Pertemuan Singkat


Share

Cerpen Karangan:
Lolos moderasi pada: 17 April 2013

Seorang gadis yang mengaharapkan kebahagian dan kebebasan seperti gadis-gadis yang lain. Renzy.. itu nama sang gadis yang rindu akan kebebasan seperti gadis yang lain, dia sering di panggil zyzy..
Pada awalnya dia adalah seorang gadis yang periang, ceria, dan humoris, dia memiliki banyak teman, teman yang paling baik dan lebih tepatnya adalah sahabat tapi sahabat cinta, dia bernama reyhan, mereka berdua sudah kenal sejak mereka masih kecil reyhan sering disebut eey oleh zyzy, sebutan itu hanya di pakai oleh reyhan dan renzy..

Saat itu renzy masih memiliki kebebasan seperti anak-anak yang lain, setalah renzy ditinggal kan oleh reyhan 10 tahun lalu, sejak itu renzy mengidap penyakit yang sulit untuk bisa disembuhkan, sejak itu lah zyzy merasa sendiri dan tidak memiliki kebebasan. Tapi zyzy tetap memiliki semangat hidup yang tinggi, sekarang zyzy bersekolah di SMK HARAPAN KASIH, zyzy termasuk anak yang pandai, pada awalnya zyzy merasa biasa merasakan sakit pada tangan sebelah kirinya, tapi lama lama zyzy merasakan sakit pada kedua tangannya, lalu semakin lama kakinya sering merasa nyeri
“kenapa ya sekarang kedua tangan ku mulai sakit…?” desah renzy.
pada saat itu zyzy merasa takut dan tidak berani untuk membicarakan masalah itu kepada kedua orangtuanya karena renzy menganggap bahwa itu adalah sakit biasa.

Pada saat zyzy brjalan pulang sekolah, zyzy melihat seorang laki-laki yang mirip dengan reyhan atau eey, laki-laki itu memakai kalung yang ber inisial “Z” pada saat itu zyzy terinagat bahwa dulu sebelum reyhan atau eey pergi zyzy pernah memberikan kalung itu sebagai kenang-kenangan,
“apa itu benar-benar Reyhan, dari kalungnya mirip banget,” ujar zyzy dalam hati.
setelah itu zyzy mencoba untuk mendekat ke lelaki itu, setelah zyzy mulai mendekat tapi laki-laki itu pergi dengan mengendarai mobilnya, zyzypun berteriak sambil berlari-lari untuk mengejar mobil itu
“hayyy…! tunggu…!” teriak renzy sambil berlari
ditenagah-tengah perjalanan kaki zyzy merasa sulit untuk digerakan dan akhirnya zyzypun terjatuh dan kakinyapun terluka.

Saat zyzy sampai dirumah zyzy menceritakan semuanya kepada orangtuanya bahwa dia bertemu dengan reyhan sahabat kecilnya, dan orang tuanya tidak percaya bahwa zyzy bertemu dengan reyhan karena reyhan dan keluarganya telah memutuskan untuk pindah keluar negri yaitu keparis pada saat usia zyzy dan reyhan masih sekitar 6 tahun keluarga zyzy dan keluarga reyhan ada masalah tentang pekerjaan atau usaha mereka, yang mengakibatkan putusnya persahabatn antara keluarga zyzy dan keluarga reyhan, reyhan dan zyzy tidak mengetahui masalah tersebut.
Sampai pada saatnya mereka dewasa, merekapun tidak mengerti kenapa orangtua mereka tidak suka kalau zyzy ataupun reyhan bercerita tentang keluarganya, mereke begitu bingung dengan masalah itu

Dan kemudian keluarga reyhan pindah ke Bandung tanpa mengabari keluarga zyzy, dan reyhanpun dilarang untuk mengabari zyzy, karena reyhan di bohongi oleh ayahnya bahwa zyzy tidak lagi tinggal di bandung, dan zyzy sekolah di luar negri, padahal zyzy masih mengharapkan reyhan untuk kembali, karena reyhan sudah berjanji kepada zyzy jika nanti ia kembali orang yang pertama kali ia temui adalah zyzy, tapi pada kenyataannya reyhan tidak mencari atau menghubungi zyzy karna larangan orangtuanya.
Sampai suatu ketika reyhan masuk ke sekolah ke SMA HARAPAN KASIH yaitu tempat dimana zyzy bersekolah.

***

Pada pagi hari suasana sekolah yang ramai, dan menyenangkan, pada saat pelajaran Matematika di kelas XII IPA ada seorang murid baru yang bernama Reyhan Panduwiryo, saat itu zyzy begitu yakin bahwa dia adalah Reyhan Als Eey, tapi dia pada saat dia melihat ke arah lehernya ternyata dia tidak memakai kalung yang berinisial Z, kalung pemberian dari zyzy. Karena saat itu kalung reyhan tidak di pakai.

Setelah Reyhan perkenalan didepan kelas Reyhan di suruh duduk di sebelah Renzy atau zyzy.
“Hay, gw Reyhan,” Reyhan memperkenalkan dirinya kepada Renzy, sambil, menyodorkan tangannnya.
“Hay juga, Gwe Renzy,”
Renzy sengaja tidak memakai nama zyzy karena nama zyzy itu khusus panggilan Reyhan Als eey kepada Renzy.
Lirikan rasa tak sukapun tampak oleh mesty, teman kelas renzy, dia adalah anak yang selalu sirik dan iri kepada Renzy dan menganggap Renzy itu adalah musuhnya.

Pada saat belistirahat berbunyi Reyhan mengajak Renzy ke kantin untuk makan.
“Renzy ke kantin yu!, gwe ga tau kantinnya dimana” ajak reyhan kepada renzy
“yu” jwb Renzy dengan singkat.
Pada saat mereka mau berjalan keluar kelas tiba tiba Mesti menghampiri Reyhan Dan langsung menggandeng Reyhan sambil menyingkirkan Renzy, renzypun kembali duduk dan memutuskan untuk pergi ke taman sambil membaca buku.
Miko seorang cowo yang baik, keren tajir dan perhatian, dia menghampiri Renzy yang sedang duduk di taman.
“Hay Renzy! Sendirian aj,” tanya Miko sambil menghampiri Renzy.
“ia, gw lg baca-baca aja ko,” jawab Renzy dengan ramah”
“ooohh, mmm nanti malem ada acara ga?, ya kalo ada sih ya ga papa” tanya miko sambil ragu-ragu,
“mmmm… emang ada apa ya..?” jawab Renzy agak ragu.
“gwe mau ngajak loe nonton, mau kan? Tapi kalo loe sibuk ga papa ko,”
“gimana ya…? mmmmmmm… kayaknya sih ga ada,”
“Yesss!” miko berkata lirih.
“Yes kenapa?” tanya Renzy sambil tersenyum-senyum.
“ga papa, ya udah gwe ke kelas dulu ya,?” miko pergi dengan wajah yang sangat senang, dan miko terus terusan tersenyum kepada Renzy.
“iya,” Renzy sambil tersenyum dan menahan tawa karna tingkah laku Miko.

Bel masukpun berbunyi, Renzy masuk kekelas dan reyhan yang sedang duduk dengan Mesti terus-terusan menatap Renzy dengan tajam, Renzypun kembali menatap Reyhan dan membalasnya dengan senyuman, Mata Mesti langsung menatap Renzy denagn sinis, pada saat jam pelajaran di mulai Renzy tidak lagi duduk dengan Reyhan tetapi dengan Vina teman dekatnya selama ini.
Vina yanng merasa tidak suka dengan Mestipun menggrutu sambil mengambil buku di tasnya.
“ih.! So banget sih mezti, dia pikir dia sypa, so cari perhatian Reyhan deh!, lo lawan dong Zy..!”
“buat apa gwe ngelawan dia, ga ada untungnya bwt gw, lagian biarin lah dia mau berbuat apa terserah dia,” Renzy menjawab dengan penuh dengan keramahan dan senyuman yang manis,
Bel pulangpun berbunyi, Renzy dan Vina menuju gerbang Untuk menunggu jemputan, tiba-tiba Miko dan Reyhan Mendekati Renzy dengan mobilnya masing-masing, Renzy begitu bingung kenapa Reyhan dan Miko mendekati Renzy, Vina teman Renzy hanya terbengong dan heran.
“double WOW..! 2 Cowo kerenttttt…” sambil menyenggol tangan Renzya.
“ihhh,! Apaan sih, udah biarain aja kita tinggalin aja” bisik Renzy kepada Vina.
Pada saat Renzy dan Vina akan pergi meninggalkan Reyhan dan Miko tiba–tiba Nenek Lampir yaitu Mesti dan Genknya datang dan menghampiri Reyhan dan kemudian mesti langsung masuk ke dalam mobinya Reyhan dan merekapun langsung pergi dengan tatapan reyhan yang terus menatap Renzy.
“kenapa gwe ngrasa kalo loe itu reyhan gwe, reyhan yang selama ini gewe tunggu, hati gwe terasa sakit saat loe pergi sama mesti, hmmm mungkin itu Cuma mimpi” kata-kata Renzy dalam hati sambil memndangi kepergian Reyhan, disaat Renza sedang melamun, Miko mengajak pulang karena Miko tahu Renzy sedang menunggu jemputan.
“Zy, pulang bareng yuk? Ayo lah.!” Ajak miko sampil melirik ke Renzy.
Dengan perasaan ragu Renzy Melirik dulu kepada Vina dan Vina Menganggukan kepalanya.
“ga deh makasih, gwe pulang sama Vina aja,” ujar Renza kepada Miko,
“ga ko gwe pulang naik taksi aja sendirian, udah loe sama Miko aja” Sela vina kepada renza dan melirik kepada renza agar renza mau ikut dengan miko.
Dan akhirnya Renza diantarkan pulang oleh Miko, di tengah perjalanan mobil miko bertemu dengan mobilnya Reyhan dan Renzy merasa Cemburu saat melihat Reyhan dan Mesti berduaan di dalam mobil. Reyhan melihat ke arah mobilnya miko dan melihat Renzy Berdua denangan Miko, Perasaan Reyhanpun sama dengan Renzy, reyhan merasa cemburu saat melihat Renzy berdua dengan Miko.

Mobil mikopun mendahului mobil Reyhan, setelah beberapa menit Miko sampai di rumah Renzy.
“Mik, makasih ya udah nganterin gwe pulang”
“ia sama-sama lagian gue senengko nganterin loe pulang, setiap haripun gwe mau ko nganterin loe pulang” canda miko
“hehehe… bisa aja, ga lah kasian loe, kaya supir gwe aja, oia mau mampir dulu ga?”
“ga deh lain kali aj udah sore, ya udah gwe pulang dulu ya.?”
“ia hati-hati ya..dahhh..” Renzy sambil melambaikan tangannya ke Miko.
Pada saat renzy mau masuk ke Rumah, tiba-tiba kakinya susah untuk di gerakan dan tiba-tiba kaku, Renzypun terjatuh ke lantai, dan pembantunya Bi inah langsung membantunya,
“Non! Non zy kenapa?” sambil mengangkat tangan Renzy dan membantunya duduk ke Sofa.
“Zy ga papa ko bi, oia… mmm mamah sama papah udah pulang?”
“belum non tapi tadi nyonya telfon katanya pulang agak malem soalnya masih di Butik non,”
“ohhh kapan sih, zy bisa makan malm bareng sama mamah, sama papah bi, zy itu merasa ga di perhatiin, zy kangen sama mamah sama papah, zy kesepian bi…” desah zy kepada bi inah.
“ya kan, non tahu sendiri kalo papahnya non zy itukan pengusaha sukses, trus mamah non juga wanita karier non, itu juga uang buat non.” Ujar bi inah
“hmmmmm…” lirik renzy kepada bi nah, dan langsung menuju ke kamar.
Renzy menuju ke kamar dengan kaki yang agak pincang, Renzy masih memikirkan tentang Reyhan, dan tentang perasaan dia yang tidak asing dengan tatapan matanya. Begitu pula dengan Reyhan yang sedang memikirkan Renzy, dan pandangan Renzy yang tidak asing, Reyhan merasa jatuh cinta pada pandangan pertama masuk sekolah, dan duduk satu meja dengan Renzy, Mereka bagaikan dua hati yang terpisahkan oleh dua tembok yang kokoh, dan berkabut, sehingga tak melihat dengan jelas masa lalu yan indah yang pernah mereka jalani, Pada saat Renzy sedang memikirkan Reyhan, Renzy melihat jam dan sudah menunjukan pukul 20.00 Wib, dan renzy baru ingat bahwa dia ada janji dengan miko untuk menonton Film,

Renzy langsung menuju ke tempat dimana Miko menunggu dan ternyata di jalan mobil Renzy mogok. Renzy memutuskan untuk jalan kaki dan di tengah jalan renzy bertemu dengan Reyhan, Reyhanpun berhenti di samping Renzy dengan motor gedenya,
“Renzy.. loe mau kemana, malem-malem kaya gini?”
Renzy hanya terdiam dan memandangi wajah Reyhan,
“Zyy…? loe mau kemana”
“mmm gwe mau ke taman kota” agak kaget
“ya udah gwe anterin ya?”
Renzypun naik motor bersama Reyhan, Rasanya ga ada yang meragukan, hati Renzy begitu nyaman dengan Reyhan, hati Renzy begitu tenang,
“kenapa gwe ngrasa nyaman banget dengan Renzy, padahal gwe baru aja kenal sama renzy, gwe udah ngrasa nyaman banget di peluk sama dia, perasaan apa ini,?” tanya Reyhan dalam hati,
“Tuhan… pertanda apa ini… gwe ngrasa nyaman banget sama Reyhan, gwe ngrasa ga mau pisah sama dia Tuhan, perasaan apa ini, apa dia Reyhan yang akau tunggu selama ini..?” tanya Renzy dalam hati, Mereka merasa bahwa mereka sudah saling mengenal, dan perasaan mereka yang begitu sangat dekat. Mereka begitu sangat mesra pada saat mereka naik motor berdua.
Dan mereka sampai di taman kota disana sudah ada Miko yang sedang menunggu Renzy, karna melihat Renzy dan Reyhan, Miko langsung pergi dengan mobilnya, tanpa mengucpakan sepatah katapun.
“Mik…! miko!.. loe mau kemana? Miko tunggu mik..! teriak Renzy.
Renzy hanya bingung dan duduk di kursi, Renzy merasa bersalah dengan Miko, entah mengapa Renzy meneteskan airmatanya, Reyhan mendekati Renzy,
“Zy.. udah loe ga usah sedih, gwe minta maaf ya?” sambil merangkul Renzy.
Renzypun menangis di pelukan Reyhan, Reyhan terus-terusan menenangkan Renzy.
“loe ga salah Rey, gwe yang ngrasa bersalah sama miko, dia udah bela-belain nungguin gwe, tapi..gwe…” renzy tidak sanggup untuk membendung air mata.
“uadahhh…udahh.. loe tenang ya..? loe ga usah sedih, besok loe tinggal minta maaf aja sama dia,” Reyhan sambil tersenyum menenangkan Renzy.

Jam sudah menunjukan Pukul 21.15 Wib. Reyhan mengantarka Renzy pulang, setelah mengantarkan Renzy pulang Reyhan pulang kerumah, dan sudah ada mamah papahnya di rumah,
“Rey.. kamu dari mana? Ko tadi ga jemput omah di bandara?
“oia pah sorry, tadi rey habis nganterin temen rey dulu”
“siapa rey?”
“Temen baru ray pah, namanya Renzy pah,”
“apa! Renzy Aleka?” Tanya papahnya dengan kaget.
“ga tau pah, rey taunya Renzy, emang kenapa pah..? jawab reyhan dengan bingng.
Reyhanpun masuk ke kamar dan senyum senyum sendiri karena membayangkan renzyi.
“Renzy… hmmmm rasanya gwe jatuh cinta sama renzy.. hmmmmm aneh deh gwe,” reyhan senyum-senyum sendiri di kamar

Jam menunjukan pukul 5.30 pagi, tidak seperti biasanya reyhan bangun pagi dan semangat bersekolah. Reyhanpun bingung sendiri.
“loh ko gwe jadi semangat sekolah gini ya? Heheh? Reyhan tertawa sendiri karena dia merasa semangat gara-gara kepengin ketemu dengan renzy, tapi semangat itu tlah patah karena Reyhan mendengar papahnya berbicara tentang masalah 10 tahun yang lalu anatara keluarganya dengan keluarga renzy, dan sekarang Reyhan sudah mengetahui semuanya, ternyata Renzy yang selama ini dia cari dan dia nanti ada di depan mata, dan dia adalah Renzy Aleka, satu kelas dengan Reyhan.
Reyhan sangat terkejut dan marah dengan kedua orang tuanya karena merahasiakan semuanya selama 10 tahun, dan reyhan merasa sudah di bohongi oleh papahnya. Reyhan pergi kesekolah dan langsung menemui Renzy.
“Zy..! gw mau ngomong sam loe? Dengan muka yang serius.
“mau ngomong apa?” renzy dengan kaget
Reyhan menarik tangan Renzy dan mengajak renzy pergi dari sekolah, dan menyuruh Renzy untuk naik ke motornya.
“Rey.. loe apa-apaan sih.. ko loe ngajak gwe pergi dari sekolah, loe gila ya? Dengan nada yang keras.
Reyhan hanya terdiam kesal, karena Reyhan pikir Renzy sudah mengetahui tentang semuanya, tentang rahasia antara kedua orang tua renzy dan reyhan.
Reyhan berhenti di sebuah taman bunga.
“Zyzy..!”
“apa loe bilang? Zyzy? loe panggil gw zyzy?” jawab Renzy denagn kaget.
“ia loe zyzy kan, kenapa dari dulu loe ga pernah bilang kalo loe itu zyzy? Kenapa loe ga pernah ngabarin gwe loe di bandung, kenapa loe ga pernah ngasih tau zy.?! gwe kecewa sama loe, apa loe udah nglupain gwe?”
“loe yang ga pernah ngabarin, loe yang ga pernah ngasih tau gwe lo dimana, loe pergi tanpa pamit, 10 tahun loe pergi ga pernah ada kabar, mana janji loe yang setiap bulan mau ngasih surat mana? Lo janji sama gwe kalo loe ke bandung orang yang bakal loe temui itu gwe, tapi apa nyatanya lo bohong sam gwe.” Ujar Renzy smpai meneteskan airmata.
Reyhan masih belum percaya dengan kata-kata Renzy, karena setiap bulan Reyhan selalu mengirimkan surat dan terakhir kali pada saat reyhan mau pulang ke Indonesia dia mengirimkan surat yang berisi alamat dan no handphone yang baru, tapi surat itu tak pernah sampai ke tangan Renzy.

“zy..sebenernya loe udah tau kan, tentang masalah yang terjadi antara keluarga kita?” tanya Reyhan
“Masalah apa?” jawab Renzy dengan bingung
“loe bener-bener ga tahu?” tanya Reyhan dengan nada tak percaya.
Renzy hanya menggelengkan kepalanya,
Ryhanpun menjelaskan apa yang sudah terjadi antara dan permasalahan yang selama ini di rahasiakan oleh keluarga mereka, di saat reyhan sedang menceritakan tentang rahasianya, tiba-tiba kaki Renzy lemas dan terjatuh,
“zyzy..! kamu kenapa?” tanya reyhan terkejut.
Reyhan langsung membawanya kerumahsakit, dan langsung menghubungi orangtua Renzy, pada saat orangtuanya Renzy dan reyhan datang ke rumah sakit, pandangan mereka begitu berbeda bukan lagi pandangan yang ramah melainkan pandangan yang penuh dengan dendam,
“kamu apakan zyzy? “tanya orangtua zyzy dengan ketus kepada Reyhan
“saya ga tau om tanmte, tiba-tiba zyzy terjatuh dan kakinya susah untuk di gerakan” reyhan menjelaskan kepada orangtua Renzy”
Pada saat dokter keluar dari ruang UGD papah reyhan menarik tangan Reyhan dan mengajak reyhan untuk pulang. Karena reyhan ingin menemani Renzy di rumah sakit, karena reyhan tidak mau pulang akhirnya orangtua reyhan pulang karena tidak mau melihat orang tua renzy yang notabennya adalah musuh dari ayah reyhan,

“keluarga Renzy!” panggil dokter ramli
“ia dok, kami keluarganya”
Pada saat itu ruangan dokter ramli begitu penuh dengan ketegangan dan rasa penasaran,
“dok sebenarnya apa yang terjadi sama putri kami dok…?” tanya ayah dengan rasa penasaran
dr. Ramli menghela nafas dan merasa tidak sanggup untuk mengataka kepada orang tua Renzy.
“menurut hasil pemeriksaan… putri Bapak dan Ibu terkena Kanker sumsum tulang belakang Stadium 3, dan itupun sudah akut, harapan untuk kesembuhpun sangat tipis, dan umurnya mungkin tidak lama lagi
“apah kanker sumsum tulang belakang dok..?” tanya ayahnya dan terbengong kaget.
“kanker sum-sum tulang belakang sangat cepat sekali menyebarnya, mula-mula penderita akan merasakan nyeri pada persendian, atau mungkin bisa mengakibatkan kelumpuhan..” jelas dokter ramli
“Lumpuh dok…?” tanya ayah berlinangan airmata.
“tapi jangan khawatir kami akan melakukan yang terbaik buat Renzy”
Kedua orang tua renzy begitu terpukul mendengar kenyataan yang harus terjadi kepada anaknya, kedua orangtua Renzy sengaja untuk tidak mengasih tahu tentang penyakit yang dideritanya saat ini, ibunya Renzy terus-terusan menangis karena tidak menyangka anak satu-satunya ternyata mengidap penakit yang mematikan.

Pada saat orangtua Renzy masuk ke kamar rawat Renzy, di sana sudah ada Reyhan yang menemani Renzy, namun Renzy belum juga siuman.
“om, tante…? gimana Zyzy kenapa?” tanya Reyhan dengan penasaran.
“Renzy ga papa,” jawab ayahnya dengan singkat dan mata berkaca-kaca.
“lebih baik kamu pulang rey, ga ada gunanya kamu di sini” ujar ayahnya zyzy kepada reyhan.
Reyhanpun melangkahkan kakinya dan pergi dari rumahsakit, tiba-tiba di depan rumah sakit reyhan bertemu dengan miko dan Vina.
“rey, gimana zy?” tanya Miko dengan khawatir
“zy belum sadar,” jawab reyhan dengan singkat
“loe mau kemana Rey?” tnya Vina
Tanpa menjawab pertanyaan Vina, Reyhan langsung pergi meninggalkan Rumahsakit.

Beberapa menit kemudian Renzy di pindahkan keruang perawatan dan akhirnya Renzypun siuman, reyhanlah yang pertama kali ingin Renzy lihat tapi ternyata yang ada di hadapannya adalah miko.
Zy berfikir bahwa reyhan sudah tidak mau menemuinya lagi. saat zy ingin menggerakan kakinya ternyata kaki zy susah untuk di gerakan zy pun kaget dan airmata mulai keluar dari mata sang ibu dan ayah.
“mahh… pahhh.. zy kenapa? Kenapa kaki zy ga bisa di gerakin pahh.. mahhh jawab…? Zy kenapa…? apa zy lumpuh pah.. mah,? Ga pah zy ga mau lumpuh… zy ga mau pah.. mah.. zy ga mauuuu!” teriak zy sambil memukuli kakinya.
miko mencoba untuk menenangkan zy dan memegangi tangannya agar tidak memukuli kakinya.
kedua orangtua zy tak sanggup untuk memberi tahu apa yang sebenarny dan ayahnya mencoba untuk menenangkannya,
“zy… ini Cuma buat sementara ko, nanti kamu juga akan sembuh paling Cuma 1 atau 2 hari kamu yang sabar ya zy”
“bener pahhh…? paph sama mamh ga boongkan…?”
“ga sayang?” Jawab mamahnya sambil memeluk Renzy.

Vina dan Miko merasa kasihan melihat Renzy seperti itu, Vina yang tidak kuat, menahan air matapun keluar dari kamar,
“ya Tuhan… cobaan apa yang Engkau berikan kepada Renzy” ungkapan vina.
“vin… gue juga sedih melihat zy seperti itu” ujar miko
Sudah 4 hari zy di rumah sakit, zy hanya terbaring dan duduk, jalan-jalan dengan kursi roda, kaki zy sama sekali belum biasa digerakan rasa sedih yang selalu menerpa renzy airmata yang yang selalu menghiasi hari-hari Renzy, kesedihan yang selalu ada di hari-hari renzy, tapi semua itu takan bisa mengalahkan semangat renzy untuk hidup dan lebih dekat dengan orang–orang yang di sayanginya.

“Tuhan… kenapa kau berikan cobaan yang begitu berat buat ku… kenapa kau berikan airmata yang terus mengalir dipipi ku… Tuhan… kenapa… kenapa… hidup ku jadi kaya gini… Tuhannn berikan aku kesembuhan… Tuhan.. jangan sampai ada air mata yang jatuh Cuma gara-gara aku..” desah renzy
“Tuhan pasti akan memberikan kamu kesembuhan, Tuhan memberikan kamu cobaan karena Tuhan sayang sama zyzy” ujar Reyhan sambil mendekat dan membawa bunga mawar merah kesukaan Renzy,
Renzy sangat senang ketika Reyhan datang, dia mencoba untuk menghampiri reyhan tapi kakinya sama sekali tidak bisa di gerakan.
“Rey… gwe, lumpuh reyy… gwe… gwe.. ga bisa jaln lagi, gwee.. ga bisa lari lagi, gue cacat rey… gwe cacat..” ujar Zy sambil meneteskan airmta.
“zy, loe jangan ngomong kaya gitu, lo pasti bisa, loe pasti sembuh, zyzy yang gwe kenal dulu itu zyzy yang kuat, dan semangat, dan selalu tersenyum”

Satu minggu setelah Renzy pulang dari rumah sakit, dia jadi berubah, wajah ceria yang selalu tampak di sehari-harinya, senyuman manis yang dia berikan kepada setiap orang kini tiada lagi, kini yang ada hanya air mata, air mata kesedihan. Sudah satu minggu Renzy tidak masuk sekolah, rasa kangen yang mendalam tentang sekolah, “gwe pengin sekolah” pelajaran sangat di rasakan oleh renzy, renzy sangat ingin sekolah, tapi dilarang oleh kedua orangtuanya, dia bagaikan burung di dalam sangkar, yang tak boleh melakukan hal yang tidak di kehendaki oleh orangtuanya.
Kebebeasan yang selama ini diarasakan sekarang hilang musnah, bermain dengan sahabat-sahabatnya, kesenangan bersama, main bersama kini hanyalah sebuah impian, saat ini hanya obat yang menjadi kawan hidupnya. “Aku benci Obat” ungkapan dia saat melihat obat tergeletak di meja kamarnya.
“zyyy…nie gue Vina” panggil Vina di depan pintu kamar Renzy
“masuk aja ga di kunci ko pintunya”
“hai zy, gimana kabarnya…” tanya vina
“gue…gue sedih vin..” ujar renzy dengan mata yang berlinang dan kata-kata yang tersendat.
“kenapa loe sedih, loe ga boleh nyerah gitu sama penyakit loe, percaya loe pasti sembuh zy, Renzy yang gwe kenal ga pernah sedih dan nyerah,” kata vina sambil memberi semangat.
“Tapi ga ada hal yang mampu gwe lakukan, gwe Cuma terbaring, dan duduk vin, gwe benci sama diri gwe vin” ujar Renzy sambil terisak.
Vina yang tak kuat membendung air mata langsung menenangkan Renzy dan memeluknya. Suasana di kamar Renzy begitu mengharukan, rasa senang yang dulu kini tlah berbalik arah menjadi duka. Vina datang kerumah Renzy untuk menghibur Renzy dan Vina mengajak Renzy untuk jalan-jalan di sekitar taman dekat rumahnya Renzy.
“om, tante Vina boleh ajak Renzy jalan-jalan kan om, tante, mm Cuma di sekitar taman aja ko om,” ijin vina kepada orangtua renzy
“ia, boleh tapi jangan lama-lama terus jangan biarkan renzy membuka jaketnya, trus jangan terlalu mendekat dengan hal yang berdebu” jawab ayahnya dengan banyak persyaratan.
Renzy semakin bingung dan penasaran, kenapa ayahnya begitu banget sama renzy padahal renzy Cuma sakit pada kakinya.

Di saat REnzy pergi dengan vina reyhan kerumah bertujuan menjenguk dan ingin meminjamkan buku catatannya kepada Renzy tapi pada saat Reyhan berada di depan pintu Reyhan tidak diijinkan untuk bertemu dengan Renzy dan Reyhan di usir oleh ayahnya Renzy, “Pergi kamu dari sini.! saya ga akan ngijinin kamu untuk ketemu anak saya!” ucap Ayahnya dengan keras di hadapan Reyhan. Reyhanpun mencoba menjelaskan kepada ayahnya bahwa dari dulu Reyhan sudah suka dengan Renzy, dan masalah orangtuanya, reyhan meminta maaf atas kelakuan ayahnya selama ini, namun ayahnya renzy tak perduli dengan apa yang reyhan katakan.

Dengan rasa yang sedih dan wajah yang kusut reyhan meninggalkan rumah renzy, hujanpun turun dan guntur menggelegar, pada saat reyhan menaiki motornya tiba-tiba renzy keluar dari mobilnya bersama Vina dengan memakai kursi rodanya, Renzypun melihat Reyhan dengan kaedaan kehujanan,
“Reyyyyy..!” panggil Renzy kepada reyhan dengan keras.
Reyhan hanya menengok kearah Renzy, perlahan motor Reyhan melaju dan meninggalkan pntu gerbang yang sudah terbuka lebar.
“Reyyyy…! tunggu reyy…!” Renzy menuju ke gerbang dan hujan-hujanan sambil mengendarai kursi rodanya, dan melepaskan pegangan Vina, dan Reyhanpun turun dari motornya dan menghampiri Renzy.
“Rey, gwe sayang sama loe..” Bisik renzy dengan isak,
“gwe juga sayang sama loe zy,”
“Renzyy!” panggil ayahnya dengan nada yang keras.
Ayahnya renzypun menarik kursi roda Renzy dan mengajak renzy masuk kerumah, renzypun memberontak, dan terus memegang tangan reyhan dengan erat, dan akhirnya genggaman renzypun lepas dan di saksikan oleh tetesan air hujan. Reyhan pun pergi dengan mengendarai motornya.

“mulai sekarang kamu ga usah kemana mana, kamu tetap di rumah dan minum obat biar kamu sembuh total.” Ayahnya memperingati renzy.
“papah jahat! Papah ga mikirin perasaan zy, papah Egois, zy benci sama paph, zy benci !”
Ibunya yang tidak bisa berbuat apa-apa hanya terdiam melihat anaknya yang merasa sedih,

***

Akhirnya setelah satu bulan Renzy lumpuh sekarang dia sembuh dan bisa berangkat sekolah lagi seperti biasa tapi tak lepas dari pengawasan, tekanan orang tua renzy dan peraturan yang ayahnya buat.
Walaupun kaki renzy sudah sembuh tapi tetap saja renzy tidak memiliki kebebsan seperti gadis remaja yang lain, bisa bermain kerumah teman-temannya, biasa hang out bareng sam teman-temannya, seneng-seneng bareng, mungkin semunya itu hanya mimpi kecil Renzy, untuk bertemu Reyhan saja sangat susah.
“selamat datang di sekolah ini kembali Renzy” sambut miko
“maksih Mik,” jawab renzy dan tersenyum kepada miko
Tapi hati renzy belum tenang dan masih mencari seseorang yaitu Reyhan, dia mencari reyhan karena sudah lama tidak bisa bertemu dan kesempatan untuk bertemu yaitu Cuma di sekolahan, renzypun pergi kekelas dan meninggalkan Miko yang berada di sampingnya.

Pada saat renzy melihat reyhan perasaan renzy begitu senang tapi perasaan itu hilang begitu saja karena pada saat renzy menghampiri Reyhan tiba-tiba mesti menghampiri reyhan, reyhanpun tersenyum kepada mesti seolah olah mereka berdua ada hubungan, dengan rasa kecewa renzy pergi dan menuju ke kelas, namun renzy kembali bertemu dengan Miko.
“zy, loe kenapa…?” sambil memegang tangan renzy
“ga papa ko,” renzy menghapus airmatanya
Reyhan melihat renzy sedang berpegangan tangan dengan miko perasaan reyhan begitu panas dan sengaja lewat di depan miko dan renzy, bersama dengan mesti, lirikan reyhan sangat membuat hati renzy sakit. Ternyata di sekolahan pun renzy tidak mendapat kebahagiaan yang selama ini ia nantikan, sungguh perasaan yang menyedihkan, hati renzy bagaikan daun yang terlepas dari pohonnya yang tak tahu harus mencari kebahagiaan dimana.

Pelajaran B.Indonesia pun dimulai, kebetulan Renzy mendapat giliran untuk menulis di papan tulis tapi entah mengapa tangan kanannya Renzy susah untuk di gerakan dan sulit untuk di kontrol, rasanya kaku dan bergerak gerak sendiri, renzypun bingung apa yang sebenarnya terjadi, dan akhirnya renzy disuruh mundur oleh pak Reno guru Bahasa Indonesia.
“loe kenapa zy,” tanya Vina terkejut
“gwe ga tau vin, tangan gwe ga bisa buat nulis, tangan gwe kaku, sakit,” bisik Renzy kepada Vina sambil memegangi tangannya karna kesakitan.

Renzy semakin khawatir kalau tangannya terus terusan seperti ini dia takut kalau tidak bisa menulis, dan tidak bisa sekolah, renzy hanya menangis melihat tangannya dan semakin lama rasa sakit itu mulai muncul pada tanagnnya, tapi rasa kaku dan susah digerakan itu tiba tiba menghilang dan tiba-tiba muncul kembali, renzy begitu bingung dengan penyakitnya, sebenarnya penyakit apa ini. Suatu ketika pada saat renzy kekamar orangtuanya, zy menemukan surat yang isinya tentang hasil tes penyakit renzy, dan renzy tahu bahwa selama ini renzy mengidap penyakit kanker sum-sum tulang belakang, dan umurnya sudah tidak lama lagi, rasa kecewa dan terpukul yang di rasakan oleh renzy.
Kemudian renzy mengungkapkan kemarahannya kepda orang tuanya,
“mah, pah! kenapa kalian ga pernah bilang kalo selama ini zy itu kena kanker pah, mahhh.. zy benci sama kalian, kalian egois.!” Ungkap renzy dengan airmata yang seakan tak berhenti.

Renzy menulis puisi tentang permohonannya kepada Tuhan,

Tuhan…
Rasa sakit yang aku rasakan ini
Rasa sakit yang teramat sakit ini
Akan ku jalani sebagai ujian Mu Tuhan
Akau akan ikhlas menerimanya
Tapi Tuhan.. jangan kau ambil nyawaku sekarang
Aku ingin mlihat orang yang aku sayang tersenyum
Aku ingin Engkau kembalikan orangtuaku yang dulu..
Tuhan…
Aku mohon pada Mu..
Kembalikan orangtuaku yang baik dan perhatian
Jangan ambil nyawaku sekarang Tuhan..

Renzy juga menulis Surat untuk kedua orangtuanya,

Untuk mamah sama papah…
Mah… sebenrnya zyzy udah ngrasain sakit kaya gini udah lama, tapi zyzy ga ada waktu buat ngomongin ini sama kalian. Mamah yang sibuk dengan butiknya, papah yang sibuk dengan urusan kantor, kalian ga da waktu buat zy, terkadang zy merasa sedih karena zy merasa ga di perhatiin, zy ga punya kebebasan, zy seperti burung di dalam sangkar, mah… zy, mohon, mamah sama papah minta maaf sama orangtua reyhan, kasihan reyhan pah, mah, apa kalian ga kasihan sama zy sama reyhan, zy udh berteman dari kecil pah, ijinkan rey datang ke zyzy, ijinkan zy mencintai rey pah, zyzy sayang sama rey… zyzy juga sayang sma papah,
Mungkin ini surat terakhir zy buat mamah sma papah…
Love you mahh, pah… zy sayang kalian

Renzy

Karena sakit tangannya yang tak kunjung sembuh akhirnya dia terbaring kembali di rumah sakit, orangtuanya yang sekarang sadar bahwa selama ini Renzy tertekan dengan segala peraturan yang ayahnya buat, dan ayahnya semakin tersadar pada saat ayah dan ibunya membaca puisi yang Renzy tulis mereka meminta maaf kepada Renzy,
“Zy, Papah minta maaf ya, atas semua tekanan papah,” ungkap papahnya kepada Renzy.
“Zy, mamah minta maaf juga ya..? mamah ga pernah perhatiin kamu, mamah cuma sibuk dengan karir mamah, maafin mamah ya sayang?”
“iya mahh, zy, Ma.. ma.. maafin, ma.. mah.. sa.. sa.. sama, pa..pah…? jawab Renzy dengan perkataan yang putus-putus.
Lidah renzy mulai terasa susah untuk digerakan, dan berbicara, sungguh Orang tua Renzy dan Renzy tak mkengerti apa yang sebenarnya terjadi kepadanya. Semua orang yang menyayanginyapun ikut bersedih, miko yang dari dulu memiliki perasaan kepada Renzy ikut bersedih karena gadis yang baik dan periang kini kembali terbaring di Rumah sakit.

Beberapa hari kemudian orangtua Renzy datang kerumah Reyhan dan Ingin meminta maaf kepada Reyhan dan orang tua Reyhan, mereka menyesal telah memfitnah Orangtuanya Reyhan tentang perusahaannya hingga akhirnya perusahaan Orangtua Reyhan bangkrut dan mereka pindah ke Prancis untuk memulai usahanya kembali. Awalnya orang tua reyhan tidak percaya kalau orang tua Renzy ingin meminta maaf kepadanya, namun dengan membaca puisi dan surat yang di tulis oleh renzy. Akhirnya orangtua Reyhan mau memaafkan orangtua Renzy.

Awalnya reyhan tidak mengetahui bahwa renzy kembali masuk kerumah sakit karena kanker, tapi setelah orangtuanya menjelaskan kepada reyhan reyhan langsung meluncur ke rumah sakit dengan motornya, dan di susul oleh kedua orang tuanya dan dan orangtua Renzy.
Saat Reyhan sampai di Rumah sakit disana sudah ada Vina Dan Miko yang sedang menemani renzy namun Reyhan tak perduli dengan Miko, vina yang bersedih melihat keadaan Renzypun menangis,

Kini, kedua tangannya sudah sulit untuk di gerakan, dan keduakakinyapun sama, dan saat ini lidahnyapun sulit untuk berbicara. Renzy begitu senang saat Reyhan datang, itu bagaikan pertemuan pertama yang membahagiakan, tatapan mata yang penuh denngan bunga dan senyuman yang penuh dengan sejuta kebahagiaan, namun pertemuan ini tak seindah yang di bayangkan.
“Re… rey… re… re…” Panggil zy kepada reyhan dengan tersendat-sendat dan linangan airmata di pipinya.
“ia zy… gwe tahu… loe harus kuat zy, gwe sayang sama loe, loe jangan tinggalin gwe zy, lo harus tetap kuat” Ujar rey kepada Renzy dengan penuh dengan kelembutan dan mata yang berkaca-kaca.
Renzy hanya tersenyum dan terharu, Miko yang sudah rela melepas Renzy demi kebahagiaannya, Miko mempersatukan tangan Reyhan dan Renzy,
“gwe sayang sama loe zy, gwe rela nglakuin apa saja buat loe, semoga loe sama reyhan bahagia,” sambil memegang tangan reyhan dan Renzy.
“ma… ma… mak..” renzy sangat sulit untuk menegeluarkan kata-kata.
“ia zy, gwe tau,” ujar Miko.
Mikopun pergi meninggalkan Renzy, denagn wajah yang sangat sedih.
Renzy menulis kata-kata dia kertas namun tak jelas untuk di baca, dia menulis “aku bahagia sekarng bisa bertemu reyhan dan aku senang mamah sam apapah udah perhatian lagi sam zy,”
“ma… ma.. mah… ja.. ja.. nga.. n, na… na… na. ngis,” dengan kesulitan mengungkapkan kata-kata sambil menghapus airmata mamahnya
“re.. re.. rey.. ju.. ju.. ga… ja… ja… nga.. ngan.. na.. na.. nngis.. se.. nyum do. do. ng” kata renzy sambil tersenyum.
Reyhan memegang tangan renzy dengan erat, Renzy merasa sudah tidak kuat lagi menahan sakit, sakit yang teramat sakit, Renzy sudah cape dengan kehidupan didunia yang penuh dengan air mata, air mata yang selalu membasahi pipinya.
“mah… pa.. pah.. Re.. Re… rey.. han.. Vi… Vina… Zy ca.. cape… zy ma.. ma.. mau Tidur..” ujar renzy dengan senyuman terakhirnya, renzypun memejamkan matanya untuk selamanya,
“zy! zyzy! bangun zy! Loe jangan tinggalin gue zy!” teriak reyhan dengan histeris dan terus-terusan memegang tangannya, dokterpun datang untuk memeriksa Renzy, namun Tuhan berkehendak lain, Renzy meninggal dunia pada jam 22.00 Wib semua airmata jatuh… air mata yang tak pernah Renzi inginkan.

Pertemuan singkat bersama Reyhan, pertemuan yang selama ini di nantikan selama bertahun-tahun oleh renzy. Dan pertemuan ini harus berakhir dengan sebegitu singkatnya. Dua hati yang baru bersatu kini harus direlakan untuk berpisah.

Cerpen Karangan: Devi Upi Lestari
Email: deviipiphi@ymail.com
Blog / Facebook: Devii uphi Lestarii

Ini merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya di: untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatan penulis, jangan lupa juga untuk menandai Penulis cerpen Favoritmu di Cerpenmu.com!
Cerpen ini masuk dalam kategori: Cerpen Cinta Cerpen Cinta Sedih

Baca Juga Cerpen Lainnya!



“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

2 Responses to “Pertemuan Singkat”

  1. Ilsa anggraini says:

    Cerpen nya sangat bagus , dan keren banget, bikin gua teringat sama mantan pacar gua :’( cerpen ini berhasil bikin gua nangis.

  2. Saras says:

    wa….!! Aku suka ceritanya!!

Leave a Reply