Perpisahan Terpahit

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Persahabatan, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 24 December 2012

Pagi yang cerah,bersama helaian tanganmu,bersama peluk erat cintamu.kutak akan lupa akan cinta manismu.semua terserah pada hatimu untukku.

Aku icha kelas 2 SMA.gue punya pacar namanya Adzkal.dia sayang banget sama aku,dia setia banget sama aku.aku gak bisa pisah sama dia.
Sore itu,aku termenung dikamar kosong hanya seorang diri.
Tiba tiba bunyi SMS dari HP yang berdering
”sayang,sudah makan kah”?”tanya adzkal lewat SMS
”udah,sayang gak usah khawatir”jawab ku

aku punya adik kelas 1 SMA.ayah ku kerja di kedokteran,sedangkan ibuku model disalah satu majalah terfavorit.nama adikku eca nur aulia.
Keluargaku sudah kenal baik sama keluarga adzkal.bisa dibilang udah direstuin.
”kak…kak…ada kak adzkal tuh”panggil eca kekamarku
”suruh masuk aja de!”ucapku

”hai,sayang lagi ngapain nih?”ujar adzkal.
”hai,lagi duduk duduk aja nih!”jawabku.
”jalan yuk bosan nih dirumah terus?”ajak adzkal.
”jalan kemana?”jawabku
”taman aja!”
”ayo?”

dijalan adzkal bicara padaku.
”yank,kalau nanti aku pergi duluan dari pada kamu,aku mohon kamu jaga cinta kita yah.kamu limpahkan cinta kita.
”hus….jangan ngomong sembarangan nanti kalau malaikat lewat di catat loh.

Sebenarnya,adzkal punya penyakit serius,yaitu kanker paru paru.kata dokter umurnya gak lama lagi.tapi dia belum bisa ngomong pada icha karena takut dia sedih.
”ca,aku sayang banget sama kamu”ucap adzkal tiba tiba
”aku juga kok”jawabku sambil terkaget.
”kita ke jembatan aja yuk”ajak adzkal
”yaudah,terserah kamu aja”ikut icha.
Adzkal langsung memutar arah menuju jembatan kesayangan mereka berdua.
”cha semua orang tau kalau kita pacaran sudah lama,kamu jangan pernah tinggalin aku yah”mohon adzkal
”iya sayangku,aku gak akan ninggalin kamu”ucap icha

”gak terasa yah,sebentar lagi kita kenaikan kelas!”ujar icha sambil mengobok obok air di danau indah itu.
”iya,setelah kita lulus aku langsung melamar mu ,kamu mau kah?”tanya adzkal.
“iya,aku mau kok.”jawab icha

Dua minggu hari adzkal berlalu bersama icha.beberapa menit kemudian icha datang kerumah adzkal.
“sayang,aku bantuin bunda kamu dulu yah?”ujar icha.
“iya,sayang.’’jawab adzkal.

Setelah icha kembali menuju kamar adzkal,adzkal sudah tak sadarkan diri lagi.disitu icha menangis dan bundanya menghampiri icha di kamar adzkal.

“inalillahi wainnalillahi roziun’’ucap icha dan bunda adzkal.
“adzkal memang telah divonis dokter karena penyakitnya’’
“tapi,kenapa dia gak pernah cerita sama saya,tante?’’tanya icha.
“dia gak mau kamu cemas apalagi takut kehilangan dia.’’ujar bunda adzkal.

Akhirnya jenazah adzkal dmakam kan disamping danau favorit mereka.
“ca,tante pulang duluan yah?”ujar bunda adzkal.
“iya tante!”jawab icha.

Icha hanya seorang diri di pemakaman adzkal,sambil duduk di ujung jembatan sebelah makam adzkal.
“adzkal,aku tau kamu akan selalu menemani ku disini,meskipun airmata dipipiku karena gak bisa lihat kamu lagi.’’ucap icha dibawah batu nisan adzkal.

Icha pun bergegas pulang dengan hati hancur belebuh lebuh.
“adz,aku pulang dulu yah,aku janji setiap hari akan menjenguk kamu disini,assalamualaikum?”ujar icha.
Setelah sampai dirumah,icha disamput oleh ayah,ibu,dan eca.
“yang tabah yah cha?”ujar ibu sambil memeluk ku.
“iya ibu,tapi icha belum terbiasa aja hidup tanpa dia!”jawab icha.
“apa penyebab kematian adzkal,cha?”tanya ayah.
“dia menderita penyakit kanker paru paru,dan dia sudah divonis dokter bahwa umurnya gak akan lama lagi”jawab icha.
“yang tabah ya kak,mungkin itu sudah jalan tuhan dan mungkin kakak akan dapat jodoh yang lebih dari kak adzkal”ujar eca.
“cha,nanti malam kamu ke rumahnya adzkal yah,soalnya disana ada acara tahlilan!”suruh ibu.
“iya,bu icha pasti kesana,sambil mau bersihkan kamar adzkal!”ujarku.
Setelah mengobrol,icha masuk kamar.dikamar icha termenung kenangan manisnya bersama adzkal.icha teringat kata adzkal,bahwa kalau dia telah tiada dia tak boeh mengangis sedikit pun.
“adz,kenapa kamu pergi secepat itu?”ujar ku didalam buku diary ku.
“kita kan udah janji akan menikah setelah lulus SMA nanti.”khayalku dalam hati.

Tiba tiba terdengar suara eca memanggilnya.
“kak…..di panggil ibu!”seru eca.
“iya de,tunggu sebentar!”jawabku.

Icha pun bergegak ke lantai dasar rumahnya.
“ada apa bu?”tanyaku.
“kamu jadi mau ke rumah adzkal kan?”tanya ibu.
“iya,bu icha siap siap dulu.

Icha pun bergegas menggunakan busana muslimnya dan langsung bergegas menuju rumah adzkal.
“assalamualaikum…….”ujarku dengan suara lembut.
“waalaikum sallam……..”jawab bunda adzkal sambil tersenym.
“icha sini masuk kebetulan banyak orang yang sudah ngumpul.”ajak bunda.
“tante icha kesini sekaligus ingin membantu membersihkan kamar almarhum adzkal boleh?”tanya icha.
“tentu saja boleh dong,silahkan saja.”jawab bunda.

Icha langsung menuju kamar almarhum adzkal,disana ia merapikan buku yang berhamburan.tiba tiba ia melihat diary adzkal,tanpa sengaja ia melihat isi diary itu.

Dear diary……….
Pagi yang cerah,waktu demi waktu berlalu………semakin cepat waktu berputar semakin cepat ajal menjemputku…….rasanya ingin ku beri tau tentang penyakitku ini pada kekasihku.tapi kutak tega padanya,kutak mau dia melelehkan air mata dipipi mulusnya……..mungkin bukan saat yang tepat untuk memberi taunya.

Itu isi diary terakhir sebelum kepergian adzkal.
“adz,kenapa kamu gak memberi tau aku?”tanyaku dalam hati
Tiba tiba suara bukaan pintu mengagetkan lamunanya didalam kamar adzkal.
“icha,ayo kita kebawah acaranya udah mau dimulai.”ujar bunda.
“iya tante,”ujarku sambil mengelap air mata.

Bacaan yasin dan tahlil terus menerus dibacakan.

Keesokan harinya,icha pergi ke makam adzkal.
“hai…..adzkal kamu apa kabar.sory aku datangnya kesorean.aku mau curhat sama kamu,semenjak kamu pergi hatiku jadi berubah,seperti kehilangan 50%dai hatiku yang biasanya,bunda kamu juga semakin termenung.”ucapku seperti ada bayangan adzkal disampingnya.
“iya,cha aku ngerti itu”jawab angin yang membisiki icha.
Icha merasa seperti ada suara yang membisiki telinganya,dan suara itu suara bayangan adzkal.
“adz,aku pulang dulu yah,hari sudah hampir gelap.”ucapku.

Ditengah jalan menuju rumah icha.icha ketemu seseorang pria yang mirip banget dengan almarhum adzkal.
“hai,tegur pria itu.
“hai juga,kamu siapa?”tanyaku.
“aku alief,aku tetangga baru samping rumahmu.”jawab pria itu.
“oh,kalau aku icha”jawabku.

Mereka berjalan sambil menceritakan hidupnya,begitu pula icha ia menceritakan semuanya tentang mantan kekasihnya.
“oh yaudah aku pulang dulu yah?”ujarku.
“iya,silahkan besok kita ketemuy lagi yah?”ajak alief.
“insya allah”jawabku.

Icha masih memikirkan alief didalam kamarnya,
“kok bisa alief mirip banget sama adzkal?”tanyaku dalam hati.

Keesokan harinya,aku pergi ke makam adzkal.
“adz,aku ketemu orang yang mirip banget dengan kamu,dia juga baik?”tanyaku.
“oh ya cha,mungkin dia penggantiku untukmu!”jawab bayangan adzkal seperti biasanya
“habis ini,aku mau mampir kerumah adzkal ah”ujarku dalam hati.
“adz,aku pulang dulu yah!”ucapku.

Setelah pulang dari makam adzkal,icha mampir kerumah adzkal.
“assalamualaikum?”teriakku.
“waalaikum salam,eh icha masuk!”jawab bunda adzkal
“tante,saya mau tanya boleh?”tanyaku.
“ya pasti boleh dong,mau tanya apa?”jawab bunda adzkal dengan ramah.
“adzkal punya kembaran yah tante?”tanyaku sambil menatap mata bunda adzkal itu.
“kembaran?kayaknya gak ada tuh!”
“oh makasih tante,icha pamit dulu yah?”ucapku.
“iya silahkan?”jawab bunda adzkal.

Sesampainya dirumah,ia langsung bergegas masuk kekamarnya.
“mungkin benar kata adzkal,alief adalah orang yang dikirim untuk membantunya melupakan adzkal.

Akhirnya icha dan alief jadian.semenjak itu icha agak terkurang kesedihannya,tapi icha gak pernah lupa untuk menjenguk dan curhat pada adzkal.

Dear diary.
aku sudah menemukan pengganti adzkal yang baru,namanya alief…….meskipun begitu setengah hatiku tetap ada dalam nama adzkal.adzkal,kau cinta pertamaku……….kau yang telah mengajarkan rasa cinta yang sesungguhnya.
Kau mengajarkan rasa perpisahan terpahit,tapi kau juga yang membuat aku bertemu alief.

Itulah isi diary icha setelah dia ketemu dengan alief yang benar benar mirip dengan adzkal yang sudah tiada.

THANK YOU

Cerpen Karangan: Rahmatika Isnaini
Facebook: Rahmatika ingin Tersenyum
Ttl: balikpapan, 28 februari 2001
Hoby: menulis, membaca

Cerpen Perpisahan Terpahit merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Yamcres Vd

Oleh:
Hari ini adalah hari pertama aku bersekolah di SDN 3 Panderejo Banyuwangi. Aku adalah anak pindahan dari Bali. O ya namaku Anargya Salung Narda Prastya cukup panjang, kalian bisa

Sampah

Oleh:
“Felly! Lo yakin kita bakalan menciptakan yang begituan? Bukannya temanya flora sama fauna?” tanya Bram yang masih menentang pikiran Felly tentang rancangan baju yang akan mereka garap untuk acara

Love With Your Best Friend

Oleh:
Devi dan Digo adalah dua sejoli. Mereka saling kenal dari TK hingga SMA. Rumah Digo bersebelahan dengan rumah Devi. Setiap berangkat ke sekolah, mereka selalu berangkat bersama. Mereka diperkenalkan

Teman Baruku Si Cinta Pertamaku

Oleh:
Saat matahari mulai lelah menyinari bumi, pelen-pelan dia terbenam ke arah barat, dan bersembunyi di belakang pegunungan, langit pun menjadi kemerahan. Saat itu juga aku terbangun dari tidur siangku.

Terpleset Cinta di Lapangan Hijau (Part 2)

Oleh:
“Assalamu’alaikum” aku dan Egi mengucap salam bersama. Kita saling pandang karena tak menyangka akan mengucap salam bersama. Kemudian aku membuka pintu. “Wa’alaikumsalam.” Terdengar suara ayahku menjawab salam. “Eh, Nak

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *