Pelangi Yang Sempat Hilang

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 13 November 2017

Suatu ketika. Aku tengah duduk bersandar di kursi taman. Suara riuh yang kudengar di kedua sisi telingaku. Sebenarnya ingin aku menatap ke arah mereka. Tapi apalah aku?? Aku hanya gadis buta yang berharap mimpi yang berwarna.

Kudengar alarm handphone. Ini berarti aku harus segera kembali ke rumah. Mama sudah menyetel waktu itu untuk aku. Segera kuraih tongkat yang kutaruh di sebelahku. Kutarik perlahan agar bisa memanjang. Namun belum juga kurasa panjang. Seseorang telah menjerit di depanku.

“Auchhhh!” begitu ucapnya.
“Maaf…!” aku berusaha merabah posisi orang itu.
Tapi tiba-tiba tangannya meraih tanganku.
“Apa kamu tidak bisa melihat??!” aku segera mengangguk dan melanjut permintaan maafku.
“Sekali lagi maafkan aku!”
“Tidak apa-apa!” sahutnya lembut.

Aku lalu bangkit dari duduk dan segera pergi dari tempat ini. Namun, aku merasa ada seseorang yang mengikutiku. Aku bisa merasakan itu. Tapi aku tidak peduli. Aku hanya mempercepat langkahku.

Satu minggu kemudian…
Aku kembali ke taman. Namun tempat yang biasa kutempati telah diisi barang-barang. Aku bingung sendiri. Apa aku harus pulang? Tapi sayang jika aku sudah sampai di sini, dan langsung pulang. Bagaimana dengan kebiasaanku menghirup aroma bunga-bunga di sini. Bukankah aku rugi.

Tak lama sesorang menegurku. Aku sangat kenal suara itu. “Hai cantik!” begitu ucapnya.
“Kamu?! Aku seperti pernah mendengar suara itu?!”
“Tentu. Aku yang seminggu lalu bertemu kamu di taman ini!”
“Ayo duduk di sini!” dia sungguh baik.
“Terima kasih!” aku memberikan dia senyuman.
“Aku Bayu!” dia meraih tanganku dan mengenggamnya. Dia mengajakku berkenalan.
“Aku Sherly!”

Perkenalan kedua kita kali ini bukanlah akhir. Namun sebuah awal dari persahabatan. Aku bahagia bisa kenal dengan Bayu. Walau dia bisa melihat, dia tidak minder untuk berteman dengan aku. Sudah berbulan-bulan kita bersahabat. Ingin sekali aku memandang wajahnya. Pernah sekali dia menuntun tanganku untuk merabah wajahnya.

Wajahnya bersih. Hidungnya mancung. Alisnya lumayan tebal. Bibirnya juga tipis. Aku semakin di buat penasaran. Ada banyak hal yang kusuka dari Bayu. Bukan hanya tampannya, melainkan suara dan ketawanya yang khas membuat aku rindu padanya.

“Aku anak dari seorang dokter mata. Aku sudah menceritakan kamu pada Papa aku. Dia ingin membantu kamu!” aku sangat bersyukur mendengar itu. Tapi,
“Aku tidak ingin merepotkanmu Bayu. Kamu sudah terlalu baik sama aku!”
“Aku mohon jangan tolak ini. Karena setelah ini berhasil, aku ingin memberikanmu hadiah!” ucapnya bersemangat.
“Kamu sangat baik Bayu. Terima kasih!” aku memeluknya.

Namun tahukah kalian?. Kali ini ada yang beda. Aku merasakan sesak di dada saat memeluknya. Bukan karena pelukan kami yang kuat. Melainkan ada rasa yang sangat aneh.

Sebulan kemudian.
Proses pemulihanku memerlukan waktu yang cukup lama. Hari ini perban akan di buka. Namun Bayu meminta papanya untuk membuka perban ini di satu tempat. Aku sudah penasaran sedari tadi.

“Bagaimana Pa? Sudah selesai?!” tanya Bayu yang lebih berantusias dibandingkan aku.
“Sudah. Sherly tinggal buka mata pelan-pelan!” ucap Dokter Rian. Papa Bayu.
“Tunggu dulu Pa… Papa sama Tante Santi tunggu kita di mobil saja!”

Aku semakin degdegan dengan hadiah Bayu. Sebenarnya bukan hadiahnya yang aku tunggu. Melainkan wajah pria yang baik hati ini.

“Baiklah. Nak!!! mama do’a kan yang terbaik!” ujar Mama.
“Iya Ma!”
Kudengar langkah mereka meninggalkan kami. Tak lama Bayu menuntunku berdiri dari posisi dudukku tadi.

“Buka matamu!”
Dengan pelan kubuka mataku. Sudah 3 tahun aku dalam kegelapan. Dan saat membuka mata, apa yang kuharapkan selama ini terjawab sudah.
“Rainbow!” ucapku pelan tapi pasti.
“Ini untuk kamu!!”

Aku sampai lupa dengan Bayu. Dan saat ku membalikkan badan. Sosok pria tinggi, putih bersih dengan senyuman manis menyambutku.

“Bayu!” dia mengangguk.
“Terima kasih untuk semuanya!” aku segera memeluknya lagi.
“Ini karena cinta. Aku mencintaimu sejak hari itu. Saat tongkat itu mempertemukan kita!” bisiknya di telingaku.
“Aku juga mencintaimu!”

Hubungan kami setelah hari ini sangat bahagia. Bahkan dia juga sudah melamarku.

SELESAI

Cerpen Karangan: Yani Mariyani
Facebook: Yani Mariyani

Cerpen Pelangi Yang Sempat Hilang merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Aku Mengagumimu Selalu

Oleh:
Aku adalah seorang siswi yang kata orang cukup pintar. Aku sangat bersyukur atas kelebihan yang Allah berikan padaku. Sekarang aku duduk di kelas XI IPA 1 Madrasah Aliyah. Aku

Cukup Cintamu

Oleh:
Hari terus berganti, aku masih saja terjebak dalam statusku dengannya, entah mengapa hubunganku dengannya hanya bertahan empat bulan saja. Padahal aku sangat sayang dan mencintainya, apapun akan aku lakukan

Rasa ini

Oleh:
Ifal duduk termenung menghadap ke barat di balkon rumahnya. Dia menatap bentang cakrawala yang mulai berwarna merah lembayung itu. Matahari mulai meninggalkan belahan bumi di mana Ifal berada dan

Ogenki Desuka

Oleh:
Kenangan masa kecil perjumpaan yang singkat. “Tsutae takute todoke takute ano hi no kimi e Itsu no hika no sayonara sae mo mune ni shimatte.” Refrain lagu milik ikimono

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *