Perjuanganku Terbalas (Part 1)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 1 September 2016

Mataku selalu tertuju dengan sosok pria yang berada di kelasku, Dia duduk di depan sebelah pojok. Seorang pria yang Cuek, sangat cuek. Tidak mempan dengan semua usaha yang sudah aku lakuin untuk meluluhkannya, Hanya pria itu saja yang sulit untuk aku taklukan. Anehnya, Dengan kecuekan yang dia miliki itu membuatku jatuh hati, membuatku ingin memilikinya. Aku hiraukan semua pria untuk mengejarnya. Ini pertama kali seorang Gea Anastasya mengejar seorang pria, Heran… Mengapa dia begitu dingin? Padahal kami satu kelas, Dia manusia tapi seolah patung bagiku, Tapi entahlah… Begitu gila cinta ini, mengapa aku jatuh hati akan sosoknya.

“Weysss… Bengong aja, kantin yu” teriak salsa menepuk pundak.
“Euhhh.. Sal” balasku kesal.
“Lagian liatin si Refan aja haha” ledeknya dengan keras.
“Jangan kenceng kenceng nanti Refan tau” bisikku.
“Ya udah kita kantin yu” ajaknya.
Aku pun mengikutinya, dan berjalan menuju kantin.

Gea.. Iyaa aku, Aku pribadi yang tidak bisa sangaaaat tidak bisa memendam perasaan. Berkali kali aku ingin mengungkapkan rasa, berkali kali pula Salsa mencegahku, aku orang yang periang, jujur dengan perasaan. Setiap kali bohong selalu keceplosan, dan seolah mulutku tidak bisa menahan rasa ini. Refan seorang pria keren, cueeek banget apa lagi sama cewek uuhhh cueknya bukan main, ngomongnya aja seperlunya. Tapi kata sahabat Refan yaitu Bagas, refan orangnya baik, asik. Yaa mungkin menurut dia kali, Satu tahun sekelas dengannya biasa aja itu anak. Hemm.. Harus lebih keras memikirkan bagaimana mendekati Refan.

“Ge.. Tuh liat” suruh salsa
“Apaan sih” mengabaikannya
“Yaelah, itu mata jangan liat HP mulu tuh liat Refan” omelnya
“Manaa.. Manaa?” tanyaku
“Langsung melotot denger nama Refan, itu depan kamu lagi beli bakso keknya” usul salsa.
“Ya udah kita beli bakso aja yu..” Balasku menarik salsa.
Salsa pun hanya mengomel saja saat aku tarik untuk memesan bakso.

“Ehh Fan.. Sendirian aja hehe” tanyaku ke refan dengan senyum.
“Iya” balasnya tersenyum.
Ya ampun senyumnya pria ini… Ya tuhaan, seandainya aku bisa melihat senyumnya setiap hari bahagia bangeeet, Refan manis banget senyum kamu, Batinku.
“Kenapa? Senyum senyum gitu. Mau pesen bakso kan?” Tanya refan datar.
“Fan… Manis banget” balasku menatapnya penuh harap.
“Geaa..” teriak Salsa menepuk pundak.
“Ehh ehh.. Tanya apa fan tadi?” Ucapku yang salah tingkah di hadapannya.
Refan pun hanya tersenyum kecil dan menggeleng gelengkan kepala saja melihat tingkahku.
“Aku duluan makan ya” ucapnya yang berjalan duduk untuk menyantap makanannya.
Aku pun hanya menggangguk dan tersenyum saja, Seolah bibirku tak bisa berkata apapun, kakiku seolah tak mampu berjalan mengikutinya, mataku seolah tak bisa berpaling dari dirinya.

“Pesen apa Ge? Jangan bengong sambil senyum senyum gitu duh geaaaa” omelan Salsa pun terdengar lagi.
“Aku pesen bakso komplit, ya udah yu kita duduk nanti juga dianterin ke meja kita” ajaku.
“Ya udah mas bakso komplit 2 yaa” pesan Salsa.
“Iyaa neng” balas tukang bakso itu.
Aku pun langsung berjalan menghampiri meja Refan yang sedang makan bakso sendiri.
“Ge.. Mau duduk dimana?” Tanya Salsa.
“Refaaaan..” Balasku tersenyum saat mengatakan Refan.
Salsa pun hanya melotot saja dan mengerutkan keningnya.
“Fan.. Boleh duduk disini?” Tanyaku menatapnya.
“Iya boleh..” Balasnya menatapku, lalu berfokus kembali dengan makanannya.

Refan.. Memang setelah setahun satu kelas dengannya, dia gak cuek cuek banget sih. Waaahh… Waktu pertama kenal plus satu kelas sama dia, cueknya bukan main. Boro boro senyum, Nanya aja jarang, bukan jarang lagi hampir gak pernah. Ya mendingan lah sekarang bisa senyum, Manis banget deh seandainya aja senyumnya bisa aku miliki hem…

“Ini neng baksonya campur dua duanya yaa..” Ucap tukang bakso memberikan 2 mangkuk bakso yang tadi aku pesan.
“Iya pak, Makasih” balas salsa.
“Aku kelas duluan ya” ucap Refan berdiri.
“Kok buru buru banget sih fan, Mending ngobrol dulu disini hehe” cegahku tertawa kecil.
“Lain kali aja ya..” Tersenyum berjalan pergi.
Ya aampun setiap dia kasih senyuman itu luluh banget nih hati.
“Tuh.. Tuh mulai lagi gilanya nih anak” ejek salsa menatapku.
“Senyumnya saal ya ampun, Makin jatuh cinta deh”
“Lebaay dasar” balas salsa sambil menyantap makanan.
Refan pun berjalan hingga tak terlihat lagi sosoknya di mataku, aku pun langsung menghabiskan bakso, dan membeli minum dan langsung balik ke kelas.

“Ge, kamu duluan ke kelas aja yaa. Aku ada urusan dulu baaay” ucap salsa yang berlari meninggalkanku.
Aku pun hanya mengerutkan kening dengan melihat Salsa yang berlari meninggalkanku, aku pun mengabaikannya dan terus berjalan masuk kelas.
“Geaa…” Teriak seorang pria.
Langkah kakiku pun langsung terhenti, dan menoleh ke arah belakang.
Ya ampun demi apa ini, Demi apa Refan panggil nama aku, suaranya ya ampun, batinku.
“Apa Fan?” Tanyaku dengan tersenyum.
Refan pun berjalan mendekatiku.
“Ini kata Bu Dewi pembagian kelompok duel nyanyi, tadi nyuruh aku buat ke kamuin. Katanya tolong umumin di kelas” jelasnya sambil memberikan selembaran kertas.
“Oh iyaa.. Makasih ya” ucapku sambil mengambil kertas itu dengan tersenyum.
Dia pun tak berkata, hanya membalas ucapku dengan senyuman manis di bibirnya, lalu ia pun berjalan pergi.
“Fan mau kemana?” Tanyaku yang melihat Refan berjalan terlebih dulu.
“Ke kelas Ge” balasnya yang terus berjalan.
“Tungguu…” Teriakku yang mengejarnya.

Iya beginilah aku, Aku menyukainya. Aku pun tidak bisa menutupinya, meskipun Refan tidak pernah memberi jawaban untukku. Bahkan dia tau aku menyukainya, tapi dia tidak meresponku, Dia tidak pernah menerima ataupun menolakku. Tapi dengan berada di sampingnya sebagai teman, tak apalah setidaknya mataku mampu menikmati senyuman manisnya.

“Duduk deh sebentar, ada pembagian kelompok buat praktek nyanyi nih kata bu Dewi, Ini kan berpasangan yang satu main gitar yang satu nyanyi gitu katanya” teriakku di depan kelas. Serontak mereka pun langsung duduk di tempat duduknya masing masing.
Saat suasana kelas terkendali, aku pun langsung mengumumkannya.
“Salsa Dan bagas, Ajeng dan Robby, Putri dan Rian, Gea dan Refan… Hah Aku dan Refan?” Ucapku yang terkejut saat membacakan bahwa aku praktek nyanyi dengan Refan.
“Cieeee aduuhaay.. Ekheem ekheeem….” Teriak salsa meledkku.
“Apa sih saal” balasku tersipu malu

Aku melihat Refan dia hanya biasa saja tak berekspresi mendengarnya, Aku sungguh terkejut bahagia saat membacakan bahwa aku dipasangkan dengan Refan.

Penasaran bagaimana kisahku selanjutnya dengan Refan? Baca juga part 2 nya ya biar kaga penasaran, hehe..

Cerpen Karangan: Novia Fernanda
Facebook: Novia Sepersial Fernanda

Cerpen Perjuanganku Terbalas (Part 1) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Long Dream

Oleh:
Namanya Melisia, gadis SMA yang sedang beranjak remaja. Dia sangat percaya sama yang namanya keajaiban dalam mimpi. Sampai sampai dia berjuang untuk mewujudkan mimpi itu. “pagi Mel?” sapa Pita

Nafa dan Zulfikar

Oleh:
Sendiri… Sekarang aku hanya ingin menyendiri di tempat berkapuk ini. Tak peduli aku berdiri, aku duduk, atau aku berbaring. Aku hanya ingin membiasakan diri bercengkraman dengan dinginnya dinding dan

Beri Aku Serupiah Saja

Oleh:
Siang ini matahari terasa membakarku, bulir-bulir keringat terus saja meluncur di permukaan kulitku. Ah, aku mengeluhkan rahmat Tuhan lagi. Kupikir lebih baik mencari cara untuk mendinginkan tubuhku agar mulut

Sun Flower (Part 2)

Oleh:
Malam sudah berganti pagi sekarang waktunya Aku untuk berangkat kerja, namu tiba-tiba handphoneku berbunyi, Aku langsung mengangkatnya. “Asalamungalaikun, maaf ini siapa ya?” tanyaku kepada penelepon. “Ini ayah, Salsa apa

Ketika Tak Lagi Sama

Oleh:
“Kenapa?” “Kadang, kebahagiaan tidak pernah memihak pada orang baik.” Ven menyeka air matanya, Fajri di sampingnya membuang nafas. Tahu sekali tadi perempuan yang tengah duduk itu baru usai membaca

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *