Penantian Yang Tak Berakhir

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 26 April 2016

Mataku menatap wajahnya sambil bertanya, “Yang apa kamu serius sama aku, terus sampai kapan? aku tidak mau seperti ini terus.” ujarku malam itu. Tapi dia diam.. sambil memalingkan wajah. Tak terasa air mataku mengalir, rasanya sakit menusuk ulu hatiku. Tak ada kata yang diucapkan untukku. Ini kejadian bukan hal yang pertama kali aku lakukan untuk meminta kepastian dari kekasihku. Setiap kali aku membicarakan kepastian hubunganku dan dia, dia tak bisa memberi jawaban. Lima tahun bukan waktu yang singkat, tapi mungkin aku sudah terlalu sayang sama dia, tapi karena tuntutan keluarga mau tidak mau aku harus dapat kepastian itu. Malam itu ada lagi, aku coba memulai pembicaraan.

“Sayang sekarang kan dah pas 5 tahun nih kita bersama,” ujarku.
“Ya.. gak terasa ya kita makin tua kali ya,” jawabnya sambil bercanda.
“Makanya aku mikir kita kan gak mungkin pacaran terus, gimana kapan kamu jadi melamarku, aku dan keluargaku udah nungguin mulu..” Ujarku sambil menatapnya serius.
“Tapi aku dan keluargaku belum bisa sayang, kamu kan sudah tahu alasannya..” Jawabnya. Pikiranku pun melayang, aku tahu dia sejak dulu, dia punya kakak yang super sibuk, sehingga belum punya waktu untuk memikirkan hal berumah tangga. Atau mungkin dia punya pacar yang belum pas di hati, aku kurang tahu.

“Terus kalau selama keluargamu tak memberi izin, berarti kamu tak akan memperjuangkan hubungan kita?” Ujarku sambil terisak. Hatiku sedih, aku berpikir sampai kapan aku digantung seperti ini.
“Percayaah aku akan selalu bersamamu sampai kapan pun.” jawabnya sambil mengusap kepalaku.

Rasa pilu dan pengharapan yang tak kunjung berakhir, cinta yang ku rajut selama 5 tahun ini tak mungkin bisa aku tinggalkan untuk memulai cinta yang baru. Tapi jauh di lubuk hatiku, aku inginkan hubungan yang sakral itu. Apakah aturan keluarga kekasihku harus aku ikuti.. sementara menurutku tak salah jika seorang adik menikah lebih dulu daripada kakak -abangnya. Bukankah semua lebih baik jika berjalan menurut kehendakNya, bukan kehendak keluarga saja. Aku tak tahu sampai di mana kaki ini kan melangkah. Sampai kapan penantian akan berakhir, yang aku tahu hanya satu kasih dan cintaku mungkin tak akan bisa berpaling darimu. Sampai kapankah.

Cerpen Karangan: Desniati Manullang
Facebook: Dhesni Manullang

Cerpen Penantian Yang Tak Berakhir merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sakit Tak Berujung

Oleh:
Mungkin yang pergi itu cinta, tetapi yang akan datang nanti jodoh. Aku pernah mencintai seseorang sampai aku tidak tahu apakah itu cinta atau pembodohan. Aku pernah menyayangi seseorang sampai

My Stepbrother

Oleh:
Senyuman terus terpancar di wajah seorang wanita dengan balutan gaun berwarna pastel yang berdiri dengan anggun bersama pria pujaannya, wanita yang masih terlihat cantik di usia yang tak muda

Berawal Dari Kopi

Oleh:
Prudence berjalan di koridor sekolah menuju kantin. Hari ini rasanya ia ingin menikmati secangkir kopi yang akan menjernihkan pikirannya. “Bi, kopi” Ucap Prudence dan seorang pria di sebelahnya berbarengan.

Melepaskanmu

Oleh:
Sore hari saat aku pulang dari suatu tempat, pas depan pintu kostku, aku membuka pintu kamarku kemudian terdengar suara dering handponeku. Aku segera meraih handpone yang masih berada dalam

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *