Perpisahan Akhir

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Motivasi, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 2 October 2012

Jam beker berbunyi tepat jam 06:00 pagi .
Saatnya untuk lian bersiap-siap untuk kesekolah , di sekolah lian anak yang bersahabat , memang sih gak pinter pinter amat . Dia kelas 2 SMP di salah satu sekolah negeri di cilegon . Yudi sahabat lian yang dari kecil biasa kemana mana sama lian ,mereka sudah bersahabat sangat lama . Saat lian sedang duduk dikelas sambil menulis nulis sesuatu di bukunya entah itu apa hanya lian dan tuhan yang tau.

“lian lagi nulis apaan sih kamu coba saya liat” kata yudi tiba tiba datang lalu duduk di samping lian dengan wajah yang amat gembira ya memang seperti biasa juga begitu
“hmmp bukan apapa ko ini ngga penting, biasa aja ko yud hehe” kata lian sambil menaro bukunya ke dalam tas , tiba tiba saja wajah yudi yang tadinya ceria mendadak berubah menjadi gelisah, lian pun bingung, masa iya yudi marah hanya karna gara gara tidak di kasih liat buku itu , gak mungkin banget kan
“kamu kenapa yud ? “tanya lian, yudi hanya diam sambil menatap mata lian “Lian kamu sayang ngga sih sama saya” tanya yudi, lian pun tertawa terbahak bahak “yaelah yud, sayang bangetlah saya sama kamu, kita tuh temenan bukan kemaren , huh kalo saya ga sayang sama kamu udah saya buang jauh jauh hahaha becanda ko yudii. Ya intinya kamu temen terbaik saya yud , ga ada yg bisa gantiin kamu lah” kata lian panjang lebar. Yudi pun sedikit tersenyum mendengar ocehan lian itu , “Lian nanti pulang sekolah kita ketemu di tempat biasa yah , “ “oke yud pastilah..” . Waktu itu saya pikir yudi mau ngasih kejutan atau apa lah gitu yang bisa bikin saya kaget , dan ternyata benar saya kaget , kageeett bangeet . Saat pulang sekolah saya buru buru ke tempat yg di maksud yudi itu ,sesampainya disana yudi ngasih saya bingkai . disitu saya bingung apa maksudnya ko yudi ngsih saya bingkai ini ??? .
Ternyata hal yang saya takutin terjadi :”)

lian saya beruntung banget bisa kenal sama kamu ,kamu sahabat yang paling terbaik untuk saya ,tapi ada satu hal yang harus kamu tau , ada saatnya dimana kita untuk berpisah , untuk ga sama sama lagi lian , saya juga gaamau ini semua terjadi , tapi saya pun gabisa nahan ini semua . dari awal kita ktemu , dari kecil dulu saya suka sama kamu , tapi lama seiring jalannya waktu , saya sayang sama kamu ,lusa saya pindah ke luar kota , saya tinggal disana entah sampai kapan ,saya mau kamu jaga diri kamu baik baik disini ,kamu harus kuat gaboleh cengeng kamu harus tetep jadi lian yang tangguh , lian sahabat saya bisa ngadepin semua masalah dengan otak dingin .. oke lian , keep you smile“

Mendengar hal itu lian langsung memeluk yudi dengan tetesan air matanya yang makin banyak berlinang , untuk pertama kalinya lian nangis di depan yudi , “Yudi , saya juga sayang banget sama kamu yud ,slama ini kita sellu sma sama , apa kamu tega ninggalin saya yud ? kenapa ga tahun depan aja sekalian lulus smp yud , biar nanti SMA pun kita tetep bareng yudii , hix hix …” kata lian sambil menangis , namun yudi tidak nisa berbicara apapa , matanya pun berkaca kaca , “tapi yud , ;’0 kalo emang kamu mau pergi , gatau deh saya gimana nanti jadinya tanpa kamu “ “sst.. lian kamu gaboleh ngomong gitu ah ,walaupun kita jauh , kita kan bisa kontekan cantiik , lagian yah kamu tuh ada di hati saya , dan saya ada di hati kamu , yakan yakan , jadii kita ga akan pisaah . Jaga diri kamu baik baik yah , saya harap kamu tetep jadi sahabat saya li , jangan lupain saya okee “ ucap yudi sambil menghapus air mata lian , “lian kamu pasti bisa ko , dam kita juga bakalan ketemu lagi ko lian sayang iih “ kata yudi mencoba menghibur , tapi lian tetep nangis gamau yudi pergi . Nmun kenyataan lain , yudi harus pergi ninggalin lian , entah kemana.

Lima tahun berlalu yudi belum juga kembali , lian selalu menanti kehadiran yudi untuk kembali , bukankah yudi berjanji untuk mengabari lian , entah dimana yudi sekarang lima tahun tanpa yudi , dan dengan harapan yang masih ambang , lian tetap setia dan yakin baha suatu saat ia akan bertemu yudi , entah dimana dan kapan ,Lian menyesali sesuatu yang tak bisa di ungkapkannya , Andai lian ngungkapin perasaannya kalau dia sayang ke yudi bukan sekedar sahabat tapi lebih , mungkin yudi ga akan pergi selama ini , atau setidaknya yudi tau itu ,. Tapi lian yakin penantian ini ngga akan sia sia dia jalanin, lian harus sabar dan tetap tegar , itu yg yudi capkan terahir kali , untuk dapat bertemu yudi lagi .
Ya tuhaaan .. tolong jangan biarkan aku dan dia terhenti sampai di saat itu ,karna aku mencintainya , dan tegarkan aku untuk menunggu cintaku .

TITLE
Tidak semua kisah berahir dengan bahagia, namun tidak berarti juga semua perpisahan awal kesedihan , perpisahan adalah awal dari langkah utama . Siapa yang menentukan apakah kau akan bersedih atau bahagia karna sebuah perpisahan ? diri sendiri yang hanya bisa menentukannya apakah akan terus selalu melihat ke belakang dan selalu menyesalinya , atau anda melihat kebelakang untuk pembelajaran di masa depan , penantian ?? hanya tuhan yaang tau apa penantian mu berakhir atau terus berlanjut 🙂
All because love

Cerpen Karangan: gea septa
Blog / Facebook: Gea Septa Ramaliani

Profil Penulis:
hay sobat …
salam kenal aku gea ,aku lahir di cikampek 13 september 1997 , hobby sih ga neko neko yah guys lari sama nulis novel tapi seneng nyanyi juga di kamar sendiri dan paling yang denger sekeluarga aja , aku orangnya engga suka pilih pilih temen , berteman sama siapa aja ,oyah guys aku juga pengen banget bisa jadi penyiar radio kan biar bisa ngehibur dan bikin banyak orang senyuum lebih banyak teman alhamdulilah , aku ini juga penggemar berat nya agnes davonar , makes batagor mikes nya air mineral 😀 kurang lebihnya terserah sama yang baca aja deh
salaam kenal sobaaatt 🙂 happy reading

Cerpen Perpisahan Akhir merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Pelangi untuk Mia

Oleh:
Hari ini Mia sangat bersemangat. Dia telah menyelesaikan tugas melukis yang diberikan minggu lalu. Mia juga tidak sabar melihat hasil karya Anna. Anna adalah teman dekat dan juga saingan

Temanku Yang Setia

Oleh:
Aku melihatnya. Aku melihat seekor kucing atau mungkin seekor anak anjing, sepulang bermain ternyata aku melihat seekor anak anjing yang sedang duduk dan aku melihat tidak ada seekor anjing

Pengkhianatan

Oleh:
“Bisa gak kita berhenti melakukan ini?” Dua gadis berstatus pelajar duduk di meja masing-masing. Salah satu gadis asyik sekali menggambar di kertas sketsanya, sedangkan gadis yang lainnya berwajah kusut

Pelangi terakhir

Oleh:
“Ariiiinnn!” teriak mamah membangunkanku, “Ayo, bangun nanti kamu terlambat,” dengan malas ku angkat tubuhku dan berjalan menuju kamar mandi. Aku putri kedua dari tiga bersaudara, kakak pertamaku bernama Indra,

Cinta Itu Buta

Oleh:
Aku tahu dia masih di sini. Aku juga tahu dia masih berharap bisa bersamaku. Ada dua hal yang tidak ku ketahui. Itu bukan hal menarik yang bisa diketahui banyak

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *