Pertemuan Pertama

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 18 March 2020

Namaku Kirana, aku bekerja di sebuah Rumah Sakit, Jakarta Pusat. Di pagi yang cerah ku berjalan sendiri melewati gedung-gedung di Ibu Kota. Sampailah aku di tempat kerja “Pagi bang,” sapaku “pagi juga neng, tambah cantik aja,” balasnya. Aku hanya bisa senyum-senyum nahan tawa.

Setelah menyapa beberapa temanku aku langsung siap-siap untuk membuka tokoku. Setelah selesai, aku duduk sambil bermain ponselku. Menunggu datangnya pembeli. Tak lama pembeli pun datang satu persatu.

Setelah selesai dan agak sepi aku duduk lagi dengan santai. Aku melihat seorang pria berdiri di hadapanku. Dia tinggi dan lumayan ganteng ya menariklah. Memakai topi, kaos dan celana berwarna hitam.
Entahlah kenapa aku terus memperhatikannya. Dan tiba-tiba dia menatap ke arahku. Berjalan terus mendekatiku. Lalu dia berkata “mbak, misi numpang duduk.”
“Oh iya pak silahkan,” kataku.
“Namanya siapa mbak? Udah lama kerja di sini?” Dia memulai percakapan.
“Namaku Kirana. Ya, baru 2 bulanan. Bapak sendiri?” akupun berbalik bertanya.
“Nama saya Varrendra. Saya dari TNI-AD kebetulan saya bertugas di sini.” katanya.
“Ohh, ya ya” balasku
Kami pun berbincang lebih jauh lagi dan bertukar nomor ponsel.

Disela-sela percakapan kami. Tiba-tiba ponselnya berbunyi. Dia mengangkatnya dan ternyata telepon dari atasannya. Dia pun pamit untuk kembali masuk ke Rumah Sakit. Dia berlari menjauh dan terus menjauh hingga tak terlihat lagi. Akupun kembali ke aktifitasku. bekerja bekerja dan bekerja.

Ponselku berbunyi “ini aku Varrendra,” ternyata pesan darinya. Aku pun membalasnya “oh, iya”

Waktu menujukkan pukul 12.00 WIB jam makan siang. Aku melihat seorang pria dari arah depan berlari ke arah. Ya itu adalah Varrendra. “Yuk, makan siang. Kamu pasti belum makan.” ajaknya. Aku kaget baru juga kenal udah ngajak makan bareng aja. Tapi, gak papalah. Aku menerima ajaknnya “Yuk”.

Selesai makan kami duduk sebentar di kantin “kamu pulang jam berapa nanti?” katanya. “nanti jam 4 sore.” balasku. “oh ya udah,” ucapnya dengan santai.

Kami pun kembali ke aktifitas masing-masing. Dia kembali bertugas akupun kembali bekerja. sebenarnya bertugas dan bekerja sama sih cuma bedanya dari jabatan. Dia TNI aku hanya penjaga toko.

Hampir setengah 4 sore. Aku mulai beres-beres untuk menutup tokoku. ponselku berdering ternyata dari Varrendra “gimana udah mau pulang?” Tanyanya. “Iya, mau beres-beres dulu.” kataku. “oke” jawabnya singkat.

“Akhirnya selesai juga,” bergumamku dalam hati. Tiba-tiba sesosok pria mengagetkanku. Dan lagi-lagi Varrendra. “Aku ikut kamu pulang yaa” pintanya. “Mau ngapain?,” tanyaku. “Ya ikut aja, nganterin gitu” jawabnya lagi.
‘Baru juga kenal udah ngajak pulang bareng’ kataku dalam hati. Tapi aku yakin dia pria yang baik. Akhirnya, aku menerima ajakannya dan kamipun pulang bareng.

Sampailah di rumahku. Varren bertemu dengan ibuku, mereka berbincang-bincang sebentar. Tak lama kemudian dia berpamitan. Lalu, dia pulang ke markas. Entahlah kami bisa berjumpa lagi atau tidak.

Cerpen Karangan: Aisah OC
Blog / Facebook: Siti Aisah
kelas X IPS 2 SMA N 1 Warureja

Cerpen Pertemuan Pertama merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Menunggu Cinta Sampai Di Batas Waktu

Oleh:
Adelia Hinata itu Namaku, Aku terkenal sebagai Primadona di sekolahku. Namun aku tak bangga dengan kepopuleranku yang membuat aku dikejar-kejar cowok satu sekolah dan termasuk cowok Idola di sekolah.

Rindu yang Tak Dirindukan

Oleh:
Kota ini sedang dilanda hujan tatkala ketika aku sedang mengumpulkan berbagai cara untuk menghilangkan rasa rinduku padamu. Diiringi dengan jatuhnya air hujan ke permukaan bumi, udara dingin perlahan menusuk

Pada Sebuah Kafe

Oleh:
Jarum jam di pergelangan tanganku masih menunjukan angka setengah tujuh malam. Ini berarti masih tersisa waktu setengah jam lagi, waktu yang lebih dari cukup bagiku untuk mencapai tempat tujuan.

Untuk Mu Cinta

Oleh:
Pagi memang selalu menyuguhkan kehangatan di tengah embun meski matahari masih bersembunyi di peraduannya. Di sebuah ruangan bercat kuning dan hijau itu tubuh malasnya tampak enggan untuk bergerak. Bahkan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *