Baca Juga Cerpen Lain’nya:

Kalung

Di sebuah ruangan berhiaskan lampu tergantung di tengah-tengah ruangan , tembok berwarna putih gading di beberapa bagian nampak cokelat kusam. Di salah satu sudut terlihat seseorang pemuda berbaring melepas lelah. Wiko nama...

Kepergian Beliau

Masih di dalam mobil, perjalanan ini terasa amat panjang. Tatapanku masih kosong, lamunanku terbang entah kemana. Rasanya air mata ini tak dapat menetes lagi, sudah terlalu kering mungkin. Aku terduduk layaknya orang linglung....

Beri Aku Sedikit Kasihmu

Namaku Muhammad Ajil, biasa di panggil Ajil. Sekarang duduk di bangku kelas 4 SD. Saat bangun pagi, tubuhku masih terasa perih bekas pukulan Ibuku semalam menggunakan rotan. Setiap pagi aku harus mencuci pakaian, mencuci...

Mengapa Harus Ayahku?

Siang itu panas begitu menyengat, matahari seakan ingin membakar seisi dunia. Tak terkecuali di pangean, kampung tempat dimana aku tinggal dan dilahirkan. Dimas, begitu orang-orang memanggilku. Lengkapnya Dimas Randika. Ketika...

Setangkai Bunga di Tebing Gunung

Syifa Nisa Aulia, begitu nama lengkapnya. Aku memanggilnya dengan sebutan Bunda Nisa, karena Bunda telah mempunyai suami dan anak. Kehidupan keluarga Bunda begitu harmonis. Berbingkaikan cinta dan kasih sayang yang tulus...

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga…?”

"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?

One Response to Perpisahan Termanis

  1. Aisyah putri 20 July, 2013 at 2:48 pm | | Reply

    Boleh gx saya bikin cerpen di blog ini ??
    Tapi caranya kya mana ?

Leave a Reply