Perasaan Yang Terbalas

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 28 November 2017

Krysan menatap wajah lelaki yang berdiri di depan papan tulis, lelaki itu menjelaskan presentasinya ke depan kelas tanpa ia sadari ia tersenyum kagum ke lelaki itu. Nama lelaki itu radar, siswa paling pintar di sekolah sekaligus disegani para siswa-siswi lainnya, namun krysan menyadari sifat radar yang begitu polos, dingin, dan tidak bisa bersosialisasi dengan temannya, diam-diam krysan selalu memperhatikan wajah lelaki yang pernah membuatnya jatuh cinta itu, sekaligus membuatnya berdecak kagum. Seketika lamunan krysan buyar melihat radar menatap ke arahnya dengan pandangan polosnya. (huftt dasar anak itu gak peka-peka) batin krysan, krysan membalas pandangan radar dengan senyuman manis.

Teng.. teng.. teng (benyi bel sekolah berbunyi)

“halo.. dar lagi ngapain?” krysan melangkah menuju ke meja radar yang sedang berkutat dengan buku bacaannya dengan serius.
“baca buku lahh… emang ngapain lagi?” jawab radar dingin, sadar dengan posisinya krysan berbalik arah ke luar kelas namun langkahnya terhenti saat tangannya digenggam oleh radar, krysan merasakan tangan radar yang begitu hangat menjalar ke seluruh tubuhnya, tetapi dengan cepat krysan melepas tangan radar.
“uhmmm.. kamu mau ke mana?” radar salah tingkah
“mau ke kantin”
“temenin aku belajar yuk” radar menatap krysan polos
“tapi radarr.. aku ini bukan nerd kayak kamu”
“kalau gitu aku ikut kamu aja”
Krysan menatap radar heran tapi radar tidak peduli dan langsung berjalan melewatinya begitu saja.

“radarr.. bukannya tadi kamu katanya mau belajar ya? tapi kok sekarang mau ke kantin sih?” krysan duduk di meja kantin dan melihat radar masih berkutat dengan bukunya
“hellooo… apa kamu mendengarkan?” krysan menjentikkan jarinya di depan wajah radar
“iya.. aku dengar”
“lah.. terus tu buku mau ditaruh di mana?” radar segera menutup bukunya dan berdiri memesan makanan
“apa sih yang di pikirkan anak itu?” gumam krysan pelan.

Tidak lama kemudian radar membawa semangkuk bakso yang menggugah selera krysan
“kamu bayar pake uang siapa?”
“uangku” jawab radar tanpa peduli tatapan heran krysan dan langsung menyantap baksonya, krysan menyipitkan matanya dia tidak percaya ucapan radar, dia melongo heran sikap radar yang tiba-tiba berubah 100 persen peduli padanya
“kalo kamu gak mau buat aku aja” radar menepuk tangan krysan yang sedang melamun
“eh.. ah.. umm…” krysan dengan ragu-ragu menyantap baksonya.
Hening

Sesudah menyantap baksonya krysan melihat cowok itu kembali membaca bukunya dengan serius.
“darr.. apa yang membuatmu begitu pendiam di sekolah?” krysan memecah keheningan.
“males” jawabnya singkat
“oh ya? tapi kamu gak kenapa-napa kan?”
“emang kenapa sih nanya gituan? ayo kita masuk kelas nanti keburu diomelin lho!” .

“krysan!! gue liat lo ke kantin bareng sama radar ya? Cieee..” anya sahabat krysan yang lebih pendek dari krysan menggodanya.
“ishh.. apaan sih nya.. Gue gak ngapain kok sama dia” kata krysan
“udah ngaku aja lo suka kan sama dia?”
“nggak kok” kata krysan tapi pipinya bersemu mendengar pernyataan anya
“udah keliatan dari muka lo tau..” anya mencubit pipi krysan keras-keras.

Saat pulang sekolah krysan tersenyum sendiri mengingat kejadian di kantin tadi, akhirnya dia berhasil melunakkan sikap dingin radar. Tanpa ia sadari ada yang menyerempet kakinya, sehingga krysan terjatuh dan tasnya terlempar di jalan
“duhh.. sakiit” krysan memegangi lutut kakinya yang mulai mengeluarkan banyak darah, pengendara motor itu kabur dengan sendirinya.
“kamu nggak papa?” tiba-tiba ada suara yang sudah tidak asing lagi bagi krysan.
“mau kugendong sampai depan rumahmu?” ternyata pemilik suara itu radar yang sedari tadi melihat kejadian itu
“tapi darr.. aku bisa jalan sendiri kok” ucap krysan sambil memegangi lututnya.
Radar pun terdiam dan langsung meraih tangan gadis itu
“aku gak tega ngeliat kamu di sini krys”
Dan krysan senangnya bukan main, jantungnya berdegup sangat cepat ketika tubuhnya berhasil digendong radar.

“ya ampunn.. kenapa lututmu berdarah begitu sih” kata radar sembari meraih kotak p3k milik krysan.
“orangnya aja yang main nyerempet kayak gini” krysan cemberut
“kalau begitu hati-hati kalo mau jalan”
“ya dehh”
Krysan memperhatikan gerak-gerik radar yang begitu telaten merawat lukanya.
“kakimu lurusin aja krys.. biar pendarahannya gak keluar” aku cemberut mendengar radar yang terlalu mengomel.
“aku pulang dulu ya krys! nanti mama nyariin aku lagi” kata radar beranjak dari sofa
“ya udahh.. See you dar” kata krysan, radar tersenyum manis ke arah krysan membuat jantung krysan kembali berdetak.

“pagi.. nya!” sapa krysan ktika anya heboh melihat lutut krysan di perban.
“lutut lo kenapa?”
“nggak papa kok nya..”

Tetapi langkahnya terhenti melihat radar bersama perempuan yang tidak dikenalnya hatinya langsung sakit dan kaki yang diperban juga ikut merasakan sakit, anya sadar dengan keadaan itu dia langsung tersenyum ke arah krysan seolah-olah memintanya untuk bersabar. Namun, krysan sadar bahwa radar tidak mencintainya melainkan wanita itu.

Perlahan, sikap krysan dengan radar mulai dingin dia tidak lagi menyapa radar di mejanya. hal itu membuat radar sedih karena dia kehilangan wanita yang sangat berharga di hidupnya.

“krys lo sama radar kok ngejauh sih? padahal lo sama dia akrab” kata anya
“udahlah nya.. nggak penting bahas itu” krysan menatap tajam anya. Anya hanya diam melihat perlakuan sahabatnya itu.

“krys!” krysan terkejut mendengar panggilan radar
“yaa?” krysan hanya menatap datar
“krys ada yang mau aku sampein ke kamu”
“apaan?” krysan menatap radar bingung
“aku cuma mau bilang kalau aku s..” radar salah tingkah karena krysan menatapnya dengan tatapan mengusir
“aku suka kamu” tanpa sadar radar mengucapkan kata itu dengan cepat
“apa?” krysan hanya melongo gak percaya apa yang disampaikan radar itu.
“kamu mau kan jadi pacarku?”
“heeeeh?” krysan melotot
“nggak usah dijawab dulu” radar makin gugup
“darr.. kukira kamu nggak punya perasaan yang sama denganku. nyatanya aku sampe sekarang masih suka sama kamu” krysan tersenyum bahagia.
“serius?” radar kaget ternyata cintanya tidak bertepuk sebelah tangan
“iya darr..” krysan memeluk radar sambil mengusap matanya yang sudah basah terkena air matanya. Mereka pun pulang dengan bergandengan tangan.

End

Cerpen Karangan: Siti Zahra Almizah
Facebook: Siti Zahra Almizah

Cerpen Perasaan Yang Terbalas merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Rasa Risa (Orang Aneh)

Oleh:
Ya, Doni Alamsyah. Seorang siswa SMA yang begitu populer di sekolahnya. dia memiliki paras yang menawan, yang memungkinkan menghipnotis para siswi yang berada di sekitarnya. Karena ini pula lah

Ekstrovert

Oleh:
Butiran air mata di pipi ini sudah tak dapat kuseka lagi. Degup jantung dan hembusan napas seketika terhenti melihat orang terkasih mendekap tubuh wanita lain. Orang lain berkata aku

Sesal Yang Terlambat

Oleh:
Di tempat yang tak asing aku akan kembali menginjakkan kaki. Beberapa hari lagi aku kan menemui wanita yang pernah kubuat terluka. Wanita yang tak pernah kutemui selama empat tahun

Penantian

Oleh:
Terik matahari seakan seakan memercikan sinar apinya ke sudut kamarku, ku tersadar dari tidur panjangku semalam yang menyisakan mimpi sejuta impian. Aku bergegas mengambil handuk yang tergantung di sudut

Bagai Bulan Dan Matahari

Oleh:
Banyak orang awam berpendapat jika bulan dan matahari tak akan pernah ditakdirkan untuk bertemu tapi nyatanya argumen itu terpatahkan, bukti nyatanya adalah ketika aku dipertemukan denganmu dalam satu bulatan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *