Perasaan Tertarik?

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Galau
Lolos moderasi pada: 17 November 2012

Mungkin aku merupakan tipe perempuan yang mudah tertarik kepada sesuatu. Tapi aku tidak bodoh. Aku tau perbedaan antara rasa tertarik dan rasa… apa ya? Cinta? Entahlah.
Bukankah banyak yang bilang perasaan tertarik tidak akan bertahan lebih dari 4 bulan. Nah, peraaanku padamu? Aku yakin, seyakin-yakin nya ini sudah kurasakan lebih dari 4 bulan. Sebenarnya, aku lupa kapan tepatnya aku mulai tertarik padamu. Mungkin, semenjak sms yang mampir di layar handphoneku yang cuma berisi 3 kata, “Ini Fian ya?” Sebuah sms biasa, yang aku yakin semua pun pernah mendapat sms seperti ini.

“Iya, ini siapa?”
“Ini Abi”
“Oh, kenapa sms?”
“Gpp, cek nomor aja”
Saat itu aku berpikir, mungkinkah itu alasan sebenernya? Yang aku tau, kamu bukan tipe orang seperti itu. Entahlah, sampai sekarang hal itu masih menjadi teka-teki nyata.

Malamnya, aku masih terjaga. Mengerjakan soal-soal sejarah yang rumit dan banyak.

Aku lupa tepatnya apa yang kemudian membuatmu membantuku menyelesaikan seluruh tugasku, yang jelas saat itu, malam itu, kamu pahlawanku.

“Aduh, lu tau gak sih Kitab Sutasoma itu dikarang siapa?”
“Aah, gue lupa, harus buka kitab gue dulu nih.”
Meskipun begitu, kau tetap memberikan jawabannya.

Malam makin larut…. Kamu masih membantuku sampai akhirnya..

“Gak tidur Fi?”
“Bentar lagi nih, sejarahnya udah mau selesai,”
“Yaudahlah lanjutin,”
Beberapa menit kemudian….
”Udah nih Bi, hehe. Gue tidur duluan ya”
“Oyasuminasai ^^”

DEG! Seseorang yang baru dikenal (maksudku, kita tidak pernah saling mengenal dan saling berbicara sebelumnya kan?) mengucapkan selamat tidur? Seseorang seperti kau? Atau sebenarnya aku memang tidak tau bahwa kamu mungkin memang tipe seseorang yang dengan mudahnya mengucapkan ‘selamat tidur’?

Entahlah. Yang aku tau, semenjak itu, melihatmu adalah keseharianku. Memperhatikan gerak-gerikmu adalah hobi baruku. Suara dan tawa mu menjadi favoritku. Senyummu menjadi hal pertama yang ingin aku lihat. Norak? Bukankah perasaan tertarik memang begitu?

Semenjak itu, banyak hal indah yang terjadi. Foto berdua untuk pertama kalinya (yang sayangnya aku hapus karna takut orang lain tau) di mana kamu tersenyum di foto tersebut. Aku fikir ini mengganggumu, atau mungkin memang ini mengganggumu tapi kamu hanya tidak ingin terlihat bodoh di foto? Sehingga kamu menyunggingkan senyum? Tahukah kamu bahwa senyummu merupakan harapan semu yang paling indah saat itu?

Saat-saat kamu masih mau membantuku mengerjakan soal ditengah-tengah kesibukanmu tanding softball.

Saat-saat kamu mengajariku banyak materi kimia dan fisika.

Saat-saat kita menjadi satu kelompok, mengerjakan tugas bersama.

Atau saat kamu bilang,
“(sambil tertawa) haha gue kemaren di angkot ketawa-ketawa sendiri inget elu”

DEG! Tertawa saat mengingatku? Aku tidak peduli apa yang kamu tertawakan dariku. Yang aku tau, saat itu kamu mengingatku.

Beberapa bulan kemudian, aku mulai putus asa. Kamu menjauh. Entah hanya perasaanku atau memang kamu yang ingin menjauh. Mungkin muak. Sampai akhirnya datang seseorang yang mampu membuatku tertawa. Beberapa minggu kemudian, aku resmi menjadi pacarnya.

Munafik? Jahat karna melampiaskan semuanya pada orang lain? Aku tahu. Tapi apa daya. Aku sudah putus asa. Aku tau aku tidak pernah punya kesempatan.

6 bulan kami berpacaran, masih namamu yang terngiang. Bertanya-tanya mengapa aku tidak mengakhirinya? Aku masih mau mencoba. Mencoba melupakanmu, mencoba mencintainya. Nyatanya? Kamu masih jadi raja di kerajaan hatiku. Kamu masih jadi penunggang hatiku. Mungkin apa yang orang bilang ada benarnya, “You ignore people who adore you, and you adore people who ignore you. Ironic.” Yah.. sungguh ironik.

Sekarang mungkin sudah lebih dari tiga tahun aku merasa tertarik padamu. Jadi, apa ini masih perasaan tertarik? Atau sudah lebih? Tapi apa? Toh saat tidak melihatmu aku lupa akan perasaan menggebu-gebu itu. Tapi saat melihatmu? Yah.. Aku masih gugup.

Terakhir, aku masih sering memergokimu menatapku. Mungkinkah aku yang terlalu percaya diri? Atau mungkin memang kamu penasaran, mencari-cari jawaban di mataku apa aku dulu pernah suka padamu? Aku yakin kamu sudah tau jawabannya dari dulu. Tapi kenapa masih sering melihat ke arahku? Oke, mungkin aku hanya terlalu percaya diri. Tapi toh aku pernah meminta tolong seorang teman untk mengawasi matamu, pandanganmu. Mau tau apa yang ia bilang? “Iya Fi, dia suka ngeliat ke sini.”

Pernah satu kali aku mencoba mengirim pesan pendek ke nomor handphonemu. Setelah dibalas? Aku menyesal. Sedetik kemudian aku sadar, aku tidak pernah singgah sedetik pun di hatimu.

Ingin rasanya saat itu membencimu, atau aku memang sudah membencimu? Aku tidak tau. Kalau aku membencimu, kenapa aku masih mencoba mencari sosok mu di kelas mu yang kosong? Kenapa saat aku ingin menulis, malah kisah ku yang tertarik padamu yang tertulis?

Seandainya nanti kita bertatap muka, akankah perasaan ini muncul kembali? Aku tidak punya bayangan apa-apa.

Cerpen Karangan: Fernanda Kusumawardani
Facebook: Fernanda Kusumawardani

Cerpen Perasaan Tertarik? merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


One Special Love For Mom

Oleh:
“Fel.. gue boleh nanya sesuatu nggak sama lo?” tanya Bram di tengah langkah mereka saat mereka telah melakukan rutinitas seperti biasanya. Yaitu, latihan band bersama. “Tanya aja pake izin.

Kuasa

Oleh:
“Kenapa lo?,” tanya Riska saat mereka berkumpul bersama dengan anggotan Pro Techno. “Nggak papa kok.” “Hy guys!,” sapa Bram saat ia telah sapai di restoran itu. “Wuuzzz makin keren

Aku, Kamu Dan Cinta

Oleh:
“Aku emang pernah ngerasain cinta. Aku emang pernah ngerasain sakit karena cinta. Aku juga pernah ngerasa kecewa karena cinta. Tapi semenjak kamu hadir, aku ngerasa aku butuh cinta. Dan

If You Know

Oleh:
Aku sangat paham mengapa dulu kamu dan ibu mu sangat menyayangi dia. Dia memang sangat menarik, dia pintar mengambil hati mu, keluargamu dan teman teman mu. Kalian memang serasi.

Suratku Untukmu

Oleh:
Hai apa kabar? Lama kita tak bersua melalui FB ataupun sms. Selama ini hanyalah itu yang dapat menghubungkan kita berdua. Aku tak pernah mencoba untuk menelponmu karena suaraku pasti

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *