Perbedaan Bukan Penghalang

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 20 January 2016

Hari ini aku bangun agak siang karena hari ini libur kerja tepatnya sih pas imlek. Aku bangun mandi dan seperti biasa setiap kali libur, kerjaanku bermalas-malasan di kosan sambil main hp di situ aku kenal seorang pria di jejaring sosial wechat bernama Jhio. Kita sering chat dan tuker nomor hp, teleponan, sms mungkin hampir setiap hari sampai akhirnya aku tahu dia seorang duda beranak tiga.

Tapi hubungan ini masih terus berlanjut sampai suatu hari hp-ku rusak dan dia dengan senang hati mau membelikan hp baru untukku, aku merasa senang. Pada keesokkan harinya tepatnya jam 11.00 WIB aku berangkat ke mall dengannya untuk beli hp yang dia janjikan. Dapetlah hp yang aku inginkan setelah itu kita lanjut makan siang dan ngobrol-ngobrol. Malamnya kita jalan-jalan dan di situ mulai resminya hubunganku dan dia pacaran.

Di sini aku mulai nyaman berhubungan dengannya dia perhatian dan sayang denganku, mengerti aku mungkin karena dia jauh lebih tua dariku. Walau kita ketemu hanya setiap malam minggu atau hari minggu itu pun di luar kos dia tidak pernah aku izin kan datang ke kos tapi aku mulai bahagia. Dan seiring berjalannya waktu aku mulai menanyakan tentang keluarganya dan anak-anaknya dan ternyata anak-anaknya berada di medan ikut mantan istrinya. Tapi dia tetap masih mengurus biaya sekolah untuk anak-anaknya.

Sampai akhirnya dia menyuruhku mencari kosan yang baru, akhir bulan akhirnya aku pindah juga ke kosan baru. Itu pun dia yang menanggung biaya kos setiap bulan. Sejak pindah setiap minggu dia datang ke kosan tapi terkadang juga kita jalan ke luar. Di situ hubungan kita mulai serius untuk jauh lebih lanjut dan aku mulai mengenalkan dia dengan orangtuaku lewat telepon.

Sepertinya orangtuaku tidak begitu senang karena tahu dia seorang duda beranak tiga dan juga kita berbeda agama. Tapi aku mencoba meyakinkan orangtuaku kalau dia sayang denganku dan menerima apa adanya keluargaku. Orangtuaku mulai luluh dan mau menerimanya. Lebaran aku pulang dengannya ke jawa aku kenal kan dia dengan kedua orangtuaku dan saudara-saudaraku di jawa.

Aku berharap dia mau menerima apa adanya keluargaku dan begitu juga keluargaku mau menerimanya. Tidak begitu banyak cerita saat di jawa. Hari liburku sudah habis kita kembali ke Jakarta dan melakukan aktivitas seperti biasa. Tidak disangka sudah 10 bulan hubunganku dengannya. Orangtuaku mulai menanyakan kelanjutan hubunganku mau bagaimana? di situ aku bertanya.

“Pa mau gimana hubungan kita sekarang Ibu udah tanya?”
“kita tetep lanjut karena aku ingin menikah denganmu!” begitu jawabnya. Aku lega dengan jawabannya.
Aku sampaikan jawabnya kepada ibuku, ibu menjawab, “mau kapan diresmikan?” itu yang ibu tanyakan kembali denganku. “Jhio bilang februari” jawabku.

Desember aku mulai disuruhnya berhenti bekerja karena dia tidak ingin melihatku kerja siang malam karena kerjaku ditentukan dengan sift. Awal desember aku mulai berhenti bekerja dan sekarang aku menganggur di kos semua kebutuhanku kini semua dia yang tanggung. Aku mulai berubah jadi yang lebih baik lagi. Aku mulai meninggalkan kebiasaanku keluyuran dengan teman-temanku. Aku coba patuh di kos dengan menunggu bulan februari datang. Semoga dilancarkan semua di hari pernikahanku amiinn.

Cerpen Karangan: Putri Nofita
Facebook: Putri Pesex

Cerpen Perbedaan Bukan Penghalang merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Hujan (Part 2)

Oleh:
Sesampainya di kamar Kost, Hanni pun memikirkan apa yang dibicarakan Sherly saat bertemu dengannya tadi. Apa benar karena sebuah rasa benci yang terpendam dihatinya yang menyebabkan Hanni menjadi pendiam

Between Us (Part 2)

Oleh:
Keesokan harinya, teror kembali datang menghampiri Cadie. Kali ini, tepat di dalam loker Cadie, terdapat sebuah bingkai foto dirinya dengan kaca yang sengaja di retak dan sebuah cutter di

Aku dan Kamu

Oleh:
Sore ini terasa sepi. Bagaimana tidak orangtuaku pergi ke bandung, biasa tugas pekerjaan. Aku masih santai duduk di teras depan ditemani kucing anggora lucu pemberian om vian setahun yang

Selalu di Hati

Oleh:
Siang itu di sekolah aku dan teman–temanku sedang asyik duduk di tangga sekolah. Teman–temanku asyik ngobrol dengan sendirinya, namun aku malah bermain game di laptop dan sesekali melihat pemberitahuan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *