Pengorbanan Cinta

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Patah Hati
Lolos moderasi pada: 20 September 2018

Hidup ini penuh dengan pengorbanan, mencintaimu juga butuh pengorbanan, ketika rasa cintaku ke kamu sudah mulai ada, ketika itulah aku berani mengorbankan cintaku ke kamu…
Banyak yang sudah aku korbankan kepadamu dan itu semua tulus dari hatiku, karena hatiku udah terlanjur sayang kepadamu.

Hari demi hari sudah aku lewati, yang selalu berada dalam pikiranku ialah “Menginginkan kamu untuk selalu bersamaku”. Tapi semua itu hanyalah angan-anganku saja yang mungkin tidak akan pernah terkabulkan. Ketika aku membayangkan wajahmu, mungkin aku terlihat seperti orang yang tidak sadarkan diri ataupun terlihat seperti orang bodoh. dan aku selalu berharap agar disetiap sela penantianku engkau dapat meluluhkan separuh hatimu untukku.

Aku sering berkata “Aku rela mati demi dia”. Kata-kata itu yang sering terlontar dari bibirku. Karena itu adalah pengorbanan cintaku kepadamu. Dan sudah banyak teman-temanku yang mengetahuinya dan berkata kepadaku “Bodoh sekali kau bisa suka sama orang seperti dia itu, kan masih banyak cewek di luar sana yang akan kamu jadikan pacar kamu!!!”
Hanya kata-kata cacian, makian dan hinaan yang selalu aku dengarkan dari teman-temanku. Tanpa aku sadari kata teman-temanku itu ada betulnya juga, memang aku hanya orang bodoh yang selalu menginginkan dia tanpa ada respon sedikitpun dari dia.

Terkadang aku berfikir untuk menjauhinya bahkan sampai melupakannya, tapi hal itu tidak pernah dapat aku lakukan dan aku mencoba untuk berpacaran dengan yang lain karena aku pikir itu adalah solusi yang tepat untuk melupakannya. hingga sampai saat ini aku belum berhasil juga melupakan dia.

“Mengapa hati ini hanya menginginkan dia saja tuhan?” kata itu salah satu amarahku kepada tuhan. Aku berfikir tuhan tidak adil kepadaku, tuhan tidak sayang kepadaku. Hingga suatu hari aku terdiam dan berdoa “Tuhan, jika dia milikku, luluhkanlah hatinya agar dia mencintaiku dan jika dia tidak milikku jauhkanlah aku dari dia, lupakan semua ingatanku tentang dia tuhan!!!”.

Hingga sampai saat ini aku terus mencoba untuk melupankannya, meskipun wajahnya selalu terlihat di hadapanku. Dan melihat dia bergandengan bersama pacarnya, Hanya senyuman sandiwara yang bisa aku berikan kepadanya. Meskipun itu menyakitkan bagiku

Dan ternyata melupankan dia itu adalah hal yang tepat yang aku lakukan. sehingga aku bsa melihat dia bahagia bersama pacarnya, sehingga aku juga ikut bahagia dengan kebahagiaan yang ia dapat.

Mengikhlaskan dan melihat orang yang kita sayangi/cintai itu bahagia bersama yang lain. Itu adalah salah satu kebahagiaan kita yang tersembunyi selama ini… Dengan mengikhlaskannya, kita bisa lari dari kebodohan yang sudah terlanjur terbuat selama ini. dan dengan begitu, kita sudah bisa menjadi salah satu orang yang berhasil mengorbankan cinta demi yang kita cintai.

Cerpen Karangan: Dedi Antokya Silitonga
Blog / Facebook: Antokya Silitonga / Dedi Antokya Slitonga

Cerpen Pengorbanan Cinta merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cinta Itu Waktu

Oleh:
Bukan anak kecil lagi. Duduk di bangku SMA merupakan cita citaku dari kecil. Menjadi sosok yang matang dan dewasa. Aku Olivia Ade Anjani. Sesosok remaja yang baru lulus dari

My Soulmate

Oleh:
Hari itu hujan rintik-rintik, aku senang berjalan kaki di saat hujan. Aku ingin minum cappuccino di cafe yang sering ku singgahi. Sampai di depan cafe aku tercengang melihat laki-laki

Pelangi terakhir

Oleh:
“Ariiiinnn!” teriak mamah membangunkanku, “Ayo, bangun nanti kamu terlambat,” dengan malas ku angkat tubuhku dan berjalan menuju kamar mandi. Aku putri kedua dari tiga bersaudara, kakak pertamaku bernama Indra,

Butterfly and Rose

Oleh:
Seekor kupu-kupu masuk dari jendela kamarku, ia lalu hinggap pada setangkai mawar merah dalam vas di meja belajar. Sayap birunya yang indah mengepak-ngepak dengan gemulai di atas mahkota sang

Nikah

Oleh:
Sopiyan adalah lelaki berusia 22 tahun, rumahnya di sebuah desa terpencil yang teletak di sudut Ibu Kota. Selama ini ia hanya tinggal berdua dengan ibunya yang kerap ia panggil

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *