Perjodohan Dengan Sang Gadis

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 4 June 2016

Bandara dalam keadaan ramai pagi ini. Tak heran jika banyak orang membawa tas koper atau sekedar membawa sepotong kardus bertuliskan nama. Mulai tampak dari kejauhan, seorang lelaki yang tak jauh berbeda dengan orang lain. Anggara namanya. Seorang pemuda tampan, dengan penampilan serba trendi, membawa sebuah koper dan tas di punggungnya, serta sebuah alat pendengar musik yang selalu setia terkalungkan di lehernya. Benar, mendengarkan musik adalah hobinya sejak lama. Tak terlihat sebuah nama menyapanya dari kejauhan, namun ia tetap berjalan perlahan menuju sebuah taksi di depan bandara. Ia bergegas pergi, bukan rumah yang menjadi pusat tujuannya, melainkan sebuah cafe.

Tak butuh waktu lama, hanya sekitar 15 menitan untuk sampai di cafe tersebut. Segera ia turun dari taksi dan menyeret kopernya ke dalam cafe. Keadaan cafe terlihat sepi, sehingga ia dapat dengan leluasa mencari tempat duduk sesuka hatinya. Anggara memanggil seorang pelayan, memesan sebuah orange juice dan makanan pada pelayan tersebut. Jari telunjuknya sesekali mengetuk meja, seakan merasakan kegelisahan yang sedang dialaminya. Entah apa yang membuatnya gelisah. Matanya terus berkeliling mencari seseorang yang sudah ditunggunya sejak tadi. Tiba-tiba, ia merasa ingin pergi ke toilet, dikarenakan harus buang air kecil.

Setelah dari toilet, Anggara bergegas kembali ke tempat duduknya. Namun saat dalam perjalanan, ia tak sengaja bertabrakan dengan seorang gadis yang terburu-buru ingin pergi ke toilet wanita. Sempat beberapa kali mulut mereka sibuk sendiri-sendiri, saling mengucapkan kata maaf satu sama lain. Namun karena terburu-buru, gadis itu segera berlalu dari hadapan Anggara. Beberapa saat setelah gadis tersebut pergi, Anggara baru menyadari satu hal. Ia melihat sesuatu milik gadis tersebut jatuh ke lantai di hadapannya, sebuah sapu tangan. Anggara mengambilnya, dan berusaha memanggil gadis itu untuk mengembalikan sapu tangannya. Namun tampaknya gadis itu tak mendengar suara Anggara. Hingga Anggara harus berlari mengejar gadis itu sampai di depan toilet wanita.

Anggara menunggu gadis itu sambil memandangi sapu tangan yang saat ini sedang berada di tangannya. Terdengar suara pintu toilet terbuka, gadis itu pun tak lama keluar. Ia terkejut melihat Anggara berada di depan toilet. Sedikit basa-basi, namun akhirnya Anggara menyerahkan sapu tangan itu pada gadis tersebut. Mereka tidak sempat berkenalan, karena gadis itu langsung pergi dari hadapan Anggara. Anggara tetap diam di tempat sambil terus memandangi gadis itu sampai cukup jauh perginya. Entah kenapa pandangan Anggara tak dapat terlepas dari gadis itu. Anehnya, ada rasa ingin berjumpa lagi di hati Anggara.

Karena orang yang ditunggu Anggara tak kunjung datang, Anggara memutuskan untuk pulang ke rumahnya. Sebenarnya, ibu Anggara menyuruh anaknya pulang ke Jakarta karena akan dijodohkan dengan anak sahabatnya. Dan hari ini, ibu Anggara menyuruh Anggara untuk bertemu dengan seseorang yang akan ia jodohkan dengan anaknya. Namun malangnya, justru Anggara tak bertemu dengan orang tersebut.

Beberapa hari kemudian di sebuah cafe yang berbeda, ibu Anggara dan anaknya tengah duduk menunggu kedatangan sahabatnya beserta anaknya. Tak lama kemudian, sahabat ibu Anggara datang bersama anak gadisnya. Anggara menoleh begitu ibunya memanggil nama sahabatnya tersebut. Betapa terkejutnya Anggara setelah melihat seorang gadis yang tepat berdiri di sebelah sahabat ibunya. Gadis itu ternyata adalah seseorang yang bertabrakan dengannya kemarin ketika di cafe. Tak kalah terkejutnya dengan Anggara, gadis itu pun sama. Harapan Anggara rupanya terwujud untuk dapat bertemu kembali dengan gadis tersebut. Setelah cukup lama saling pandang, mereka pun berkenalan. Rachelle adalah nama gadis tersebut. Anggara dan Rachelle memutuskan untuk saling mengenal terlebih dahulu, baru nantinya akan berbicara mengenai perjodohan.

Cerpen Karangan: Ria Puspita Dewi
Facebook: Puspita Elfa

Cerpen Perjodohan Dengan Sang Gadis merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Jangan Panggil Aku Meme

Oleh:
Seperti biasa, di pagi hari aku sangat susah untuk di bangunkan. Walaupun aku sudah pasang alarm dan juga teriakan mama yang super kencang. Tetap saja aku susah untuk bangun,

Cinta Sesaat

Oleh:
Arum adalah seorang anak yang baik hati, berpostur tubuh tinggi, dan perhatian terhadap siapa pun. Kini, ia menempuh pendidikan di sebuah sekolah di SMK N di Temanggung. Dari sekian

Setelah Lulus SMA (Part 2)

Oleh:
Kencan pertama kami lancar-lancar saja kencan hari kedua aku pun berniat mengajak Elis pada sore hari, dengan pura-pura lewat di depan rumah Dinda. Berharap saat aku lewat di depan

Kebodohan Ku

Oleh:
“kau masih menyukainya, benar kan?” Suara itu membuyarkan lamunanku. “mungkin. Tapi rasa kecewa ini jauh lebih besar jika dibandingkan dengan rasa suka itu.” jawabku dengan wajah datar. Gadis berambut

Karena ada Cinta

Oleh:
Di sebuah rumah mewah, seorang gadis berusia 16 tahun sedang menyapu ruangan tamu yang sangat besar. Gadis itu bernama Dina, siswi kelas 2 SMA. Meski usianya yang masih belia,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *