Perasaan yang Terpendam

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 9 November 2012

Suasan nampak cerah pagi ini.Dan aku kini terduduk di sebuah bangku panjang yang ada di taman kampus tempat ku menimba ilmu.Aku kuliah semester 3 jurusan Managemen Rumah Sakit,dan hari ini kebetulan salah satu dosenku sedang tidak masuk jadi aku memutuskan untuk ketaman ini.Membaca sebuah buku yang menjadi salah satu mata kuliahku sambil duduk di taman ini dengan beberapa mahasiswa dam mahasiswi lainnya.

Aku mendongakan kepalaku dan penglihatanku terhenti pada sebuah…. bukan tapi sosok seseorang yang sedang duduk di bangku diujung sana.Sosok pria yang aku lihat mengenakan kemeja abu-abu dengan dua kancing atasnya dibiarkan terbuka,lengan kemeja yang ia gulung hingga siku dipadukan dengan jeans hitam,serta sebuah kaca mata baca yang bertengger manis dihidungnya yang mancung itu.Tampan…..satu kata yang bisa aku jabarkan sekarang.Aku memandangnya dengan focus seolah ini adalah sebuah pemandangan yang sangat bagus dan aku akan menyesal nantinya jika aku melewatkan kesempatan ini.Ya pria itu adalah Indra….,seorang mahsiswa kedokteran semester 5 yang sudah satu tahun terakhir ini selalu memenuhi otakku.Pertemuanku yang tidak sengaja di malam yang sedang hujan saat itu membuatku hingga saat ini sulit untuk melupakannya.Pertemuanku dengannya di sebuah halte bis, yang saat itu kami berdua berdiri berdampingan sambil menunggu sebuah bis datang.Hari itu aku tidak membawa mobil,dan aku sangat bersyukur karena hari itu mobilku masuk bengkel sehingga aku bisa bertemu dengan sosok pria yang nyaris sempurna itu.Setelah pertemuan tak disengaja itu,keesokannya aku langsung mencari informasi tentangnya dan betapa bodohnya aku,aku baru menyadari kalau ternyata dia adalah seniorku dikampus dan ternyata dia cukup terkenal dikalangan mahasiswi-mahasiswi di kampus ini.Senior yang tampan,pintar,dan baik hati.Itulah kata yang selalu kudengar dari beberapa mahasiswi yang tahu tentangnya.

Aku jadi tersenyum sendiri jika mengingat pertemuan pertamaku dengannya.Betapa bodohnya aku,aku hanya bisa diam terpesona dengan ketampanannya itu dan bahkan aku lupa berkenalan dengannya hingga bis yang dia tunggu datang dan membawanya pergi dari hadapanku.

“Tania…..” Aku terkejut saat sebuah tepukan tangan dipundakku berhasil membuatku kembali ke alam sadarku,meninggalkan lamunanku tentangnya.Maya, sahabat sekaligus teman satu bangku ku itu duduk disampingku sambil mengambil buku yang yang sejak melihat pria itu hanya aku pegangi saja.
“aku lihat..dari tadi kamu diam aja…ini buku sampai tidak dibaca”Ucap Maya sambil melihat isi buku itu.Aku tersenyum kecil lalu kembali memandang pria itu yang entah sejak kapan kini Indra sudah sibuk dengan handphone miliknya itu.
“ohhh..pantesan….” Aku menoleh kearah Maya.Kulihat dia tersenyum sambil melihat kearah yang sejak tadi aku lihat.Oh Tuhan jangan bilang kalau dia itu…..
“sampai kapan kamu mau berdiam diri kayak gini? Tania,,cinta itu tidak akan datang sendiri kalau kita tidak berusaha untuk mendapatkannya”Ucap Maya yang membuatku kini menundukkan kepalaku.Berusaha untuk mendapatkannya? Hahhhh jangankan untuk melakukan itu,hanya sekedar untuk menyapanya saja membuatku gugup setengah mati.Melihatnya dari kejauhan saja juga sudah membuat keringat dingin di tubuhku ini keluar semua dan aku bisa merasakan kakiku lemas seketika saat dia berjalan melewatiku.Apalagi ini?mengungkapkan perasaanku agar aku bisa mendapatkan cintanya?oh God…,,,aku lebih memilih dihadapkan pada soal-soal yang sulit dari pada aku harus melakukan itu semua.Satu hal yang aku yakini saat ini,aku sama sekali tidak mempunyai keberanian untuk melakukannya dan biarkan untuk saat ini aku tetap menyimpan perasaan ini kepadanya hingga waktunya aku siap untuk mengutarakan semua kepadanya.
“ belum saatnya May….dan sepertinya memendamnya sekarang ini adalah hal……”
“mau sampai kapan? mau sampai dia menggandeng cewek lain dihadapanmu,mau menunggu dia sampai mengumumkan hubungannya dengan gadis lain.Dan setelah itu kamu akan nangis-nangis menyesalinya seperti ada yang di sinetron-sinetron itu???Tania….,,,kamu itu cantik..nggak usah minder deh.Oke?”Ucap Maya.Aku hanya menghela nafas beratku dan menggelengkan kepalaku.Entahlah aku masih belum punya banyak keberanian melakukan itu semua.
“belum waktunya dan aku yakin suatu saat nanti aku akan mengungkapkan perasaanku kepadanya”
“ya..ya..ya terserah dirimu sajalah,tapi kalau nanti saat kamu mengungkapkan perasaan kamu dan dia sudah punya gadis lain jangan pernah datang ke apartement aku dan nangis meraung-raung oke?”Ucap Maya lalu membaca bukuku tadi.
“yaaaa……….,,mana ada sahabat seperti itu?aishhhh jahat banget”Ucapku dan menggembungkan pipiku kesal.
“why?terserah aku dong…..,,kamu aja tidak mau mendengarkan saran aku jadi aku juga tidak akan mendengarkan curhatan patah hati kamu nantinya”Ucap Maya yang membuatku seketika menggerutu kesal….Aishhhhh sahabat macam apa dia ini?Sungguh menyebalkan………

“pukul 5 sore..”Gumamku setelah aku melihat jam tangan silver yang melingkar dipergelangan tanganku.Aku sedikit menggerutu kesal karena sampai saat ini supir mama belum juga menjemputku hingga sekarang aku berdiri sendiri di halte kampus sambil menikmati suara gemericik air hujan yang sejak aku keluar dari area kampus tadi hujan belum reda juga.Aku memainkan ujung payung yang sejak tadi masih setia aku pegangi ini.Baru saja aku akan mengambil iphone ku didalam tas tapi aktivitasku terhenti saat kulihat seseorang berlari ke arah halte ini.
“Indra?”Gumamku pelan.Dan kini bisa aku rasakan debaran jantung yang berdetak diluar batas normal dan kegugupan yang menjalar diseluruh tubuhku.Dia berhenti disampingku,mengibaskan sedikit rambutnya yang mungkin basah karena terkena air hujan tadi.Pandangannya lurus kedepan,entah apa yang sedang dia lihat karena saat ini aku sedang asyik melihat wajahnya dari samping.Aku langsung mengalihkan pandanganku kearah lain saat kulihat ia menoleh kearahku.Kueratkan peganganku pada ujung payung yang kubawa untuk mengurangi rasa gugupku dan berdoa didalam hati semoga saja dia tidak menyadari jika aku sedang memandangnya sejak tadi.
“sorry…..”Aku mendengar seseorang sedang berbicara.Aku mengedarkan pandanganku kesegala arah hingga akhirnya aku berhenti saat melihat Indra yang kini tengah menatapku.
“ehh?”Gumamku.Aku tersadar jika orang yang ada di halte ini hanya aku dan dia.Jadi,tadi itu……?
“kalau boleh tahu sekarang jam berapa ya?” Aku mengerjapkan mataku beberapa kali berusaha untuk memastikan apa yang aku dengar barusan.Dia?Indra bertanya kepadaku?Ya Tuhan benarkah ini?Jika ini hanya mimpi aku mohon jangan bangunkan aku dulu…….,
“Hey…..”Ucapnya sambil mengibaskan tangan kanannya di depanku.
“oh….sekarang…sekarang jam 5 lewat 20 menit”Ucapku kikuk.Aku kembali menghadap ke depan,berusaha mencari objek lain yang bisa aku lihat agar aku tak harus berlama-lama melihat mata teduh miliknya itu.Oh…aku rasa aku akan langsung pingsan ditempat jika aku berlama-lama melihat mata hitam kecoklatan itu.
“oh..makasih ya?”Ucapnya dan aku balas dengan sebuah anggukan.
Tiba-tiba saja suasana menjadi canggung.Sungguh aku tidak berani untuk memulai obrolan dengannya.Kulihat dari ekor mataku dia masih berdiri dengan pandangannya yang focus kedepan.Sampai akhirnya aku sedikit terkejut karena tiba-tiba saja dering handphonenya terdengar.
“halo”Ucapnya setelah memosisikan handphonenya itu di telinganya. “haruskah sekarang?ahh mam..disini masih hujan,aku….ahhh baiklah aku kesana sekarang,aku akan cari taksi”Ucapnya lalu memutus sambungan telfonnya itu. “aishhh kalau kayak gini terpaksa harus mencari taksi diujung perempatan sana”Gerutunya sambil memasukkan handphonenya kedalam tasnya.
“kalau kamu mau,kamu bisa memakai payungku”Entah keberanian dari mana aku bisa berkata seperti itu dan kini kulihat dia sedang memandangku dengan tatapan bingung. “hmmm kebetulan aku nanti dijemput jadi pakai saja payungku,bukankah kamu mau ke ujung perempatan sana?jadi biar tidak basah kuyup pakai saja payung ini”Ucapku yang membuatnya kini mengkerutkan kening. “tapi kalau kamu tidak mau juga tidak apa-apa”Ucapku. Aku menundukkan kepalaku,sedikit ragu apa dia mau menerima tawaranku ini mengingat dia sama sekali tidak mengenalku.
“apakah boleh?”Tanyanya yang sukses membuatku mendongakan kepala.Aku tersenyum lalu mengangguk pasti.
“yasudah aku pinjam payung kamu dulu ya?besok aku janji akan balikin payung kamu”Ucapnya dan kubalas dengan anggukan.Aku pun memberikan payungku kepadanya.Dia tersenyum lalu menerima payung itu. “makasih ya?”Ucapnya lalu berjalan meninggalkan halte dengan payung yang kuberikan.Aku melihat punggungnya yang semakin menjauh.Aku tersenyum saat mengingat kembali senyuman pertamanya yang dia berikan untukku.
“Tuhan..,aku tidak sedang bermimpi bukan?”Ucapku senang.Aku tersenyum bahagia lalu kurasakan iphoneku bordering.Kuambil iphoneku dari dalam tas dan kulihat nama mama tertera pada layar iphoneku.
“iya mah?”ucapku stelah menempelkan iphoneku itu di telingaku.
“Tan,,,maaf ya mama tidak bisa menjemput kamu karena tiba-tiba saja mama harus meeting mendadak jadi supir mama harus mengantarkan mama ketempat itu”Ucap mama dari seberang sana
“yah mah..,lalu aku pulang naik apa?”
“kamu naik taksi aja ya?nanti mama ganti uangnya dirumah.Oke honey?mama harus meeting sekarang.Kamu hati-hati ya?”ucap mama lalu terdengar nada sambungan telfon terputus.
“aishhhh kenapa tidak bilang dari tadi sih?”Ucapku kesal lalu memasukkan iphoneku kedalam tas “lalu aku harus bagaimana ini?Ahhh nggak perduli deh walaupun harus basah kuyup juga”Ucapku lalu berlari meninggalkan halte menuju tempat pangkalan taksi yang cukup jauh dari halte.

“Hatchi……Hatchiii…..”Berkali-kali aku mengusap hidungku yang sangat terasa gatal ini.Pagi ini aku berjalan dikoridor kampus dengan keadaan tubuh yang kurang baik.Karena kemarin aku berlari di tengah hujan yang cukup deras membuatku kini harus merasakan sedikit pusing di kepalaku dan flu yang menyerang hidungku.
“HEY…..”Aku menghentikan langkahku saat kudengar suara teriakan seseorang yang cukup familiar ditelingaku.Aku berbalik badan dan aku terkejut saat kulihat Indra sudah berdiri tak jauh dariku sambil membawa payungku dan sebuah senyuman manis dibibirnya.Aku langsung membalikkan badanku lagi.Aishhh kenapa harus bertemu denganku disaat keadaanku seperti ini sih?
“kamu yang kemarin kan?”Entah sejak kapan kini dia sudah berada disamping dan mau tidak mau aku pun harus menoleh kearahnya.
“iya”
“aku mau mengembalikan payung kamu.Makasih ya?”Ucapnya lalu memberikan payung itu kepadaku.
“sama-sama”Balasku.
“oh ya kamu………….”Ucapannya Indra terhenti saat handphone miliknya berbunyi.Ia melihat handphonenya itu lalu kembali melihatku “sekali lagi maksih ya..,,aku duluan”Ucapnya lalu ia beranjak pergi dan kulihat ia menempelkan handphonenya ditelinganya.Mengangkat telfon itu mungkin?Aku kembali melanjutkan jalanku dengan langkah lesu.Aishhh kenapa dia bahkan tidak menanyakan namaku.Aku pikir dia akan mengajakku berkenalan karena aku sudah berbaik hati meminjamkan payung kepadanya tapi nyatanya??.
“aishhhh Tania..jangan terlalu banyak bermimpi”Ucapku kesal pada diriku sendiri.

“are you sick?”Tanya Maya lalu duduk disebelahku.Ya saat ini aku sedang ada dikelas dengan kepalaku yang kurebahkan diatas meja.Ahhh sungguh pusing kepalaku hari ini.
“menurutmu?”
“kamu kemarin habis main hujan-hujanan sampai sakit kayak gini,Tan?”
“heemm…”Jawabku sekenanya.
“kok bisa?bukanya kemarin kamu bawa payung ya?”
“payungnya aku kasihin ke indra soalnya kemarin………….”
“Indra?cowok yang kamu suka itu?”Ucap Maya yang berhasil memtong perkataanku.
“iya dan ceritanya panjang jadi jangan tanya kenapa aku bisa ngasih payungku ke dia”Ucapku lalu memejamkan mataku.Sebelum dosen datang sepertinya tidur sebentar ide yang baik.
“Tania…,kayaknya kamu harus melupakan pria itu deh?”Ucap Maya yang sukses membuatku kembali membuka mataku.Maksudnya?
“siapa?”
“Indra..,,kayaknya kamu nggak usah suka sama dia lagi deh.Dia itu………………..”
“Pagi Class……..”Ucap Dosen mata kuliahku yang baru saja masuk.Maya menghentikan ucapannya.Dia terlihat seperti ingin melanjutkan ucapannya tapi dosen itu sudah memulai pelajarannya dan aku pun hanya bisa menerka-menerka apa maksud ucapannya barusan.

Aku berjalan menyusuri koridor kampus menuju parkiran mobil.Setelah mata kuliah pertama tadi Maya ijin pulang duluan karena ada urusan keluarga yang penting.Padahal aku ingin menanyakan maksud ucapannya tadi pagi.Tapi dia justru pulang duluan.Hari ini aku tidak perlu ke halte bis lagi karena mobilku sudah keluar dari bengkel dan aku sudah bisa menggunakan kembali mobil kesayanganku itu.Aku masih berjalan dikoridor kampus sampai akhirnya terhenti didepan ruang musik yang ada dikampus ini.Sebuah suara alunan piano terdengar dari dalam ruangan musik itu.Aku mendekatkan diriku pada ruangan itu dan kulihat ruangan itu terbuka sedikit.Karena penasaran dengan seseorang yang memainkan piano itu,aku pun memberanikan diri untuk membuka pintu ruangan itu sedikit lebih lebar dan mengintip keadaan didalam.Kulihat didalam sana ada seorang gadis yang sedang berdiri membelakangiku dan seorang pria yang sedang menikmati permainan pianonya.Aku tidak tahu pasti siapa pria dan gadis itu karena dua-duanya kini membelakangiku.
Tak lama pria itu menghentikan permainan pianonya.Kulihat gadis itu menghampiri pria itu dan langsung memeluk tubuh pria itu dari belakang.Aku sedikit terkejut melihat adegan remaja yang sepertinya sedang kasmaran itu.
“ohhhh untuk sang kekasih..”Gumamku pelan.Aku baru akan beranjak pergi dan menyudahi aksi mengintipku ini tapi tiba-tiba saja sebuah suara familiar berhasil mengurungkan niatku.
“kamu suka,hmm?”Kudengar pria itu berucap dan aku sangat yakin pasti ucapannya itu tertuju untuk gadis yang kini masih memeluknya.
“aku suka..aku suka sayang..,Indra makasih untuk lagunya”Saat itu juga kurasakan kakiku melemas dan tubuh ini mematung.Indra?sayang?dan gadis itu?Air mataku seketika menetes begitu saja,aku membekap mulutku untuk menahan isakan tangisku dan aku langsung berlari menjauhi ruangan itu.Menuju ke parkiran mobil secepat mungkin dan sudah tak kupedulikan tatapan orang-orang yang melihatku menangis.Aku mengambil kunci mobilku dari dalam tas lalu kubuka pintu mobilku dan langsung masuk kedalamnya.Air mataku tak berhenti mengalir mengingat kejadian tadi.Aku langsung menstater mobilku dan mengendarainya keluar dari area kampus.

“Tania sudah dong nangisnya..sabar….” Dan sekarang disinilah aku,di apartemen Maya.Setelah dari kampus tadi aku langsung menelfon Maya dan langsung datang ke apartemennya.Padahal dia masih ada acara dengan keluarganya tapi aku memaksa menyuruhnya untuk pulang ke apartementnya.Dan sekarang beginilah aku,meringkuk di balik selimut tempat tidur maya dengan air mata yang masih saja mengalir dan membasahi pipiku.
“dia…dia sudah mempunyai kekasih May…..,Aku..aku telat Maya…Dia sudah semakin jauh untuk ku gapai.Padahal aku pikir kejadian kemarin itu adalah awalku untuk dekat dengannya tapi ternyata itu adalah…………”Aku tak sanggup meneruskan ucapanku.Aku kembali menangis sejadi-jadinya.Merutukki kebodohan dan penyesalanku.Ternyata apa yang dikatakan Maya waktu itu benar,kini aku merasakan patah hati duluan padahal aku belum mengungkapkan perasaanku terhadapnya.
“sebenarnya ini yang mau aku bilang tadi pagi….,,Indra sudah punya pacar dan aku baru mengetahuinya kemarin.Kekasihnya,mahasiswi kedokteran semester 3 dan ternyata mereka sudah pacaran selama 6 bulan”Ucap Maya yang kembali membuatku merasakan sakit di hati ini.6 bulan mereka berpacaran dan aku sama sekali tidak mengetahuinya?Kamu memang bodoh Tania!!!!
“Tania…maaf aku……………”
“ini bukan salah kamu Maya..,,,mungkin ini memang sudah takdirku.Ini adalah konsekuensi yang harus aku terima karena aku terlalu lama memendam perasaan ini hingga akhirnya…hingga akhirnya kini dia bersama gadis lain”Aku mengusap air mataku.Mengepalkan tangan kananku berusaha untuk menguatkan hatiku menerima semua ini. “dan mungkin ini memang harus berakhir seperti ini…….memang harus berakhir dengan aku yang ditakdirkan hanya bisa mengaguminya dan memendam perasaan ini”Ucapku.Maya memelukku dan mengusap punggunggu,berusaha menennagkanku yang kembali terisak.
“anggap saja ini sebuah pelajaran Tan..,dan aku yakin pasti suatu saat nanti kamu akan mendapatkan cinta dari pria yang jauh lebih baik dari Indra”Ucap Maya yang masih mengusap punggungku.
“ehmmm….aku harap seperti itu”Ucapku lirih lalu mengeratkan pelukanku pada Maya.

“Entah siapa yang lebih pantas aku salahkan saat ini…….
Mungkin memang takdir cintaku harus seperti ini………
Aku hanya bisa merelakan ini semua dan berdoa kau selalu bahagia dengannya…………..
Merelakan dia yang berada disampingmu walaupun aku harus merasakan sakit yang teramat dalam…………
Aku akan belajar untuk melupakan keinginanku untuk bersamamu….
Melupakankan keinginanku untuk memilkimu….
Tapi untuk kali ini saja biarkan aku tetap mengagumimu….,,biarkan aku tetap memendam perasaan ini hingga suatu saat nanti perasaan ini akan memudar dengan sendirinya dan digantikan dengan perasaan yang lain…………….”

Cerpen Karangan: Apri Dwi Jayanti
Facebook: Apri Dwii Jayanti

Cerpen Perasaan yang Terpendam merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Aku Bertanya dan Sedikti Menjawab

Oleh:
Ketika satu detik waktu terpakai, lalu satu pikiran teruarai. Titik dimana satu harapan itu dipertanyaan, apakah itu akan bertahan yang artinya tetap menjadi sebuat harapan. Ataukah itu akan tercapai

Story of My Life

Oleh:
Setiap pagi aku selalu senang ketika duduk di meja makan bersama mama dan papa. Memeluk boneka Teddy-Bear yang selalu kubawa ke mana pun aku pergi. Terkecuali saat aku sekolah.

Penyesalan

Oleh:
Saat itu matahari sudah mulai memuncak, aku masih setia berada di dalam ruang kecil tempat tidurku, menatap sayu langit biru yang berbatas kaca cendela. Aku masih enggan melangkahkan kakiku

I Love Him (Part 3)

Oleh:
Aku menjalani hari-hariku dengan bahagia hingga tak terasa hubungan kami sudah lebih dari setahun. Kak Septiyan sekarang sudah jadi mahasiswa. Meskipun sudah tidak satu tempat menuntut ilmu yang sama

Cinta Yang Terlambat

Oleh:
Namaku Sherly, umurku 13 tahun aku bersekolah di SMP pangudi luhur st albertus saat ini aku duduk di kelas 8. Aku emang dikenal sangat muda untuk merasakan cinta, ya

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *