Pertanyaan Cinta

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 3 May 2016

Apakah itu cinta? Sebagian orang mendengarkan kata cinta selalu tersenyum bahkan tertawa, hmm tapi kenapa aku tidak pernah merasa seperti itu. Pertanyaan itu selalu menjalar di otakku. Aku adalah siswi SMA di kota Tangerang aku bukanlah siswi yang pintar dan pandai bergaul bahkan aku adalah siswi yang suka menyendiri dan merenung. Namaku adalah Nadya. Aku memang suka menyendiri tapi sejak aku bertemu seorang pria yang membuat hidupku lebih berwarna dia adalah Bimo siswa yang pintar dan manis menurutku.

Aku bertemu dia pada saat itu aku ingin menyeberang tiba-tiba ada sebuah motor yang menyenggolku agak keras sehingga aku langsung terjatuh sontak aku langsung teriak “Aduh” lalu orang yang menabrakku itu langsung turun dan menolongku. Namun karena aku sangat kesal aku tinggalkan dia dengan wajah bingungnya itu. Sampai di sekolah aku langsung duduk dan tiba-tiba aku memikirkan sosok yang tadi menabrakku tadi, karena aku sangat kesal aku langsung bergumam di hatiku. “Ah kenapa aku memikirkan dia?” Bel masuk pun berbunyi aku hari ini sedang malas ke luar dan seakan waktu berlalu bel pulang pun berbunyi.

Aku ke luar gerbang dan aku bertemu dengan pria itu awalnya dia terlihat ragu-ragu melihatku lalu dia langsung menghampiriku dan mengatakan apakah aku baik-baik saja dengan sikapnya yang seperti itu aku langsung meninggalkannya. Keesokan harinya, aku tidak sengaja bertemu dengan dia di kantin dan dia menanyakan hal yang sama padaku sontak aku ingin meninggalkannya. Namun dia langsung memegang tanganku dan dia menanyakan hal itu lagi, karena tidak ada pilihan lain aku langsung menjawab dengan nada ketus. “Aku tidak apa-apa.” dia langsung tersenyum manis kepadaku dan melepaskan tangannya kesempatan itu ku manfaatkan dengan pergi meninggalkan dia.

Sesampainya di kelas aku duduk dan wajah senyumnya yang manis langsung bermain di pikiranku dan sebuah suara membuyarkan pikiranku ternyata temanku yang ingin meminjam penghapusku. Saat pulang sekolah aku bertemu dengan dia lagi dan dia menghampiriku seperti biasa karena dia sudah tahu pergerakanku dia langsung memegang tanganku dengan kuat dan aku langsung memarahinya.

“Kenapa sih kamu masih ngedeketin aku kan aku udah jawab pertanyaan kamu.”
Dan dia langsung bilang, “Aku cuman mau tahu nama kamu doang kok itu aja,”
Aku langsung jawab dengan nada ketus seperti biasa, “Nadya” dan aku langsung melepaskan tanganku dengan paksa dari genggamannya dan aku pun pergi. Sejak saat itu dia terus mendekatiku dan aku selalu menghindar tetapi lama kelamaan aku menjadi nyaman di dekatnya rasanya aku ingin waktu berhenti jika bersamanya.

Di sore hari di taman yang cukup sepi aku duduk berdua dengannya dan dia langsung menatap mataku dan mangatakan, “Aku suka kamu,” sontak jantungku berhenti saat mendengarkan kata itu terucap dari bibirnya dan aku mulai memikirkan sesuatu. “Inikah cinta? Apakah aku mencintainya?” dan hebatnya aku langsung tersenyum dan menemukan jawabannya, dan aku langsung berteriak di dalam hati. “Iya aku jatuh cinta.” dan ku jawab itu dengan terbata-bata.

“Ak-aku juga suka kamu.” dan dia langsung berteriak sejak saat itu hidupku lebih berwarna.

Tamat

Cerpen Karangan: Nadya
Facebook: Nadya Nia

Cerpen Pertanyaan Cinta merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Gara Gara Pertunangan

Oleh:
“hai, bro. Sudah lama disini? Belum ramai ya?” kata seorang gadis berumur 21 tahun baru datang dari kostnya dengan mengenakan pakaian tukang parkirnya kepada rekan rekan tukang parkir bersamanya

Kita Bersatu Dalam Perbedaan

Oleh:
Namanya adalah Fahri Rahman, dia adalah salah satu siswa yang jenius, tampan, pintar menggambar, dan berbakat, tetapi sayangnya dia dijauhi oleh teman-temannya karena dia adalah seorang kidal alias dia

Cinta Ku

Oleh:
“Ma, aku berangkat dulu yah,” pamitku pada mama yang sedang membereskan rumah. “Hati-hati Nak, ingat kesan baik di hari pertama masuk sekolah,” ucap mama. “Iyaa Ma, Rita udah gede,”

Gadis Bernama Safira

Oleh:
Sayup angin malam yang simpang siur mampir lewat celah jendela berkusen jati coklat sambil menggores sedikit candanya di sela-sela kaca yang masih terlihat bening. Saya tidak tahu, apakah saya

Secret Admirer

Oleh:
Aku menutup buku diaryku sambil tersenyum puas. Suasana pagi ini benar-benar terasa sejuk. Pancaran sinar matahari pagi yang beriringan dengan suara gemerisik daun-daun dari atas pohon yang terkena angin.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *