Perawat Tampan Itu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 25 August 2016

“Bunga di mana? Ibu sakit dan sekarang mau dirawat di rumah sakit rangkas! Cepetan ke sini”
“Lagi di sekolah! Astagfirullah sakit apa? Iya iya aku ke sana!”

Aku mendapat kabar kalau ibu ku sakit, sepulang sekolah aku langsung bergegas ke rumah sakit aku menggunakan alat transportasi yang jalannya menggunakan jalur khusus yaitu kereta. Kutempuh waktu 3 jam untuk sampai ke sana. Selama di perjalanan aku terus memikirkan ibuku, pikiranku kacau karena aku takut sesuatu terjadi pada ibuku.

Akhirnya aku sampai di stasiun besar daerah banten yaitu rangkasbitung, setelah turun dari kereta aku langsung mencari angkot jurusan rumah sakit ibuku di rawat, hanya 20 menit saja perjalanan dari stasiun menuju rumah sakit. Akhirnya angkotku pun tepat berhenti depan rumah sakit aku turun dan membayar ongkos angkot itu, setelah itu aku masuk dan mencari ruang delima ruang ibuku dirawat. Aku terus mencari ruang tersebut tetapi aku belum menemuinya karena memang rumah sakitnya yang terlalu besar, yang menyulitkanku untuk mencarinya sehingga aku menabrak seorang laki laki yang tak lain perawat rumah sakit ini aku mengetahui dia perawat karena aku melihat dia memakai seragam perawat dari rumah sakit ini.
“Maaf mas, gak sengaja” kataku
“Iya gak papa kok”
“Oh iya mas, ruang delima di mana yah?” Tanyaku
“Oh di sana” sambil menunjuk ruang delima “ya sudah bareng sama saya saja saya juga mau ke ruang delima” ajaknya perawat itu

Akhirnya aku sampai di ruang delima
“Ce ibu kenapa? Kok bisa kaya gini?” tanyaku panik
“Ibu gak papa, cuma lemas doang” Jawab ibu dengan nada yang begitu lemasnya
“Bunga kamu udah makan belum” tanya kaka ku
“Belum ce” jawab ku
“Ya udah beli sana di depan, ini uangnya”

Aku pun pergi dan mencari makan yang berada depan rumah sakit tetapi aku tidak menemuinya karena kebanyakan pedagang yang menjual makanan ringan saja, sampai akhirnya ada sosok laki laki yang bertanya padaku.
“Sedang mencari apa teh?” tanyanya
“Eh si mas lagi! Aku lagi mencari rumah makan! Di mana ya?”
“Biasanya di sini juga ada mungkin lagi tutup kali! Ya sudah ayo saya antar?” ajaknya perawat tampan itu
“Eh gak usah mas biar aku saja sendiri! Toh mas juga lagi banyak kerjaan kan?”
“Ngga kok, sekarang kan lagi jam istirahat”

Akhirnya aku pun ikut dengannya mencari makan. Sesampainya di rumah makan kami pun langsung memesan makanan sambil menunggu makanan kami datang aku pun berbincang bincang dengan perawat tampan itu.
“Oh iya kita belum kenalan! Nama aku rangga!”
“Aku bunga”

Tidak lama makanan kami pun datang dan kami pun langsung melahapnya dan setelah itu kami kembali ke rumah sakit.

Hari pun sudah malam tepat pukul 19.00 aku diperintahkan untuk keluar ruang pasien karena hanya boleh satu orang saja yang menunggu pasien, akhirnya kakakku yang menunggu ibuku di dalam dan aku pun menunggu di luar teras rumah sakit sambil memainkan handphoneku.

“Bunga ngapain di sini?” tanya rangga kepadaku
“Kan di dalam gak boleh banyakan untuk menunggu pasien, jadi aku tunggu di sini saja” jawab ku
“Ya sudah ikut aku saja yuk” ajaknya sambil memegang tanganku. Tapi entah apa yang aku rasakan saat rangga memegang tanganku. Rasanya begitu tenang dan nyaman rasanya ingin selalu kugenggam tangannya tanpa ingin kulepaskan. Tapi tidak aku tidak boleh mengharapkannya lagipula baru beberapa jam saja aku bertemu dan mengenalnya. Memang waktu awal aku bertemu dengannya aku merasakan sesuatu yang tidak pernah aku rasakan sebelumnya. Apakah aku jatuh cinta pada rangga?

“Eh mau kemana?” tanyaku
“Sudah ikut saja dari pada kamu sendirian di sini. Ya sudah kamu tunggu sini aku mau mengambil motor dulu”
Aku pun menunggunya dan gak lama rangga pun datang dengan motornya.
“Ayok naik, jangan lupa pegangan ya”
Aku pun naik dan rangga pun melajukan motornya.

Selama perjalanan aku hanya terdiam dan berpikir kemana rangga mengajakku. Akhirnya kami pun sampai di tempat yang rangga tuju, aku tidak mengenali tempatnya tetapi aku merasa nyaman di tempat ini ditambah aku berada di tempat ini bersama rangga sungguh aku merasa lebih nyaman lagi.
“Rangga ini di mana?” tanyaku
“Ini tempat favoritku! Aku biasa ke sini kalau aku sedang kesal jenuh! Tempat ini begitu nyaman buatku”
“Yaa benar rangga aku pun merasa nyaman di sini terlebih lagi aku di sini bersamamu”
Rangga pun terkejut mendengar ucapanku,
“Maksud kamu apa bunga?” tanya rangga dengan senyumnya yang manis itu
“Oh enggak kok. Iya maksud aku di sini nyaman” ucapku dengan gugup
Rangga pun mendekatkan dirinya dan berhadapan denganku sambil memegang kedua tanganku. Jantungku terasa ingin copot karena berhadapan dengan rangga, aku pun memandangnya dengan penuh rasa dan aku rasa rangga pun memandangku pun dengan cinta dan rangga pun berkata
“Bunga aku tahu kita baru kenal, mungkin perkenalan kita begitu singkat tapi entah kenapa awal bertemu kamu aku merasakan hal yang aneh hatiku mengatakan kalau aku jatuh cinta sama kamu bunga! Aku cinta sama kamu, apakah kamu mau menerima aku bunga?”
Aku hanya terdiam dan melamun tanpa kusadari aku menangis karena mendengar ucapan dari rangga.
“Kenapa kamu diam dan menangis bunga?” rangga mengusap air mataku dengan sapu tangannya dengan penuh rasa
“Benar rangga aku pun seperti itu apa yang kamu rasakan itu yang aku rasakan juga. Aku juga mencintaimu rangga” jawabku
“Jadi kamu terima aku bunga?” tanya rangga dengan penuh harap
Aku pun mengangguk dan rangga pun bahagia lalu rangga pun memelukku…

Cerpen Karangan: Desi Kurniasih
Facebook: Desi Kurniasih
Hai Assalamualaikum aku desi kurniasih
kenal aku lebih dekat lagi yuk
IG: desi_kurniasih9

Cerpen Perawat Tampan Itu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cinta yang Tumbuh di Kota Medan

Oleh:
“Kiki, cepetan! Udah ditunggu Uwak tuh!” teriak ibuku yang sedang menungguku di ruang tamu. “iyaa bu.. tunggu.. bentar lagi kok..” sahutku seraya membereskan barang-barangku ke koper. Tak lama kemudian,

Why Me Not She Is (Part 1)

Oleh:
“Aku ikut..!” teriakku pada teman – temanku semua. Untunglah mereka belum pergi , aku sama teman – temanku ingin pergi ke rumah Riri teman kelasku karena hari ini adalah

Cinta Tak Terbaca

Oleh:
Tiga tahun sudah Putri meninggalkan desanya. Dan setelah kepulangannya kembali ke lombok putri melihat sambutan hangat para sahabat berbalut kerinduan mereka masing-masing dan sekarang sudah setahun putri menetap di

Story Love Wisnu Puji

Oleh:
Tanggal 20 Mei 2012, pukul 21.45 adalah awal kisah kami berdua. Dari pertanyaan “maukah kamu jadi pacarku?” dan jawaban “iya aku mau” dari bibirku. Resmi sudahlah hubungan kami berdua.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *