Penantianku Bersama Hujan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Penantian
Lolos moderasi pada: 6 September 2017

Tiga tahun yang lalu kita pernah bertemu, kita pernah saling mengenal, kita pernah saling mengukir kisah suka dan duka walau kutau itu tak akan lama dan hanya sekejap kurasakan lalu kamu pergi dari hidupku pergi dari hari-hariku yang selalu kuwarnai bersamamu.

Sekarang aku berdiri di tempat yang pernah kamu janjikan, di tempat saat pertama kali kita saling mengenal rasa itu. Rasa yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata dan aku harap tuhan mengerti itu.

Kutatap langit dan kupandangi awan putih yang menghitam, menyelimuti jagad raya ini. Kuharap hujan tak akan turun hingga penantianku datang menghampiriku, namun semua itu kurasa telah terlambat.

Kupejamkan mata ini dan kurasakan dingin dan pedihnya hati ini bersama derasnya hujan, bersama rasa kekecewaan ini, bersama luka yang tergores karena penantianku selama tiga tahun telah sia-sia. Alangkah bodohnya diriku ini yang telah setia menanti dirimu selama tiga tahun, membiarkan kekosongan hati ini, menolak semua hati yang ingin singgah di hati ini, demi kamu demi penantian yang sia-sia.

Berjam-jam aku menanti dan menunggumu di sini hingga aku harus berbasah ria dengan guyuran hujan yang menepis tubuhku. Dingin yang sekarang aku rasakan hingga membuat tubuhku terasa beku, dan sukar bergerak.

“Haaa…aaaaa” teriakku sekencang-kencangnya meluapkan segala gundah dan gelisah hati ini. Akan aku biarkan raga ini terus terguyur hujan menunggu penantian yang bohong itu. Aku relakan putih abu-abu terakhir ku ini lusuh dan basah kuyup. Aku tak peduli itu yang jelas aku kecewa dan sangat kecewa.

“Dionn… Gue kecewa sama looo!” Teriakku lagi sekencang-kencangnya seraya menyebutkan nama itu, nama yang sekarang menjadi aku benci dan.. dan akhirnya air mata ini tumpah, membasahi pipi bercampur dengan tetesan hujan. Kupastikan orang yang melihat tak mengerti jika aku sedang menangis, yang mereka tahu pipiku basah terkena hujan bukan air mata.

“Maafin aku, aku udah bikin kamu kecewa” ucap sebuah suara yang pernah aku kenal, yang pernah aku sukai. Suara yang menurutku lembut ku dengar di telinga. Kubalikan tubuh ini dan kupandangi sosok di belakangku. Terhapus sudah gundah dan gelisah penantian ini, meskipun rasa kecewa masih berlabuh di hati ini.

“Ke mana aja kamu dion? Kenapa kamu baru datang? Kenapa?” Tanyaku, kuluapkan segala pertanyaan yang membuat hati ini kebingungan.

Sosok itu sosok yang aku tahu adalah dion, sosok yang sama masih memakai seragam putih abu-abu itu mendekatiku, aku tahu hari ini adalah hari pengumuman kelulusan siswa/siswi SMA di seluruh indonesia. Dan tiga tahun yang lalu adalah hari kelulusan saat aku dan dion masih smp setelah kami lulus smp kami berpisah aku masih menetap di jakarta sementara dion dibandung. Kurasa tubuhnya kian mendekat matanya semakin tajam kulihat, tatapan yang pernah membuatku terpana itu membuai hatiku yang sempat goyah karena kekecewaan ini. Sementara tangisku semakin menjadi semakin terisak-isak dirinya tak kunjung memberikan jawaban. Namun dia malah mendekatiku semakin mendekat dan mengecup keningku. Lalu memelukku memberikan kehangatan untukku.

“Kamu sekarang udah gede ya! Makin cantik, nggak kayak dulu, jelek item galak lagi” bisiknya di telingaku, yang membuat hati ini semakin geram. Langsung saja tanpa basa basi aku balas ledekannya dengan cubitan mautku di perutnya.
“Auww…!” Pekiknya kesakitan dan melepaskan pelukannya padaku.
“Gimana sakit kan, itu belum seberapa sama sakitnya aku nunggu kamu yang gak dateng-dateng”
“Iya aku tau aku terlambat buat nemuin kamu, tapi aku mohon.. Buat ngertiin perasaan aku jadwal penerbanganku tadi harus mundur karena cuaca di bandung lagi gak mendukung”
“Aku juga minta maaf kalo kamu udah nunggu aku lama banget sampek kamu rela harus hujan-hujanan dan basah-basahan kayak gini. Maafin aku ya!” Sambungnya lagi memohon maaf padaku.
Aku hanya diam dengan seribu bahasa, mendengaar beberapa pernyataan yang membuat hati ini meredam dan luruh.

“Aku sayang sama kamu, aku cinta sama kamu nadine, tiga tahun yang lalu kita pernah menjalani hari-hari kita bersama sebagai seorang anak smp yang lugu dan pemalu, sampai akhirnya kita hanya bisa menjalani sebuah hubungan secara diam-diam dan tak ada seorang pun yang mengetahui kecuali kita dan tuhan yang tahu…. Hari ini aku datang menemui kamu, untuk memenuhi janjiku tiga tahun yang lalu, meskipun aku terlambat tapi tidak ada kata-kata terlambat untuk kita bersatu lagi.. kamu mau kan nerima aku lagi buat jadi pacar kamu”
Kembali lagi terhenyak dalam diam ketika mendengar kata-katanya.
“Asal kamu tau tiga tahun itu nggak sebentar kalo cuma buat nungguin kedatengan lo itu. Tiga tahun gue setia buat nungguin lo buat menanti kedatengan lo. Dan… Asal lo tau saat pertama elo ninggalin gue, gue ngerasa kehilangan gue ngerasa hancur ngerasa sebagian raga gue rapuh dan hilang.” Akhirnya mulutku bergerak dan mampu aku utarakan kata-kata yang memberatkan hatiku.

“Aku janji sama kamu nggak bakal ninggalin kamu lagi, aku janji aku bakal terus bersama kamu” ucapnya lalu memelukku lagi.
“Kamu janji ya..! Gak bakal ninggalin aku lagi! Pokoknya kamu harus nepatin janji kamu ok.”
“Iya.. Sayang aku sayang banget sama kamu.”

Rintik hujan kian mereda, suasana taman ini kembali ramai meskipun bangku-bangku taman masih nampak basah, tapi semua orang menikmati sore mereka di taman ini. Awan putih mulai pergi mentari yang akan tenggelam mulai menampakan dirinya, meskipun dia hanya menampakan dirinya saat akan tenggelam tapi senja sore ini nampak indah, ia menampakan cahayanya yang berkemilau orange dan menebarkan di langit jakarta sore ini.

Cerpen Karangan: Nilawati
Facebook: Nila
Sekolah: SMK pramuka bhakti abung selatan, lampung
Kelas: 12 akuntansi
Email: niilawatii17[-at-]gmail.com

Cerpen Penantianku Bersama Hujan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Dua Malaikat Yang Kukenal

Oleh:
– Cinta tidak berarti menemukan seseorang yang sempurna. Tapi menemukan seseorang yang mampu melengkapi kekurangan yang ada pada diri kita – Namanya Keanu. Dia Sahabat sejak kecil dari Bryan,

Ekstrovert

Oleh:
Butiran air mata di pipi ini sudah tak dapat kuseka lagi. Degup jantung dan hembusan napas seketika terhenti melihat orang terkasih mendekap tubuh wanita lain. Orang lain berkata aku

Cerita Cinta si Berondong

Oleh:
Tak pernah terpikirkan sama sekali jika aku lisa seorang mahasisiwi semester 3 berpacaran dengan ikhsan seorang siswa kelas 3 SMU. Singkat cerita, aku dan dia dicomblangin oleh adikku dan

Rasa ini

Oleh:
Ifal duduk termenung menghadap ke barat di balkon rumahnya. Dia menatap bentang cakrawala yang mulai berwarna merah lembayung itu. Matahari mulai meninggalkan belahan bumi di mana Ifal berada dan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *