Pemerhatimu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Galau
Lolos moderasi pada: 26 May 2013

Berawal dari kesalahanku menempatkan pandang, Sekilas itu kau lewat dan mata sama sekali tak berpaling, Sejauh itu ku anggap kau kesalahan terindah, Tapi lama ku selidiki seluk kehidupanmu, Aku membenci kesalahan penempatan kagum yang berawal dari adu pandang sederhana itu, Harusnya aku tak tau siapa wanita yang sangat dekat denganmu itu, Sama seperti aku sama sekali tak tau namamu, Tapi dia malah selalu menggandeng lengan kekar itu menempel manja di sisi kirimu, memanggilmu dengan sebutan yang aku yakin itu bukan namamu “sayang”, kau pun membalas dengan kasih yang ingin sekali kumiliki, walau gelap, aku tak pernah berhenti jadi pemerhatimu

Ketika itu aku sama sekali tak tau harus melakukan apa, saat pandangan lari kepada sosok pria bertubuh tinggi yang menebarkan senyum manisnya yang harusnya aku tak perduli karena itu bukan buatku, tapi dia berhasil buat aku membantah pendapatku sendiri bahwa tak seorang pun siswa di sekolah yang baru saja ku masuki 2 minggu itu dapat membuatku tertarik. Aku hanya menelan ludah. Saat seorang wanita cantik menggunakan kerudung biru muda membalas senyum paling bersinar itu. ku akui aku cemburu. Yah. Aku bisa dengan bodohnya cemburu pada sesuatu yang tak harusnya ku cemburui.

Mungkin ini cinta pada pandangan pertama. Atau aku hanya terlena dan tak dapat membedakan mana cinta atau sekedar ketertarikan, yang aku tahu dia berhasil buat mataku cukup berbinar setiap senyum “salah arah” itu melengkung dibibirnya.

Setelah pandangan pertama itu aku jadi sering melihatnya, tapi dia lebih sering mempertahankan wajah datarnya bila berjalan sendiri. aku sama sekali tak menikmati itu, Hanya jika dia bersama wanita “paling beruntung di dunia” itu lah sesimpul senyum baru dapat ku nikmati. Tapi menyadari aku bukan alasannya tersenyum itu lebih sakit dari di iris sembilu tajam tepat di hati. Perih.

Dan satu masalah ku hadirkan setelah sepaket kagum terkirim dan sampai pada relung hati terdalam. Kenapa harus aku yang merasakannya, Sang Hawa yang di gariskan untuk menunggu ungkapan, bukan mengungkapkan, walau aku tak tau itu sebuah teori dari ahli mana, tapi kebanyakan orang berpegang teguh pada prinsip bodoh itu, ternyata perjuangan kartini membubung kodrat emansipasi tak sampai pada pernyataan Cinta.

Namun walau sebuah cerita tak tercipta, bahkan sebuah senyum saja jarang terbalas, tapi aku malah dengan tolol nya menjaga semua setia yang sepertinya tak pantas ku jaga, hanya atas satu nama. KAMU. ya aku tak tau entah siapa pun namamu tapi aku setia, setia ini untukmu. Berharap gadis berkrudung itu mengecewakanmu dan kau mengalihkan hatimu pada senyum yang tak kau sadari selama ini tersimpul manis untukmu, dariku.

Ly

Cerpen Karangan: Chenly Kasandra Malau
Facebook: http://www.facebook.com/chenly.malau
Aku cuma mahasiswi Matematika yang mau nyemplung ke dunia tulis menulis, masih belajar, jadi kalau masih datar ide nya dan gak bisa buat mereka tenggelam dalam imajinasi ya harap wajar yaaaa..

Cerpen Pemerhatimu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Love You Kevin

Oleh:
Gelap dan sunyi.. hanya itu yang terasa di sudut ruangan. Terdengar detakan jam dinding dan isakan tangis seorang gadis. Ya dia ‘NARNIA EXCONICA’. Seorang gadis yang menangis karena cinta.

Masih Disini

Oleh:
Ditemani embun dan kabut yang masih begitu Abu abu, seperti biasa aku menunggu bus dengan sahabatku yaitu siska, dia juga teman sekelasku. Siska adalah tempat curhatku jadi dia tahu

Viana

Oleh:
“Jedddaaarrr…” suara petir memekakkan telinga. Di luar sedang terjadi hujan besar. Langit malam yang biasanya gelap kini mengeluarkan amarahnya, memuntahkan beribu kubik air ke Bumi dan membuat alunan simfoni

Bayangan Dalam Selimut

Oleh:
Malam ini aku tak melihat bulan dan bintang menghiasi langit malam mungkin karena tertutupi awan mendung, ku lihat dari jendela kamarku kegelapan membuatku sepi, dalam kedinginan malam yang menyelimuti

Gadis Bunga Lotus

Oleh:
Lembayung sore yang indah membuat bumi seakan bewarna jingga, suara burung seakan menambah keindahannya. Saat itu aku berumur tujuh tahun di sebuah danau dekat rumahku. aku berdiri tepat di

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *