Pertemuan Singkat

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 20 April 2015

‘Aku benar-benar tidak berniat ikut! Tidak berniat sama sekali. Ini membosankan sangat-sangat membosankan. Kenapa mereka memilih tempat ini? Kenapa orangtuaku sangat senang ke tempat ini? Di sini tidak ada yang menarik bagiku, aku hanya mengantuk-mengantuk dan mengantuk.’

Aku mendesah kesal dan menjerit dalam hati. Lagi-lagi Ibu dan Ayahku mengajakku ke toko buku. Awalnya aku berpikir kalau aku akan mati bosan di toko buku ini tapi semua yang kupikirkan ternyata salah setelah aku bertemu dengannya…

Dia, memakai ransel berwarna hitam, celana jeans hitam dan baju berwarna biru tua, aku memperhatikannya terus menerus, dia sedang membaca sebuah buku yang tidak kuketahui judulnya. ‘Dia benar-benar tampan’ pikirku. Kulitnya yang tidak begitu gelap, rambutnya hitam lurus namun sedikit berantakan dan badannya yang tinggi dan tegap.
‘Apa dia seorang model Tapi, jika iya. kenapa ia ada di sini? Apa ia tersesat?’ Pikirku.

Aku terus memperhatikannya sampai ia akhirnya menoleh padaku. Ia telah menyadari kalau ada seorang gadis yang memandanginya sejak tadi. Aku benar-benar salah tingkah saat dia menatapku bingung, aku langsung mengalihkan pandangan ke arah sebuah buku yang benar-benar tidak kumengerti apa maksud judul buku itu. ‘Apa ini tulisan Jepang? Korea? Atau Cina? Ah sial, ini buku apa?’ Aku menjerit kesal dalam hati, kenapa ada buku yang judulnya benar-benar tidak dimengerti maksudnya terselip di sini, di toko buku ini.’

Setelah semenit memperhatikan buku tidak jelas itu, mataku kembali mengarah ke…
‘Ke mana dia?’
Dia menghilang, aku mengelilingi toko buku itu tapi tetap tidak menemukannya. Di mana dia?
“Hi”
Aku membalikkan badanku untuk mengetahui siapa orang itu, dan sungguh sangat terkejut karena dia adalah orang yang sejak tadi kucari.
“Hm.. Halo.” Aku tersenyum gugup, sungguh! Dia dua kali lebih tampan dari dekat.
“Sedang mencari sesuatu?” Tanyanya.
“Hmm.. ya.” Jawabku.
“Sebuah buku?” Dia menaikkan sebelah alisnya yang tebal.
Aku hanya bisa mengangguk karena aku benar-benar sangat gugup.
“Buku apa?”
“Hmm.. hanya sebuah novel.”
“Ouhh. Kalau begitu aku duluan, bye”

Aku mengatur napasku saat itu, berada di dekatnya benar-benar membuatku tidak bisa bernapas karena terlalu gugup. Sial! Aku memperhatikannya membayar buku yang dibelinya lalu keluar dari toko buku yang membosankan ini. Lalu.. apa selanjutnya?

Sejak saat itu, aku benar-benar paling semangat jika aku diajak ke toko buku itu. Aku berharap bisa bertemu dengannya lagi, namun semuanya sia-sia, aku tidak menemukannya. Dia tidak datang lagi ke toko buku itu..
Tapi, aku masih terus berharap bisa melihat wajah tampannya, pertemuan singkat itu benar-benar membuatku terus-terus saja memikirkannya. AKHH.. kenapa bisa begini?

Cerpen Karangan: Latifah Ramadhani
Facebook: Latifah Ramadhani

Lahir pada tangga; 16 Juni 1999
Sekolah di SMP negeri 2 Unggulan Maros (Sul-Sel)
Ingin menjadi penulis

Cerpen Pertemuan Singkat merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kenangan Terindah

Oleh:
Aku dapat merasakan mata semua orang ke arahku. Aku tidak perlu menengok ataupun memutar tubuhku untuk mengetahuinya, perasaan di hatiku sudah dapat menebak dengan benar apa yang sedang terjadi

Skenario Terindah

Oleh:
Matahari di kota Jogja pagi ini seolah tersenyum menyapa ku dengan begitu manisnya. Semanis hatiku yang saat ini sedang berbunga-bunga, karena kemarin aku baru saja lulus sidang skripsi dengan

Dia Yang Pernah Singgah

Oleh:
Kedua kaki ini telah sampai di depan sebuah naungan tempatku mendalami ilmu. Tempat yang setidaknya menyuguhkanku sebuah aroma manisnya menapaki awal masa remaja. Tentang kesenangan, tertawa karena kekonyolan dan

My Soulmate

Oleh:
Kriiiing.. Namaku Angelina madison. Bel masuk sekolahku berbunyi. Tanda Kegiatan belajar dimulai. Aku berlari tergesa gesa menuju Kelas. Sudah telat beberapa menit. Di kelasku.. Berdiri pak Agus sambil menatapku

Nyopet is My Job (Part 2)

Oleh:
“Iya, hm bukan penyakit yang serius kok. Kita kerja yuk?” ajak Pian. “Oke,” jawabku. Gue dan Pian naik angkot yang berbeda, di samping gue ada ibu-ibu yang gayanya menor

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *