Persahabatan Lebih Indah dari Apapun

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Persahabatan, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 7 November 2014

Embun pagi belum sepenuhnya lenyap dari pandangan mata. Tapi aku sudah menapaki jalan yang panjang, dengan baju batik khas SMP Ku aku berangkat menuju sekolahku. Jalanan yang sepi itu baru dilewati beberapa petani yang akan mengerjakan sawahnya. Aku mengenal Ardian belum lebih dari enam bulan. Tapi persahabatanku dengannya mengalahkan kuatnya rantai baja. Ardian, dia sosok yang sangat baik menurutku, anaknya asyik pula. Tapi, entah apa yang dulu membuat aku bisa bersahabat dengannya, mungkin itulah jalan Tuhan, rencanaNya lebih indah dari apa yang kita rencanakan.

“Ita!” teriak Ardian ketika aku baru sampai di gerbang sekolah.
Yap, namaku Ita Allisia, aku biasa dipanggil Ita. Ardian melambaikan tangannya ke arahku. Dengan setengah berlari aku mendekatinya di bawah pohon rindang di taman sekolah. “baru dateng nih?” tanyanya
“tanya beneran apa basa-basi nih? Jelas-jelas barusan aku masuk gerbang,” ucapku sambil tersenyum menyelidik,
“hehe, basa-basi aja sih,” katanya.
“huu… Ngapain tadi manggil-manggil?”
“mau ngasih kabar”
“kabar apaan? Kalo ngomong jangan setengah-setengah dong,” ucapku dengan penuh penasaran.
“hehhe, Hmm… Aku balikan lagi sama Winda,” jawab Ardian.
Aku merasa hatiku tertusuk hunusan pedang Es, dingin, sakit dan langsung membeku, tanpa ada sepatah kata pun yang bisa terucap. Yang jelas aku belum pernah merasakan sakit hati sampai seperti ini. Apa artinya? Apa aku suka sama Ardian?
“wah, congrats yaa… Semoga dia nggak ngulangin kesalahannya lagi. Jadi kan kamu nggak disakitin dia terus-terusan” aku berusaha mengkondisikan emosiku pagi itu. Dengan air mata yang mengantri ingin keluar dari pelupuk mata, aku mencari alibi-alibi yang bisa membawaku pergi dari kondisi yang menyakitkan hati seperti ini. Di kelas, aku terdian seribu bahasa.

Malamnya aku menangis sejadi-jadinya. Entah sudah berapa liter air mata yang keluar. Hingga aku harus mengkompres mataku yang sembab sisa menangis semalam dengan air Es ketika hendak ke sekolah. Yah, meski masih tersisa lebaman-lebaman air mata di pelupuk mataku. “aku harus kuat, nggak boleh nangis. Ardian itu sahabatku, nggak lebih,” aku meyakinkan diriku sendiri.

Seperti biasanya, aku telah tiba di sekolah ketika embun pagi belum semuanya hilang dari permukaan daun. Dan, kenapa aku harus bertemu dengan Ardian di gerbang sekolah? “Ardian,” aku berbisik lirih pada diriku sendiri. Aku tak sanggup berucap banyak hal lagi. Satu hal yang dapat aku lakukakn saat ini. Berlari. Dengan kekuatan yang belum terkumpul sepenuhnya aku mencoba berlari. Namun sepertinya aku kalah sigap dari Ardian, tanggannya berhasil mengapaiku. “Ta, kamu kenapa?” tanya Ardian tiba-tiba.
“Nggak papa kok, permisi…” jawabku singkat.
“Ta, tunggu!” Ardian berusaha mengejarku. Dan lagi-lagi dia berhasil mengejarku.
“Ta, kamu jujur deh sama aku, apa sih yang kamu sembunyiin? Trus kenapa mata kamu sembeb gitu? Kamu abis nangis yaa?” ucap Ardian dengan penuh khawatir.
“Enggak papa kok, Di. Aku baik-baik aja…”
“Ta, kita udah lama sahabatan. Aku tau perubahan sikap kamu. Aku ngerasain perubahan itu!”
“mungkin ketika waktu telah lelah menyimpan rahasia ini, kamu bakalan tau sendiri, Di. Beri kesempatan ‘waktu’ untuk ikut andil dalam kisah kita, kamu tenang aja, Di. Aku nggak papa kok,” jawabku sembari meninggalkan Ardian.

Sudah hampir sebulan aku jarang komunikasi dengan Ardian. Entah apa maksud Ardian hari ini. Tiba-tiba saja dia mengajakku pergi ke suatu tempat, yang belum pernah aku kunjungi sebelumnya. Taman ini sungguh indah. Lebih indah karena banyak sekali bunga-bunga yang tersusun rapi, membentuk sebuah simbol yang pasti tidak asing lagi bagi para remaja. Love. “Kamu suka itu Ta?” ucap Ardian ketika ia mengajakku duduk di bangku taman bercat putih itu.
“Tentu. Ini adalah taman paling indah yang pernah aku kunjungi,” jawabku jujur. Dan entah apa tujuan Ardian mengajakku kesini.
“Kamu suka mawar itu, Ta?” Lagi-lagi Ardian bertanya kepadaku.
“iya aku suka…” jawabku.

Ardian kemudian pergi memetik mawar itu dan… “Kamu mau nggak, Ta jadi kekasihku? Aku pengen kita lebih dari sahabat,” ucapan Ardian membuat tubuhku kaku seketika. Bingung akan jawaban apa yang akan aku lontarkan. Tapi, mungkin jawaban ini lebih baik.
“Sebelumnya, aku juga sempat memiliki hal yang sama seperti kamu. Bahkan sampai detik ini perasaanku ke kamu nggak berubah. Tapi, aku belum siap jika suatu saat aku bakalan kehilangan kamu. Di usia kita yang masih Junior seperti ini, persahabatan itu hubungan yang paling baik. Aku nggak mau, kalo kita pacaran, trus nanti putus, kita jadi kaya orang ngga kenal. Suatu saat, kalo kita ditakdirkan bersama, kita pasti akan bersama lebih dari seorang sahabat,” ucapku.
“jadi?”
“jadi kita bersahabat aja dulu, Di. Allah punya rencana yang lebih indah buat kita…” Rasanya setelah aku mengetahui apa yang Ardian pendam selama ini, aku jadi lega. Cintaku tidak bertepuk sebelah tangan. Tapi untuk kali ini, aku lebih memilih bersahabat saja…

Cerpen Karangan: Hesta Anggia Sari
Facebook: Hesta Anggia Sari
Aku suka menulis cerpen. 🙂
kritikan dari pembaca membuat aku bisa memperbaiki kekurangan dalam cerpenku… 🙂

Cerpen Persahabatan Lebih Indah dari Apapun merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Diam Diam Suka

Oleh:
Itu dia orang yang sedang mengisi kekosongan hatiku yang telah ditinggalkan oleh sang mantan, tapi walaupun dia mengisi kekosongan hatiku aku masih belum puas jika belum bias memilikinya, kenapa?

Cinta Diam Diam

Oleh:
Hp yang dari tadi aku gunakan kini kuletakkan untuk meregangkan jari kesepuluh ku, mataku pun beranjak lelah. Saat aku mulai mengatupkan mataku, aku mendengar beberapa orang yang sedang berbincang

Cinta Si Kembang Desa

Oleh:
Di suatu desa ada gadis yang bernama Revi. Dia wanita yang cantik seluruh desa menjulukinya kembang desa. Nama Revi hangat sampai desa tetangga. Banyak orang kagum pada Revi. Selain

Kesalah Pahamanku

Oleh:
Hai, perkenalkan nama aku Sandy, aku duduk di bangku SMA kelas XII, aku memiliki seorang sahabat yang sangat aku sayangi namanya Karin, dan aku juga memiliki seorang pacar, namanya

Penyebab Galau Selain Cinta

Oleh:
Ujian kemarin itu, menjadi ujian yang berarti bagiku, bagaimana tidak, aku yang tidak pernah keluar dari 3 besar kini mendapat nilai ujian Bahasa Inggris yang sangat yummy. 50 50

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Persahabatan Lebih Indah dari Apapun”

  1. Dwi Safitri says:

    Cerpennya bagus, sahabat itu segalanya 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *