Penantian Untukmu Tha

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 22 July 2016

Semilir angin senja menerpa rambut indah Septariani membuat aku semakin mengagumi kecantikannya. Masih teringat aku 3 bulan yang lalu ketika dia pulang dari kota, sebuah kejutan yang kuterima sungguh tak pernah aku bayangkan sebelumnya.

“Emmm, bolehkah aku bertanya?”, tanyaku memulai percakapan pada sore itu
“Tentu saja boleh”, jawabnya singkat
“Masih ingat nggak waktu pertama aku memberimu nama Tha?”, tanyaku sembari tersenyum
“Tentu, itu nama yang kau berikan padaku 4 tahun yang lalu bukan?”, balasnya sambil ikut tersenyum
“Yapph, begitulah”, ujarku

Oh ya aku lupa memperkenalkan diri. Namaku Semarayanta. Aku sendiri masih berada di bangku sekolah tepatnya SMA. Aku memiliki seorang pacar namanya Septariani yang sekelas semenjak aku bersekolah di SMA ini. Di kelasku aku termasuk anak yang agak pandai, bayangkan rangking 1 semenjak SD (walaupun kelas 1 SD sempat rangking 3 hehehe). Hal ini pun menjadi daya tarikku sendiri sehingga lumayan banyak cewek-cewek yang mendekatiku. Namun aku hanya tertarik pada seorang cewek yaitu Septariani. Bagiku dia begitu spesial, orangnya cantik dan pintar disertai sikapnya yang baik. Sehingga banyak yang mengejar-ngejarnya untuk dijadikan pacar. Tapi hasilnya nihil tak ada yang berhasil meluluhkan hatinya, menurutnya ia tak ingin berpacaran sebelum memegang ijazah SMA. Tapi itu tak menjadi kendala yang berarti untukku. Pdkt pun berjalan lancar Septari yang dikenal tegas dalam memegang prinsipnya mulai luluh dalam pelukanku.
Awalnya aku menghargai prinsipnya tapi perasaanku yang menggebu-gebu ingin memilikinya mengalahkan akal sehatku.

Aku pun menyatakan perasaanku padanya ketika kami berdua dikirim sekolah untuk mengikuti lomba sispres. Pucuk dicinta ulam pun tiba. Dia menerimaku menjadi pacarnya dan tak ayal lagi langsung kupeluk tubuhnya dan kubawa dia hanyut dalam gelora cinta.

Hubungan kami semakin lengkap ketika orangtua kami merestui hubungan kami. Hingga suatu sore aku ingin memberinya nama panggilan sayang untuknya.
“Aku ingin memberimu sebuah nama yang hanya khusus untukmu!”, ujarku disaat hembusan angin menerpa wajah cantik Septariani
“Nama?, bukannya aku sudah mempunyai nama?, atau namaku kurang bagus ya?”, tanya Septari bertubi-tubi
“Yah tapi nama ini khusus dariku untuk panggilan sayangku pada untukmu”, ujarku mencari alasan
“Emmm bolehlah kalau begitu”,
“Bagaimana aku panggil kau Tha?”, tanyaku meminta persetujuan
“Tha?, bukankah itu terlalu singkat?”, ujar Septari
“Memang singkat tapi aku nyaman memanggil kau Tha”,
“Kalau begitu baiklah mulai hari ini namaku Tha, tapi…”, ujarnya namun terhenti
“Tapi apa?”, tanyaku penasaran
“Kalau kau memberiku nama, kenapa aku tak memberimu nama?. Baiklah mulai sekarang aku akan memanggilmu Se!”,
“Kurasa terlalu singkat, tak adakah nama yang lain?”,
“Sama seperti namaku Tha”, ujarnya sambil tertawar

Kami selalu bersama di dalam menjalankan kehidupan kami. Namun setelah selesai menghadapi UN kami kemudian dihadapkan pada suatu cobaan. Tha memilih melanjutkan sekolah di luar kota, sedangkan aku memilih melanjutkan di dalam kota. Kami sepakat untuk menjaga hubungan kami sampai kami bertemu kembali.
“Bisakah kita menjaga komitmen kita saat kau jauh disana Tha?”,
“Tentu tapi aku juga berharap kau selalu menyimpan aku di hatimu Se, dan berjanjilah untuk selalu setia padaku”,
“Ya Tha aku berjanji akan selalu setia padamu”,
“I Believe In You Se!”,

Detik demi detik berlalu, hingga tak terasa 4 tahun penantianku. Aku selalu mencoba menyibukkan diri dengan berbagai aktivitas agar mampu memendam rasa rinduku. Aku percaya disana Tha pasti merasakan hal yang sama.
“Tha bukankah ini sudah 4 tahun berlalu seharusnya engkau sudah kembali?, bagaimana kabarmu sekarang?, aku berharap kau selalu dalam lindungan-NYA”,

Beberapa hari kemudian aku mendapat kabar bahwa Tha akan segera kembali, namun ada kabar miring yang mengatakan dia juga mengajak calon suami yang tak lain anak direktur perusahaan ternama. Aku tak menyangka Tha mengkhianati janji yang kami buat.
Dia yang memintaku selalu setia telah menduakan cintaku. Aku mencoba tak mempercayai kabar tersebut sebelum aku mendengar sendiri dari bibir manisnya Tha.

“Aku percaya padamu dan aku ingin kepastian darimu Tha!”, ujarku lirih
“Dimanakah dirimu sekarang Tha?”,
“Aku disini Se, di sampingmu”, terdengar suara yang tak asing di telingaku
“Tha?, sejak kapan kau disini?”,
“Tadi siang aku baru kembali, dan aku sempatkan mampir di rumah pohon kita, dan aku berpikir kau disini”,
“Jadi kau sudah kembali, masih ingatkah kau janjimu padaku sebelum kita berpisah?”,
“Tentu tapi maaf Se, aku…”,
“Kenapa Tha? jadi benar kabar miring yang aku dengar selama ini?”,
“Maafkan aku Se, aku tak mampu menolak keinginan orangtuaku beliau meminta aku menikah dengan anak rekan bisnisnya”,
“Tapi tha, aku…”,
“Aku mencintaimu Se, walau tubuh ini milik orang lain tapi cintaku selalu milikmu Se”,
“Tha aku mencintaimu kenapa kau tinggalkan aku?, inikah balasanmu terhadap penantianku?”,
“Aku juga mencintaimu Se, tapi maafkan aku tak bisa bersamamu lagi, maafkan aku Se, maaf”,
Setelah selesai berkata demikian Tha memohon diri, tinggallah aku seorang diri yang meratapi takdir. Aku tak percaya tuhan memisahkan kami. Penantian panjangku berbuah pahit, aku harus menerima takdirku.

Tak terasa tiga hari berlalu, hari-hari aku lalui dengan penyesalan. Hingga aku mencoba melupakan semua kenangan yang pernah aku lukis bersama Tha. Namun semakin aku mencoba melupakan kenangan itu, malah semakin aku mengingatnya.
“Aku tak menyangka cerita cinta kita berakhir sampai disini Tha, dan aku hanya mampu berdoa semoga engkau bahagia bersama pilihanmu”, ujarku lirih sampai tak terdengar
“Aku mencintaimu Tha”,
“Aku juga mencintaimu Se”, suara yang khas terdengar di balik bayangan
“Tha?, kenapa kau kesini?, tak cukupkah kau sakiti aku?, tanyaku tanpa menoleh ke arahnya
“Aku kesini pengen ini…”, kata tha sembari mencium pipi kananku
“Apa yang kau lakukan tha?, bukankah kau memilih orang tersebut?”,
“Orang yang mana?, yang aku ajak pulang kemarin?, itu sepupu aku yang ingin mengunjungi bapak dan ibu”,
“Selain itu aku sudah tersimpan disini kan?”, ujar Tha sambil menunjukkan dadaku
“Tha, kau…?”, kata ku tak percaya
“Ya maafkan aku Se, aku telah mengujimu kemarin aku ragu kalau cintamu masih untuk ku makanya aku membuar kabar akan menikah dengan anak direktur yang tiada lain sepupuku sendiri. Kemudian aku mempertegasnya dan mengatakan itu pilihan orangtuaku, tapi itu hanyalah ideku untuk mngetahui kesetiaanmu”, terang tha panjang lebar
“Dan menurut mu aku lulus test?”, kataku sambil tersenyum
“Tentu dan nyatanya aku masih di hatimu”,
“Emmmm, Aku mencintaimu Tha!”,
“Aku juga mencintaimu Se!”,
Ternyata pribahasa tak pernah salah. Jika kita selalu sabar dan percaya maka tak ada hal yang tak mungkin. Semua akan terasa indah pada waktunya.

THE END

Cerpen Karangan: I Ketut Semarayanta
Facebook: Semarayanta Noeza Penida

Cerpen Penantian Untukmu Tha merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cinta Terpendam

Oleh:
Awalnya hanya rasa kagum tapi lama kelamaan rasa ini berubah menjadi rasa sayang dan kemudian berkembang menjadi cinta. Hai namaku Ai Melani umurku 15 tahun aku bersekolah di SMAN

Jodoh Ku (Part 2)

Oleh:
Rachel menegakkan kepalanya saat mendengar suara yang amat familiar di telinganya. Untuk sesaat dunia kembali berhenti berputar. Dan lagi-lagi ia terpaku seperti orang bodoh. Ia selalu begini setiap kali

Jatuh

Oleh:
Aku melihatmu di acara itu. Aku melihatmu baik-baik saja. Dan aku terluka karenanya. Aku berusaha menghindar. Memilih meja yang berjauhan, mengambil minuman dari tempat yang jauh dari jangkauanmu, tapi

Surat Tanpa Nama

Oleh:
Kusapa engkau dari ribuan juta mil jarak “Assalamualaikum engkau pemilik hati.” Tanyakan kabar pada angin samudera yang menyejukan dan mengenyahkan gundah hatimu. Ia mengatakan kau akan selalu bahagia dan

Arwah, I Love You

Oleh:
Disinilah aku saat ini, menangis sendirian di sebuah lorong belakang sekolah, mencoba menyendiri dan menenangkan diri. Apa salahku? Mereka selalu saja membullyku, tidak ada yang membelaku sama sekali. Oh

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Penantian Untukmu Tha”

  1. Semarayanta says:

    Ada kalanya saya pengen ketawa. Tapi alurnya cukup bagus walaupun terdapat kesalahan alur waktunya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *