Pengganti Papa

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Keluarga
Lolos moderasi pada: 27 August 2016

“Pa, kenapa papa ninggalin Ariqa secepat ini Pa? Ariqa sayang banget sama papa” Aku hanya bisa menangis sambil memandang makam papaku. Kini aku hanya tinggal bersama mamaku yang sedari tadi menangis meratapi kerpergian suaminya. Semua ini adalah salahku. Andai saja kemarin aku menolak ajakan ayahku untuk mengantarkan aku ke tempat itu, pasti hal ini tidak akan terjadi, dan ayah masih tetap bersamaku hingga kini. Menyesal itu memang tak ada gunanya, mau tidak mau aku harus menerima semua ini.

“Pa, Ma, aku mau tes penerimaan siswa SMA dulu ya. Ma, Pa, doakan aku supaya aku dapat diterima di sekolah favoritku ya”
“Iya sayang pergilah, Mama dan Papa pasti mendoakanmu”
“Riqa naik apa ke sananya? papa antar ya”
“Tidak usah pa, aku naik taksi saja, aku gak mau ngerepotin papa”
“Udah, kamu papa antar saja”
“Baiklah Pa”
“Aku berangkat ya Ma”
“Iya sayang” Mama mencium keningku

Dengan terpaksa aku menerima tawaran papa untuk mengantarku. Aku gak mau ngerepotin papa. Tapi apa boleh buat, papa memaksaku. Kalau saja motorku sudah selesai diperbaiki, pasti aku pergi dengan naik motor.

“Sudah Pa, berhenti disini saja, doakan aku ya Pa”
“Pasti sayang”
“Pa, nanti aku pulang naik taksi ya”
“Pokok nya Papa jemput”
“Ya sudah deh”

Akhirnya tes itu pun berakhir, aku langsung menelepon papa.

“Mengapa sudah 3 kali papa kutelpon, tapi tidak diangkat juga ya? Aku telpon mama saja”
“Halo Ma, Papa kok udah 3 kali aku telepon gak diangkat ya Ma? Papa kemana Ma?”
“Papa kamu udah pergi sayang”
“Mama kenapa nangis? Maksud mama apa? Papa pergi kemana Ma?”
“Papa sudah gak ada, Riqa”
“Apa? Papa udah meninggal Ma? Kenapa Ma?”
“Sewaktu papa pulang dari mengantarmu, papa mengalami kecelakaan”
Aku tak kuasa menahan air mata, aku menyesal, aku menyesal karena tidak berhasil menolak tawaran papa untuk mengantarku.

“Ma, aku keterima di SMAN 1”
“Wah, selamat ya sayang, mama bangga sekali sama kamu”
Aku gembira sekali tapi aku pun ada perasaan sedih.
“Ma, andaikan saja papa masih ada, pasti papa amatlah senang”
“Riqa, kamu jangan sedih ya”
“Iya Ma, Riqa sayang banget sama mama”
“Mama juga sayang banget sama Riqa” Mama mencium keningku

Hari ini adalah hari pertamaku di SMAN 1. Aku tidak boleh telat dan harus berpakaian dengan rapi.
“Ma, aku berangkat ya”
“Iya sayang”
Untung saja motorku sudah selesai diperbaiki, jadi aku bisa berangkat dengan menaiki motor.

Aku pun tiba di sekolah ini. Aku berjalan mencari letak kelasku.
Brukkk…
“Aduh sakit”
“Heh, lo kalo jalan liat-liat dong”
“Maaf, gue lagi nyari kelas gue, jadi gue gak liat lo”
“O…, gue juga minta maaf, gue juga lagi nyari kelas nih, lo kelas 10 ya?”
“Iya, lo juga?”
“Iya, lo kelas 10 apa?”
“1O.1”
“Eh, kita sama, btw, nama lo sapa? kita kan belum kenalan, nama gue Razaka Rafi Baharuddin, lo bisa panggil gue Razaka”
“Nama gue Ariqa Nur Ramadhani, lo bisa panggil gue Ariqa”

Tettt…
“Bel udah bunyi tuh, masuk kelas yuk”
“Iya”

Sampai di kelas, aku sangat terkejut, karena hanya tinggal 2 kursi yang tersisa, ini tandanya aku harus duduk sama dia dong.
“Ya ampun, kursinya tinggal 2, mau gak mau, lo harus duduk sama gue, Riq”
“Iya iya”

Tettt…
“Dah pulang nih, lo naik apa, Riq?”
“Motor”
“Sama dong, rumah lo dimana?”
“Di jalan Imam Bonjol, kalo lo?”
“Di jalan Morotai”
“Gue balik duluan ya Zak”
“Iya”

Hari-hari terus ku jalani, sampai akhir nya, aku ada perasaan sama Razaka. Entah, dia punya perasaan yang sama terhadapku atau tidak. Tapi aku akan berusaha.

‘berada di pelukan mu, mengajarkanku…’
Handphoneku berbunyi, ku lihat nama yang tertera di layar handponeku, disitu tertulis ‘Razaka’, segera kuangkat telpon darinya.
“Halo Zak, ada apa kamu nelepon aku?”
“Riqa, sekarang kita bisa ketemuan gak?”
“Bisa kok Zak, tumben amat kamu ngajak aku ketemuan”
“Ada yang mau aku omongin sama kamu, kita ketemuan di taman deket rumah aku ya”
“Ok, aku berangkat sekarang”

“Razaka mana ya? katanya mau ketemuan disini”
“Riqa…”
“Razaka, katanya kamu mau ngomong, kamu mau ngomong apa?”
“Kamu harus tutup mata kamu, aku mau tunjukin sesuatu ke kamu”
“Ok, jangan lama-lama ya”
“Iya”
“Sekarang kamu boleh buka mata kamu”
“Ya ampun Razaka, bagus banget”
“Riqa…” Razaka nampak menyembunyikan sesuatu di belakang punggungnya
“Iya?”
“Kamu mau gak jadi pacar aku?” sambil menunjukan sesuatu dari belakang punggungnya yang ternyata adalah bunga
“A… aku mau”
“Riqa, sebenernya aku suka sama kamu dari dulu”
“Aku juga Zak”

“Pa, aku seneng banget, aku nemuin pengganti papa, yaitu Razaka, dia segalanya bagi aku Pa, aku gak mau sampe kehilangan dia Pa, aku gak mau kehilangan dia seperti aku kehilangan papa, Pa, aku kangen sama papa, aku hanya bisa menatap makam papa, Pa, aku janji, aku bakal bahagiain mama Pa, aku sayang sama papa.”

Cerpen Karangan: Sylvi Alfa Centauri
Facebook: Sylvi Alfa
Ig: Sylvialfa_02

Cerpen Pengganti Papa merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Rahasia Mama

Oleh:
Aku bersedekap. Menunggu datangnya mama sambil di tempat tidur. Menurut kakakku, itu sangat membuang waktu. Aku tidak mengerti. Mama kenapa pergi tanpa penjelasan padaku? Aku minta mama memberitahuku kemana

Surat Terakhir

Oleh:
“dian” sapaku kepadanya saat aku melihat dia berlari-lari dari depan pintu perpustakaan, ia menoleh ke arahku namun tak menghiraukanku dan terlihat airmata telah keluar dari mata indahnya itu. kenapa

Indahnya Cinta Ratih (Part 2)

Oleh:
Rumah sakit yang besar ini ternyata sudah penuh sesak dengan petugas maupun sanak keluarga dari korban bus rombongan yang terjatuh di jurang itu. Tak ada tawa yang terlihat di

Pamungkas

Oleh:
Lastri baru saja melahirkan bayi laki-lakinya yang sehat dan normal. Ini adalah anaknya yang keempat. Tak banyak pancaran kebahagiaan di wajahnya. Tarno, suaminya, tahu kalau Lastri kurang bahagia. Dan

Rumah Buku Assyahla

Oleh:
Aku diam, duduk di kursi teras belakang. Hmm… Ademnya udara pagi ini. Sayangnya sih, Hari ini Abi nggak libur. Cuma Ummi libur praktek. Namaku Shafa Shabila Maulida Assyarah, panggil

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *