Perpisahan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Cinta Islami
Lolos moderasi pada: 10 March 2019

Sungguh aku sangat membenci kata ‘perpisahan’ apapun bentuk dan kalimatnya aku membencinya. Iya aku tau dimana ada pertemuan pasti akan ada perpisahan. Tapi taukah kau kalau perpisahan yang kau ajukan ini menyiksaku. Benar benar membuatku sesak. Seperti mati rasanya. Kenapa kau dulu datang jika kau sekarang pergi haa?!! Mas, aku mencintaimu. Sangat. Mencintaimu, rindu ini seakan mengalir dalam setiap denyut nadiku.

Tapi kau tak peduli. Inilah salahku kenapa bisa aku mencintai orang yang sama sekali tak peduli padaku. Tak apa ini sudah jalanku. Kau selalu begini bukan. Ini bukan pertama kalinya. Jadi aku terbiasa dengan semuanya yang kau lakukan terhadapku. Mas, kau ulangi lagi kesalahan yang sama, dan akupun masih dan akan memaafkanmu bahkan menerimamu kembali. Bukan aku yang bodoh tapi hati ini yang memilihmu tinggal dan singgah. Aku sama sekali tak tega jika melihatmu tersiksa atau pun sedih.

Mas, kenangan kita yang lalu pun masih terlihat jelas di mataku. Jelas dan tak bisa aku hapus, sekalipun bisa pasti masih membekas. Luka minggu lalu yang kau buat pun masih terasa nanar namun, aku bisa mengobatinya dengan melihat senyuman di wajahmu. Sungguh jika aku mau aku bisa pergi darimu melupakanmu dan memilih mati. Namun itu tidak aku lakukan karena obsesiku terhadapmu. Ohh bukan obsesi, karena obsesi biasanya akan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang diinginkan. Tapi aku tak seperti itu kan mas, iya kan?!! Mas, tolong jawab aku!! Jangan berpura-pura tuli seperti ini. Mas, apa kau tak bisa melihat ketulusan itu dari mataku?!! Sungguh mas, aku tak menginginkan kata terakhir itu keluar dari mulutmu.

Perpisahan katamu, tolong jangan!! Kau bisa berkasih dengan siapa saja, kau bisa menjauh dariku sejauh kau mau, kau bisa membenciku setulus apapun. Tapi tolong jangan ucapkan kata perpisahan! karena aku benci kata itu. Kau dulu yang datang dengan rasa itu kan?!! Lalu tak bisa kau menyudahinya dengan cara sepihak seperti ini. Jujur mas, ini menyiksaku! aku benar benar membecimu jika kau seperti ini aku sama sekali tak mengharapkan ini darimu mas. Mengertilah aku mohon padamu.

Bayanganmu mas, iya kamu mas masih berdiri tegak dalam anganku, kapan aku bisa move on darinya. Aku selalu berusaha dalam doa untuk bisa melupakannya tapi nihil, tak behasil. Aku ingin membuka lembaran baru dalam hidupku dengan membuka hati untuk siapapun. Tapi rasanya hati masih ingin menetap. Entah berapa lama aku akan seperti ini dan tetap seperti ini rasanya tak pantas, aku sebagai seorang muslimah merasa malu seperti ini. Mempunyai rasa yang tak sepantasnya aku rasakan. Namun aku tak naif, ini memang benar benar rasa yang seolah selalu hidup dalam hatiku. Aku tak pernah meminta dan menginginkan rasa ini yang seolah-olah selalu hadir tanpa permisi.

Akulah adekmu yang selalu merepotkanmu. Akan selalu dan tetap di sini bersama rasa yang sudah diniatkan karena Allah. Tak menyesal dan akan selalu kudoakan yang terbaik untukmu meski kau jauh dariku. semoga kau bahagia dengan pilihanmu, maaf jika kau minta satu hal dariku ‘perpisahan’ aku tak dapat memberikannya karena jujur aku tak dapat melakukannya dan biarkan semuanya mengalir bersama harapan sampai harapan itu mati seiring berjalannya waktu.

“Ya muqallibal quluub, tsabbit qalbiy ‘alaa diinik wa yaa musharrifal quluub, sharrif qalbiy ‘alaa thoo’atik” Amiiinn.

Kau lelaki yang tak pernah berhenti kufikirkan. Laki-Laki Anugerah Cahaya Alam Dunia, Ana Uhibbuka Fillah.

Cerpen Karangan: Irma Amaliya
Blog / Facebook: Irma Amaliya
Cerpen ini terinspirasi oleh sosok laki laki yang sederhana, shalih, manis, keren! Terimakasih.

Cerpen Perpisahan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kamu Percaya Takdir?

Oleh:
Kamu percaya takdir? Aku merasa 26 tahun ini hidupku dikuasai oleh takdir. Takdir mengatur detak jantungku. Takdir memaksaku menerima kepergian orangtuaku. Takdir pula yang mengizinkanku untuk bertemu dengan orang-orang

Sayonara Memory

Oleh:
Langit cerah tertutup awan. Sinar orange terpantul matahari senja yang kini hanya terlihat di ufuk barat. Aku bersyukur pada kuasa rabb yang begitu besar. Apa yang kunantikan hari ini

Cinta Harta Sang Perawan Tua

Oleh:
Mentari dipagi itu mulai bersinar. Cahaya indahnya menerobos setiap celah rerimbunan daun. Sepertinya, alam sangat mengerti dengan kegirangan hati Merry. Semalam, ia baru saja ditembak oleh seorang cowok yang

Love Express

Oleh:
Pagi ini aku berkeliling di daerah tempat tinggalku dengan berjalan kaki. Tak lupa kubawa laptop yang selalu menemaniku kemanapun aku pergi. Aku lebih suka menggunakan laptop dari pada tablet

Ketulusan Hati

Oleh:
Hari demi hari terus berlalu yang kian hari semakin menyiksa batinku tersadar aku tentang buaian dunia yang telah membuatku larut dalam khayal cinta. Cinta telah membuatku terluka telah mengusik

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *