Penyesalan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Penyesalan, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 4 July 2019

Saat itu matahari sudah mulai memuncak, aku masih setia berada di dalam ruang kecil tempat tidurku, menatap sayu langit biru yang berbatas kaca cendela. Aku masih enggan melangkahkan kakiku untuk keluar dari kamarku, hari itu sedang libur dan entah kenapa kepalaku pusing tidak karuan, orangtuaku sudah bekerja sejak pagi, aku sendirian di rumah, aku selalu sendirian di rumah, tapi itu sudah biasa menjadi makananku. Hanya ponselku yang setia menemaniku.

Ting… ting… Tiba-tiba ada suara dari ponselku, iya itu suara pesan, aku langsung mengambil ponselku dan membukanya “hay…” pesan singkat dari nomor asing “siapa ya?” aku balas sms itu, waktu itu aku masih kelas 1 SMP, masih ngehits-ngehitnya smsan, sekitar 5 detik dia membalas “aku rian” dengan polosnya dia menjawab, “rian siapa ya?” aku membalasnya, “temannya Aris” dia membalas, memang aku kenal dengan Aris, dia adalah temanku tapi beda kelas, aku di kelas H, dia kelas A.

Singkat cerita 1 bulan aku berkenalan dengan Rian, Rian beda sekolah denganku, aku belum pernah melihat dia, tapi dia sudah sering melihatku, katanya dia sering lewat depan rumahku dan saat itu aku juga sedang di depan rumah. Pernah saat itu aku sedang kumpul dengan teman-temanku tiba-tiba ada yang manggil aku, dan wess motornya melaju kencang, sehingga aku tidak melihat siapa dia, itulah Rian, dia seorang cowok yang lucu banget, care banget, ada-ada saja tingkahnya, sampai-sampai aku kayanya mulai suka deh sama dia. Tapi aku belum pernah bertemu dengan Rian, jadi aku masih menunggu sampai aku bertemu Rian.

Semakin hari Aris juga semakin dekat denganku, dia baik sekali, dia selalu mendengar curhatanku yang membosankan, tapi dia selalu dengan sabar mendengarkanku, dan mungkin Aris juga suka aku, aku sering kali dibuat salting ketika bertemu dengannya di sekolah, Aris dan Rian menurutku dekat banget, dia selalu bareng-bareng terus, ngaji bareng, futsal bareng, gitaran bareng, sampai pernah tidur bareng, kadang di rumah Rian, kadang di rumah Aris, seringkali ketika aku sedang teleponan dengan Rian, ada Aris juga di situ, dan sebaliknya.

Hingga pada suatu hari aku sedang ekstra pramuka di sekolah, tiba-tiba Rian meneleponku dan bilang dia berada di depan gerbang sekolahku, aku bingung saat itu, dan mau tidak mau aku harus menemuinya karena kasihan juga sudah goes sepeda sekitar 5 km, dan saat aku menuju gerbang, mataku terpana pada satu titik orang yang sedang bersama Aris, “Ra,” sambil tersenyum. “kamu kan yang..” belum selesai aku bicara dia memotong “iya, iya Fira Benar” jawabnya sambil senyum-senyum. Iya, ternyata aku sudah pernah bertemu Rian, dia adalah anak yang menolongku ketika rantai sepedaku lepas. Rasanya seneng banget, dia anak yang manis, alisnya itu yang bikin aku gemes.

Sejak pertemuan itu aku semakin dekat dengan Rian, jujur saja pertama kali aku lihat Rian aku sudah suka padanya walaupun aku belum kenal pasti orangnya. Semakin hari semakin aku benar-benar sayang pada Rian, begitupun Rian padaku tidak jarang aku mengabaikan Aris karena sedang bermesraan dengan Rian. Tetapi aku tetap tidak begitu mengabaikan sekali, Aku menganggap Aris cukup sebatas teman, walaupun aku tau sepertinya Aris menyimpan rasa padaku.

Hingga pada suatu hari Rian dan Aris mengajakku untuk melihat pertandingan futsal di desanya. Aku pun siap-siap dan pergi ke lapangan sekitar jam 3, setelah sampai aku mulai mencari dimana Rian, aku akan memberikan semangat terbaikku untuknya. “Firaa.. Akhirnya kamu datang juga” ucap Rian dari belakang mengagetkanku. “hehe iya dong, aku kan udah janji “jawabku. Tiba-tiba dia memegang tanganku “Firaa, doakan aku ya, semangatin aku, kemenangan ini untuk kamu sayang” kata Rian. Aku tak bisa berkata apa-apa selain senyum dan anggukan, aku merasakan begitu dalam cintanya dari sorot matanya. Kemudian ia berlari menuju tengah lapangan.

Terlihat Aris tersenyum dan melambaikan tangan padaku, aku pun membalasnya. Saat itu aku teriak-teriak sebisaku untuk mendukung Tim Rian hingga akhir pertandingan. “Priitttttt..” peluit pun berbunyi tanda permainan sudah selesai. Dan Tim Rianlah yang menjadi pemenangnya, aku melompat kegirangan waktu itu. Rasanya senang sekali.

Entah dari mana tiba-tiba Aris di depanku dan memelukku, aku terlanjur tidak menolak karena tertahan oleh Aris, kemudian Aris menarikku ke tengah lapangan. “Fira, apakah kau mau menjadi pacarku?” ucap Aris. Aku kaget sekali waktu itu, aku tidak kuasa harus berbuat apa, orang-orang di sekitar bersorak-sorak untuk aku menerimanya, Aku mencari Rian saat itu, dan terlihat Rian berlari menjauh dari kerumunaku, aku bingung harus berbuat apa saat itu. Yang jelas Rian pasti kecewa sekali denganku. Dan dengan terpaksa aku menerima Aris karena kasihan jika ditolak banyak orang yang menyaksikan.

Malam harinya aku berusaha menghubungi Rian, tapi Rian sama sekali tidak menjawabnya, Nomornya tidak Aktif lagi, hari ke-3 Aku jujur dengan Aris, dan menjelaskan semuanya tentang Aku dan Rian, dan untungnya Aris menerimanya, tapi sudah terlambat, kata Aris Rian sudah pergi ikut Ayahnya keluar kota dan pulangnya entah kapan. Rian hanya bilang seperti itu kepada Aris pada malam harinya setelah pertandingan.

Aku menangis sejadinya, aku menyesal sekali waktu itu, kenapa aku tidak mengejar Rian, kenapa aku tega seperti ini, Tapi nasi telah menjadi bubur, waktu tidak bisa diputar kembali. Dan mau tidak mau aku harus merelakanya.

Cerpen Karangan: Turah Latifah
Blog / Facebook: Turah Latifah

Cerpen Penyesalan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


My Life

Oleh:
Pada suatu siang yang cerah, ada seorang gadis cantik yang bernama alika pevita dia adalah, seorang pecinta komik dan novel. saat itu ia sedang berada di dalam toko buku

Maaf Karena Aku Terlalu Berharap

Oleh:
Hembusan angin dari jendela membangun kan ciara dari tidur nya. Ara melihat jam di meja belajar, “astagfirullah!!! Sudah jam 6 fix aku kesiangan!!!” Ujar ciara atau biasa dipanggil ara.

Bersaing Di Piala Walikota

Oleh:
Pagi itu aku bangun dikala adzan subuh berkumandang. Hal yang selalu aku lakukan tiap bangun tidur adalah minum segelas air yang segar. Bagiku meminum air itu selalu membuat pikiranku

Taman Beribu Kenangan

Oleh:
Taman yang indah ini adalah awal perkenalan dan perpisahanku bersama Raka yang menjadi kekasihku waktu aku masih SMP. Tapi kini aku sudah berpisah dengan Raka. Saat ini aku sudah

Menikam Hati (Part 4)

Oleh:
Setelah Sholat duhur kami pulang. Di rumah ada Ibu. “Na baru pulang nak.” Katanya. “Iya bu”. Aku langsung masuk kamar dan menjatuhkan tubuhku di ranjang. Tepat kulihat pukul 14:35

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *