Perjuangan Cinta Nita

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 24 November 2016

Ada sepasang kekasih panggil saja Nita gadis keturunan jawa betawi dan Apip pria keturunan jawa asli. Mereka pacaran sejak duduk dibangku SMA. Pada saat Nita lulus SMA orangtuanya mengirimnya ke Sukabumi untuk menlanjutkan D3 kebidanan, akan tetapi Nita tidak mau pergi kesana.

“Mba Nita cepet kemasi barang-barang kamu, jangan sampe ada yang kelupaan.” Teriak Lala adik Nita
“iya.” Sahut Nita pelan sambil menangis
“Mba kamu kenapa?” Tanya Lala lembut karena melihat kakaknya menangis
“Mba gak apa-apa kok dek.” Jawab nita
“Gak mungkin, pasti ada yang mba sembunyiin kan? Ceita dong mba.” Tanya Lala penasaran
Belum sempat Nita menjawab pertanyaan adiknya, terdengar teriakan seorang wanita paruh baya memanggilnya.
“Nita… Nita… cepat turun ada Apip.” Teriak Ibunya Nita

Mendengar ibunya memanggilnya, Nita pun bergegas turun untuk menemui Apip. Nita pun bahagia saat Apip datang membawa hadiah untuknya.
“Nita ini untuk kamu.” Kata Apip lembut
“apa ini?” Tanya Nita penasaran
“nanti kamu juga akan tau, tapi bukanya pas udah sampe Sukabuminya.” Jawab Apip tersenyum
Dan Nita hanya menganggukkan kepalanya. Tidak terasa sudah satu jam mereka berbincang dan waktunya makan siang. Ibunya Nita memanggil mereka untuk makan siang bersama.
“Nita setelah makan siang kamu masukkan barang-barangmu ke mobil ya, jangan sampai ada yang ketinggalan.” Ujar Ibu Nita
“apa berangkatnya gak bisa diundur nanti malam saja?” Tanya Nita sedih
“gak bisa sayang, perjalanan kita sangat jauh dan melelahkan. Alangkah baiknya kita berangkat saat matahari masih terang.” Ujar Bapaknya Nita dengan tenang
“tapi pak, aku masih ingin disini. Kenapa harus terburu-buru?” Tanya Nita
“Nita tolong mengerti ini demi masa depan kamu sayang.” Jawab Bapaknya Nita lembut
“Ibu tau kenapa kamu gak mau ke Sukabumi, karena kamu gak mau jauh dari Apip kan?” Sahut Ibunya Nita ketus
“sudahlah bu tak perlu bicara seperti itu, beri mereka waktu 15 menit lagi untuk bicara.” Ujar Bapaknya Nita mendinginkan suasana

Lalu Nita dan Apip pergi meninggalkan meja makan untuk bicara berdua. Mereka yang biasanya menjalani hari-hari bersama kini harus terpisah jarak, karena Nita harus melanjutkan sekolahnya ke Sukabumi.
“pergilah sayang aku disini akan selalu setia menanti kepulanganmu.” Ujar Apip
“tapi kamu janji ya kalau ada waktu luang kamu harus ke Sukabumi.” Jawab Nita menangis
“iya sayang aku janji, kan aku sayang sama kamu.” Jawab Apip sambil memeluk Nita yang menangis

15 menit pun berlalu dan waktunya Nita pergi ke Sukabumi. Tangis Nita pun pecah saat mobil mulai jalan meninggalkan rumahnya. Ia merasa tak bisa jauh dari Apip dan tanpa Apip ia tidak bisa apa-apa. Sepanjang perjalanan ia menangis sampai akhirnya ia dan orangtuanya tiba di Sukabumi. Saat tiba di asrama Nita langsung membuka hadiah dari Apip dan ternyata isinya mukena. Di dalamnya terdapat surat yang tertulis

“sayang mungkin kita memang jauh tapi yakinlah hati kita selalu dekat. Aku sengaja memberikan mukena ini untukmu, agar kamu selalu rajin ibadahnya dan menyebut namaku setiap doamu.”

Tangis Nita pun pecah setelah membaca surat itu.

Beberapa bulan kemudian Nita merasa tidak betah disana dan ia berfikir untuk kabur dari asrama. Akhirnya Nita balik ke Jakarta, dan kedua orangtua Nita pun terkejut melihat Nita ada di rumah.
“maafin Nita bu, pak. Nita gak betah disana, Nita lebih nyaman disini.” Ujar Nita merasa bersalah
“kamu bener-bener keterlaluan Nita, Ibu sangat kecewa sama kamu.” Jawab Ibu Nita sedih
“ya sudahlah bu mungkin memang ini yang terbaik buat Nita, tidak perlu dibahas lagi.” Ujar Bapak Nita menenangkan

Nita merasa sangat bersalah karena ia telah kabur dari asrama dan kembali ke Jakarta tanpa bilang orangtuanya. Akan tetapi disana ia sangat tertekan karena ia tidak nyaman. Nita memutuskan memilih cintanya dari pada karirnya. Saat itu juga Nita langsung menghubungi Apip dan meminta Apip untuk menemaninya jalan-jalan.

Hari demi hari mereka jalani bersama hingga tak terasa hubungan mereka sudah 7 tahun berlalu, dan pada suatu hari Nita bertanya kepada Apip.
“Apip sudah 7 tahun berlalu, mau kau bawa kemana hubungan kita?” Tanya Nita tegas
“sabar ya sayang, beri aku waktu 2 bulan.” Jawab Apip santai
“ok aku beri waktu 2 bulan.” Ujar Nita

Pada suatu hari saat Apip ke rumah Nita tidak sengaja Nita membuka hp Apip dan ada sms mesra dari wanita lain. Nita pun marah dan ia minta penjelasan Apip, tapi Apip Cuma tersenyum seolah-olah tidak ada apa-apa. Setelah melihat sms itu Nita jadi murung dan sedih, setiap ia mengingat kejadian itu ia menangis hatinya sangat sakit melihat orang yang ia cintai tega menyakitinya. Dan 2 bulan pun berlalu sudah waktunya Apip menepati janji.

“Apip ini sudah 2 bulan, mana janji kamu?” Tanya Nita lembut
“kenapa sih buru-buru banget?” Jawab Apip
“kita pacaran udah 7 tahun, aku dan kamu udah sama-sama dewasa. Kamu masih tanya kenapa? Keterlaluan kamu.” Ujar Nita marah
“iya tapi aku belum siap menikah.” Jawab Apip santai
“apa kamu bilang belum siap? Tega kamu pip.” Jawab Nita kecewa
“kita masih muda untuk apa buru-buru?” Ujar Apip
“ok kalau itu mau kamu, aku mau putus.” Jawab Nita marah
“kok kamu minta putus, apa salahku?” Tanya Apip bingung
“bukan kamu yang salah tapi aku yang salah. Aku salah karena lebih memilih kamu dari pada karirku dan aku salah udah begitu percaya sama kamu.” Jawab Nita sambil menangis
“kamu jangan bicara seperti itu, ok emang aku yang salah dan aku minta maaf.” Ujar Apip merasa bersalah
“aku Cuma ingin kepastian hubungan kita, tolong kamu mengerti perasaanku.” Jawab Nita
“maaf sayang bukan maksudku untuk membuatmu sedih, percayalah aku sangat mencintaimu.” Jawab Apip berusaha menenangkan Nita
“bulsh*t, aku gak percaya dengan semua omong kosongmu itu.” Jawab Nita ketus
“akhir bulan juli aku janji akan melamarmu.” Ujar Apip yakin
“aku gak butuh janjimu, semua bulsh*t.” Jawab Nita
“ok tunggu aku akhir bulan juli sayang, aku pasti melamarmu.” Jawab Apip sambil tersenyum
“kalau akhir bulan juli kamu tidak datang maka aku memutuskan untuk mundur.” Ujar Nita tegas

Beberapa bulan berlalu dan kini memasuki bulan juli, tinggal menghitung hari berakhirnya bulan ini. Dan saat waktunya tiba ternyata Apip datang tapi tidak untuk melamar melainkan bilang kalau orangtuanya tidak bisa hadir dikarenakan ada urusan keluarga dan harus pulang kampung. Dan Nita pun harus menunggu sampai orangtuanya Apip kembali ke Jakarta.

Cerpen Karangan: Septi Eka Pratiwi
Facebook: septieka pratiwi
Ig septieka22
Hobi Menulis

Cerpen Perjuangan Cinta Nita merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kenyataan Buat Tarin

Oleh:
“Sudah lama menungguku?“ tanyaku yang baru saja sampai di halte tempat bus yang akan membawa aku dan Dika ke kampus. “Tidak kok, Tarin. Ayo naik, tuh bisnya sudah hampir

Kamu Cewek Aku Cowok

Oleh:
“Ayo ngopi!” Ajak Siget (bukan personel Base Jam loh!) kepadaku siang ini. “Ke mana?” tanyaku santai sepoi-sepoi sedikit jual mahal. “Ke kafe” ujarnya mantap. “Ogah ah, entar dibom sama

Engkau Atau Aku (Part 2)

Oleh:
Setelah dua minggu tinggal bersama Kak Abdul, aku merasa seperti adik kandungnya sendiri dan kadangkala aku juga seperti istrinya yang sudah mulai bisa memasak untuknya. Aku selalu tersenyum selama

Pelangi Arka dan Rain (Part 3)

Oleh:
Tiba-tiba pintu terbuka dan terdengar suara letupan. Ray menutup mata karena terkejut. Namun, ketika ia membuka mata, ia telah di hujani kertas warna warni dari konveti. Ketika ia melihat

Aku Mencintaimu

Oleh:
Pagi itu seperti biasa aku melakukan aktivitasku. Hari ini adalah hari senin, hari dimana para murid-murid sekolah merasa suntuk dan malas karena upacara, tapi tidak denganku! Aku sangat bersemangat

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *