menjadi sangat senang
mungkin karena banyak memori indah yang terukir saat hujan datang
disaat orang orang menghindari agar tidak basah karena hujan, saya malah berdiri ditengah derasnya hujan untuk menikmati butiran butiran hujan turun dari langit.

merasakan butiran butiran hujan membasahi tubuh, merasakan hembusah angin dingin yang menghantam tubuh, kupandang langit yang luas dimana butiran butiran hujan turun dari langit yang tak terukur luasnya. Membayangkan sampai berapa lama saya dapat merasakan kesenangan ini ? Tak lupa sebuah lagu kenangan ku nyanyikan dibawah derasnya hujan
membuat jiwa ini bergetar dan seakan tak ingin hujan berhenti. . . .

Dari sinilah kisah saya berawal, hujan yang mempersatukan ….
karena hujan saya dapat mengenal seorang gadis yang sangat mengagumi hujan.

karena menurutnya hujan itu suci, dapat membuat hati tenang, dapat menghilangkan semua penat didada, dan dapat menghapus air mata.
ku coba tuk lebih jauh mengenalnya, sosok gadis misterius pecinta hujan,
sungguh besar kuasa Tuhan, tanpa saya sadari sepertinya saya mulai merasakan rasa yang aneh didada, setiap kali tidak melihatnya saya merasa sepi, seperti halnya hujan tanpa pelangi.

kuberanikan diri untuk mengungkapkan rasa, namun Tuhan berkehendak lain, perhatian yang selama ini ia beri ternyata tidak lebih dari sekedar perhatian ke teman, kucoba tuk tetap tegar, seperti halnya pohon besar yang bertahan diterpa hujan deras.

Ku putuskan untuk mengenalnya lebih jauh, dengan tetap merahasiakan perasaan yang terpendam, seperti halnya pelangi yang tersembunyi dibalik awan hitam.

Berhari hari kita lewati sebagai seorang teman, sampai suatu saat gadis hujan bercerita tentang orang lain yang menarik perhatiannya, hati ini bergetar tak mampu menahan emosi jiwa, seperti halnya gemuruh petir yang telah menghantam permukaan bumi, ku coba tuk tetap bertahan dan tetap disisinya, namun apa daya, gadis hujan ini pun menjalin kasih dengan orang tersebut, hati ini tidak bisa berbuat banyak, disatu sisi hati ini ingin membuat gadis hujan tersebut senang, namun disatu sisi hati ini ingin memisahkan sang gadis dengan kekasihnya tersebut, berhari hari telah terlewati, sampai akhirnya sang gadis pun becerita bahwa ia sering tersakiti dengan hubungan ini, gadis hujan pun meneteskan air mata, seperti halnya butiran hujan yang suci yang terjatuh dari langit, bergetar hati ini terjebak diantara perasaan sedih dan bingung, jika hati ini bisa berkata mungkin hati ini akan berkata
“kenapa kau lebih memilih cinta yang rumit? sementara disampingmu selalu ada orang yang menyayangimu dengan tulus?”
Lagi lagi kutegaskan bahwa hati ini harus sekali lagi tersakiti, ku coba tuk menghibur sang gadis hujan tersebut, memotivasinya untuk bertahan dan meneruskan hubungannya dengan orang tersebut, biarlah hati ini saja yang tersakiti, aku tidak ingin melihat air matanya menetes lagi, biarah ku pendam rasa ini,
hatinya bagaikan pelangi berwarna abu-abu, yang tidak bisa menyadari bahwa disampingnya ada orang yang rela berkorban dan tersakiti demi dirinya, namun biarlah akan ku tunggu saat dimana hati mu dapat memahami perasaan ini, seperti halnya pelangi yang muncul setelah badai berlalu, akan ku tunggu saat dimana pelangi yang berwarna abu-abu berubah warna menjadi warna warni . . .

Cerpen Karangan: Dinz Ravenzo

Cerpen Pelangi Abu-Abu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kejutan

Oleh:
Ku buka satu per satu lembar buku harian di tangan. Mencoba membaca dan mengingat-ngingat berbagai kenangan yang telah ku tulis di buku ini. “Ya Tuhan, apa ini yang dinamakan

Cerita Hati

Oleh:
30 Desember 2015 di sini aku mulai cerita baruku dan memulai hidup baruku dengan suamiku. Aku bernama Putri dan suamiku Yohan kami mempunyai perbedaan agama dan status, aku seorang

Bintang

Oleh:
02.00 WITA Mata gadis itu masih saja menjelajah langit kosong. Ia terus bertanya ke mana perginya bintang-bintang yang dulu begitu disukainya. Neneknya pernah bercerita tentang bintang yang jatuh cinta

Delapan Belas Hari Berujung Sendu

Oleh:
Teet, bel tanda pulang sekolah berbunyi. Aku langsung keluar kelas dan menuju ke kelas Cintia. Seperti biasa, kami selalu pulang bersama. “Putri, tunggu!” teriak Cintia dari dalam kelasnya. Kawanku

Selagi Hujan

Oleh:
Pagi ini aku bersiap untuk kembali ke perkuliahanku yang padat. Tak lupa kubawa laptop yang selalu menemaniku kemanapun aku pergi. Kulihat sekelilingku, semua orang sibuk kembali mengendarai mobil dan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *