Pengagum Rahasiaku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Misteri, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 17 April 2017

Huahh.. Aku menggeliat terbangun. Aku mengerjapkan mata, menyesuaikan dengan kondisiku kamarku yang temaram.

“Heii.. Si Neva belum bangun?” aku beranjak turun dari ranjang dan berniat untuk membangunkan Neva. Dia teman satu kamar asramaku.
“Bangunlah.. Kita bisa terlambat kesekolah jika kau tak bangun” Neva mengerjapkan matanya malas.
“Ayo bangun tuan putri” godaku dengan memegang hidungnya berkali-kali.
Ia terbangun dan menatapku kesal.
“Hei Nami, ini masih malam” ujarnya dengan suara serak khas bangun tidur. Aku memukul dahinyanya pelan membuatnya memekik.
“Lihat ini” aku menunjukkan jam alarmnya.
“Ohh..”
“Heii.. Aku ada piket hari ini” ia langsung beranjak bangun dan berlari mengambil ke kamar mandi.
“Awas” dia bahkan membuatku jatuh ke kasur karena ditabrak olehnya.
Aku bangkit dan merapikan tempat tidur milikku dan Neva. Setelah itu, aku cuci muka dan membuat sarapan.

Aku melihat sekitar, semua teman-temanku pada terlihat malas. Aku hanya menggeleng-geleng kepala, apalagi setelah melihat Neva menguap.
“Buka matamu dan dengarkan! Kau tau, kita harus punya setidaknya 95 persen untuk ujian nanti” Neva hanya menatapku malas.
“Huh.. Jika saja di sini ada penyewaan kamar, aku ingin tidur” aku terkekeh mendengarnya.
“Jangan mengharap lebih” ujarku.

Tak selang beberapa lama bel jam istirahat berdering.
“Yeeee” sorak teman sekelasku.
“Silakan tidur, tuan putri!” ujarku pada Neva.

Aku berjalan ke lokerku. Aku meletakkan beberapa buku yang sudah selesai kupakai.
“Apa ini?” aku mengambil sebuah kertas berbentuk pesawat yang ada di dekat bukuku di loker.
“Dunia ini milik bersama, tapi ketika melihatmu.. Dunia ini serasa milik berdua” aku membalikkan kertas itu, tapi yang kutemukan hanya tulisa untuk ‘N’.
Apa ini untukku? Aku melihat sekitar, hanya ada beberapa siswa. Tapi tidak ada yang mencurigakan.
“Dari siapa ya?” pikirku. Aku tak ambil pusing, biasanya ini dari anak yang iseng.

“Nami!!” aku tersentak kaget.
“Bisa tidak, jika kau datang tak perlu mengaggetkan?” dia terkekeh.
“Maaf. Begitu saja kaget” dia adalah Fiko sahabat dekatku dari SD. Tapi, kita tak satu kelas.
“Ada apa dengan wajahmu?” tunjuk Fiko dipipiku.
“Apa?”
“Kenapa memerah?” aku mengerutkan dahi bingung.
“What do you mean, boy?” aku menutup kedua pipiku.
“Apa kau..”
Aku memukul dahinya yang mendekat.
“Tidak usah berpikir negatif” ujarku berlalu meninggalkannya.
“Ayok ke kantin!” aku berlari dan dia mengejarnya.

Aku baru saja menjemur baju seragamku yang tadi kupakai.
“Assallamu’alaikum. Nami! Baksonya habis, yang ada hanya mi ayam” aku mengangguk.
Aku mengambil dua mangkuk dengan sendoknya. Lalu, kembali lagi untuk makan.
“Buka pelan-pelan” setelah itu kita berdua makan bersama.

Aku kembali dibuat penasaran, sudah hampir lima hari ini aku mendapat surat ini. Tapi, aku tak tau siapa yang mengirim.
“Aku harus menyelidikinya” aku menyimpan kembali surat itu dalam loker.
“Nami!” Fiko datang membawa beberapa buku cukup besar dan tebal.
“Untuk apa buku-buku ini?” Fiko memberi isyarat meminta bantuan. Aku langsung membantunya.
“Bantu aku bawa ke perpus” aku dan Fiko segera membawa buku-buku tebal dan berat ini ke perpus.

Aku menyimpan beberapa bukuku di loker. Entah kenapa aku merasa ada yang mengawasiku, tapi sekitar sepi. Firasatku mengatakan, aku sedang diawasi. Aku segera menutup lokerku dan pergi. Aku punya rencana! Ide untuk menyelidiki yang sedang kurencanakan langsung muncul. Aku berjalan keluar dari kelas, tapi sebenarnya aku merasa ada yang aneh. Aku berjalan mengendap-endap kembali ke kelas. Aku berusaha tak menimbulkan suara, aku melihat dari jendela luar kelas. Terlihat seorang berjaket hitam, sudah terlihat misterius.

“Siapa dia?” kulihat dia sedang berusaha membuka lokerku sambil melihat sekitar.
Aku semakin curiga. Aku berusaha masuk tanpa menimbulkan suara. Dan.. Brakk! Ia berbalik menatapku, ternyata dia memakai masker. Pintu kelaskuku tutup, hanya ada aku dan dia berdua.
“Siapa kau?” seruku padanya. Ia terdiam di tempat. Dari postur tubuhnya aku seperti mengenalnya.
“Jawablah, atau aku teriak” ancamku dengan mendekat padanya. Ia terlihat mundur.
“Cepat katakanlah! Siapa kau? Aku takkan marah jika kau mengaku” kataku sarkas. Ia masih mundur, aku begitu sebaliknya.
Rencanaku adalah memojokkannya. Itu adalah rencanaku.
“Aku akan teriak jika kau tak mengaku” aku berdiri di depannya yang terkunci tembok.
Aku berusaha membuka maskernya tapi dia menepis tanganku bahkan aku ikut terjatuh.
“Awkhh..” sikuku berdarah terbentur meja. Dia mendekat.
“Kau tak apa?” suaranya terdengar samar karena tertutup masker.
“Fikoo” pekikku ketika melihat orang yang berhasil ku tarik maskernya.
Ini tidak mungkin. Dia juga menatapku terkejut.
“Jadi kau?” dia menunduk. Bukan takut tapi malu.
“Apa aku gagal jadi pengaggum rahasiamu?” tanyanya sambil tertawa.
Aku masih tak menyangka. Jadi selama ini pengagum rahasiaku adalah sahabatku sendiri.

“Aku menyukaimu” ujarnya to the point. Aku masih menatapnya. Di pikiranku sekarang adalah WHAT?

Cerpen Karangan: Yulia Indah
Facebook: Yulia Indah Adhityaliti
silakan add FB saya Yulia Indah Adhityaliti. salam kenal semua 🙂

Cerpen Pengagum Rahasiaku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Bayangan

Oleh:
Namanya adalah Dinda, senyumnya manis semanis gula. Parasnya cantik secantik mawar tapi sayang dia berduri. Wajahnya yang biasanya adalah penuh kedengkian dan tatapanya selalu memberikan permusuhan di manapun aku

Ternyata Gue Kalah Oke

Oleh:
KUDA KUDA apa yang bikin gue jungkir balik? nggak tahu? kalian mau tahu? jawabannya adalah KUDApat pacar baru yang cantiknya selangit. Hehehe… itulah yang biasanya gue lakukan kalau dapat

Bunga Krisan Itu Untukmu

Oleh:
Sayup-sayup rona matahari berganti dengan siluet malam, kembali membuka ingatan pada kata, mata dan hati yang pernah terucap. Siluet malam menghantarkan rona lebih terang dari siang, lebih tenang dari

Love and Deary

Oleh:
09-12 tepat dmn hari aku dilahirkan, mungkin seharusnya hari ini menjadi hari yg spesial di hidupku, namun tidak untuk ku.. Bahkan aku sangat membenci hari ini, karena bnyak menyimpan

Cinta Telah Merubah Segalanya

Oleh:
Ketika aku mulai mengenal arti cinta aku rasa aku selalu berupaya untuk mempercantik diriku. Aku selalu enggak percaya diri karena aku rasa aku enggak secantik sahabatku. Aku berusaha menyaingi

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *