Penyesalanku Hingga Kau Pergi

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Kisah Nyata, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 16 January 2013

Namaku biasanya dipanggil dengan sebutan Mala. Aku adalah anak kelas 3 SMA N 8 palembang pada tahun 2005. Anaknya minder karna bentuk tubuhku yang tidak ideal, humoris, care sama teman-temannya, dan mudah tersentuh hal-hal yang berbau sedih. Pagi itu Mala mendapat suatu sms dari seorang pria yang tidak dikenalnya. Ternyata pria itu dapat no. Hp Mala dari sahabat-sahabatnya di sekolah. Sebut saja nama pria tersebut “Vei”. Pria yang usianya ternyata lebih tua 3 tahun dari Mala. Vei ini adalah anak SMA N 15 yang sama-sama duduk di kelas 3 dengan Mala.

Mala mempunyai Sahabat yang bernama Okti, Vivin, Nia, Siska, Dwi, Dian dan Kya. Ternyata “Vei” mendapat no hp mala dari Okti teman sebangku Mala disekolah. Sms pun berlanjut isinya “Hai, boleh kenalan gak? Namaku Vei. Kalau boleh tau nama kamu siapa??. Setelah itu Mala pun membalas isi sms “Boleh, namaku Mala.

Beberapa haripun berlalu terus Mala dan Vei smsan, tiba-tiba Mala terkejut bukan kepayang setelah mendapat sms dari Vei yang isinya “La, mau gak kamu jadi pacar aku”. Tanpa pikir panjang daripada gak ada pacar. Aku pun menerima untuk jadi pacar Vei. Beberapa kali Vei mengajak bertemu alasanku banyak sekali dan menolak. Karna aku minder, tapi jujur perasaan dihatiku ini hanya penuh kebohongan. Aku ingin belajar mencintai Vei tapi tidak pernah bisa karna aku suka dengan laki-laki lain di sekolahku. Sempat tiba-tiba aku mulai menyukai Vei, tapi ini bukan Cinta. daripada akhirnya aku sakit sendiri. Akhirnya aku minta putus saat itu hubunganku sudah mencapai 2 bulan dan aku kasihan dengan Vei karna harus sering menyakiti dia terus. Dan aku katakan hal yang sejujurnya kalau selama ini aku sudah belajar untuk mencintainya tapi slalu gagal karna aku masih teringat dengan orang lain.

Senin itu ketika upacara sekolah, tiba-tiba aku berpikir “Bagaimana kalau tiba-tiba Vei datang ke sekolah???? pikirku dalam hati itu tidak mungkin”. Tiba-tiba aku melihat jam tanganku sudah jam 13.00 wib dan sudah bunyi bel sekolah itu pertanda sekolah pulang. Dengan langkahku keluar dari kelas dan menunggu sahabat-sahabatku yang lain di depan pintu kelas. “Tiba-tiba mataku melotot” tak percaya seperti ada Vei di depan tiang bendera tepat di seberang kelasku. Karna selama ini aku belum bertemu dengan Vei. Jadi aku bertanya dengan Okti teman sebangkuku, “Tik, itu Vei dak yang di depan tiang Bendera sama monik” tiba-tiba Okti berlari dan memanggil Siska dan Kya di gerbang sekolah. dan aku bertanya dengan Nia, “Nia itu Vei dak??? jawab Nia. dak tau aku La”

Setelah aku sampai di depan gerbang sekolah, aku bertanya dengan Siska, Okti dan kya. Apa itu Vei? dengan spontan Siska dan Kya jawab nah Vei masuk kedalam yo. Dengan cepat kilat aku pun berlari meninggalkan teman-temanku supaya gak ketemu dengan Vei. Vei datang karna minta penjelasan kenapa aku putusin dia. Aku malu saat itu rambutku aku potong pendek karna seperti cowok. Ternyata Kya dan Siska itu sudah merencanakan semua ini supaya Vei ketemu aku. Dan mereka janjian di depan gerbang sekolah, karna Vei gak tau yang mana sekolahku. Dan Vei minta temanin temannya yang memang rumahnya dekat dengan sekolahku. Tapi sayang, temannya Vei itu kenal dengan “Monik”. dan bertemu Monik, mereka berdua diajak Monik masuk kedalam sekolah, setelah itu Vei bertanya ke Monik. Kenal gak dengan Mala, Monik bilang Mala ada 2, anak pks dan paskibra. Dan Vei menjawab “ANAK PKS”.

Setelah sampai dirumah tiba-tiba Vei smsku dia hanya mau minta penjelasan kenapa tiba-tiba aku minta putus. Tapi kalau memang Mala gak mau yah gak apa-apa. Setelah tamat sekolah 2005, aku pun melanjutkan kuliah dan hilang kontak dengan Vei. Sempat aku mendapat kabar terakhir kali kalau Vei lagi pendidikan polisi di betung. Mulai disinilah Cerita sedihku, ketika tahun 2006 aku kecelakaan yang membuat hampir aku geger otak. Tiba-tiba ntah kenapa aku teringat dengan Vei, dan ingin sekali bertanya kabarnya sekarang. Pikirku saat itu aku harus menunggu sampai aku keluar dari rumah sakit. karna aku gak bisa melihat karna kacamataku hancur total dan mataku sempat merah karna benturan dari kecelakaan itu.

Setelah 2 minggu keluar dari Rumah sakit, dan akupun mulai kuliah. Ketika aku mau pergi kuliah tiba-tiba aku ketinggalan Hp. Biasanya kalau Hp ku tinggal aku akan pulang mengambil Hpku walaupun aku sudah di kampus. Tapi aku pikir gak terlalu penting, sesampai di kampus dan istirahat, tiba-tiba temanku yang bernama “Yeti” memanggilku, Yeti adalah anak tamatan SMAN 5 dan pernah sekelas dengan Vei. Yeti bilang “La, jangan nangis ye, kau harus kuat denger berita ini. Kalau vei “MENINGGAL”, tiba-tiba aku menangis tersedu-sedu dan bilang itu gak mungkin, ternyata Yeti mendapat Telpon dari teman sekolahnya dulu. Temanku bilang “Siapa lagi sih La yang namanya Raden Mas Syafei yang ikut pendidikan polisi di betung selain dia.

Aku terus berharap bukan Vei yang meninggal, ketika aku sampai dirumah. aku masih sempat nonton tv, dan iseng-iseng aku sms Vei yang isinya “Vei, hari ini aku dengar kabar kalau kau meninggal itu bukan kau kan. kalaupun iya siapapun tolong balas sms ini”. tak lama kemudian Mala mendapat Sms yang isinya “Yuk, ini dedek. iya bener kakak meninggal, sekarang mayatnya lagi dimandiin” dan aku menangis tanpa berhenti dan Menelpon Okti dan Siska dan minta temani mereka ketempat Vei. kata dedek, Kakak akan dimakamkan abis asyar yuk. sebelumnya disholatke dulu di masjid agung. tanpa pikir panjang aku ingin bertemu Vei walaupun sekali be. dan ingin meminta maaf langsung ke Vei, kalau aku menyesal sudah pernah menyakiti dia. selama hidupku aku gak pernah melihat 1 x be wajah Vei.

Ketika aku hampir sampai di lorong Vei, tanpa aku sadari jenazahnya dibawa ke masjid agung dan berlintasan denganku. Aku terus menangis dan meminta keluarganya untuk melihat Vei yang terakhir kali. Tapi keluarganya bilang dak usahlah nanti airmata kau jatuh. Seingatku kalau gak salah Vei meninggal tanggal 15 Mei 2006, 1 bulan lagi harusnya selesai pendidikannya. Vei meninggal karna pada waktu ikut pendidikan polisi lagi sakit tyfus, dan fisiknya lagi lemah. Vei sempat dilarikan dirumah sakit bayangkari tapi karna terlalu parah Vei dirujuk ke Rumah Sakit Umum, Pagi itu teman-temannya sempat menjenguk kalau Vei sudah mulai membaik, tapi ALLAH SWT berkata lain, Vei menghembuskan nafasnya. Aku terus menangis dan menyesali kenapa aku gak pernah melihat dan meminta maaf langsung dan bertemu Vei. Aku janji di dalam hatiku ketika jenazah Vei melintas, “Vei, aku janji kalaupun nanti ada laki-laki yang suka denganku, Kalau aku gak suka akan aku tolak.”

7 Tahun lamanya Vei telah pergi dari dunia ini, sekalipun Mala gak pernah lupain Vei, Vei selalu Mala kenang dan Mala ingat sampai sekarang. walau Vei sudah pergi lama dan meninggalkan semuanya. Vei tetap Mala Ingat.

aku kirimkan cerpen ini buat :
ALM Raden Mas Syafei
Lahir : 2 Juli 1985
Wafat : 15 Mei 2006

Cerpen Karangan: Kumala Sari Indah
Facebook: kumala.s.indah[-at-]facebook.com
Umur : 25 Tahun
Pekerjaanku : PNS di Muba

Ini kisah tentang perjalan hidupku, harapan aku kelak semoga tidak ada lagi orang yang menyepelekan perasaan hati seseorang yang pernah mencintainya. walaupun didalam hati tidak pernah suka, dan lebih baik dia tau dari awal daripada pada akhirnya Penyesalan ini terjadi.

Cerpen Penyesalanku Hingga Kau Pergi merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Menggenggam Cinta

Oleh:
Kata sederhana, tetapi mampu menghadirkan berjuta luka. Cinta. Tik tok tik tok tik tok Alya masih setia dengan posisinya, tidur terlentang sambil menatap detik jarum jam yang selalu berputar.

The Melody Twilight Rain

Oleh:
Aku memandang sendu setiap tetes air mata langit yang jatuh menimpa pijakan sang bumi. Jutaan tetes itu terus menyerang gravitasi seolah hal itu akan membuat sang bumi takluk. Ku

Aku Adalah

Oleh:
Di sebuah rumah sakit, tampak seorang lelaki bernama Abi tengah berjalan dengan membawa satu buket bunga mawar putih. Sepertinya, ia akan menjenguk seseorang di rumah sakit itu. Tibalah langkahnya

My Lovely Blushing

Oleh:
“Perkenalkan, nama saya adalah Arima Kalita Yusi. Kalian bisa memanggilku Lita atau Ari. Sekian perkenalannya Dan terima kasih” ucapku. Hari ini Aku mulai bersekolah di High School Priority. Sekolah

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *