Peluklah

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Cinta Islami
Lolos moderasi pada: 29 April 2013

“Kakak, bisa bantu aku kan?” tanya Waffa kepada Ahz
“Bantu apa” jawab Ahz
“Bikin video pembukaan untuk acara pentas seni, Nanti kakak kasih duit dah buat upah kerja”
“Upah Kerja” mendengar itu Ahz sangat antusias. Bagaimana tidak. Keuangan Ahz sekarang sangatlah tipis, bisa di bilang minus. Uang ini mungkin bisa mengganti hutang-hutangnya.
“iya upah kerja, kakak maunya berapa?”
“Hmm, besok pagi kan minggu, bawa aja konsep dan jalan ceritanya ke Figenz Studio, Nanti biar kami yang akan menindak lanjuti”
“Figenz Studio? Baru denger tuh”
“Hehehe, Makanya datang aja besok, ni alamatnya”
Ahz mengambil secarik kertas. Dituliskannya alamat Figenz Studio

Waffa mengetuk sebuah pintu bangunan kecil dengan gambar berbentuk huruf “F” bercat merah. Inisial Figenz. Pintu dibukakan. Tampak Ahz dengan muka seperti orang belum tidur berdiri di balik pintu.
“Oh Waffa, Ayo silahkan Masuk”
“Tapi inikan kost laki-laki”
“Oh iya, Enggak sepantasnya wanita anggun, manis, imut dan lucu masuk ke tempat kumuh kayak gini”
“Maaf, Bukannya…”
Ahz memotong perkataan Waffa, “Waffa bawakan konsepnya?”
“Iya, Aku bawa”
Diluar dugaan. Figenz Studio ternyata adalah tempat kos-kosan Milik orang tua Juno, kakak angkatnya yang sangat baik Ahz.
“Waffa mau video animasi ini jadinya kapan?” tanya Ahz.
“Aku butuhnya nanti malam, bisakan?”
“Alur ceritanya sepanjang ini? gila, Waffa mau bikin film Animasi dengan waktu enggak nyampe sehari”
“Maaf, sebenarnya kami ingin membuatnya bulan lalu. Tapi karena orang yang bertanggung jawab telah kecelakaan, dan video animasinya tidak sempat terbuat. Jadi kami ingin meminta bantuan Kakak”
“Mau di bayar berapa?”
“Kalau lima ratus ribu cukup gak”
Ahz membanting pintu dengan keras. Sebenarnya Ahz mau saja membantu. Tapi jika harus selesai malam ini, dengan bayaran hanya segini. Ini terlalu rumit. Bayaran harus di sesuaikan dengan lama pembuatan.

Suara pintu di banting membangunkan Vhanz yang sedang tertidur pulas. Mimpi-mimpinya yang indah cukup sampai di situ.
“Kenapa Ahz?” tanya Vhanz
“bukan apa-apa”
Biarpun ini pagi. Tapi penghuni kos-kosan ini tak akan bangun sebelum jam 10.00. mungkin hanya Ahz yang belum tidur. Ahz, satu-satunya penghuni kos yang hanya tidur dari jam 2 siang sampai dengan 4 sore. Ahz memiliki kelainan. Sesuatu yang buruk akan terjadi jika Ahz tidur di malam hari. Maka dari itu Ahz hanya tidur di siang hari.

Ahz melihat jam tangannya. Sekarang baru jam 06.15. tapi perempuan itu sudah datang sepagi ini. Ahz jadi enggak enak hati. Ah, biarlah. Siapa suruh minta order dengan waktu dan bayaran yang tidak sesuai. Lebih baik sekarang sarapan dengan di temani segelas kopi kapal api. Ahz suka dengan motto kopi ini, “Secangkir Semangat Untuk Indonesia”
Setelah selesai sarapan, Ahz membawa cangkir kopi ke teras kos-kosannya. Saat dia membuka pintu, Waffa terjatuh. Sepertinya dia tadi menyender ke dinding pintu. Kepalanya terjatuh tepat di kaki Ahz.
“Aduh, Maaf, Aku ketiduran”
“ketiduran?” dengan raut muka tanda tanya.
“Iya, semalaman Aku merangkum cerita yang udah di buat Mali. Dia kan kecelakaan, jadi dia enggak mungkin nulis cerita sepanjang ini. dan yang lebih parahnya, enggak ada soft copynya. Terpaksa aku mendengarkan cerita Mali semalaman”
“Ugh Kasihan banget sih kamu, makanya bikin acara tuh di persiapin yang matang, biar enggak kerepotan kayak gini kan”
“Ya Maaf, habis ketuanya terlalu menekan dan otoriter sih”
“Jadi kasihan ngedenger cerita Waffa”
“Kakak mau bantu enggak?”
“Gimana kalau jadi video animasi singkat aja?”
“tapi kan”
Seperti biasa Ahz selalu memotong perkataan Waffa
“Udah dah, Nanti aku rangkum cerita kamu biar lebih bermakna” Ahz merampas dokumen yang Waffa pegang.

Waffa bangkit dari lantai. Dia langsung merentangkan tangannya. Berniat memelukku. Aku segera menghindar. Tangan kiriku yang menggenggam secangkir kopi tumpah. Secangkir semangat yang tumpah. Sial.
“kamu kenapa mau meluk-meluk”
“aku seneng aja kakak mau bantu”
“Eh, aku mau bantu lo juga karena aku butuh duit. Jadi wajar aja”
Waffa cemberut. Wajahnya terlihat lucu dengan ekspresi yang satu ini.
“ah kopinya jatuh kan. Ini tinggal satu-satunya kopi yang ada. Aku enggak bisa kerja kalau enggak minum kopi pagi ini”
“Aduh, maaf yah”
“ya udah. Sekarang biarkan Figenz Studio yang mengerjakannya” Ahz masuk ke dalam. Tapi di hentikan oleh Waffa
“Eh, boleh lihat prosesnya enggak?” pinta Waffa
“ini kos-kosan cowok!” Ahz lagi-lagi membanting pintu.

Ahz duduk di sebuah kamar 4×4, bisa di bilang ini ruang kerja Figenz Studio. Dengan pembagian 4 sisi. bagian kanan di isi satu buah komputer dengan dua layar monitor tempat kerja Vhanz si art designer, bagian kiri di isi satu buah komputer dengan dua layar monitor tempat kerja Juno si Sound Editor, bagian tengah di isi dengan satu buah komputer dengan dua layar monitor tempat kerja Natsu si Programer dan bagian depan di isi dengan 1 buah komputer dengan 5 layar monitor tempat kerja Ahz si Video Editor.

Ahz menyalakan komputernya. Melihat dokumen yang Waffa berikan. Alur cerita langsung terbayang semua di dalam otak. Ahz membuka sebuah program game, Romantic Fantasy Online. Inilah kerjaan paling utama Ahz. Mencari penghasilan dari media game. Layar paling pojok digunakannya untuk membuka social network, dan juga blognya. Layar selanjutnya, dia membuka progam favoritnya Vegas Studio. Layar yang lain digunakannya untuk membuka Adobe Premiere dan layar terakhir sebagai explorer.

Ahz sudah masuk ke dalam dunianya. Di tambah dengan ear phone agar tidak ada yang mengganggu. Memutar playlist favoritnya. Ahz meraih cangkir yang terletak di atas meja kecil. “Shitt, aku lupa kalau kopinya tadi tumpah”

Waktu berputar cepat. Alarm kelaparan berbunyi dalam perut. Tapi untungnya semua pekerjaan telah selesai. Ahz memburning video animasinya. Tertulis nama Waffa. Ear phone terlepas suara azan pun terdengar. Ahz pikir sekarang shalat zuhur, tapi ternyata dugaannya salah. Sekarang waktu magrib, Ahz panik setengah mati. Shalat adalah ibadah yang tak boleh terlewatkan. Sekarang dia melewatkan dua waktu shalat.

Ahz masuk ke kamarnya. Kaget, siapa yang lagi shalat di situ. Pakai mukena pastinya perempuan. Ahz menunggu di luar kamarnya. Menunggu perempuan itu selesai shalat. Ahz baru teringat, dia mematikan ponselnya sejak tadi pagi. Tapi itu tak akan jadi masalah, karena jarang ada yang mau smsan sama Ahz. Paling-paling Ahz hanya smsan dilingkarannya saja. Lingkaran Figenz Studio, dan mungkin Ayah angkat dan bunda angkat. Ayahanda dan Bunda Ahz telah lama pergi meninggalkannya ke dunia lain semenjak dia masuk SMP. Tanpa punya keluarga lain. Ahz pergi berkelana. Hingga di suatu tempat saat hujan deras. Ahz berteduh di sebuah rumah, hingga tertidur di teras rumah itu.

Setelah bercerita panjang lebar tentang dirinya. Keluarga itu bersedia untuk mengadopsi diriku. jadilah Ahz punya anggota keluarga. Juno adalah kakak angkatnya. Satu universitas di UGM, tapi beda jurusan.

“Waffa, ngapain disini? Inikan kamar cowok” tanya Ahz
“Aku cuman numpang shalat kok, enggak apa-apa kan”
“enggak apa-apa sih, tapi sejak kapan Waffa ada di sini?”
“sejak tadi zuhur”
“Waffa ngapain aja dikamarku?”
“hanya nonton tv, oh ya, video animasinya udah jadi belum?”
Ahz memberikan Cd ke Waffa “Nih, Video Animasinya udah jadi, kerja ngebut. Bayarannya sekarang dong”
Waffa terlihat agak sedih, tapi buru-buru dia menyembunyikan kekecewaannya.
“Nanti dong, pas pentas seninya selesai. Tapi kakak harus ikut lihat pentas seninya”
“kenapa aku harus ikut?”
“Karena hari ini aku ulang tahun, aku ingin mempersembahkan sesuatu untuk kakak”
“kalau aku enggak mau ikut?”
“Waffa enggak akan bayar video animasi itu”
“ah, Waffa ini, kapan emang pentas seninya di mulai?”
“jam delapan malam, ayu atuh berangkat sekarang”
“dasar, aku shalat aja belum, kamu udah ngajakin pergi”

Waffa turun dari motor Ahz. Mereka berhenti di sebuah SMA Ummul Quro. Sekolah yang sangat besar dan juga mewah. Waffa mengantarkan Ahz ke ruang khusus. Waffa meminta Ahz menunggu.

Acara demi acara membuat Ahz ngantuk. Tanpa disadari, dia sudah tidur pulas dengan posisi duduk. Maklum, dari semalam dia belum tidur.

“untuk acara terakhir, Kita akan menampilkan gadis cantik, lucu dan imut. Dia ingin mempersembahkan lagu ini untuk seseorang yang sangat dia sukai”
Setelah pembawa acara turun dari panggung. Wafa naik keatas panggung dengan membawa sebuah gitar. “selamat malam semuanya, malam ini aku ingin menyanyikan lagu Utada Hikaru yang berjudul First love. Lagu ini ingin aku persembahkan kepada orang yang sangat berjasa untuk acara kita. Orang yang sedang duduk di bangku VIP.”

Lampu sorot di arahkan ke sebuah tempat khusus, ruang VIP. Betapa kagetnya Waffa ketika melihat Ahz tertidur dengan pulasnya. Entah mengapa ada setetes air mata jatuh dari mata kecil Waffa. Waffa menangis. Waffa mulai memainkan gitarnya. Suaranya terdengar serak. Dia tak kuasa untuk meneruskan lagu ini. Waffa pingsan.

“Waffa” teriak pembawa acara.

Suara pembawa acara itu membangunkan Ahz yang sedang tertidur. Dilihatnya Waffa pingsan di tengah-tengah panggung. Ahz langsung berlari. Tim medis langsung mengangkat dan memindahkan Waffa ke ruang kesehatan. Ahz menyusul ke sana.

Seorang tim kesehatan memberitahukan kepada Ahz kalau Waffa tidak kenapa-kenapa, dia hanya pingsan.
Seseorang menepuk punggung Ahz dari belakang. Mali. “Tapi bukankah dia kecelakaan” batin Ahz.
“hei, Ahz, kasihan tuh Waffa, dia udah latihan berkali-kali biar dia bisa tampil sebagus mungkin buat kamu, tapi kamunya malah mengecewakan dia”
“Tapi, tapi, kata Waffa kamu kan kecelakaan? Buat aku?”
“Oh, sengaja. Takut-takut kamu ngecewain dia, makanya aku suruh dia buat minta bikinin video animasi ke kamu, ternyata memang bener kan kamu ngecewain dia. Video animasi itu anggaplah sebagai kado dari kamu buat dia. Sebenarnya dia suka sama kamu, dia pengen mengungkapkan rasa cintanya di acara pentas seni ini. Cuma kamu aja yang tidak merasakan getaran cintanya. Dan lagi kamu tidur ketika dia ingin menunjukan rasa sayangnya di depan umum. Bagaimana tidak sakit hatinya”
“Kok aku baru sadar sekarang yah”
“kamu ini, kamu memang benar-benar keterlaluan, dia suka dan cinta sama kamu tuh tulus banget. Tapi kamu malah tidak menganggapnya”
“Ya sudah, aku masuk ke ruang kesehatan, nemenin Waffa”
“Silahkan”

Ahz memasuki ruang kesehatan. Muka Waffa tampak pucat, mungkin dia kecewa. Tapi semoga saja setelah dia melihat video yang Ahz, kekecewaan itu bisa sirna.
“Waffa” panggil Ahz
“kakak jahat” Waffa meneriaki Ahz.
Ahz mendekati Waffa. Waffa membuang muka.
“Waffa, maafkan aku ya”
“kenapa,” tetesan air mata perlahan keluar. “Kenapa kakak belum mengerti perasaanku juga”
Waffa meraih tangan Ahz. Ini sungguh melanggar syariat islam. Tapi Ahz tidak kuasa untuk melepaskan genggaman tangan Waffa.
“kakak,”
“iya”
“peluk aku”
“tidak, aku tidak bisa”
“kenapa”
“aku hanya akan memeluk keluargaku dan juga kekasih halalku”
Mendengar perkataan itu. Waffa langsung melepaskan tangannya. Waffa mengambil posisi duduk diatas ranjang.
“kakak”
“kenapa lagi”
Waffa bangkit dan langsung memeluk Ahz. Kaget, tapi kali ini Ahz tidak bisa menghindar.
“kenapa kakak tidak mau memeluku”
“jelas kamu bukan muhrim, jadi tak mungkin aku memelukmu”
“Peluklah aku, karena aku tak yakin kakak mau memelukku ketika kematianku tiba”
Kata-kata Waffa bagaikan panah yang menancap di jantung Ahz. Terasa sakit. Seperti kata perpisahan.

Cerpen Karangan: Adil Mudhoffar
Blog: http://adehaze.blogspot.com
Ana bukan orang yang spesial, suka menabung dan berbakti kepada orang tua hehehehehhhehehehehhe.
Facebook : http://facebook.com/adehaze.the
twitter : http://twitter.com/adehaze

Cerpen Peluklah merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


My Love is Eternal

Oleh:
Aku menyesap hangatnya susu coklat di gelas putihku sambil menatap lekat-lekat setiap gerakan dan tindakan laki-laki di depanku. kutegaskan lagi, setiap gerakan dan tindakan. tidak terkecuali wajahnya yang terlihat

Pertemuan Yang Tak Terduga

Oleh:
“Yuk!!” Ajakku kepada Firda, sahabatku. Aku segera berjalan menuju ke kantin. “Eh.. kamu beli aja. Aku tunggu di sini!” Kataku. Aku malas harus antri hanya untuk membeli jajanan di

Karena Nya

Oleh:
Bismillaahirrahmaanirrahiim.. Aku kira, memang tak ada. Lebih dari sekali aku hanya digantungkan oleh angan-angan kosong. Jawaban tak pasti, senyuman penipu, hanya segelintir dari apa yang kurasa. Akhirnya, aku mulai

Yang Terlupakan

Oleh:
Tak ada yang abadi di dunia ini. Seoring berjalannya waktu semua pasti akan berubah. Karena harapan tidak akan selalu sesuai dengan kenyataan. Itulah yang terjadi pada diriku, selalu ada

Cinta Beda Usia

Oleh:
Cerita ini berawal dari waktu aku masih smp. Namaku Ririn Marika, teman-temanku biasa memanggilku Ririn atau Rika. Biasalah anak ABG biasanya kerjaannya cuma chattingan doang. Saat itu aku baru

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *