Pertemuan Kita Tak Sesingkat Yang Ku Pikirkan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 15 April 2016

Cuaca yang panas membuat aku hari ini sangat marah. Karena laptop kesayanganku pastinya yang tiba-tiba entah kenapa rusak. Hem ku putuskan untuk panas-panasan ke luar rumah dan pergi ke perpustakaan. Sesampai di perpustakaan aku secepat sigap mengambil bangku dan duduk di depan meja komputer untuk menyelesaikan tugas akhir kuliahku masih jelas ada rasa kesal yang dalam dari dalam diriku karena laptopku yang kumat. Segera ku keliling rak buku untuk mencari buku yang ku butuhkan. Entah apa yang membuatku cepat mendapatkan buku yang ku mau. Seiring ku membawa buku tiba-tiba tanpa disengaja aku menabrak sesuatu. Ternyata seorang lelaki yang tepat di sampingku yang juga sedang mencari buku yang sangat banyak.

“Ops sorry, saya gak sengaja,” kataku segera membereskan bukuku yang terjatuh.
“Ya tidak apa-apa kok.” jawabnya lembut.

Seketika aku tersenyum manis padanya dan kembali ke tempatku untuk tidak membuang waktu. Tanpa ku sadari lelaki tadi juga sedang asyik sibuk mengetik tepat di sampingku. Amarahku pun memuncak saat tiba-tiba lampu perpustakaan padam. Aku diam dalam amarahku sampai aku menangis pelan. Tak beberapa lama kemudian lampu menyala kembali dan ku dapati semua yang telah ku kerjakan hilang. Ku lihat ke arah lelaki tersebut.

“Dia ke mana?” Tanya batinku.
“Apa dia sudah pulang?” Lanjutku lagi. Ku buka kembali komputer tadi dan ku ulang lagi. Sampai aku merasa mata ku panas karena keseriusanku. Tiba-tiba ada tangan seseorang yang meredupkan cahaya komputerku dari belakang. Ku lihat ke belakang ternyata dia adalah lelaki yang ku tabrak tadi.

“Aku perhatikan dari tadi kamu kewalahan sendiri?” katanya yang mengejutkanku.
“Em iya.. Saya harus cepat menyelesaikan semua ini.” jawabku.
“Kalau gak keberatan sini saya bantu.” lanjutnya yang membuat aku terkejut. Tapi aku gak boleh sok mampu.. Mana tahu dengan bantuan dia aku bisa cepat pulang?
“Aku gak ngrepotin nih?” tanyaku takut.
“Gak kok..” jawabnya lembut. Waktu pun gak terasa.. Ku perhatikan dia yang cepat mengetik dan aku yang membacakannya. Aku sempat berpikir masih ada ya orang baik di zaman sekarang yang mau membantu sesamanya. Aku pun mulai lelah. Dan dia pun tampaknya begitu.

“Aku pergi sebentar ya,” kataku.
Yang langsung menuju ke luar dan membelikan 2 botol minum aqua.
“Nih, kita minum dulu,” kataku padanya.
“Thanks,” jawabnya.
“Ngomong-ngomong nama kamu siapa?” Lanjutnya mengejutkanku.
“Namaku Hana, kalau nama kamu?” Jawabku juga sambil bertanya.
“Hana, em.. Nama yang bagus, nama saya Bil.” jawabnya.

“Bil?” tanyaku lagi.
“Iya Bil. Ada apa dengan nama Bil?” Tanyanya heran.
“Singkat banget nama kamu. Apa gak ada kepanjangannya?” lanjutku bertanya.
“Oh.. Kamu bingung.. Iya namaku Bill Sammy ” lanjutnya.
“Oh iya, jadi panggilannya Bil? Begitu iya?”
“Yups.” lanjutnya sedikit tersenyum.

Kami pun tertawa hanya karena sebuah kebingunganku yang katanya membuat raut wajahku lucu di hadapannya. Tanpa kami menyadari hari sudah hampir malam dan perpustakaannya pun sudah mau tutup, segera kami merapikan seluruh peralatan dan barang-barang yang kami bawa dan yang kami pakai. Setelah ke luar dari perpustakaan kami hanya sedikit berjalan sma itu pun hanya sampai perempatan agar kami bisa mendapatkan angkutan umum masing-masing. Selang waktu akhirnya aku pun berpisah dengannya.

Di perjalanan hingga sampai ke rumah hanya senyuman yang bisa terlihat di wajahku. Aku pun tak menyadari bahwa pertemuan ini hanya sesaat yang membuat aku begitu senangnya mengenal seseorang yang seperti malaikat datang membantuku dan membuat aku girang dan ceria. Ku bentangkan tubuhku di tempat tidurku, dan membayangkan yang terjadi tadi siang. Andaikan waktu bisa berputar, aku ingin kejadian tadi terulang aku masih ingin lama berkenalan dengannya. Aku juga tidak sempat menanyakan nomor handphonenya. “Ya sudahlah.” kataku dalam hati.

Tiga bulan setelah kejadian itu aku akhirnya mendapat kan nilai 2 terbaik di kampusku karena tugasku mendapatkan nilai yang cukup tinggi. Begitu senangnya hatiku karena minggu depan aku bisa wisuda. Di acara wisuda ku entah kenapa aku merasa percaya diri dan senang kegirangan. Di akhir acara aku dan mama papa pun berfoto atas keberhasilanku. Aku perhatikan serius fostur tubuh lelaki yang menjadi fotografer kami itu. Saat ku hendak mengamnil foto yang telah jadi, ternyata yang memberikannya adalah lelaki yang membantuku tiga bulan yang lalu. Hatiku seperti bunga yang mekar tiba-tiba setelah melihat dia kembali senyum denganku.

“Nih fotonya,” katanya padaku.
Sementara aku hanya bisa tersenyum rindu padanya. Entah apa yang ku rasakan, tapi ya begitulah kejadian ini berlangsung. “Kamu Hana kan?” tanyanya lagi.
“Iya Bil.” kataku.

Sejak saat itu aku berpikir pertemuan kami sesingkat itu, ternyata semua di luar dugaanku. Berawal yang dikira tak mungkin tapi inilah kenyataannya. Aku kembali bertemu dengan Bil. Dan berawal kenalan, menjadi teman, jalan berdua, mulai pacaran, dan akhirnya menikah. Pertemuan yang sangat tidak mungkin, bisa dianggap mustahil dan aku sempat mengira ini sebuah mimpi. Seseorang yang ku temui dalam waktu yang singkat adalah seseorang yang menyukseskan aku secara tiba.” dalam jangka satu hari dalam pertemuan yang singkat. Bil dan Hana.

Cerpen Karangan: Lisna Lumbanraja
Facebook: Lisna Lumbanraja
Lisna Lumbanraja
Facebook: Lisna Lumbanraja
Istag: Lisna Lumbanraja

Cerpen Pertemuan Kita Tak Sesingkat Yang Ku Pikirkan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


My Stepbrother

Oleh:
Senyuman terus terpancar di wajah seorang wanita dengan balutan gaun berwarna pastel yang berdiri dengan anggun bersama pria pujaannya, wanita yang masih terlihat cantik di usia yang tak muda

One By One

Oleh:
Yang bisa bertahan hidup dialah yang akan menjadi penguasa. Begitulah hukum rimba yang berlaku. Kita hanya bisa mensyukuri betapa nikmatnya hidup walau terkadang kita juga harus hati-hati dengan kematian.

Amanah Dari Kedua Orangtuaku

Oleh:
Rasanya memang sakit ditinggal seorang yang dicintai. Walaupun dia bukan pacarku. Tetapi dia selalu membuatku baper dan melayang-layang. Dia adalah cinta pertamaku. Kini aku masih duduk di bangku SMP.

Hanya Dia Yang Bisa

Oleh:
Namaku Jay, aku seorang mahasiswa di salah satu universitas swasta di makassar. Aku dianugrahi oleh Tuhan wajah yang ganteng. Tinggi 180 cm, tubuh jangkung, kulit putih, hidung mancung, dan

Beautiful Dusk Sky

Oleh:
Pagi ini aku masih bersahabat dengan selimut dan kasur, tak ada pelangi atau matahari yang menghiasi langit tetapi hanyalah rintikan hujan yang masih cukup deras, rintikan hujan itu terus

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *